
Bab 285 Kalian Harus Tunduk
"Wushh!"
Gelombang angin yang begitu terasa setelah tangan kanan Tun Ri menampar sepucuk daun ramput yang telah dikirim oleh Wu Mengchen.
Tun Ri setelah menampar menggunan tamparan telapak tangan Azhure dia menatap ke arah Wu Mengchen sambil tersenyum.
Bahkan Duan Qiye yang sudah siuman melihat pertempuran antara Tun Ri palsu dan wanita bertopi jerami, sungguh sangat terkagum-kagum.
Kekuatan Wu Mengchen sungguh sudah di anggap jenius. Tapi Tun Ri juga seseorang monster yang memiliki ranah kekuatan yang bahkan dirinya tidak bisa mengetahui ukurannya.
“Ckckck... ayo.. Nona keluarkan serangan mu yang telah di pelajari aku akan menghargai. Bahkan aku melawan mu belum mengeluarkan setitik keringat di tubuh ku...” Tun Ri menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
Wu Mengchen sudah kehilangan lagi cara untuk menyerang Tun Ri dengan jernih. Akhirnya dia langsung menyerang lagi begitu sembrono.
Niat pedang di gunakan lagi tapi hanya menggunakan tangan kosong. Selagi masih menguasai niat pedang, walaupun pengguna tidak membawa pedang tidak masalah sama sekali.
Dia melambaikan tangan terus menerus seperti sedang mengayuh perahu sangat cepat bahkan para penonton dan pendukung Duan Qiye terpana di tempat melihat energi niat pedang yang sangat menakjubkan.
“Apakah wanita ini gila.. sial singguh sangat menakutkan jika pemuda Tun Ri di gantikan dengan kita mungkin kita sudah menjadi daging cincang...”
“Kamu benar bahkan Duan Qiye yang memiliki teknik Kendo yang sudah terlatih tidak mudah untuk menghalau serangan wanita itu..”
Semua orang tentu saja saling berdiskusi satu sama lain. Dalam diskusi itu kebanyakan menilai bahwa wanita dan pemuda Tun Ri adalah kultivator jenius.
Bahkan para penonton tidak membayangkan bagaimana kekuatan pertahanan Tun Ri yang begitu absolut seperti besi tingkat dewa.
Niat pedang yang bertubi-tubi di arahkan Ke Tun Ri, dia hanya berdiri sangat tenang tanpa menggerakkan badannya walau hanya berapa senti meter.
Tun Ri untuk menghalau serangan niat pedang hanya menggunakan aura sebagai pertahanan. Walaupun Aura memiliki tingkatan rendah di karenakan kultivasi masih stuck tidak naik-turun namun kekuatan paksaan lebih menakutkan apa yang dia kira.
“Ayo serang lagi menggunakannya pedang yang lebih besar aku sudah bersiap!” Tun Ri berteriak menginstruksi Wu Mengchen.
"Tak..” Wu Mengchen mendecakan lidahnya dia sungguh bingung untuk melawannya lagi. kemudian dia mencoba terbang mendekati Tun Ri langsung mencoba melukai menggunakan tangan yang mengandung jejak niat pedang.
"Swosh!"
Wu Mengchen melompat sangat cepat seperti katak yang memiliki kekuatan super kemudian setelah sudah dekat dirinya langsung melambaikan tangannya yang mengandung jejak niat pedang di bagian bahu Tun Ri.
Tapi sayangnya Tun Ri seseorang mengetahui pergerakan darinya dia langsung memiringkan badannya setelah itu dia memutarkan tubuhnya langsung menangkap tangan yang halus seperti batu giok seperti susu dari Wu Mengchen.
Setelah itu dia menggunakan teknik sidik jari penghenti urat.
Tangan Tun Ri mengetuk bagian tubuh Wu Mengchen sungguh sangat cepat seperti tangan yang sangat banyak.
"Tok!"
"Tok!"
"Tok!"
"Bug!"
"Uhh.."
Wu Mengchen langsung terpana di tempat dia bahkan tidak bisa bereaksi apa yang sedang terjadi. Dia mengetahui Tun Ri menyerang dirinya.
tapi serangan itu hanya menyentuh bagian tubuh tertentu tidak merasakan sakit yang dari tingkat berapa bagian menurutnya sentuhan Tun Ri hanyalah sentuhan biasa.
tapi apa yang membuat dirinya terkejut adalah 6 detik setelah Tun Ri mengetuk semua tubuhnya tiba-tiba dirinya langsung terjatuh tak terkendali bahkan kekuatannya tidak bisa digunakan.
Seluruh tubuhnya sangat lemas seperti kain basah yang sedang ditaruh di lantai. semua tangan bagian tubuh lainnya tidak bisa digerakkan dia hanya terbujur lemas di tanah.
Wu Mengchen berkata: “Apa yang kamu lakukan kepadaku kenapa semua tubuhku tidak bisa bergerak seolah tubuh ini bukan milikku...”
Melihat kekhawatiran dan keterkejutan dari Wu Mengchen akhirnya Tun Ri berkata sambil tersenyum dia menjelaskan semuanya: “kamu tidak perlu risau ini adalah teknik penghenti urat spiritual agar kekuatanmu tersegel sementara.”
“Setelah kekuatan itu tersegel maka kamu tidak bisa menggunakan kekuatan dan teknik itu tapi tenang saja ini hanyalah sementara hanya berapa tarikan nafas akan kembali seperti semula.”
Setelah mendengarkan penjelasan dari Tun Ri akhirnya dirinya lega kemudian berkata: “Terima kasih karena kamu tidak berbuat kasar kepadaku tapi aku masih ragu-ragu denganmu aku belum sepenuhnya percaya denganmu bahwa kamu adalah renkarnasi dari Raja wilayah iblis terdahulu.”
“Kamu tidak percaya kepadaku tidak apa-apa aku tidak memaksa untuk mempercayai apa yang aku katakan tapi aku mohon kepada semua orang yang berada di sini ini adalah kata-kata dari peraturan rajaku yaitu Long Xiandi. Jadi aku harap kalian patuhlah kepada peraturan ini..!” Kata Tun Ri.
Semua orang khususnya para pendukung dari Duan Qiye, dia hanya mengerutkan keningnya.
Bahkan sekarang nama Xiandi, semuanya semuanya tidak pernah mengetahui dan baru pertama kalinya dia melihat nama mendominasi dan digunakan oleh kalangan manusia.
Nama Xiandi adalah nama tertinggi dari dewa.
Dan sekarang para penduduk yang melihat atau mendengarkan dari pidatonya Tun Ri bahwa Raja yang sekarang dia perintahkan wilayah ini adalah raja Xiandi.
Masalah nama Xiandi tentu saja semua warga tidak ada yang setuju bahkan ada yang mencibir di dalam hatinya. Tapi, melihat kekuatan dari Pemuda Tun Ri Dia sedikit percaya walaupun sepenuhnya tidak hampir percaya.
Wu Mengchen mendengar perkataan Tun Ri hanya tertegun kemudian menggelekan kepalanya: “Aku tidak mempermasalahkan siapa raja sekarang dan sebelumnya tapi aku hanya memastikan apa kamu benar reinkarnasi dari raja iblis terdahulu Tun Ri.”
“Aku mengatakan bahwa aku adalah Tun Ri apa kamu percaya?” Tun Ri mengajukan pertanyaan kepada Wu Mengchen.
“Tentu saja aku tidak mempercayainya kata-katamu adalah kata-kata yang sangat bohong penuh tipu muslihat.” Wu Mengchen berkata serius.
“Baiklah.. Jika kamu percaya tidak apa-apa jika kamu tidak mempercayainya aku juga tidak memaksamu untuk percaya.” Tun Ri menggelengkan kepalanya tidak berdaya setelah itu membalikkan badannya untuk mendekati Lu Change.
“Ayo kita pergi ke dalam kita harus mengurusi semua hal-hal pemerintahan di dua dunia ini.” Tun Ri berkata kepada Lu Change sambil ada sejak kelembutan tertentu.
Setelah dia menjalani hubungan bersama Lu Change, dia akhirnya menyadari apakah itu kecantikan sekarang dia memandang Lu Change sangat menawan dan sangat cantik bahkan tubuhnya sangatlah indah tapi yang terpenting dari lubuk hatinya. Lu Change memiliki watak yang keras dan pamer tapi dia adalah hati yang lembut seperti wanita pemalu dan penurut.
Lu Change tersenyum dan tidak menjawab lagi dia hanya mengagukan kepalanya langsung mengikuti Tun Ri