
Bab 626
Ming Ming sungguh ketakutan ketika Long Fai melemparkan pedang itu kepadanya karena dia juga tahu kehebatan pedang itu sekali menyentuh langsung gosong menjadi ketiadaan.
Bug!
Pedang titissan api terjatuh Ming Ming ketakutan jika tubuhnya terbakar. Pedang itu masih memiliki tuan yang tidak lain adalah pengawal dari Wu Ruming.
Long Fai bingung dan berkata; ”Kenapa kamu seperti ini, pedang ini bagus lho, sangat cocok dengan mu."
Ming Ming gemetaran dan berkata, ”Kakak Long Fai! Pedang itu adalah pedang titissan dewa api! Aku tidak berani menyentuh takut terbakar!"
”Humppp omong kosong!” Long Fai tidak mempercayainya langsung mengambil pedang itu dan berkata lagi. “Nah tidak ada apa-apa, 'kan? Pedang itu hanyalah pedang yang baik.”
Lalu, Long Fai mendekati Ming Ming dan menyarankan pedang dan berkata lagi, ”Jangan khawatir. Pedang ini sudah jinak.”
Kamudian Ming Ming awalnya ragu tapi dia memastikan bahwa apa yang dikatakan oleh Long Fai itu benar sehingga memejamkan matanya menerima pedang titissan dewa api dengan hati-hati.
Uh!
Ming Ming mendesahh dan kagum ketika tangan yang halus dan kecil setelah memegang pedang tetesan api itu tidak memiliki efek apapun.
“Ini benar pedang ini tidaklah berbahaya! buktinya aku sudah memegang pedang ini!" Ming Ming gembira langsung meraih pedang itu dan memeluknya.
Wu Ruming yang sedang ketakutan karena kesepuluh bahwa hanya sudah meninggal hanya sekali tebas oleh Long Fai, akhirnya dia berteriak. “Pedng itu bukan lah yang sesuatu kamu sentuh cepat lepaskan pedang itu dari tangan kotormu!"
Long Fai mengerutkan keningnya dan mengambil pedang titisan dewa api itu dan melemparkan lagi kepada Wu Ruming. ”Baiklah aku akan kembalikan pedang ini, sebagai bawahanku tetap sangat etis memiliki pedang kelas rendah seperti itu."
Ming Ming yang tadi awalnya bahagia setelah mendapatkan pedang putusan dewa api tiba-tiba langsung wajahnya mendung karena peta yang sangat kuat itu sudah diambil lagi.
Long Fai menatap Ming Ming yang memiliki wajah mendung karena sedih pada yang bagus itu dikembalikan lagi. “Kamu tidak perlu khawatir. Aku masih memiliki pedang yang lebih bagus dari pada pedang sampah seperti dia.”
Kemudian Long Fai langsung meraih dunia artefak lantai dua mengambil setumpuk yang sudah tidak digunakan.
Setelah Long Fai mengambil pedang, tiba-tiba ada aura yang sangat mencekam dan entah kenapa orang yang melihat pedang itu, seperti sebuah matahari yang akan terjatuh menimpa kepada dirinya
Itu sangat panas dan panasnya tak tertahankan, akan tetapi walaupun pedang itu sangatlah panas tidak merapat kepada di sekitarnya sehingga yang melihat menjadi sangat aneh terutama Wu Ruming.
Long Fai mencibir setelah melihat raut wajah Wu Ruming. "Cih, apakah kamu akan mengaku-ngaku bawa pedang ini adalah pedangmu!”
Sembari menghina Wu Ruming, Long Fai berjalan mendekati Ming Ming dan menyarankan pedang itu. ”Nah ini adalah pedang yang bagus cocok buat kamu! Kalian tenang, aku juga memiliki beberapa senjata yang lebih bagus Jadi kamu jangan iri," kata Long Fai kepada kesembilan gadis belia.
Hore!
Mereka semua sangat senang, karena pada awalnya berpikir tetap mendapatkan hadiah bagus seperti pedang yang dimiliki oleh Ming Ming. Akan tetapi sebenarnya mereka terlalu berpikir keras tanpa disadari Long Fai masih memiliki senjata yang bagus untuk dihadiahkan kepada mereka semua.
Kini Wu Ruming matanya menjadi berbinar-binar sangat serakah ingin mendapatkan pedang yang sangat bagus. Kebetulan pedang itu sedang dipegang oleh gadis yang tidak terlalu dewasa bahkan melihatnya kekuatannya masih terlalu rendah.
"Nak! Awas!” Ming Chu berteriak karena melihat Wu Ruming berlari menghampiri putrinya dan berniat menyerang, dirinya yang tidak terlalu jauh dengan putrinya langsung berteriak. Akan tetapi Ming Ming terlambat bereaksi hanya membutuhkan dua jengkal saja sedangkan pedang katana hampir mengenai leher.
Long Fai meninju udara seketika ada angin yang sangat besar langsung menghempaskan Wu Ruming.
Bom!
Engah!
Wu Ruming berputar-putar di udara dan terhempas sangat jauh sambil menabrak pepohonan beberapa kali.
Wu Ruming tulang-tulangnya pada patah dan tidak bisa berdiri lagi. Long Fai meloncat terbang langsung mendaratkan kakinya ke arah wajah Wu Ruming.
Bang!
Sekali injak kepala Wu Ruming hancur menjadi daging cincang, ”Kamu adalah gadis yang cantik tetapi di mataku, kamu hanyalah setumpukan kotoran yang siap-siap saja untuk dibersihkan dari pandanganku.”
Bang!
Setelah menghancurkan kepala Wu Ruming, Long Fai langsung menendang begitu sangat keras sampai meluncur ke tempat di mana rumah Wu Ruming berada.
Bang!
Wu Jingteng selaku ayah kandung Wu Ruming yang sedang ngocok, tiba-tiba dari atap langsung terjatuh sebuah benda yang dirinya kenali yaitu, putrinya.
Tetapi putrinya sudah terjatuh dalam keadaan tidak memiliki kepala, alias sekarang dia melihat putrinya meninggal dengan keadaan mengenaskan langsung meraung marah.
Ahh!
Akibatnya, rumah yang sedang ditinggali sebagian hancur dan tanpa sadar membunuh pelayan-pelayan yang tidak tahu apa-apa.
Wu Jingteng berteriak: "Siapa yang berani membunuh anakku! Maka mati!”
Suaranya sangat galak seperti angin tornado sehingga siapapun yang ditatap, langsung terhempas dan meninggal.
Akhirnya Wu Jingteng langsung memerintahkan seluruh pengawal yang kekuatannya tidak main-main dan berencana membunuh orang yang telah membunuh putrinya.
Dari menurut pelayan, Wu Ruming pergi ke keluarga dagang Ming, tanpa pikir panjang dia pergi ke keluarga Ming dia sudah menduga bahwa orang yang telah membunuh Wu Ruming, masih di keluarga Ming.
Bom!
Mereka semua langsung terbang sangat cepat setiap orang masing-masing memiliki wajah yang sangat suram, dia sudah memutuskan untuk membunuh pelaku di balik semua ini.
”Keluarga Ming ya. Tunggu saja kamu bajingan akan kuratakan rumah mu menjadi sebidang tanah karena berani-beraninya membunuh putriku tercinta!"
Ahhh!