
Bab 245 Siluman Mata Tiga Mati
“Huhh pria paruh baya yang sangat tua bangka kamu sungguh sangat percaya diri...!’’ Long Fai langsung meninju tangan siluman bermata 3.
Ketika Long Fai sudah ingin memukul tangan siluman bermata tiga Akhirnya siluman itu menyadari bahwa kekuatannya hilang seseorang di penjara.
“Apa yang telah terjadi!” siluman bermata 3 bingung namun dia sangat lengah sehingga akhirnya dipukul tangannya oleh Long Fai.
"Bam!"
Siluman bermata 3 kesakitan tangannya sehingga dia mundur 2 langkah tapi mendekati langsung menendang perutnya.
"Bam!"
"Puf!"
Siluman bermata 3 meludahkan darahnya dari mulut, seperti mata air yang sangat mengalir deras. Tidak hanya itu saja, dia juga memegang perut itu sambil menetap ke arah Long Fai sangat ketakutan.
Siluman bermata 3 mundur terus-menerus sambil menstabilkan tubuhnya kedua tangan itu memegang perutnya karena merasa sakit yang sangat luar biasa.
Tapi Long Fai langsung mendekati ke arah siluman bermata 3. Di samping itu siluman kucing juga langsung menolong siluman
bermata tiga dengan ikut menyerang Long Fai.
Dia menyerang mengeluarkan cakar yang tajam dari jari jemari, jika manusia biasa yang dicakar oleh tangan siluman kucing, maka akan terluka parah hingga mati seketika.
Namun Long Fai hanya mengelak secara ringan. Kemudian dia mengeluarkan seruling hitamnya untuk menghalau serangan cakar itu.
"Sring!"
"Sring!"
"Sring!"
Cakar siluman kucing mengenai seruling hitam milik Long Fai, sehingga memercikkan kembang api yang sangat mengagumkan.
Hanya membutuhkan kurang lebih 1 menit cakar siluman kucing itu, langsung rontok karena tidak bisa menahan kerasnya seruling yang dimiliki oleh Long Fai.
”Tidak mungkin...!” Siluman kucing itu sungguh terpanah Bahkan dia sangat tidak tahu bahwa kualitas yang digunakan kepada dirinya sungguh menggunakan cara yang aneh seperti seruling dan batu bata.
Namun walau begitu kedua benda yang sangat aneh ini memiliki kekuatan yang sangat kuat dan sangat keras.
Melihat keterkejutan siluman kucing berkata. “Tidak ada yang tidak mungkin karena aku lelah aku membunuhmu hanya satu jari.”
“Ahhh bajingan kamu jangan sombong..!” siluman kucing langsung marah kuku yang sudah patah langsung tumbuh sangat panjang seperti pedang kuku yang sangat panjang itu langsung digunakan untuk menyerang.
Namun masih tetap sama mengeluarkan batu bata seketika kuku yang panjang dan tajam seperti pedang langsung patah.
"Crack!"
Setelah melihat kuku itu patah Long Fai tidak berdiam saja dia memukul wajah siluman kucing.
"Bang!"
Pukulan itu sebenarnya tidak memiliki kekuatan namun siluman kucing juga kekuatan sepertinya di penjara sehingga tinju Long Fai menjadi sungguh sangat kuat bagi dirinya, yang tidak memiliki kekuatan akibat dipenjara.
Wajah siluman kucing itu sampai mimisan dan berdarah sangat banyak. Bukan hanya itu saja, gigi di depannya langsung pada copot. Walau Long Fai tidak menggunakan kekuatan kultivasinya namun fisiknya sudah sangat bugar dan kuat sehingga tinju langsung merontokkan tulang dan giginya.
“Hahaha rasakan jurus tinjuku..!” Setelah memukul wajah siluman kucing kemudian dia kembali untuk memukul kepala selimun kucing sehingga berdarah.
"Pak!"
"Ahhhh!"
Siluman kucing kesakitan sampai dia mengelus-ngelus kepalanya karena mengeluarkan darah terus-menerus akibat dipukul menggunakan suling milik Long Fai.
"Sikat!"
"Bang!"
"Puf!"
"Uhukk...uhukk..uhuk..!"
Siluman kucing itu langsung terbatuk terus menerus luka yang dia derita di dalam organnya sangat serius bahkan untuk bernafas sangat kesulitan.
Yang lebih membuat dia ketakutan atau terheran-heran karena setiap dia menyerang, pemuda berpakaian hitam itu yang menggunakan seruling tiba-tiba basis cultivasinya menghilang seketika.
Di posisi Long Fai setelah menendang siluman kucing, sampai terhempas berapa kali langkah langsung menggunakan hukum jasa untuk menyambar petir dan diarahkan ke siluman kucing.
"Sikat!"
"Jedar!"
Sambaran petir itu langsung menghancurkan tubuh siluman kucing sampai tidak tersisa, karena sambaran petir dilakukan oleh Long Fai adalah petir kesengsaraan.
Di sisi lain siluman bermata tiga yang melihat ras bagian dirinya yang meninggal karena sambaran berpetir yang disebabkan oleh Long Fai akhirnya bangun dari situasi yang terkapar.
“Bedebah.. kamu!!” Siluman mata tiga langsung berlari sangat kencang bahkan di pinggir-pinggirnya ada hembusan angin sepoi-sepoi yang menakutkan.
Dia mengeluarkan pedang dari cincin penyimpanannya. seharusnya dia bisa menyerang Long Fai pada dasarnya karena dia adalah manusia dengan kultivasi sangat rendah.
Namun entah apa yang membuat cultivasinya tidak berfungsi ketika berhadapan dengan Long Fai, karena ketika dia menggunakan mata ketiganya seketika tidak bisa berfungsi, sehingga pandangan yang sangat melebar tidak bisa digunakan secara maksimal. Karena itulah tiba-tiba dia dipukul bagian pipi kiri oleh gagang seruling milik Long Fai.
"Pak!"
Akibat pukulan seruling itu kepala siluman mata tiga, langsung terpelintir cedera sangat parah. Bahkan tulang tengkorak bagian kiri seketika pada retak.
“Ahhhh!!”
Siluman mata tiga menatap ke arah dengan cara yang sangat menakutkan bahkan wajah bagian kiri sudah hilang seperti apel yang digigit oleh manusia tinggal separo.
Walau begitu dia masih bisa berdiri walaupun kepalanya sudah hilang separo.
“Bedebah.. aku tidak akan kalah denganmu..!” kemudian siluman bermata tiga melompat melarikan diri.
“Oi.. kamu tidak diizinkan untuk melarikan diri..!” setelah berkata tangan kanan menunjuk ke arah di mana siluman permata 3 itu melarikan diri dia menjentikkan jarinya menggunakan kekuatan Dewa darah untuk meledakkan tubuh siluman bermata tiga.
"Tik!"
Hanya sebuah suntikan seketika tubuh siluman bermata tiga akhirnya meledak seperti semangka jatuh dari ketinggian berapa kaki.
Su Hao yang di sampingnya masih terperangah dan mulutnya sendiri itu membuka lebar-lebar jika ada dua telur ayam dimasukkan ke dalam mulut suhu tentu pastinya akan masuk sangat mudah.
Fang Lili juga masih sangat terkejut untuk menakarkan atau menilai kekuatan Long Fai, sangatlah sulit. mungkin saja kekuatan yang sekarang dia kelihatan kepada dirinya itu hanyalah sebagian saja.
“Percayalah, kekuatan ini belum ada apa-apanya. Ini hanyalah sebagian kekuatan yang dia dikeluarkan oleh Long Fai.” Xiao Yun yang berada di sampingnya Fang Lili, setelah melihat raut wajahnya akhirnya berkata menjelaskan apa yang dia tahu dari Long Fai.
“Jika apa yang dikatakan olehmu bukankah dia sangat kuat?” Fang Lili berkata balik.
“Ini sangat kuat aku bahkan aku tidak memperkirakan kekuatan yang dikeluarkan penuh oleh Long Fai.. aku hanya menyimpulkan bahwa dia sangat kuat...” Kata Xiao Yun.
Bahkan Su Hao yang mendengarkan kata-kata dari Xiao Yun menganggap diam-diam akhirnya dia menemukan orang yang sangat tepat untuk menjilat paha.
Memikirkan kekuatan Long Fai dan penjelasan dari Xiao Yun, akhirnya dia mengepalkan dua tangan yang sangat erat-erat.
“Baik mungkin ini adalah takdirku untuk bertemu dengannya. Aku tak akan melewatkan takdir ini.. aku akan mengikuti dia sampai dia menjadi dewa..!” Su Hao berkuman kepada diri sendiri.