
Bab 615 Patung Jelek Menyelamatkan Segalanya
Wanita itu menatap Bai An. Sepertinya dia sungguh tidak tahu malu. Sudah patungnya jelek, sangat kasar, harganya tidak sesuai dengan ekspektasi.
Matanya sipit dan mengarah ke Bai An. ”Sudah jelas-jelas kamu menipu. Jika kamu tidak menipu, kamu memasang harga yang sangat tinggi!”
“Nona. Saya tidak menipu sama sekali, apa yang saya katakan memang benar. Jika nona merasa miskin, lebih baik tidak perlu membeli kerajinan patung ku!” Bai An membuat kata-kata yang tidak puas. Walaupun sudah mengakui bahwa patung ini sangat jelek, tapi dengan harga diri wanita yang sedang dihadapannya itu sangatlah kentut.
Diejek bahwa miskin, wanita itu marah. Siapa yang tidak tahu keluarga Xue. Keluarga Xue adalah keluarga yang delapan puluh persen memegang tuan pelelangan di kerajan Brama Agung. Setiap bulan akan mendapatkan emas bersih sekitar enam puluh juta koin emas dari hasil pelelangannya. Tapi sekarang ada pemuda yang tidak tahu ketinggian langit tiba-tiba mengatakan bahw kamu miskin?
Xue Qingqing sungguh sangat kesal. Dia mengeluarkan tiga koin emas dan mengambil patung jelek nan kasar dari tangan Bai An.
”Jangan mengejek aku miskin! Nah ini tiga kepingan emas sisanya buat membayar mulut mu!" Setelah itu Xue Qingqing melesat terbang dengan marah. Dia sebenarnya sedang tertekan karena umur sang kakek tidak lama lagi, diakibatkan kutukan yang tiba-tiba muncul dari tubuhnya.
Setiap ada tabib, kutukan itu mendekat sehingga hanya sekali serangan, kutukan itu berhasil menewaskan tabib tersebut. Keluarga Xue semuanya putus asa. Sekarang Xue Qingqing ingin melepaskan rasa tertekan sebentar, tapi tiba-tiba menemukan ada pemuda penipu yang menjual patung yang sangat jelek. Sudah tidak mengaku, bersumpah kepada dewa, apa lagi yang membuat marah dia mengatakan bahwa kamu sangat miskin.
Xue Qingqing tidak ingin melihat pemuda Bai An lagi, dia hanyalah orang yang membuat sakit mata.
Setengah jam kemudian, Xue Qingqing sudah tiba di rumah keluarga Xue. Dari kejauhan saja aura kutukan itu sangatlah jahat sehingga membuat tidak nyaman. Hanya saja patung Budha yang sangat jelek, tiba-tiba mengeluarkan senyawa yang sangat cantik sehingga tanpa sadar, Xue Qingqing tidak merasa bahwa kutukan itu menjadi sangat ganas.
Kamar Xue Yutian tertutup sangat rapat, karena jika sedang kambuh, kutukan itu mengamuk sehingga Xue Yutian seperti Monster berbaju manusia.
”Hahahah Gadis kecil ku, lebih baik kamu menyerah lah! Mungkin kakek ini tidak akan lama lagi mati. Kecuali kamu menyerah kan seluruh darah tulang es laba-laba berusia seribu tahun yang telah kamu pasang di punggung mu. Hahahah!” Xue Yutian tertawa, tapi matanya penuh dengan penderitaan.
Xue Qingqing menggertakan giginya, dia tahu bahwa yang berkata bukanlah Xue Qingqing kakeknya, tapi kutukan siliuman laba-laba itu yang mencoba merebut kembali tulang laba-laba es berumur seribu tahun. Tapi jika dia memberikan tulang ini kepada Xue Yutian, sebagai gantinya dirinya akan meninggal dan Xue Yutian juga akan berubah menjadi monster yang sangat menakutkan tidak segan untuk membantai seluruh keluarga Xue.
”Kamu monster sialan! Aku tidak akan menyerahkan tulang ini kepada mu!” Xue Qingqing marah kepada Xue Yutian yang sedang dirasuki oleh siluman laba-laba es.
”Humppp! Cucuku yang bodoh! kamu sungguh sangat bodoh!" Xue Yutian mendekati Xue Qingqing dan tanpa sadar memegang pintu itu yang sudah dipasangi segel untuk memungkinkan Xue Yutian tidak bisa keluar dari kamar itu.
Bom!
Benar saja, tangan Xue Yutian setelah memegang pintu, tiba-tiba dia terpental dan berguling-guling.
”Bajingan!" Xue Yutian menatap ke arah Xue Qingqing dengan ganas seperti ingin membunuh.
"Cucuku. Walaupun aku tidak bisa menerobos segel ini, bukan berati kakek akan kalah. Hahaha ini hanya masalah daging saja, tapi dengan roh yang keluar, semua keluarga Xue akan mati! Sekarang karena kakek sudah malas untuk bermain-main lagi, maka kakek akan melakukan apa itu keputusasaan." Xue Yutian menatap Xue Qingqing dengan seringai.
Tiba-tiba dari mulut Xue Yutian, memgeluarkan asap hijau yang melamhung keatas dan membentuk hantu berupa laba-laba raksasa.
Bom!
Separuh rumah keluarga Xue hancur sehingga beberapa anak-anak yang tidak tahu apa-apa, kaget dan keluar dari rumah. Setelah semua keluar, betapa terkejutnya karena ada sosok hantu yang sangat besar menyerang apa yang dilihat.
Bom!
”Hahaha bagaimana cucuku, jika kamu tidak menyerahkan tulang laba-laba ku, maka seluruh orang yang kamu cintai akan binasa. Hahaha!” Asap hijau yang sangat menyilaukan langsung menghantam beberapa pelayan dan keluarga Xue hingga tewas.
Bom!
Xue Qingqing putus asa. Dia terjatuh dan menatap kosong beberapa keluarga Xue yang siap-siap di panen nyawanya. Walaupun kamu adalah keluarga paling kaya, tapi jika tidak bahagia, apa gunanya uang itu? Xue Qingqing sungguh enggan dan tidak mau.
Tepat sedang linglung, Siliuman itu langsung menggunakan tangan raksasanya untuk menikam Xue Qingqing sehingga tulang miliknya akan kembali. Hanya saja setelah tangan itu hampir mendekati ke Xue Qingqing.
Tiba-tiba ada cahaya emas yang keluar dari saku Xue Qingqing dan menghancurkan tangan asap itu seketika.
Bang!
Siluman laba-laba cukup terkejut. Dia merasakan rasa sakit, padahal dia belum bisa membentuk tubuhnya. Tapi kekuatan aneh yang keluar dari saku Xue Qingqing membuat merasakan apa itu sakit.
Siluman laba-laba itu meraung dan berlari kearah Xue Qingqing. Xue Qingqing masih belum sempat bereaksi setelah operasi tiba-tiba ada cahaya yang keluar dari sakunya, tiba-tiba melihat siluman itu meraung ganas mencoba membunuh dirinya.
”Tidak baik!" Xue Qingqing terlambat menghindar hanya beberapa meter lagi, siluman laba-laba es seribu tahun akan membunuh dirinya. Tetapi tiba-tiba saku itu bergetar dan apa yang membuat mata Xue Qingqing menyusut adalah patung yang sangat jelek itu keluar dan mengeluarkan cahaya. Cahaya itu berubah menjadi bentuk kingkong bertangan enam langsung meraih roh siluman itu dan mengisap menggunan mulut yang penuh taring.
Untuk membunuh siliuman laba-laba juga tidak lama, Hanay sekejap, kingkong bertangan enam melahap habis siluman laba-laba es seribu tahun. Setelah melahap, kingkong itu berubah menjadi serbekas cahaya dan memasuki tubuh Xue Yutian dan Apakah kamu tahu, Xue Yutian tiba-tiba sosoknya kembali hidup. Rambut yang memutuih, sekarang sedikit kehitaman.
Xue Yutian bangun dan melihat sekeliling sambil mengecek tubuhnya bahwa siluman laba-laba es seribu tahun itu sudah musnah. ”Tubuhku!” seru Xue Yutian dengan takjub.
Sampingnya, Xue Qingqing terpana dan pada saat itu juga teringat dengan kata-kata pemuda penjual patung jelek tersebut.