Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Ning Xue Marah


Bab 162 Ning Xue marah


Ning Xue melihat sosok pria paruh baya yang gagah, langsung berkata hormat. “Ini benar paman, aku hanya ingin mengatakan sesuatu kepada kamu.”


“Coba katakan, aku sedang terburu-buru.” Jawaban Ta Kong sangat tergesa-gesa, sehingga Ning Xue yang melihatnya tentu saja mengerutkan keningnya. Siapa Ning Xue? Dia adalah guru terhormat yang di segani oleh murid sekte anggrek merah.


Tapi dia melihat bahwa pria itu sungguh merasa tidak senang, bukan kah di depan wanita cantik seharusnya anda harus bersikap lembut. Namun dia tidak akan mengeluarkan keluh kesah hatinya, dia berkata sangat hati-hati kepada Ta Kong. “Perkenalkan paman, nama aku adalah Ning Xue. Aku adalah guru dari sekte anggrek merah. Aku datang kesini karena melihat anak kamu sangat berbakat untuk berlatih teknik pisau dan anak ini berkata bahwa teknik ini yang mengajarkan adalah kamu.”


“ini benar aku yang mengajarkan? Ada apa? Apakah ada sesuatu..” Ta Kong berkata balik kepada Ning Xue.


‘‘Tidak aku hanya ingin tahu saja, dan aku melihat bahwa anak kamu sangat lah berbakat. Bolehkah aku rekrut dia untuk menjadi murid peribadi aku.” Ning Xue mencoba sebisa mungkin untuk mengambil harta karun yaitu Ta Kong.


“Maaf nona, aku menolak aku tidak mengijinkan anak aku untuk memasuki sekte manapun.” Ta Kong berkata hormat.


Ning Xue kaget: “Kenapa tidak mengijinkan? Bukan kah semua orang anaknya ingin pergi ke sekte sehingga mendapatkan manfaat yang tak terhingga seperti uang dan kekayaan.”


“Mungkin apa yang di katakan nona benar. Tapi bagi aku tidak, lebih baik anak aku menjadi burung yang bebas tanpa terikat oleh apapun. Mungkin nona paham apa yang di katakan aku.” Ta Kong harus berpegang erat semboyan yang di katakan Long Fai. Yaitu Naga Azhure tidak memiliki sekte manapun! Naga adalah naga dan tidak ada pengekangan sedikit sama sekali.


“Paman benar aku juga paham. Tapi jika tidak ada sekte, maka pertumbuhan anak kamu yang jenius terhambat karena tidak ada yang membimbing.” Ning Xue bersikukuh, kemudian dia menatap ke arah Ta Kong. “Adik kecil apa keputusan kamu, jika kamu mengikuti guru ini maka kamu akan baik-baik saja.”


Dia mencoba menggoda Ta Mei yang masih kecil. Namun balasan Ta Mei membuat senyuman itu mengeras. Dia mendengar Ta Mei berkata seperti ini kepada dirinya. “Maaf guru yang terhormat, kata-kata orang tua adalah bagian kehendak dewa jika kata-kata orang tua tidak di patuhi, aku takut jika dewa memandang aku sebagai anak yang sembrono. Maaf guru aku menolaknya.”


“Kamu... !” Akhirnya Ning Xue tidak bisa membantah apa-apa lagi. Tapi dia masih berkata: “Aku tidak tahu kenapa paman bersikukuh terhadap anak kamu untuk tidak memberikan dia memasuki sekte manapun?”


Setelah itu, Ta Kong membuat pose yang sangat bermartabat dan berkata: “Karena kami mempunyai semboyan. Semboyan itu adalah... kami bagikan naga Azhure tidak akan memasuki sekte manapun, karena kami adalah naga yang terbang bebas ke batas langit.”


Ning Xue yang melihat Ta Kong yang sangat tergila-gila terhadap kata-kata Naga Azhure dia tidak bisa berkata apa-apa. “Naga Azhure siapa itu?”


Ta Kong ingin menjelaskan, namun sudah di intruksi oleh Ta Mei: “Naga Azhure adalah kelompok yang kami sembah, dia adalah raja yang sangat kuat dan bijaksana. Menurut ayah pemimpin Naga Azhure adalah seseorang peri yang sangat tampan, lihat ayah aku membuat patung untuk penghormatan apakah menurut kamu sangat tampan..!”


“Puff!”


Ning Xue menyemburkan darah dari mulutnya. Dia tidak tahu jenis neioru otak yang terdapat pada kedua orang ini sehingga melontarkan kata-kata gila kepada dirinya.


“Patung yang paman buat adalah patung pemimpin naga Azhure?” Ning Xue ingin tahu.


“Betul nona, dia adalah pemimpin Naga Azhure, bagaimana apakah tampan...!” Ta Kong menatap ke arah dirinya dengan mata memuja.


“Nona kamu benar hahah dia adalah raja Naga Azhure...! Uraaaaa Xiandi..” Ta Kong seperti orang gila, bahkan Ta Mei juga mengikuti gaya dari ayahnya.


“Hmmmp kamu... karena kamu sudah menolak kebaikan aku, maka aku harap kamu tidak menyesal nanti ...!” Ning Xue kembali berpamitan. Namun Ta Kong berkata: “Ingat..! Yang ada cap Naganya, jika nona menemukan baju yang berlogo naga maka dia adalah bagian dari kami... hahaha uraaaa...!”


Ning Xue sangat marah, dia tidak tahu kegilaan yang terdapat otak para pengikut Naga Azhure, dia adalah guru terhormat bahkan tidak sedikit juga yang mengemis untuk menjadi muridnya, namun dia tidak disangka bahwa ada orang yang secara terang-terangan karena beralasan dari semboyan yang di ucapkan pemimpin itu yaitu Naga Azhure.


“Hummp tunggu dulu aku ingin siapa pemimpin Naga Azhure, kenapa dia membuat semboyan yang sangat bodoh... jika dia bertemu dengan aku, maka akan aku Hajar!” Ning Xue menggerutu hebat.


...----------------...


#Di tempat makan Long Fai dan lainya.


“Haciiu...!” Tiba-tiba Long Fai bersin secara tiba-tiba. Dia memegang hidung dan berkata lagi: “Aneh kenapa tiba-tiba bersin? Apakah ada orang yang mengutuk aku secara diam-diam?”


Hu Mulan berkata: “Ada apa dengan mu?”


“Aku meras sedang di benci seseorang dari belakang? Tapi aku tidak tahu siapa yang membenci aku dengan diam-diam.”


“Kamu masih percaya mitos tersebut?” Hu Mulan menatap ke arah Lont Fai seperti melihat orang aneh.


“Itu adalah perkataan orang tua yang turun temurun. Kenapa kamu tidak percaya!” Long Fai berkata sambil memakan makan sangat penuh di dalam mulutnya.


“Itu terserah kamu.. mati kita makan lagi...!” Hu Mulan tidak ingin berdebat. Ketika mereka sedang asik memakan, tiba-tiba ada wanita cantik yang menatap ke arah Long Fai dengan tatapan memuja dan luar biasa. Wanita itu adalah Li Jeju.


Setelah dia di berikan permen Kopiko oleh Long Fai dia ingin berterima kasih, namun sampai empat hari dia tidak menemukan orang yang bernama Long Fai.


Dia ingin berterima kasih, karena gara-gara permen yang dia telan sekarang dia memiliki pemahaman dan daya konsentrasi yang sangat besar. Bahkan dia bisa mempelajari semua jenis seni bela diri hanya membutuhkan dua jam.


Li Jeju sudah tergolong jenius tingkat atas Bahakan tidak ada yang menandinginya dan rahasia itu entah kenapa tidak ingin orang tahu. Walau pemahaman dia masih kalah jauh dengan Ta Kong yang hanya sekilas bisa menguasai jenis ketrampilan, tapi dia mempunyai kelebihan satu lagi setelah menelan permen Kopiko. Yaitu, dia bisa melihat masa depan dan memperlambat waktu sekitar 10 detik sebelum musuh menyerang.


Dengan modal pemahaman tinggi dan kekuatan unik mengintip masa depan maka itu sudah tak terkalahkan jika di gunakan semaksimal mungkin.


Li Jeju, kemudian mendekati Long Fai: “Maaf apakah kamu Long Fai?”