
Bab 109 Kalian Semua Maju
Xia Fei semakin Long Fai marah, semakin dia bersemangat antuk menempel lebih erat. Awalnya dia tidak percaya bahwa Long Fai adalah menantu permaisuri Ho Tu. Setelah dia mengikuti Long Fai ke istana Ratu, akhirnya dia percaya bahwa apa yang di katakan Long Fai itu, sama sekali bukan omong kosong.
Dia juga bertanya-tanya kepada diri sendiri alsan Ho Tu menjadikan Long Fai suaminya apakah lantaran Ho Tu sedang di incar kaisar Ye Fan?
Bahkan Xia Fei sendiri memikir kan sosok Ye Fan sangat lah tidak nyaman, anda mengincar saya, namun karena anda tidak berdaya, anda mengincar permaisuri Ho Tu. Sungguh sangat licik sekali. Apa lagi dia pernah melihat istri Ye Fan yaitu Chi Yao, dia sangat jijik karena Chi Yao berpura-pura lembut.
Tapi ini sungguh menarik dirinya dan Ho Tu menyukai pria yang sama yaitu Long Fai. Xia Fei yang sedang menempel lengan Long Fai tiba-tiba tersenyum tipis.
Huang Xialong sementara itu dia tidak bahagia karena kata-kata Long Fai bahwa perajurit anda sangat lemah seperti sampah.
Huang Xialong berkata: "Tuan Long, jika kamu berani lawan perajurit aku yang sudah terlatih, tapi aku akan mengingatkan dulu ke bawahan aku agar bersikap lembut terhadap kamu Raja Long."
Kata-kata Huang Xialong seperti nada menghina bahakan Long Fai tidak bisa berkata apa-apa. Apakah anda lupa bahwa anda sudah di jadikan karung pasir oleh aku.
"Oke, baiklah... Jika kamu ingin menguji perajurit kepada aku, maka mulailah.." Long Fai mendekati sekawan perajurit didikan Huang Xialong.
Setelah dekat, Long Fai berkata kepada Xia Fei. "Kamu menyingkir dulu, aku akan mendidik bawahan Huang Xialong."
"Tidak mau, aku ingin menempel dan bersama suami.." Xia Fei masih enggan melepaskan lilitan tanganya itu,
"Bajingan wanita ini....!" Long Fai tidak bisa berbuat apa-apa, sekarang pertengkaran Long Fai dan Xia Fei seperti kucing yang sedang ke injak ekornya.
Long Fai tidak berdaya dan memandang perajurit didikanya Huang Xialong: "Baiklah kalian maju satu persatu."
Long Fai setelah berkata, dia mengambil kipas di pinggang kanan. Seandinya Xia Fei tidak menempel seperti lintah, dia bisa leluasa mengambil seruling untuk memukul semua pantat perajurit bawahan Huang Xialong.
"Baik tuang Long, maka berhati-hati lah, karena senjata tidak memiliki mata..!" Sekelompok perajurit berteriak serempak.
"Mulai...!"
"Hiya....!"
Long Fai sedikit serius, dia melihat ada tiga orang dulu yang mencoba mendekat kepadanya. Namun Long Fai sangat tenang, seketika dia membuka kipas hitamnya, dan seketika di ujung kipas itu muncul belati yang sangat kecil seperti jarum paku.
"Swosh!"
Satu orang terkena tebasan kipas Long Fai, bahkan perajurit itu menggunakan armor baja, masih tembus hingga melukai dada perajurit. Dada perajurit itu seketika berdarah. Setelah menebas Long Fai melipat kipas hitam itu dan menyodokan ke arah baju armor baja sampai retak.
"Crack!"
Perajurit itu terpental menyampinng, setelah satu perajurit terjatuh, Long Fai menyerang satunya lagi menggunakan hukum jasa.
"Gemuruhh!"
"Jederr!"
Satu perajurit seketika pingsan, gosong dan kejang-kejang karena tersambat petir.
Sekarang hanya satu yang sisia dia menggunakan kaki kiri untuk menendang batu sedikit besar, alhasil mengenai kaki perajurit itu sampai retak.
"Ahhhhh!" Perajurit yang tersisa dia berteriak kesakitan akibat tulang kaki mengalami retak. Sebenarnya, serangan Long Fai bisa di gunakan dan di lawan sangat mudah menggunakan kultivasinya. Tapi entah kenapa, ketiga perajurit itu, basis kultivasinya tidak berfungsi ketika melawan Long Fai. Apa lagi ini di untungkan dengan Long Fai karena lawan akan menjadi lemah 10 kali lipat dari pada manusia biasa.
Xia Fei yang sedang menempel di lengan Long Fai terpana. Dia tidak tahu apa yang terjadi sehingga tanpa sebab yang jelas, ada petir yang turun langsung dan menyambar perajurit yang sedang melawan Long Fai.
'Apa petir itu di kendalikan oleh Long Fai?' Batin Xia Fei. Dia berkata kepada Long Fai: "Suami apakah petir itu kamu yang melakukan?"
"Hmmm coba tebak." Long Fai tersenyum dan tanpa sadar mencubit hidung Xia Fei. Xia Fei yang sadar akan kelakuan Long Fai langsung berkata nada centil. "Iyaww, sumai sudah berani.."
"Bedebah lupakan.." Long Fai senyumanya mengeras tiba-tiba. Bahkan dia melototi Xia Fei.
Setelah itu, Long Fai memandang perajuri yang tersisa. "Kalian ayo maju...!"
"Baiklah tuan aku maju.., ayo kita lakukan serentak." Semua perajurit maju dan bergegas menyerang Long Fai.
Xia Fei yang sedang memeluk lengan Long Fai, setelah merasa ada intutusi, dia melepaskan lengan Long Fai. Namun bukan berati Xia Fei pergi, malahan dia melompat ke punggung Long Fai layaknya hewan Koala yang begitu erat dan menempel.
Ketika Long Fai menyerang pada saat itu, ada jeritan demi jeritan..
"Pak!"
"Puf!"
"Sring!"
"Ahh!"
"Aduh!"
"Pak!"
"Oww pantat aku sakit!"
"Jeder!"
Para pelayan istanan yang menonton pertarungan ini, sungguh berseru. bahkan para pelayan memandang Long Fai sangat aneh. Karena dia melihat Xia Fei yang menempel erat di punggungnya tanpa Long Fai terbebani.
Tapi yang terlebih bingung lagi adalah Lu Change. Dia sangat bingung, kenapa perajurit yang sudah terlatih bertahun-tahun menjadi amartir dan canggung ketika melawan Long Fai?
"Ini aneh? Apakah perajurit itu hanya berpura-pura di paksa?" Batin Lu Change, dia terus menerus menonton pertandingan.
Satu jam kemudian, semua perajurit menangis. karena di sekujur tubuhnya penuh luka lebam. Bahkan semua perajurit baju setelan bajanya tidak mempan oleh serangan Long Fai.
"Hahah apa kah ada yang masih melawan." Long Fai berkata sambil memandang Huang Xialong.
"Kamu, mungkin ini kalah tapi lain kali aku tidak akan kalah." Huang Xialong muram.
"Hahaha sekarang, besok, bahkan jika kamu menjadi raja, kamu masih sama di mata aku. Kamu hanyalah karung pasir. Jika kamu tidak terima, ayo kamu gunakan kartu as kamu yang paling kuat." Kata Long Fai percaya diri. Menurut Artefak, dirinya sudah tak terkalahkan maka dari itu, anda tidak layak sama sekali di hadapan Long Fai.
"Hiiisss baiklah jika kamu yang ingin kan.." Huang Xialong mendesis dia mengeluarkan dengusan dari hidungnya.
"Hiyaaaaa!"
Huang Xialong menjerit, seketika dalam pandangan orang yang melihat, aura Huang Xialong sangat ganas.
"Roar!"
Huang Xialong mengeram, di kepala Huang Xialong ada cahaya merah yang berbentuk tanduk muncul.
Garis leluhur bison kuno aktif sehingga kekuatan Huang Xialong mengamuk. Ho Tu yang berada di dalam istana cemberut. Dia langsung keluar seketika merasakan energi membunuh yang tidak jauh tempatnya.
"Hahaha Long Fai ini adalah garis keturunan bison kuno. menurut rumor jika basis kultivasi di tingkatkan, maka garis keturunan ini jika di aktifkan aka bisa meruntuhkan benua dan gunung. Long Fai kamu harus bangga karena kamu melihat jurus yang akan aku gunakan untuk mendidik kamu." Huang Xialong, dia tertawa muram dan menejek. Bahkan suaranya sangat berat.
Namun pandangan Long Fai dia melihat Huang Xialong seperti dia sedang menahan berak dan sangat jelek untuk di pandang.
"Baiklah.. Lakukanlah sesuka kamu..!" Kata Long Fai masih meremehkan.
Huang Xialong yang melihat Long Fai masih meremehkan dirinya langsung marah dia sosoknya menghilang langung. Namun hilangnya Huang Xialong, meninggalkan retakan tanah yang sangat luas.
Namun upaya itu sama saja, Long Fai kepalanya menghindar ke kiri sangat tenang. Setelah itu, dia menampar lagi.
"Pak!"
"Aduh!"
"Puf!"
Sekarang Huang Xialong terpental lusinan meter dan langsung tidak sadarkan diri.
"karung sampah tetap lah karung sampah itu hanya bisa di olah untuk mengaduk bangunan." Kata Long Fai sambil menatap berbinar.