Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Hanya Ciuman Yang Mewakili


Bab 175. Hanya Ciuman Yang Mewakili


#Malam Hari Istana Ratu Ho Tu.


“Hai kalian berdua bisakah kamu jangan tidur di sini aku sungguh sesak aku ingin kebebasan aku ingin merasa lega ketika tidur ini kalian berdua....” Mulut Long Fai berkedut dia ingin sekali menampar kedua wanita itu.


Di malam hari ini, dia sungguh sangat kesal. Karena, dia ingin tertidur sangat nyaman, sangat pulas, tanpa ada halangan apapun. Bahkan ketika dia di dunia Xinping dia sama sekali tidak bisa tidur nyenyak karena ada Xiao Yun.


Kedua wanita itu, yang saling bersisi-sisi dengan Long Fai dia hanya cemberut. bahkan Xia Fei yang di sebelah kiri Long Fai, dia hanya tersenyum licik sambil mengeratkan tangannya agar lebih erat memeluk tubuh Long Fai.


Di sisi kanan Ho Tu hanya cemberut tidak senang. Namun dia menjelaskan seperti ini. “Kenapa kamu marah? Bukankah kita adalah tunangan? Sudah sewajarnya kalau kita berdua tidur bersama adapun dia...” Ho Tu memandang Xia Fei dengan tatapan tajam seperti setajam pedang hingga ingin membunuhnya sambil berkata lagi dengan tatapan sengit. “Dia adalah bukan siapa-siapa kamu, tapi dia sungguh sangat lengket seperti lem saja huhh..!”


Ejekan Ho Tu setelah didengar Dia Fei, dia tidak marah. Melainkan dia meludahkan kata-kata dengan mengejek sambil bercanda. “Walaupun aku bukan tunangannya, tapi dia sudah menodai tubuh aku jadi sepatutnya aku dan dia harus menjalankan hubungan asmara ini, untuk mempertanggungjawabkan pada waktu itu benarkah suami..!”


Melihat siapa yang begitu genit kepada dirinya, akhirnya merinding. Dan dia menggaruk hidungnya sambil berkata dengan sangat canggung. “Humm...!”


“Kamu brengsek Long Fai..” Ho Tu akhirnya kecurigaan yang pada waktu itu, terjawab sudah. Dia akhirnya tahu bahwa kesucian Xia Fei, sudah direnggut oleh brengsek Long Fai. Dia sangat marah sambil mencubit pinggang sangat keras.


”Aw ini sakit..” Long Fai pura-pura kesakitan sambil mengelus-elus pinggang yang habis dicubit oleh Ho Tu.


Saat ini, Xia Fei harus melancarkan rencana agar rencana yang diniatkan oleh Ho Tu akan berjalan mulus dia kemudian membalikkan tubuhnya, membelakangi Long Fai sambil berpura-pura tidur.


2 menit kemudian Long Fai merasa bahwa Xia Fei tidak se agresif. Kemudian dia mengecek apakah Dia Fei sudah benar-benar tertidur pulas.


Ini benar akhirnya Dia Fei sedang tertidur pulas sehingga dirinya merasa lega karena dia tidak menjadi agresif. Namun, Long Fai harus menghadapi satu wanita lagi yaitu Ho Tu.


“Sekarang giliran kamu kapan kamu akan tertidur hah?” Long Fai memandang ke arah Ho Tu sambil menatap mata yang berkerut seseolah ingin tahu apa jawaban yang dikeluarkan dari Ho Tu.


“Aku belum mengantuk..!” Kemudian tangan kiri Ho Tu langsung memeluk erat tubuh Long Fai. Bahkan kepalanya dia sengaja mendekatkan di pipinya sehingga nafas yang bau anggrek itu memasuki ke hidung Long Fai.


“Apa yang kamu lakukan? Kamu terlalu dekat..” Long Fai menelan ludahnya. Dia harus menahan godaan yang dilakukan oleh Ho Tu kepada dirinya. Tapi dia adalah pria yang normal, dengan godaan ini, bahkan kemungkinan kecil dia akan bisa bertahan.


Ho Tu sekali lagi, mendekatkan wajahnya lebih dekat di pipi Long Fai sambil berkata sangat menawan yang terngiang di telinga Long Fai.


“Long Fai apakah menurutmu aku ini cantik? Dibandingkan dengan dia apakah aku jelek? Long Fai aku salah menilai kamu pada awalnya, aku hanya ingin mengikat kamu sementara dalam pertunangan ini setelah acara ini sudah selesai kita tidak ada hubungannya lagi. Tapi aku tidak tahu kenapa setiap aku melihat kamu aku seperti ada rasa aneh yang memasuki ke tubuhku bahkan ketika kamu berdekatan mesra dengan Xia Fei entah kenapa, aku merasa tidak sangat nyaman dan sangat marah.”


“Bukan hanya itu saja ketika kamu 4 hari terakhir keluar untuk mencari pengalaman di hutan-hutan tertentu, entah kenapa aku selalu memikirkan kamu. Setiap jam setiap hari bahkan aku sedang makan sosok kamu selalu muncul di benak aku. Aku tidak tahu entah kenapa seperti ini, terjadi dalam tubuh aku ini sungguh membuat aku pusing.”


Long Fai yang mendengarkan bisikan yang menggelitik di telinganya dia hanya menghela nafas. Dia kemudian memberanikan melihat wajah Ho Tu yang begitu sempurna yang sedang bertatapan sangat dekat dengan dirinya.


Ketika Ho Tu mendengar apa kata-kata Long Fai, dia ingin sekali mendengar apa jawaban yang akan dikeluarkan oleh Long Fai. Bahkan dia ketika bertatapan dengan wajah Long Fai yang begitu dekat entah kenapa dia sangat memerah dan sangat malu dia ingin sekali membuang atau memalingkan wajahnya, tapi dia tidak bisa seseolah wajah Long Fai itu begitu menyihir dan begitu seperti magnet.


“Humm kalau begitu, aku ingin tahu apa jawaban yang kamu katakan aku akan mendengar secara perlahan-lahan.” Ho Tu kemudian berbisik pelan sambil menatap rakus wajah yang sangat tampan dari Long Fai.


“Singkatnya, kamu butuh pengakuan dari aku. Sangat singkat bukan?” Long Fai menatap wajah indah Ho Tu sambil tersenyum kemudian dia menjelaskan lagi kata-katanya kepadanya. “Aku bertanya kepada kamu Jawab dengan jujur apakah kamu mencintai aku?”


Kata-kata yang dilontarkan oleh Long Fai, seketika membuat tubuhku bergetar. Bahkan detak jantung itu berdetak sangat cepat seperti tertabrak rusa.


‘Apakah benar aku mencintai Long Fai?’ Ho Tu berkata kepada diri sendiri dalam hatinya.


Saat ini, Long Fai melihat ketidakberdayaan dari Ho Tu yang gengsinya begitu tinggi. Untuk, tidak mengungkapkan perasaannya kepada dirinya. Dia hanya menggelengkan kepalanya sedikit kemudian dia berkata seperti ini. “Aku juga mencintaimu.”


Ketika ungkapan cinta yang dikeluarkan oleh Long Fai, seketika dirinya yang mendengarkan langsung bergetar hebat. Mata itu, keduanya berkaca-kaca seperti terharu ingin menangis.


“kamu.. kamu... apakah yang dikatakan kamu itu, adalah sebuah kebenaran...?” Dia bahagia bahkan kedua air mata itu tidak terbendung sehingga mengalir deras ke kedua sisi pipi yang begitu halus dan lembut.


“Aku paham perasaan ini tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Hanya bisa diungkapkan dengan cara seperti ini.” Kemudian, setelah itu Long Fai mendekatkan kepalanya lebih dekat di depan Ho Tu dan melanjutkan per kata-katanya dengan berbisik pelan. “kamu tidak bisa menjawab hanya ciuman mesra lah yang bisa mewakili semuanya ini.”


Setelah itu Long Fai langsung menyambar bibir seksi yang sangat merah dari Ho Tu dan menikmatinya.


Bahkan Ho Tu sendiri langsung menerimanya sangat mudah sambil mata terpejam dia berkata seperti ini dalam hatinya. ‘Apakah ini perasaan berciuman sungguh nikmat..!’


Ho Tu sedang menikmati ciuman mesra ini bahkan air mata tidak terbendung mengalir deras karena bahagia.


Namun kata-kata Long Fai kemudian, membuat tubuhnya bergetar. Dia sangat malu karena dia mendengar kata-kata mesum yang dilakukan oleh Long Fai. “Ho Tu apakah kamu bersedia bercinta denganku saat ini juga? untuk meresmikan hubungan antara kita berdua kamu harus merelakan masa lajang kepada aku.”


Ho Tu tersipu malu. Dia berkata berbisik dan tergagap: “Tapi..tapi di sebelahnya ada Xia Fei, apakah tidak apa-apa? Bahkan jika dia mengetahui Aku sangat malu...!”


“Anggap saja Ini adalah sebuah tantangan bagi kita berdua sehingga adrenalin kita menaik pesat.” kata Long Fai dia memandang Ho Tu sambil menganggukkan kepala sangat lembut.


“Biklah mohon bantuannya.” Ho Tu mengangguk kemudian Long Fai melepaskan semua baju yang dikenakan oleh Ho Tu. Sehingga, semua tubuh yang sangat indah yang memancarkan Aura pesona yang sangat glamor dan begitu panas terlihat mata telanjang oleh Long Fai.


Saat ini darah yang terdapat di tubuh langka sangat mendidih dia tidak sabar untuk mencicipi tubuh hot yang begitu panas. tanpa berlama-lama long file menjadi hewan buas langsung menggerogoti semua tubuh dengan sangat puas.


“Ahhh suami aku sungguh menyukaimu..aku sangat ingin bersama kamu Long Fai aku mencintai kamu.. ahhh...!” Ho Tu berbisik menawan sambil bergoyang-goyang akibat getaran yang dilakukan oleh Long Fai. Bahkan dia mencoba menutupi mulutnya dengan tangan kirinya takut mengeluarkan suara yang begitu menawan terdengar oleh Xiao Fei sehingga dia bangun dari tidurnya.


Tapi apa yang tidak diketahui kedua orang itu yang sedang bercinta, adalah Xia Fei saat ini yang sedang terpejam, raut wajahnya sangat memerah. Bahkan tangan kanannya tanpa sadar memegang itunya yang basah dan becek terus menerus mengeluarkan lendir suci seperti mata air.