
Bab 531
Seketika itu, ia mengalami kekhawatiran akibat monster kadal raksasa. Tiba-tiba pikiran biksu Xuanzang tersirat dengan kata-kata Long Fai yang sudah lama terlupakan.
"Tidak! Aku memiliki langit dan bumi sebagai tanganku. Bahkan jika kebaikan tidak tersampaikan, langit dan bumi yang akan menolongnya." Xuanzang langsung menatap kadal raksasa yang besar.
"Hei kadal raksasa jelek, lebih baik kau menyingkir dari jalan ini! Aku datang ke wilayah ini hanya ingin meneruskan perjalananku ke barat, tidak ada sangkut pautnya denganmu monster kadal," teriak Xuanzang dengan suara menggelegar, membuat monster kadal itu langsung menoleh padanya.
Roar! Monster kadal langsung mengeluarkan asap seperti kereta uap dari kedua lubang hidungnya dan berlari untuk mencoba menggigit biksu tersebut dengan sekali gigitan.
"Angin, tolonglah hamba yang rendah ini agar bisa menyelamatkan kedua muridku!" Biksu Xuanzang berteriak sambil melambaikan tangannya, dan seketika tamparan ringan di udara langsung memunculkan badai angin topan yang menerbangkan monster kadal itu sampai berpuluh-puluh kilo jauhnya.
Bom! Roar!
Bisku Xuanzang melompat, tanpa disadari langsung melompat dengan sangat jauh menghampiri monster kadal raksasa tersebut.
Wush!
"Hukum langit, berikanlah aku kekuatan untuk membunuh monster kadal jelek ini!" Biksu itu mengepalkan tangannya dan meninju kepala kadal raksasa setelah jarak dekatnya hampir dua kasta jari.
Bom! Hanya sekali tinju kepala monster kadal itu langsung meledak seperti semangka yang terjatuh dari ketinggian 10 meter.
Tubuh kadal raksasa menghantam tanah sangat keras dan terbentuk cekungan yang dalam. Pada saat itu, Sun Wukong dan Tiang Feng melihat hebatnya tendangan Xuanzang.
Kemudian mereka melanjutkan perjalanannya. Long Fai menyatakan bahwa sekitar 2 bulan kemudian akan ada monster siluman kucing untuk dijadikan murid ketiga.
#Tiga Bulan Kemudian!
Wang Roulan sekarang sudah memiliki kandungan tujuh bulan, dan mungkin bayi itu akan lahir kurang dari sebulan lagi. Long Fai menantikan kelahirannya dan ingin anak itu bahagia serta memiliki kekuatan. Tapi keinginannya untuk anak dengan kekuatan sistem sangat mustahil.
Setiap bulan, Long Fai selalu melihat keadaan Wang Roulan dan bisnisnya di dunia Arcadia yang pesat. Meskipun bisnisnya melambat terkait Gereja Satanik, ia yakin ia bisa melawannya.
Akhirnya, Raka tiga melanjutkan perjalanan mereka.
Saat ini, Long Fai sudah tiba di wilayah desa Samathi, di dunia Arcadia, di mana sebagian besar wilayah ini telah ditanami dengan pohon tebu varietas PSJT yang membutuhkan 10 bulan hingga matang. Namun, dengan kehadiran artefak naga, pohon tebu dapat dipanen sekitar 7 bulan. Meskipun usia pohon tebu saat ini baru 3 bulan dan tingginya mencapai 1,5 meter serta memiliki 2 batang ruas yang besar dan hijau, para pencuri dari wilayah Case sering menyelinap dan mencuri pohon-pohon tebu tersebut. Namun, setiap perbatasan sudah dilengkapi dengan penjaga mandor berupa mayat hidup, sehingga wilayah tersebut tetap aman dan penduduk perbatasan Kadipaten Ashley dan Kamaru tetap hidup dalam damai.
Ruben dan Margaret tiba di wilayah ini dan melihat betapa besarnya pohon-pohon tebu tersebut yang seperti rumput raksasa yang sangat memukau. Mereka berencana untuk mengembangkan bisnis ini dan telah membangun pabrik penggilingan tebu yang akan siap sepenuhnya dalam waktu satu bulan. Mereka juga telah menempelkan sihir pemurnian batu yang diperoleh dari Long Fai pada pohon-pohon tersebut. Long Fai berencana untuk menjadikan beberapa desa di Kadipaten Ashley menjadi lumbung tebu dan memproduksi bahan makanan yang dibutuhkan oleh kerajaan Aksu.
Di malam hari, di perbatasan desa Case dan Samathi, para pembunuh bayaran melancarkan aksinya. Mereka menghindari perkebunan tebu karena dijaga oleh penjaga mandor yang sangat kuat. Namun, mereka menculik Baron Samathi agar dapat membocorkan rahasia tentang pohon-pohon tebu tersebut. Salah satu pembunuh menggunakan sihir persembunyiannya untuk menembus dinding, tetapi tangan putih yang sangat pucat tiba-tiba mencekik lehernya hingga ia mati. Mayat hidup yang merupakan penjaga peninggalan tuan Xiandi memperingatkan mereka untuk tidak mencoba mencuri barang yang bukan milik mereka. Para pembunuh bayaran lainnya mencoba melarikan diri, tetapi tidak berhasil karena penjaga peninggalan yang sangat kuat berhasil menembak mereka sampai mati.
Dari kejauhan, ada seseorang yang mengintai dan merinding. Kendati jaraknya sangat jauh, penjaga peninggalan itu dapat melihat dan mengetahui keberadaannya sehingga orang tersebut merinding. Para pembunuh bayaran menyadari keberadaan monster yang mereka lawan dan akhirnya gagal untuk merampok wilayah desa Samathi.