Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Meja Bundar


Bab 408 Meja Bundar


Zhang Takimachi sungguh sangat bersyukur terlahir sebagai suku manusia sehingga tidak ada peraturan yang sangat merepotkan seperti suku Orc.


Coba kamu bayangkan jika suatu benda atau suatu barang tidak memiliki nama, mungkin akan merepotkan apalagi ketika dulu suku Orc banyak dan tidak punah maka akan membingungkan untuk memanggil satu sama lain karena tidak memiliki nama.


Karena itulah Zhang Takimachi hanya bisa ragu-ragu dan berkata kepada Orc tersebut.


“Kamu tidak memiliki nama. Kemudian bagaimana kamu memanggil satu sama lain apakah tidak merepotkan?” Zhang Takimachi berkata ingin tahu.


Orc itu hanya mengangguk dan tersenyum tipis kemudian menjawab sangat mudah. “Suku kamu bisa menyadari lewat bau tubuh sehingga ini berbeda dari suku lainya yang hanya mengandalkan menggunakan nama.”


Zhang Takimachi kemudian terkagum-kagum mendapatkan informasi baru lagi seperti bau badan suku Orc untuk pengenalan satu sama lain.


“Aku harap kamu di masa depan akan memiliki nama seperti kita.” Zhang Takimachi mendoakan kepada Orc itu yah, dipungkiri mungkin di masa depan Orc itu, akan memiliki sebuah nama yang cukup bagus. Tentu saja yang memberikan adalah tuannya sendiri.


“Aku harap seperti itu.” Orc bukan kepalanya kemudian terbang lagi untuk melihat situasi di sekitarnya.


~


~


#Istana Bawah Tanah


Shin Jing untuk sambil menatap sekawan mata-mata dengan serius. Bahkan dia juga melihat ada dua mata-mata yang sudah memiliki wajah seperti kepala babi.


Setelah mengetahui cerita dari mata-mata itu, akhirnya langsung kaget bukan main.


“Seperti apa yang kamu katakan barusan adalah bahwa kerajaan itu baru didirikan Belum lama ini dan bernama kerajaan Naga Azhure?” Shin Jing mempertanyakan itu kebenaran kepada semua mata-mata.


“Benar Tuan, kami berdua berubah menjadi pengemis untuk mengelabui penjaga Gapura, itu. Pada awalnya dia bersikap sopan kepada kami dan juga mengatakan hal yang sebenarnya bagaimana kerajaan itu berdiri....”


“Sampai pada suatu waktu kami berdua tidak tahan karena dia lama-kelamaan menghina yang mulia Raja sehingga kami marah dan menyerang penjaga Gapura tersebut. Sayangnya kami berdua kaget karena penjaga itu memiliki kekuatan yang sangat dahsyat bahkan kendil minuman itu bisa mematahkan pedang yang telah aku tempa beberapa pekan,” ucap salah satu mata-mata dengan hormat.


Shin Jing kemudian menutup matanya. Sebenarnya dia sungguh sangat marah, karena kedua orang itu sungguh sangat tak terkendali dan gampang marah. Andaikata mereka berdua tidak sampai seperti itu, mungkin akan lebih dalam menggali informasi dari kerajaan baru itu.


Shin Jing kemudian berkata kepada mereka berdua, “Baiklah, setidaknya informasi yang kamu berikan kepadaku sudah lebih dari cukup bahwa wilayah yang dulunya suku orc sekarang sudah ditempati sebagian penduduk manusia dan menjadi kerajaan baru.”


“Kalian para mata-mata bisa keluar!”


Akhirnya mata-mata itu, setelah diinstruksi oleh sang Raja, semuanya langsung keluar dari ruangan ke istanaan Shin.


Shin Jing kemudian berkuman kepada diri sendiri, “Long Fai yah? Mari kita tunggu bagaimana kamu akan bertahan denganku?”


Shin Jing setelah itu, memerintahkan beberapa pengawal Jenderal untuk menemui ajudan-ajudan yang memiliki otoritas tinggi hanya ingin bermaksud berkumpul di meja bundar.


Dari yang pertama adalah wanita yang sangat anggun memiliki baju yang sangat minim dengan warna hitam. Wanita itu bernama Qingua .


Qingua tidak tahu apa yang akan dilakukan Raja Shin Jing sehingga memerintahkan beberapa Jenderal untuk menghampiri dirinya dan lainnya untuk pergi ke istana Raja Shin.


“Halo Qingua telah melihat Raja.” Qingua berkata Dengan hormat. Setelah itu, dia langsung menuju ke tempat duduk yang telah disediakan.


Shin Jing hanya menganggukkan kepalanya dan itu membuat kode agar bisa melanjutkan lagi untuk duduk.


Setelah Qingua ke tempat yang sudah disediakan, beberapa saat kemudian muncullah satu orang yang memiliki sepasang sayap di bahunya dan itu tangan kirinya sedang membawa tongkat yang memiliki gagang kepala kucing.


“Halo penguasa bencana telah melihat yang Mulia Raja,” kata penguasa bencana Dengan hormat kemudian pergi ke tempat duduk yang telah disediakan.


Penguasa bencana itu melihat Qingua, hanya mengerutkan keningnya. Memang benar jika makhluk yang memiliki kelamin wanita masih selalu menjaga Citra kecantikannya. Penguasa kegelapan semakin hari melihat Qingua bukannya bertambah tua tapi semakin cantik dan menawan.


Meskipun begitu, ini adalah kekaguman nyata bukan hanya rasa cinta.


Qingua tersenyum dan terkakeh melihat tatapan lurus dari penguasa bencana.


Kemudian Qingua berkata sambil bercanda seperti ini: "Hmmm Tuan penguasa bencana, lama tidak bertemu sekarang sepertinya hari-harimu sangatlah bahagia dari raut wajahmu.”


“Aku tahu bahwa aku cantik tapi sayang maaf S


sungguh maaf aku tidak memiliki perasaan cinta kepada semua makhluk, bukan berarti aku tidak normal aku hanya belum menemukan yang pas dan cocok di hatiku.”


Penguasa kegelapan hanya menggelengkan kepalanya dia hanya ingin berspekulasi tinggi terhadap keinginannya, karena itulah penguasa kegelapan langsung berkata dengan sedikit menghina.


“Wanita adalah wanita. itu adalah makhluk yang sangat merepotkan selalu berspekulasi yang tinggi terhadap calon pasangannya padahal di dunia ini tidak ada makhluk yang agung dan tidak ada makhluk yang sempurna itu hanyalah angan-angan wanita saja termasuk kamu.”


“Itu tidak mungkin mesti di ribuan dunia ini ada orang yang yang aku inginkan.” Qingua tidak percaya mungkin saja jika tahun sekarang belum menemukan bisa jadi di masa depan.


“Hahaha sampai semut berubah menjadi ular itu tidak akan menemukan makhluk yang kamu inginkan sebagai pasangan itulah sangat mustahil! Bahkan jika ada, mungkin kamu bukanlah tipe dari pasangan yang kamu sebutkan.” Penguasa kegelapan hanya mengangkat bahu.


"Hump!" Qingua hanya mendengus tidak senang bahkan Raja Shin bukan tipenya.


“Apa yang kalian debatkan, tidak ada gunanya lebih baik kalian duduk dan tenang sehingga tidak membuang tenaga yang sia-sia.” Shin Jing kemudian secara tiba-tiba berkata demikian untuk menenangkan kedua belah pihak agar tidak berseteru.


Qingua banyak menganggukkan kepalanya dan tidak berkata lagi untuk masalah percintaannya. Akan tetapi dia hanya ingin tahu kenapa sang raja memanggil semua para petinggi sehingga langsung berkata seperti ini, “Sang Raja, Kenapa ada perlu yang mendadak? Apakah ada sesuatu yang serius ingin disampaikan kepada kami?”


“Kalian akan tahu Setelah semua petinggi berkumpul maka tunggulah beberapa saat lagi," ucap Shin Jing dengan tenang.


“Yah!" Qingua menganggukan kepalanya dan tidak berkata lagi dia hanya menunggu para petinggi lainnya untuk datang ke sini.