Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Murong Ruyue Melahirkan


Bab 494 Murong Ruyue Melahirkan


Sun Wukong juga mendongak dan langsung mengeluarkan tongkat emas saktinya seketika memukul wanita yang sangat cantik itu.


“Bajingan siapa yang mesum! Kami terlebih dulu di sini! Kamu datang telat! Jika merasa bahwa tubuhmu tidak diizinkan untuk diperlihatkan, maka menyingkirlah jangan tiba-tiba menyerang!"


Sring!


Dentang!


Sun Wukong memukuli para penduduk dewi di sekitar hutan yang terdapat sungai.


Sudah ribuan abad lamanya tidak mengetahui bahwa penduduk para dunia dewa sekarang sudah bertambah kuat sehingga Sun Wukong sedikit tersesat dan sungguh kewalahan untuk menghadapi kelompok wanita yang menganggap dia cantik.


Bang!


Uhh!


“Bajingan menyingkirlah di tempat ini! Karana tempat ini adalah tempat kami semua!"


Sun Wukong dikeroyok lusinan wanita sehingga menunduk sambil meneriaki rasa ketidakpuasan.


Ahhh!


Bom!


Mata Sun Wokong menjadi emas dan langsung menyerang mereka dengan gesit secara serempak.


Pak!


Pak!


Pak!


Ahhh!


Ada wanita yang berputar-putar dia udara sambil menabrak pepohonan yang memiliki masa besar.


“Biksu cepatlah berlindung!". Sun Wukong berteriak sambil menyerang sekumpulan wanita cantik.


Ahhh!


Mmmmmm!


Tiba-tiba, Sun Wukong dililit selendang warna-warni hingga tubuhnya berubah seperti mumi dan kepompong.


"Ayo kita serang biksu yang telanjang ini karena mesum!"


Swosh!


Ada sepuluh wanita yang menyerang Xuanzang. Dia sudah yakin bahwa Xuanzang hanyalah sampah biksu yang tidak bisa melawan. Tetapi pada suatu saat, dia meraih baju yang sedang dijempur digunakan sebagai cambuk.


“Ahhh aku tidak mesum! Amitaba walaupun aku bertelanjang dada, hamba ini memiliki pikiran jernih!"


"Alam bantu aku!"


Sowh!


Plak! Plak! Plak!


Sekumpulan wanita cantik di cambuk menggunakan baju Bisku putih langsung terpental sungguh sangat jauh.


Xuanzang membuat cambuk Bisku seperti permainan anak kecil ketika menjelang hari raya idul Fitri dimana sarung akan di bawahnya dijadikan sebagai bentuk bulat agar mudah mem bogem anak lainya.


Bang!


Bang!


Sun Wukong yang dililit oleh selendang surgawi, dia tidak bisa membebaskan hanya bisa melihat wajahnya yang masih terbuka sehingga penampilannya seperti pocong.


“Sial selendang apa ini sungguh susah!” Sun Wokong mencoba melepaskan slendang yang mencoba melilitnya. Namun, melihat Xuanzang yang begitu kuat hanya mencambuk menggunakan bajunya sungguh terpana.


“Monyet kecil, tidak ada waktu sekarang! Ayo kita melarikan diri!" Xuanzang langsung meraih tubuh Sun Wukong yang dililit slendang sambil berlari tanpa busana.


Xuanzang memanggul Sun Wokong langsung melompat tebing yang sangat tinggi sehingga dia hanya pasrah dan bertaruh dengan kehidupannya.


Tetapi ada keajaiban tiba-tiba ada elang raksasa langsung menangkap Xuanzang dan Sun Wukong sehingga para wanita itu mengira bahwa dua orang itu sudah terjun bebas dan mati.


“Huh! Ini akibatnya para mesum berani memasuki wilayah kita. Dia terjun sehingga sudah mati hahahh!” Mereka mengerti daripada yang lain karena tebing air terjun itu, jika meluncur kebawah sungguh curam dan tidak tahu mereka berdua akan mati dengan tubuh hancur karena menabrak tanah.


~


~


#Daratan Naga Dua Bulan kemudian!


"Ahhhhh! Ini sungguh sakit tidak suami aku ingin Bab!” Murong Ruyue yang sedang mengejan agar karena sedang melahirkan sungguh membuat tubuhnya berkeringat.


“Guru kamu pasti bisa! Coba guru ketika rasa ingin BAB datang, guru berjongkok guru mengejan sekuatnya!" Wang Roulan yang disampingnya cukup panik. Bahkan perutnya sedikit membuncit karena dia juga sedang mengandung anak Long Fai.


“Kamu pasti bisa, pertempuran lebih menyakitkan dari pada melahirkan. Ayo aku di sisimu." Long Fai memegang tangan halus Murung Ruyue memberikan dukungan agar dia tidak gugup dan panik.


Murong Ruyue mendapat dukungan dari orang yang dicintai Entah kenapa ada pikiran yang nyaman sehingga dia langsung semangat lagi untuk mengejan.


"Mmmmm! Hiyaaa!"


“Guru ayo kepalanya sudah keluar! Guru mengejan lebih keras!" Wang Roulan gugup.


“Ahhh aku akan! Hiyaaa!"


"Eaa...Eaaa... Ea...!”


Bom!


Seketika langit bergemuruh seperti memberikan selamat atas anak sang Permaisuri Xiandi. Bahkan daratan Naga terkena efek pembabtisan anaknya Long Fai seketika entah kenapa semua penduduk merasakan rasa damai yang belum mereka rasakan.


Long Fai yang melihat anak sendiri seketika tubuhnya gemetar gugup dan langsung meraih bayi itu dengan mencium terus menerus.


“Dia menangis dan memiliki wajah yang sangat cantik! Hahah! Dia seseorang putri!" Kemudian Long Fai memberikan bayi itu kepada Murong Ruyue untuk diberikan air ASI.


Dalam pelukan Murong Ruyue, bayi ini seperti boneka cantik yang diukir dari porselen yang sangat indah.


“Hahahh anakku yang cantik, sekarang kamu diberikan sebuah nama Long Xiaoyu,” ucap Long Fai sambil melihat terus-menerus ke arah Little Xiaoyu.


“Nama yang bagus, aku juga menyukai," ucap Murong Ruyue sambil memiliki wajah yang pucat.


Long Fai sungguh tidak tahan untuk meraih Long Xiaoyu sehingga ketika dia mendekati ke wajah Long Xiaoyu untuk mencium, tiba-tiba tangan bayi itu tanpa sengaja menampar wajah Long Fai.


Plak!


Swosh!


Seketika wajahnya memerah lebam dan kalian melihat Long Fai terhempas sungguh sangat jauh.


“Ckckck Little ini sudah memiliki kekuatan yang sangat dahsyat sehingga ayahnya terhempas sangat jauh." Wang Roulan menggelengkan kepalanya sambil mengelus-elus perutnya yang sedikit buncit sambil menantikan bagaimana rupa anaknya setelah melahirkan.