
Bab 171 Memberi Peringatan Kepada kerajaan Timur
Berapa menit kemudian akhirnya mereka semua duduk di aula perjamuan dia sambil menunggu para pelayan di istana Ratu Ho Tu untuk menyantap makanan lagi.
Saat ini Hu Mulan dan Mei An sangat terkejut dengan apa yang dia lihat di ruangan milik Ratu Ho Tu dia sungguh terpana, dia sangat kagum dengan dekorasi yang terbuat dari marmer ajaib, dan kain sutra yang sangat halus dan empuk, digunakan menjadi tapak meja yang luas itu.
Bahkan Mei An sangat kaget ketika dia langsung duduk di tempat kursinya Dia merasakan rasa kenyamanan dan rasa empuk dari kursi ini.
Mei An adalah anak yang malang dia adalah pengemis yang jarang melihat keindahan di dalam ruangan milik Ratu Ho Tu.
Tentu saja Long Fai yang melihatnya juga tersenyum dan berkata. “adik apakah kursi ini nyaman?”
“Tuan ini sangat nyaman dan sangat empuk. Aku baru pertama kali ini merasakan kursi yang sangat empuk dan nyaman wah hebat...” Mei An sangat gembira dan sangat bersemangat sambil melihat Long Fai dan tersenyum lebar.
Long Fai tersenyum sambil menganggukan kepalanya dan menjawab: “adik jika kamu suka dengan keindahan yang ada di sini, dan jika kamu ingin merasakan empuknya kursi ini, kamu boleh bermain di sini kapan kamu mau bukankah begitu Ho Tu?”
“Adik, apa yang dikatakan long Fai itu benar. Kamu bisa datang ke sini kapan saja jika kamu mau.” Ho Tu menjawab kata-katanya sambil memandang Mei An dan tersenyum lembut.
“Baiklah jika ada waktu senggang Aku akan datang ke sini lagi terima kasih sang Ratu..” jawabnya Mei An sangat hormat kepada Ho Tu.
Ho Tu mengangguk dan tersenyum lembut. “baiklah adik kecil aku menunggunya.”
Sudah 5 menit mereka semua menunggu untuk menyantap makanan lagi.. akhirnya para pelayan keluar dan mendekati ke meja perjamuan untuk menghidakan makanan-makanan yang lezat dan enak kepada Long Fai dan lainnya.
Karena hidangan yang disajikan sudah lengkap di meja perjamuan, akhirnya mereka semua langsung menyantap makanan ini dengan semangat. Bahkan Ho Tu melihat sendiri adik kecil itu sungguhlah lahap, walaupun jika dia tahu bahwa adik kecil itu sehabis makan di rumah makan bersama Long Fai dan Hu Mulan.
“Adik kecil makanya jangan terlalu cepat.. perlahan saja toh ini masih banyak jika kamu ingin lagi, Ratu ini akan memanggil para pelayan untuk menambahkan makanan yang kamu suka." Jawabnya Ho Tu sambil berkata lembut kepada Mei An.
“Aku tidak akan menyia-nyiakan makanan ini.. makanan ini sungguh sangat lezat. Walaupun sudah merasa kenyang tapi aku ingin sekali memakan ini hingga puas..!” Kata Mei An sambil memakan sangat lahap. Bahkan di pinggiran-pinggiran mulut itu banyak minyak yang bertumpahan seperti anak kecil saja.
Hu Mulan juga merasa sangat luar biasa. Walaupun dia juga merasa kenyang tapi dia sangat menikmati makanan apa yang dihidangkan dari permaisuri. Bahkan mungkin saja, makanan ini jika tidak habis dia akan membuat izin kepada permaisuri Ho Tu untuk membungkus makanan ini dan dikembalikan ke rumahnya untuk dimakan nanti.
Saat ini tiba-tiba Long Fai berkata kepada permaisuri Ho Tu dia berkata seperti ini. “Ngomong-ngomong di mana tunri itu? Aku belum belum pernah melihat.” Ucapnya long fine kepada permaisuri Ho Tu.
Ho Tu saat ini yang sedang makan tiba-tiba memberhentikan makanannya. Dia mempersempatkan untuk membalas kata-kata dari Long Fai.
“Baiklah-baiklah semakin cepat hari ini semakin malam, semakin cepat kita akan melakukan acara pertunangan.” Kata Long Fai sia sangat tidak sabar untuk menyelesaikan acara ini. Karena dengan acara ini sudah berakhir dia akan kembali ke dunia bawah dan bersantai-santai saja.
Ho Tou kemudian serius. dia memandang Long Fai Seraya berkata: “Sebenarnya selain Raja Ye Fan yang menyukai aku secara diam-diam, ada satu lagi. Kebetulan dia adalah gubernur wilayah yang aku kuasai mungkin kamu sudah tahu.”
Saat ini Ho Tu memandang terus-menerus ke arah Long Fai seseolah dia ingin tahu apa jawaban yang dikatakan Long Fai saat ini.
Long Fai setelah mendengarkan apa yang dikatakan permaisuri itu dia hanya berkata sangat ringan: “jika saja dia menyukai kamu, dan sangat cemburu karena aku mendapatkan kamu itu sangat gampang dia hanya di jadikan karung sampah oleh aku jika dia berani macam-macam dengan aku.”
Ho Tu saat ini yang melihat ketenangan dari Long Fai, aura yang dipancarkan terus menerus dari tubuhnya dia sangat berharap bahwa Long Fai ini, bisa mengatasi masalah demi masalah yang dia hadapi. Dia sangat berharap sangat kepada Long Fai.
...----------------...
#Dunia Bawah Tongtian.
Berita kekalahan kerajaan timur yang dilakukan oleh kerajaan Naga Azhure akhirnya menyebar luas ke pelosok penjuru dunia. Bahkan tidak hanya itu saja, seperti pada wilayah kerajaan Xinping, di dunia Tongtian saat ini dia bisa menjajah sebagian kerajaan Timur.
Apalagi jajahan yang di peroleh dari Naga Azhure ini, cukup mencaplok yang sangat luas seperti dua kali lipat dari wilayah Xinping itu sendiri.
Pada saat ini di istana kerajaan Naga Azhure ada Wang Raolan dan Yun Che yang sedang berdiskusi atas masalah ini. Dia berdiskusi tentang apakah kerajaan Timur itu akan menyerah apakah kerajaan Timur? Atau akan terus-menerus melancarkan senjata kepada kerajaan Naga Azhure?
“Yun Che... sebaiknya kamu pergi ke kerajaan Timur untuk menemukan raja Timur itu. Hanya untuk berdiskusi atas masalah ini dan kamu harus memperingatkan bahwa negara Naga Azhure tidak boleh diprovokasi oleh kalian.”
“Dan kamu juga peringatkan kepada kerajaan Timur, jika wilayah yang sedang dijajah kita ingin bebas dari jajahan, maka dia harus mengeluarkan kepingan emas sebanyak 20 tahun pendapatan dari kerajaan itu sendiri. Jika dia tidak menyanggupi persyaratan kita, maka dia harus rela untuk menjadikan wilayah yang kita jajahi menjadi seutuhnya milik sendiri.”
Wang Rouoan terus-menerus menjelaskan kepada Yun Che. Baginya dirinya yang sudah berdekatan dengan Long Fai cukup lama, dia sudah tahu apa yang diinginkan oleh Long Fai ini. Yaitu, hanya sebuah keuntungan. Maka dari itu dia harus mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya dari kerajaan Timur yang telah kalah telak.
“Yang mulia Ratu, aku akan menuruti apa yang kamu katakan tadi. Baiklah aku akan pergi dari sini dan menuju ke tempat kerjaan Timur berada untuk mengatakan apa yang Ratu pesan tadi.” Yun Che sangat serius. Kemudian dia bangun dari duduknya langsung pergi dari pandangan Ratu Wang Roulan untuk pergi ke kerajaan Timur.
Wang Roulan hanya mengangguk saja dan tidak berkata lagi. Setelah itu ketika dia melihat bahwa Yun Che sudah tidak ada dalam penglihatannya dia langsung bersenderan di kursi sambil menghela nafas lega.
“Oh ini sungguh melelahkan... Aku sangat capek suami.. kapan kamu pulang aku sungguh merindukan kamu!” Guman Wang Rolan sambil tidak berdaya karena menahan rasa rindu kepada Long Fai.