
Bab 230 Ayam Jago Phoenix
Di sepanjang malam Long Fai dan Xiao Yun menunggangi kuda. Di setiap perjalanan, dia menemukan monster yang hendak menyerang tapi Long Fai dengan mudahnya membalaskan itu menggunakan petir kesengsaraan sehingga monster-monster yang sangat ganas langsung hangus bahkan ada yang hancur seketika.
Karena perjalanan ini menggunakan kuda sambil berjalan pelan maka untuk membutuhkan ke wilayah kerajaan Tanguan tepatnya di jantung kota itu tersendiri akan memakan waktu yang cukup lama mungkin saja 6 atau 9 jam.
Tapi meski begitu, pagi Long Fai tidaklah masalah. Karena ini adalah untuk mencari suasana baru yang dia lakukan bersama Xiao Yun sambil berpetualang.
Setengah jam perjalanan akhirnya mereka berdua mencari tempat yang sekiranya tidak terlalu rimbun dan tidak terlalu terbuka. Long Fai mencari ranting kayu untuk dijadikan bahan bakar Karena dia sudah mempunyai sebongkah daging monster.
“Yuner, kamu tunggu di sini... aku akan mencari kayu bakar.” Long Fai berkata kepada Xiao Yun dia berpamitan untuk mencari kayu bakar sebentar di sekitar area terdekat.
“baiklah aku menunggumu.” Kata Xiao Yun setelah itu dia duduk di bongkahan kayu besar yang sudah roboh.
"Hmmm!" Long Fai mengangguk akhirnya meninggalkan Xiao Yun untuk mencari ranting pohon yang kering.
Pada saat dia mencari ranting di sekitar area terdekat dia juga mengambil buah-buahan walaupun buag ini, tidak terlalu bagus atau kualitasnya tidak terlalu baik dibandingkan buah-buahan yang di dalam dunia artefak. Namun, mata Long Fai sungguh sangat cerah melihat bentuk-bentuk buah yang sangat aneh.
Bahkan dia tidak peduli bahwa buah-buahan yang dia ambil adalah buah yang memiliki racun.
Dia mengambil buah-buahan itu sungguh sangat banyak bahkan saking banyaknya, kira-kira terkumpul tiga karung berbagai macam-macam buah yang didapat oleh Long Fai.
Dia sudah mengumpulkan berbagai jenis-jenis buahan bahkan dia juga sudah mengumpulkan resep tidak punya beberapa pokok kayu untuk dibakar.
Namun, ketika dia hendak pergi untuk menemui Xiao Yun, tiba-tiba ada ayam yang tingginya sebesar anjing. Ayam itu memiliki bulu yang sangat merah dan ada juga campran bulu emas di ekornya. Untuk menyimpulkan, ayam ini seperti perpaduan burung merak dan ayam jago.
Mata Long Fai cerah langsung menangkap ayam itu sangat mudah. Padahal, Ayam itu adalah ayam yang memiliki garis keturunan Phoenix Api, jika ayam itu di budidayakan maka akan menjadi hewan peliharaan yang sangat mendominasi. Bahkan untuk menangkap ayam itu, sungguh sangat sulit dan sangat beresiko.
Namun, Long Fai menangkap ayam itu sungguh sangat mudah seperti menangkap anak ayam baru menetas.
"Piekk!"
"Piek!"
"Piek!"
Ayam itu setelah ditangkap oleh langsung meronta-ronta sambil berkicau terus-menerus.
“Hehehe ayam ini juga sepertinya sangat lezat ayao kita bakar dan di jadikan barbeque.” kemudian lantai mengambil kipasnya langsung memunculkan pelatih kecil untuk menyayat leher ayam jago ini.
"Sring!"
"Puf!"
Darah itu memuncrat sangat deras bahkan darah yang di keluarkan dari ayam jago, sepertinya mengeluarkan asap tipis yang berarti itu menandakan darah dari ayam memiliki suhu panas yang sangat tinggi.
Walaupun memiliki suhu panas tinggi bagi Long Fai itu tidak menjadi masalah.
Setelah menyembelih ayam jago Long Fai mencabuti bulu itu di pinggiran sungai kecil. Setelah sekiranya sudah berhasil akhirnya dia kembali untuk menemui Xiao Yun.
6 menit sudah ketika Long Fai meninggalkan tempat area ini, tiba-tiba ada satu wanita yang berpakaian merah cerah rambut hitam. Wanita Itu, memiliki umur sekitar 14 sampai 17 tahun.
“Di mana hewan peliharaan aku...? Sial... hanya di tinggal sebentar sudah menghilang dasar ayam.. kamu membuatku menjadi kesal..” Fang Lili menggerutu.
Kemudian dia mencari hewan peliharaannya lagi karena hewan peliharaan itu adalah hewan kualitas tinggi jika dia membudayakan atau merawat hewan itu dengan sangat serius maka hewan ayam jago itu akan berubah menjadi monster yang sangat menakutkan.
Namun setelah 2 menit mencari, tiba-tiba matanya menyusut tajam karena dia melihat bahwa ada darah yang masih mengeluarkan asap tipis, dan di sebelahnya ada sungai kecil yang terdapat bulu-bulu berserakan.
Bulu ini dia mengetahui. Karena bulu ini adalah bulu Ayam jago hewan peliharaannya.
“Hewan peliharaanku... ” Fang Lili marah dia secepatnya mencari siapa orang yang berani membunuh hewan peliharaannya.
Dari pandangannya di Fang Lili, orang itu yang membunuh hewan peliharaan dirinya sepertinya tidak lama pergi meninggalkan tempat ini. Bahkan dia melihat jejak yang masih baru bahwa orang yang membunuh hewan peliharaannya sudah pergi belum lama ini.
“Aku harus mencari orang yang berani membunuh hewan peliharaan aku.. sial..!" Fang Lili mengepalkan tangannya sangat erat, dia bahkan ingin sekali memukulinya.
"Sikat!"
Fang Lili akhirnya meninggalkan tempat ini dan mencari orang yang membunuh ayam jagonya.
Di samping itu, Long Fai dan Xiao Yun akhirnya mencium bau asap barbeque yang sangat mengharumkan.
“Ahh Yuner, kita akhirnya daging ini sudah matang. Ayo..kita menyantap daging yang lezat ini...” Mata Long Fai sungguh berbinar-binar ketika melihat daging yang sangat harum.
Di samping Xiao Yun setelah melihat hidangan yang sangat harum itu, akhirnya menggugah selera untuk memakan.
“Hmmm ini sungguh sangat lezat suami..!" Xiao Yun bertepuk tangan kecil dan imut.
“Hahaha baiklah aku juga tidak sabaran...” Setelah itu, Long Fai memotong daging itu menjadi kecil-kecil langsung meraih daging itu untuk di masukan ke mulut Xiao Yun terlebih dahulu.
“Yuner, buka mulutmu...!” Long Fai menginstruksi Xiao Yun.
Kemudian Xiao Yun membuka mulutnya langsung memakan sepotong daging yang berminyak hingga terjatuh ke tanah.
Awlanya Long Fai cukup bergembira ketika dia menyuapkan makanan ini kepada Xiao Yun. Namun dua detik kemudian gembira itu hilang karena dia melihat Xiao Yun setelah memasukan daging di mulutnya, tiba-tiba dia mengemut jari jemari Long Fai seperti sedang menjilat Tintin.
“Hei hentikan.. kamu cabul...!” Long Fai cemberut.
“Hehehe suami kenapa kamu marah? Bukankah ini adalah apa yang kamu inginkan..” Xiao Yun tersenyum. Kemudian berkata lagi: “Oh apakah suami ingin aku menyuapkan kepada mu..”
Long Fai bercahaya matanya. “Baik aku juga ingin di suaplan oleh Yuner.”
“Baik..” Xiao Yun mengangguk kemudian dia mengunyah daging itu hingga lembut ketika daging itu hendak di telan, tiba-tiba language mencium Long Fai.
"Cup!"
Mata Long Fai melotot.. karena dia merasa bahwa makanan yang sedang di ***** Xiao Yun, sedang di alirkan kepada mulut dirinya.
“Mmmmmm!” Long Fai tegang.
Kemudian Xiao Yun melepaskan ciuman langsung berkata: “Bagai mana suami apakah suapan aku keren..”