Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Aku Pulang


Bab 211 Aku Pulang


Setelah memukul, Lin Fan langsung menghampiri Yun Che yang terpental jauh sambil berlari-lari.


Dia memastikan bahwa tinju dirinya tidak melukai Yun Che. Setelah sudah dekat, dia akhirnya berkata kepada Yun Che: “Hallo aku tidak bermaksud untuk menyerang kamu, tapi aku sudah menjelaskan bahwa aku tida jahat kepada kamu..!”


Namun Yun Che yang sedang meringis kesakitan menatap ke arah Lin Fan sangat tidak percaya.


”Apakah aku akan percaya semudah itu...?” Kemudian dia menggunakan celurit dari cincin penyimpanan untuk meneba Lin Fan.


Namun seketika Lin Fan menangkap celurit itu sangat mudah. Dia tidak tinggal diam, akhirnya mencoba menyerang menggunakan kaki.


Lin Fan yang melihat Yun Che bersikukuh akhirnya dia juga sedikit serius. Dia langsung menghindar dari tendangan kaki Yun Che.


Akhirnya Yun Che sudah bebas dia langsung bangun dan meminum embun air yang menempel di tumpukan, seketika patah tulang itu langsung sembuh.


Lin Fan mengerutkan keningnya dia tahu bahwa semua benda di sini setidaknya kualitas bagus sehingga pengamanan wilayah Naga Azhure sangat ketat dan tidak ada orang yang lolos oleh jejak terkaman pihak naga Azhure.


“Jika kamu masih bersikukuh, aku akan menahan dan menerima serangan kamu..!” Lin Fan berkata serius.


“Bagaimana mungkin aku akan kalah...!” Yun Che langsung menyerang Lin Fan menggunakan celurit yang di lapisi cahaya menakutkan.


"Sikat!"


"Swoshh!"


Tapi hasilnya sama saja, Yun Che di tendang sangat ringan oleh Lin Fan.


"Bang!"


"Bug!"


“Ahhh sialan... kamu...!” Yun Che kembali bangun dan menyerang ke arah Lin Fan sangat cepat.


"Bug!"


Dari serangan pertama dan terakhir yang di lakukan oleh Yun Che, sama sekali tidak berhasil bahkan dirinya yang mendapatkan kerugian berupa tubuhnya kotor hingga membuat canggung.


“Maaf jika kamu bersikukuh, maka aku akan menahan tanpa melukai kamu..!” Lin Fan berkata sopan sambil bersila aba-aba jika Yun Che menyerang lagi.


“Baiklah... kamu sangat kuat dan sangat percaya diri, aku akan mengeluarkan seluruh kekuatan aku..!” Yun Che menatap ke arah Lin Fan sangat serus.


“Baiklah ayo.. aku akan menahan, tapi ingat aku masih manusia biasa kamu harus bersikap lembut.” Kata Lin Fan sambil tersenyum.


Mulut Yun Che berkedut hebat. Kata-kata dari Lin Fan sepertinya mengejek kepada dirinya sehingga dia tidak senang.


“Kamu bilang kamu manusia biasa? Apakah ada manusia biasa yang memiliki kekuatan fisik seperti kamu..!”


Lin Fan melihat bahwa Yun Che melototi dirinya sehingga dia menjelaskan: “Aku mantan seorang raja hanya saja tanpa sebab basis kultivasi hilang dan menyisakan kekuatan fisik.”


“Aku tidak percaya..!” Akhirnya dia mengeluarkan sinar cahaya yang keluar dari lengan kanannya. Sinar cahaya itu sangat ganas, namun anehnya setelah mengenai Lin Fan tidak ada Efek sama sekali hanya saja dia melihat Lin Lin Fan terhuyung-huyung mundur.


”Sial... dia sangat kuat...!” Wajah Yun Che berkeringat terus menerus hingga pucat.


“Apakah kamu sudah menyerah? Mari kita beristirahat.” Lin Fan tersenyum bahkan dia sangat lelah.


“Sial aku tidak ingin menyerah...!” Yun Che membalas cepat.


“Baiklah aku akan mengakhiri keras kepala kamu,” Lin Fan langsung berlari ke arah Yun Che dan mengepalkan tinju langsung di arahkan Yun Che.


“Sial..!” Yun Che mencoba menahan dan tetap bersikukuh. Namun ketika tinju itu mengenai dirinya tiba-tiba kedua orang itu di pukul oleh tangan halus seputih susu dan sangat indah.


"Pak!"


"Pak!"


Saat ini setelah Wang Roulan sudah ahli bermain Kukin, dia bisa menundukkan monster itu dengan musik bahkan dia bisa memerintahkan Yun Che dan Lin Fan untuk di bawa lewat Monster itu.


“Tsk..tsk...tsk.. Kamu sekeras melawan, tidak bisa mengalahkan Lin Fan karena dia memiliki baptisan fisik yang sangat kuat,” Wang Roulan menggelengkan terus-menerus.


Kemudian dia berjalan lagi sambil memainkan Kukin sangat acak dan random. Namun setiap petikan itu akan mengeluarkan aura Tao yang sangat dahsyat, shingga para monster itu yang sedang mengikuti mendengarkan sangat nyaman.


Ketika dia sedang memainkan Kukin, tiba-tiba ada tukang sapu yang sedang terbang dan menghampiri dirinya.


“Sang ratu.. Raja Xiandi sudah tiba..!” Tukang itu berkata sangat semangat bahkan sepertinya dia datang untuk menemui Wang Roulan sangatlah terburu-buru.


Begitu kata-kata Long Fai terdengar olehnya sontak mata itu langsung cerah dan akhirnya terbang sangat cepat sambil membawa kedua orang itu.


"Swosh!"


“Kfufufu... suami kamu akhirnya kembali.. awas kamu karena membuat aku terlalu lama menunggu.” Wang Roulan terbang sambil bahagia sekaligus terharu sampai meneteskan air mata.


Di sisi aula istana, Long Fai penuh garis hitam wajahnya, karena melihat Xia Fei yang sangat menggangu. Bahkan tindakan dia mengakibatkan para pelayan dan perajurit yang berada di dalam istana menatap ke arah dirinya dengan sangat luar biasa.


“Hehehe aku seperti ini karena akan membuktikan bahwa aku adalah wanita kamu, huh bagai mana suami apakah kamu menyukainya?” Xia Fei semakin melihat wajah Long Fai yang sangat kesal, semakin semangat untuk menggoda.


“Hmmm baiklah... jika kamu suka seperti itu, aku juga menantikan di ranjang dan menampar pantat kamu sampai puas.” Long Fai melirik ke arah Xia Fei.


“Bajingan kamu harus bersikap lembut kepada wanita ok.” Xia Fei berkata dengan nada kesal.


“Hahaha!” Long Fai tertawa, tapi matanya mencari di sekitarnya karena dia sedang mencari sosok Wang Raolan.


Karena tidak sabar, akhirnya dia berkata pelayan: “Kamu, apakah melihat Lanlan..?”


“Raja sang Ratu sedang pergi, biasanya dia sedang ke belakang sambil bermain kukin.” Pelayan itu sangat hormat.


“Baiklah...!” Long Fai mengangguk, dia tidak sabar untuk menemui Wang Roulan dan memeluknya sangat erat.


Di saat itu, ketika dia sedang mencari di sekitarnya, tiba-tiba ada yang memanggil dengan nada tinggi.


“Suami..!”


Wang Roulan seketika berlari sontak mengabaikan sosok anggun sebagai Ratu. Dia seperti melihat Long Fai sebagai harta Karun.


"Bug!"


"Bug!"


"Bug!"


Wang Roulan berlari sangat cepat bahkan ada suara hentakan kaki itu sendiri.


"Suami!"


Akhirnya Wang Roulan memeluk erat Long Fai sehingga Xia Fei yang di sampingnya hampir terjatuh karena goncangan Wang Roulan.


“Hahaha Lanlan... aku kembali..!” Long Fai juga memeluknya sangat erat bahkan bau tubuhnya Wang Roulan Yang sangat harum seketika memasuki ke hidung Long Fai.


Wang Roulan memeluk sangat erat bahkan kaki itu menempel seutuhnya seperti Kukang. Dia sangat bahagia, walau hanya di tinggal berapa hari seperti sudah ratusan tahun berlalu.


“Suami.. aku merindukan kamu..!”