Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Teknik Pedang Kidal


Bab 380 Teknik Pedang Kidal


Ro Ru melihat sarung tangan yang sudah melekat di kedua tangannya sungguh seperti sarung tangan yang sudah dirancang dengan seragamnya.


Ro Ru hendak berkata bahwa sarung tangan ini sungguh sangat hebat kepada Long Fai, akan tetapi Long Fai langsung menginstruksi lagi, “Dua set sarung tangan berguna bagimu untuk melawan sekali serang jika ada monster dan musuh mencoba menerobos toko ini.”


“Hmmm!” Ro Ru hanya mengangguk serius, dia tidak tahu apa yang akan diungkapkan untuk menggambarkan peristiwa ini, karena sarung tangan yang sedang dipakai, sepertinya bisa meruntuhkan gunung hanya sekali serang.


“Ok! Baiklah sekarang kamu bekerja di sini selama dua bulan, selama dua bulan kamu tidak di ijinkan pergi dan kamu juga di wajibkan untuk menginap di tempat ini.”


“Jangan khawatir kamu bukan salah satu wanita yang sendirian di sini, melainkan ada tugas lagi yang paman Song bawa di hutan. Jika kamu ingin melihat ketiganya kamu bisa pergi menemui bersama ku.”


Long Fai menjelaskan semuanya langsung pergi untuk menemui ketiga wanita tersebut dan tidak lupa memanggil Ro Ru untuk mengikutinya sebentar.


"Hmmmp!"


Ro Ru mengangguk dan mengikuti Long Fai dengan hati-hati, dia melirik Long Bing yang dari awal sampai akhir seperti obat nyamuk. Karena, dari tadi, keberadaan Long Bing di abaikan oleh Long Fai.


“Hei aku mungkin selama dua bulan ini tidak bisa bertemu dengan mu, aku akan menjadi pelayan Long Fai,” bisik Ro Ru dan sosoknya langsung pergi dengan tergesa-gesa sambil mengikuti Long Fai dari belakang.


Kemudian setelah beberapa nafas saja, Long Fai dan Ro Ru sudah tiba di hadapan Song Chufeng dan ketiga gadis yang sedang membuat gubuk kecil untuk tempat tinggal mereka.


“Halo paman,” Long Fai menyapa dan melihat ketiga gadis itu yang malu-malu tapi di wajahnya dari ketiga gadis sepertinya ingin tahu sosok Long Fai.


Song Chufeng menoleh dan berhenti sejenak dan membalas, “Halo Tuan ada yang bisa paman bantu?”


Long Fai kemudian berkata tujuannya kepada Song Chufeng, “Paman, sebenarnya lahan yang gundul itu sepenuhnya tidak akan dijadikan ladang tanam, tapi aku ingin separuh hutan gundul tersebut akan dijadikan sebagai tempat penginapan.”


“Untuk membuat penginapan dan area sekitarnya menjadi bagus, itu tidaklah mudah dan harus merekrut beberapa pekerja. Aku hanya ingin mencari seseorang yang bisa bekerja kepada ku, dan ada satu lagi....”


“Aku sedang mencari perbukitan yang memiliki tanah liat merah, dan perbukitan yang memiliki tanah putih apakah di kerajaan Naga Yama masih memiliki area tersebut?”


Song Chufeng bingung karena dia di sini masih awam sehingga berkata kepada ketiga gadis wanita tersebut.


“Ini Tuan, paman ini masih awam di sini, mungkin jika Tuan bertanya kepad ketiga gadis ini, siapa tahu bisa mengasihi beberapa petunjuk.”


Long Fai melupakan satuhal, walaupun dia sudah setara dewa akan tapi lupa adalah sifat manusia sehingga Long Fai menggaruk kepalanya dan memandang ketiga gadis tersebut.


“Halo Gadis! Dari penjelasan paman Song, kalian berasal dari kerajaan Naga Yama, bisakah kamu membantu ku untuk merekrut pekerja sebanyak-banyaknya? Aku akan menjadikan daerah ini menjadi tempat yang sangat megah, jika gadis ini bisa membantu, maka aku sangat berterimakasih,” kata Long Fai.


Lin Wuha dan lainya sungguh canggung, bagaimana mungkin Long Fai yang di anggap sebagai Tuan masih memiliki harga diri untuk merendahkan kepada bawahannya? Mereka bertiga khawatir, hanya Long Fai lah yang memiliki sifat seperti itu.


Kemudian mereka bertiga saling melirik akhirnya Sai Lin berkata kepada Long Fai.


“Tuan, kita tidak keberatan jika Tuan mempekerjakan ku ke tempat ibukota Naga Yama membuat proposal mencari pekerja sebanyak-banyaknya, akan tetapi kami bertiga masih was-was karena kami bekas murid Sekte Teratai Salju, Sekte Teratai Salju masih menganggap kamu sebagai penghianat, sebelum kami bertiga mati pihak Sekte masih akan bersikukuh,” kata Sai Lin.


Kemudian Ning Ming melanjutkan, “Apa yang dikatakan teman ku benar, kita bertiga jika diberikan tugas oleh Tuan Kong kami tidak merasakan keberatan, melainkan kamu masih ragu dengan tindakan Sekte Teratai Salju.”


“Aku harap Tuan Long mengerti,” tambah Lin Wuha penuh harap agar meberikan sebuah bantuan kepadanya.


“Kalian tidak perlu khawatir, dengan mengabdi menjadi pengikut ku tidak di ijinkan oran lain untuk menindas, jika kamu ingin kekuatan katakanlah, apakah kamu ingin kekuatan seperti; jurus tingkat Surga, urat spiritual pringkat Surga, senjata tingkat Surga Tuan ini akan menyediakan secara sukarela.”


Perkataan Long Fai membuat ketiga wanita menjadi lega, sehingga tidak perlu khawatir selalu was-was dihantui dari pembunuhan Sekte Teratai Salju.


Kemudian karena tidak terlalu sopan, akhirnya Lin Wuha berkata, “Kami semua bebas, selama itu pemberian dari Tuan kami tidak akan menolak dan protes,”


Long Fai juga bingung karen ingin menentukan ketrampilan jurus apa yang akan diberikan oleh ketiga gadis tersebut.


Long Fai memegang dagu yang tidak memiliki jenggot dan berkata, “Ok, untuk menentukan apa yang jurus diberikan kepada kalian aku ingin bertanya?”


“Jika Tuan ingin bertanya, kami semua dengan senang hati menjawabnya,” ungkap mereka semuanya.


“Baik, Ijinkan aku berkata kepada kalian bertiga, kesenangan apa yang kamu sukai, itu tidak terbatas seperti; memasak melukis mengambar dan lainya,” ucap Long Fai kepada mereka bertiga.


“Tuan, kalo aku suka melukis sejak dari kecil!" Lin Wuha menjawab.


“Aku dari kecil ingin menjadi perajurit terhebat!” balas Ning Ming penuh percaya diri.


“Kalo aku ingin menjadi penggarap pedang terbaik!”


Dari ketiga wanita itu, hanya Lin Wuha yang ingin melukis dan kedua lainya memiliki ambisi yang menggebu-gebu.


“Hmmm baiklah itu seudah lebih dari cukup.” Kemudian Long Fai mengeluarkan satu alas tulis besar dan diserahkan kepada Lin Wuha. Kualitas pena lukis adalah Surga dan memiliki kekerasan yang sungguh sangat luar biasa.


Setelah memberikan alat tulis kepada Lin Wuha, Long Fai memberikan satu cangkir teh pencerahan agar Lin Wuha cepat menyadari niat kekuatan melukis.


”Nah alat tulis ini buat kamu, dan minumlah Teh ini di tempat yang nyaman.” Long Fai mengintruksi.


“Baik Tuan!"


Lin Wuha langsung pergi meninggalkan Ning Ming dan Sai Lin.


Long Fai memandang Sai Lin dan mengeluarkan dua jurus tingkat Surga untuk diberikan kepadanya.


Long Fai memberikan jurus kepada Sai Lin bernama.


Teknik Pedang Kidal, dan teknik Pedang Asal Dao. Walaupun kedua teknik pedang tersebut sama-sama kuat tapi, teknik Pedang Dao adalah yang paling kuat.


Setelah memberikan dua jurus tersebut, setelah meneteskan darah tiba-tiba kedua jurus itu meledak memasuki kedalam pikir Sai Lin.


Sekarang giliran Ning Ming, untuk menjadikan dia perajurit hebat maka harus memiliki fisik kuat seperti Fang Yuan, dan lainnya. Kemudian Long Fai meberikan satu tetes darah leluhur Kunpeng, dan memberikan teknik tujuh rupa api dunia.


...----------------...


Teman-teman aku mau promosi