
Bab 304 Puja Kerang Ajaib
Penonton yang melihat tamparan Long Fai seketika terpana di tempat dia saling curi-curi pandang dan ada juga orang yang tidak mempercayai apa yang sedang dia lihat.
Sementara itu Long Fai setelah menampar Yu Lo dia langsung menepuk-nepuk tangannya seseorang tangan itu kotor.
“Kamu terlalu banyak gaya padahal kekuatanmu sendiri sangat lemah, ckckck.” Long Fai berkata dengan nada menyesal.
Begitu Cai Xuansi dan Wu Mengchen melihat Yu Lo ditampar sampai tidak sadarkan diri akhirnya diam-diam dia menang dalam hatinya. Rasakan ini adalah akibat melawan raja.
Sementara itu Mu Chen yang melihat calon menantu ditampar sangat keras sehingga tidak sadarkan diri tiba-tiba wajahnya tidak sedap dipandang. Dia sebelum Long Fai, menghampiri Yu Lo terlebih dahulu.
Setelah itu dia mengeluarkan obat penyembuh dari cincin penyimpanannya. seketika ketika obat itu sudah dimasukkan ke dalam tubuh Yu Lo 10 detik kemudian Yu Lo langsung siuman dari pingsannya.
Yu Lo setelah bangun akibat efek obat itu dia tersadar bahwa dirinya telah dipermalukan kedua kalinya ini. dia sangat marah ingin bergegas maju untuk menyerang Long Fai, namun sayangnya langsung dihadang Mu Chen dan dia berkata seperti ini kepada Yu Lo: “hentikanlah kamu bukan tandingannya. Biarkan saja aku yang maju untuk mengajar Pemuda sembrono.”
“Tapi ayah mertua...” Yu Lo tidak mudah di pusingkan. Namun nyatanya Mu Chen langsung membalas seperti ini.
“Tidak ada tapi kamu harus menurut kepadaku jika tidak kamu akan dipermalukan lagi tenanglah..”
Akhirnya Yu Lo mengikuti instruksi yang diucapkan oleh Mu Chen. namun sayangnya dia juga melihat Cai Xuansi sepertinya mengecek ke arah durinya terus-menerus sehingga dia menatap ke arah Cai Xuansi penuh rasa jahat.
“Kamu tunggu dulu setelah ayah mertuaku menghajar pemimpin kamu, maka kamu akan mati.” Kata-kata yang dilontarkan oleh Yu Lo sungguh sangat berat yang sepertinya sedang menahan amarah membara.
“Tidak ada kualifikasi ayah mertuamu untuk melawan raja ku... di mata raja ku, kalian semua adalah kesemek lembut.” Cai Xuansi membalas kata-kata arogan yang dilontarkan oleh Yu Lo.
“Hahaha mari kita tunggu sampai mana kamu akan berkata seperti itu dasar babi...!” Tangan Yu Lo mengepal sangat erat.
“Ckckck sungguh sangat merepotkan..” Cai Xuansi menggelengkan kepalanya setelah itu dia menatap ke arah Long Fai, dan berteriak: “Raja Tiandi... Aku harap sang raja hajar kedua orang itu yang tidak tahu malu.”
Long Fai menggelengkan kepalanya dan berkata: “Tidak perlu repot-repot untuk menghajar, hanya menggunakan satu jari dia akan kalah.”
Cai Xuansi langsung memuja sangat hebat.. “Puja raja Xiandi...!”
Tapi Long Fai langsung menginstruksi: “Kamu jangan memanggilku seperti itu,”
Cai Xuansi membalas bingung. “Lalu tuan apa yang harus aku lakukan untuk memuji mu...?”
Long Fai mengangguk tersenyum. “Kamu hanya perlu berkata puja kerang ajaib.”
Cai Xuansi masih bingung dengan kata-kata yang dilontarkan oleh Long Fai. Namun karena dia adalah raja yang sangat dihormati akhirnya dia langsung setuju tanpa berpikir.
Kemudian Cai Xuansi bersujud langsung berteriak. “Puja kerang ajaib 3X!”
Long Fai tersenyum dan mengangguk terus-menerus sambil memegang dagu yang tidak memiliki jenggot setelah itu dia menatap ke Mu dan berkata: “Hei.. tua bangka ayo kemarilah Jika kamu ingin menyerangku aku sudah siap sejak dulu..”
Mu Chen yang diejek oleh anak pemuda yang masih ingusan langsung marah. “Bajingan kamu Apakah kamu tidak ada sopan santun kepada yang tua ini..”
“Sopan santun, berlutut, itu tidak berlaku bagiku. Aku hanya berlutut dan berkata sopan kepada orang tuaku tapi karena orang tuaku sudah meninggal tidak ada yang perlu untuk sopan santuni. Bahkan untuk membuat diriku berlutut sudah tidak ada... ayo jika kamu sudah gatal tangannya serang aku..” Kata Long Fai berkata sangat energik.
"Mati kamu nakk...!"
Mu Chen tidak tahan langsung meleset sangat cepat dan hasil lompatan itu, tanah menjadi cekungan yang lumayan dalam.
Mu Yan yang melihat dari kejauhan hanya mencibir diam-diam. Dengan kekuatan ayahnya yang sudah ratusan tahun mencari pengalaman maka untuk mengalahkan bocah kesemek lembut itu sangat mudah sekali seperti minum air.
Karena dia melihat bahwa ketika ayahnya sedang ingin menyerang ke arah Pemuda berpakaian hitam tiba-tiba dia melihat pemuda itu langsung memegang tangan Ayahnya.
Mu Chen juga kaget, begitu serangannya langsung dipegang oleh tangan kosong Long Fai. Dia ingin melepaskan cengkeraman itu. Tapi sepertinya tangan Long Fai sangat permanen untuk mencerahkan tangan dirinya.
Long Fai sementara itu, yang sedang mencengkram tangan Mu Chen hanya tertawa mengejek. “Ckckck sungguh sangat lemah.”
Setelah itu, dia langsung memukul perut Mu Chen menggunakan tangan kirinya.
"Bam!"
"Sikat!"
"Swosh!"
Mu Chen meludah darah sambil terbang tak terkendali sampai menabrak Yu Lo. Tapi sebelum itu walaupun terhempas, Mu Chen langsung melesat tajam ke arah Long Fai untuk menyerang lagi.
"Swosh!"
namun serangan itu hasilnya sama saja, karena pada serangan kedua Mu Chen, Long Fai menendang perut Mu Chen sungguh sangat keras sehingga ada faktur tulang patah di bagian punggung yang sangat keras suaranya.
"Crack!"
"Ahh..!"
Sekali lagi, Mu Chen terhempas lagi. Tapi, hempasan itu lebih jauh daripada yang pertama. bahkan hempasan yang kedua itu sampai merobohkan benda yang dia tabrak.
"Uhuk.."
"Uhuk.."
"Uhuk.."
Mu Chen terbatuk sangat keras tapi lukanya langsung sembuh sekejap mata dia melompat ke atas untuk menggunakan jurus ni bela diri yang dia kuasai sudah bertahun-tahun.
Dia menggunakan jenis seni bela diri dengan teknik tendangan sepak terjang badak 🦏.
Mu Chen yang sudah terbang di langit langsung menatap ke arah Long Fai yang teramat membunuh.
Mu Chen menstabilkan tubuhnya dan berteriak.
"Tendangan Sepak Terjangnya Badak 🦏!!"
Mu Chen setelah mengeluarkan sendi beladirinya langsung di kaki tangan itu mengeluarkan cahaya seperti bulan sakit yang sangat lebar dan panjang.
Long Fai tidak takut sama sekali. Bahkan dia melihat orang di sampingnya yang sedang melihat pertempuran dengan tatapan ketakutan, tiba-tiba Long Fai melihat bahwa di dagu orang itu ada tompel yang cukup lebar.
Di tengah-tengah tompel itu ada satu helai rambut panjang langsung di cabut oleh Long Fai sehingga orang itu merintih kesakitan.
"Ah.. sial. apa yang kamu lakukan..!” Teriak orang itu yang sangat tidak nyaman akibat rambut tompelnya di cabut oleh Long Fai.
Namun sayang, Long Fai mengabaikan malahan dia menjetikan rambut tompel itu ke arah Mu Chen. Hanya sebuah jentikan jari itu, rambut tompelnya langsung berubah menjadi menakutkan.
Bahkan orang yang di sampingnya langsung lupa kesakitan akibat bulu tompel di cabut karena melihat serangan Long Fai menakutkan.