
Bab 363 Tidak Tahu Diri
Song Chufeng sungguh tidak akan buat yang sia-sia dengan seseorang yang arogan seperti di hadapan sendiri.
Bagaimana mungkin ada orang yang sungguh sangat sia-sia bahkan kata-katanya sudah tidak terkendali kepada orang yang lebih tua.
Untuk mendidik harus menjadi kasar karena dengan cara yang halus itu percuma saja, karena dirinya seperti menilai bahwa lusinan orang yang sedang mengeroyoki sendiri, adalah orang dari pihak kerajaan tertentu.
Jika semua pihak orang dari kerajaan ingin membunuh maka harus dibalas dengan membunuh juga itulah cara-cara Song Chufeng yang dilakukan setelah mendapatkan baptisan kekuatan dari Xiandi.
Tangan kanannya memegang pancing untuk menyerbu beberapa lusin prajurit yang masih lolos.
Sementara itu, Fenghuang Lin sepertinya tidak suka dengan cara-cara bicara dari pria tua tersebut, sebagai Ratu yang mendominasi tentu saja Anda harus sopan kepada Ratu ini jika tidak, maka Anda akan tahu akibatnya.
Fenghuang Lin berkata terlebih dahulu, “Humpp pria tua bangka kamu sebentar lagi akan mencium tanah sekarang karena kamu berani menghinaku maka, untuk mencium tanah dan mati tidaklah lama lagi bahkan besok mungkin saja kamu tidak bisa melihat matahari.”
Song Chufeng hanya melirik dengan sinis bahkan ada jejak mengejek yang terkandung dari wajahnya itu, kemudian dia berkata penuh kepastian kepada Fenghuang Lin, “Sebenarnya aku ingin mati tapi tidak bisa mati,”
“Huhh sombong!”
“Cepat kalian Serang tua bangka itu setelah membunuh pria tua tersebut ambil pancingnya!” Fenghuang Lin memerintahkan lusinan prajurit untuk mengeroyoki pria tua itu sekali lagi.
“Baik Ratu!"
Beberapa prajurit langsung berlari untuk menyerang Song Chufeng dengan kewaspadaan yang sangat tinggi karena melihat cara-cara yang begitu aneh dari Song Chufeng, bagaimanapun ada kail pancing yang sungguh menakutkan.
Sementara itu, Song Chufeng dikepung dari berbagai sisi sehingga untuk menggunakan pancing tidak sepenuhnya efektif akhirnya pancing itu ditaruh di belakang punggungnya.
Song Chufeng mengeluarkan golok yang sering dipakai untuk memotong daging, kemudian tidak menunggu prajurit menghampirinya malahan dia langsung melompat untuk menyerbu beberapa prajurit dari satu per satu.
Golok itu walaupun tergolong tidak terlalu besar tapi ketajamannya tidak boleh diremehkan, karena golok ini adalah peringkatnya sudah berkualitas Surgawi.
Dari serangan pertama golok itu langsung memenggal perut prajurit tersebut sehingga terbelah menjadi dua. Kemudian setelah membelah perut itu menjadi dua bagian, Song Chufeng langsung meraih tubuh bagian atas menggunakan tangan kirinya langsung dilemparkan ke arah lusinan prajurit.
"Swosh!"
"Bug!"
Ada satu prajurit yang terkena lemparan tubuh yang sudah meninggal sehingga terjatuh berguling-guling. Ini kesempatan bagi Song Chufeng untuk memenggal lehernya ketika sedang terjatuh.
“Hahan nak, kamu mati!”
Song Chufeng melompat seperti cetah langsung menghampiri satu prajurit yang terkena lemparan tubuh jenazah. kemudian tanpa berlama-lama tangan kanan yang sedang memegang golok, langsung mengayun untuk memotong leher prajurit tersebut.
"Sring!"
"Puf!”
Leher itu, terbelah menjadi dua sehingga darahnya memuncak seperti air mancur membasahi tangan Song Chufeng.
Setelah membelah leher itu, Song Chufeng langsung melemparkan golok tersebut seperti Boomerang layaknya olahraga yang sering dilihat Long Fai di televisi pada kehidupan pertama di Bumi.
Ketika golok tersebut terbang di udara seketika berubah menjadi burung yang sangat menakutkan langsung menerjang beberapa lusinan prajurit.
"Ahhhh!”
Fenghuang Lin melihat beberapa prajurit yang mati mengenaskan akhirnya merasa tidak senang bahwa prajuritnya sungguh sangat lemah hanya karena melawan manusia biasa yang umurnya sudah tua.
“Hump! Dasar bawahan yang tidak berguna!” Fenghuang Lin langsung bergegas masuk untuk menggunakan seluruh kekuatannya, agar bisa menewaskan seketika dari Song Chufeng.
Akan tetapi, raut wajahnya yang semulanya memiliki jejak meremehkan tiba-tiba langsung mengeras Karena pada saat ini ketika tangan sendiri ingin menyerang Song Chufeng, seketika tangan sendiri Langsung diremas sehingga tulangnya patah.
Bukan hanya itu saja, tangan itu yang sudah patah tulangnya tiba-tiba ditendang perutnya tanpa ampun oleh Song Chufeng sangat keras sehingga langsung meluncur sangat jauh bahkan menabrak pohon-pohon yang sudah menjulang tinggi seperti tower pencakar langit.
"Crack!"
Kemudian sosok Fenghuang Lin sudah meluncur sangat jauh sehingga Song Chufeng mengerutkan keningnya, “Wanita itu, cukup kuat untuk menahan tendanganku. Tapi, walaupun memiliki kekuatan yang sangat kuat masih cedera mungkin saja.”
Disisi lain, prajurit yang belum menyerang Song Chufeng akhirnya berteriak karena melihat Fenghuang Lin dihantam perutnya sampai meluncur sangat jauh, dengan perasaan khawatir langsung menemui sang ratu tersebut.
Akan tetapi, Song Chufeng langsung mencegat dan meraih kepala orang itu dan meremass, hingga pecah dan meledak.
"Bam!"
“Tidak bisa melarikan diri di hadapanku!”
Hanya beberapa prajurit yang tersisa bahkan bisa dihitung menggunakan jari mereka semuanya bergetar kakinya sampai lemas dan ingin kencing di tempat.
Song Chufeng ingin membunuh semuanya dari prajurit yang tersisa tapi, sayangnya dia melihat bahwa prajurit yang tersisa menjatuhkan beberapa senjata dan langsung berlutut meminta ampun karena kelancarannya.
Song Chufeng melihat semua senjata dijatuhkan dan berlutut akhirnya tidak melanjutkan lagi, untuk membunuhnya karena dari ajaran Long Xiandi, Jika Anda melihat musuh yang menjatuhkan alat perang tersebut, maka sebaiknya Anda tidak melanjutkan lagi untuk menyerang.
Kemudian Song Chufeng tidak bermaksud untuk membunuh dia menunggu Fenghuang Lin untuk menghampiri.
Disisi lain Fenghuang Lin terhempas sangat jauh sampai mendarat di samping toko Long Fai, sehingga Long Fai yang sedang berada di dalam toko tersebut, langsung keluar untuk melihat siapa lagi orang yang berencana merusak tanamannya.
Long Fai ketika ingin memarahi orang tersebut sayangnya, dia melihat bahwa orang yang terjatuh di depan tokonya adalah seseorang wanita yang sangat cantik yang sedang memakai baju jubah emas.
Akhirnya Long Fai mengurungkan diri untuk memarahinya langsung berniat untuk menolong.
Long Fai berjalan secara cepat dan langsung meraih tangan yang putih seperti susu dan berkata, “Nona, apakah kamu tidak apa-apa? Jika merasa ada luka yang mengenai tubuhmu ayo kita pergi ke dala..”
Long Fai belum sempat menyelesaikan perkataannya tiba-tiba langsung dimarahi oleh wanita tersebut, “Enyahlah manusia rendahan jangan sekali-kali menyentuh tanganku dasar kotor kamu!”
Akhirnya Long Fai membeli perkataan dari Fenghuang Lin dengan mulut yang berkedut langsung berkata, ”Dasar wanita tidak tahu diri! aku hanya berniat untuk menolongmu bagaimana mungkin kamu berbicara seperti itu!”
“Diam kau sampah!”
Fenghuang Lin langsung menampar menggunakan tangan kirinya ke arah pipi Long Fai, tapi sayangnya kamar itu langsung di tangkap oleh tangan Long Fai.
Kini Long Fai setelah menangkap tangan tersebut Langsung melempar ke samping layaknya karung sampah yang tidak berharga.
“Bajingan kamu!” Fenghuang Lin menggertakan giginya langsung mencoba menyerang menggunakan jiwa Naga tersebut.
...----------------...
Ijin promo ya teman-teman aku ingin menawarkan kalian Karya fantasy Timur ku yang kedua semoga kalian betah untuk membaca cerita yang terbaru ini!