Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Berani Menghina Kami


Bab 411 Berani Menghina Kami


Long Fai juga melihat para penduduk begitu sangat antusias. Kemudian Long Fai di manapun wajahnya berhadapan dengan para penduduk tentu saja saling menyapa dan mengangguk.


Long Fai tanpa berlama-lama langsung mendekati tanaman padi.


“Tanaman ini, akan dipanen ketika 1 bulan lagi kalian para pendudukku Apakah sudah mengetahui? Sebagian ketika tanaman padi ini dipanen kalian mengambil untuk keperluan sehari-hari setelah itu, tanaman padi yang tersisa kalian jual di kerajaan sebelah.”


“Ketika kalian sudah menjual kami hanya mengambil 30% dari penghasilan kalian apakah setuju?” Long Fai menjelaskan kepada penduduk yang sedang berada di sampingnya dengan mengambil 30% dari penghasilan pertanian itu juga sudah lumayan.


Untuk 70% langsung dibagi sama rata kepada penduduk setempat.


Begitu para penduduk setelah mendengar pidato dari Long Fai, seketika semuanya langsung terkejut 70% untuk dibagikan ke semua orang itu juga terlalu besar sehingga ada salah satu penduduk langsung berkata kepada Long Fai karena jumlah pembagian hasil terlalu besar sehingga tidak enak.


“Tuan, walaupun kami telah dibantu Tapi ini juga terlalu berlebihan? kami mengambil 70% dari hasil pertanian sedangkan pihak kerajaan, hanya mengambil 30% Apakah ini tidak berlebihan Tuan?”


Sementara itu, mendengar usulan dari salah satu penduduk Long Fai hanya tersenyum lembut dan menjelaskan. “Itu sudah cukup bagiku, dengan 30% kami pihak Raja bisa menghidupi keperluan sehari-hari.”


Orang yang tadi telah mengajukan pertanyaan kepada Long Fai, seketika langsung berlutut sangat berterima kasih kepadanya. Satu orang berlutut akhirnya ada yang ikut berlutut. Sehingga tanpa disadari, semua penduduk berlutut berterima kasih kepada Long Fai.


Kemudian, setelah melihat bagian dari kerajaan Naga Azhure Distrik Orc, Long Fai langsung terbang untuk menjelajahi bagian tertentu dari kerajaan yang baru ini.


Dari satu wilayah ke wilayah lainnya para penduduk begitu melihat tampang Long Fai, hanya ada satu yaitu tampan tidak ada yang lebih tampan daripada Raja sendiri.


Ketika Long Fai sudah menjelajahi semuanya, dia berkata kepada Fumei.


“Fumei aku ingin menjelajah di kerajaan sebelah kamu tunggu di sini dan urusi wilayah ini.” Long Fai meminta Fumei untuk sementara waktu untuk menjaga wilayah barunya.


Kenapa Long Fai tidak membiarkan Fumei untuk mengikutinya? Jawabannya sangat simpel karena Long Fai tidak ingin ada masalah. Apalagi jelas-jelas Fumei bukan wanitanya.


Untuk Long Fai jika berjalan-jalan sendiri itu menyenangkan Kenapa tidak?


Sebelum pergi menjelajahi kerajaan sebelah, Long Fai menanyakan kepada Fumei Siapa raja iblis yang telah membantai suku orc tersebut.


Setelah Fumei memberikan kabar bahwa raja iblis yang telah memusnahkan sukunya adalah dari Kerajaan Shin.


Kerajaan Shin memang berbatasan langsung dengan wilayahnya sehingga untuk menginvasi sangat mudah dan tidak perlu mengeluarkan biaya yang lebih.


Karena itulah Long Fai memutuskan untuk pergi ke kerajaan Shin ntar lebih dahulu untuk melihat situasi dan geografis kebiasaan penduduk di sana.


Dari penjelasan Fumei, kerajaan Shin sangatlah homogen banyak ras yang tercampur-campur tapi kebanyakan suku manusia lah Yang menjadi tertindas walaupun tidak semuanya.


Kemudian Long Fai berjalan di kehampaan sehingga dari pandangan Fumei, walaupun Long Fai berjalan di udara seperti biasa namun sepertinya Long Fai berjalan sambil menembus ruang dan waktu.


Fumei yang melihatnya tentu saja hanya menggelengkan kepalanya. Untung saja Long Fai adalah seseorang raja yang baik hati apalagi kekuatannya yang sangat kuat. Dia hanya tidak bisa memikirkan: Jika saja dia adalah raja yang jahat, mungkin saja semua dunia akan kacau balau akibat Long Fai.


Kemudian setelah sudah tiba di tempat keramaian, mata Long Fai hanya tertuju lurus kepada semua makhluk yang sedang berlulu lalang. “Di sini, sepertinya aku sedang memasuki fantasi yang nyata karena banyak berbagai suku yang telah bercampur-campur dan berbaur. Jika di dunia Naga satu Suku adalah satu kerajaan tapi di sini adalah bercampur-campur.”


“Ini sungguh keren dan sangat menarik.”


Kemudian Long Fai karena pakaiannya sangat sederhana berwarna hitam keberadaannya akhirnya tidak disebutkan seperti lalat.


Menurut Long Fai, semua penduduk di sini sungguh sangatlah ramah semua. Penduduk di sini sungguh sangatlah ramah dan sepertinya juga memiliki wajah yang berseri-seri.


Akan tetapi, mungkin saja penduduk itu hanya menatap ramah kepada orang yang terpandang.. Jika kepada manusia rendahan atau makhluk yang rendah mungkin saja mereka semua banyak langsung membully dan menghina.


Long Fai langsung menelusuri berbagai tempat dengan hati-hati untuk melihat bagaimana situasi yang sedang di tempat ini.


Dari pengamatan Long Fai, semua penduduk di sini sedang mengeluh Karena tiba-tiba tanpa diketahui dari para budak dan makhluk rendahan dengan ajaibnya sudah menghilang entah dari mana sehingga tiba-tiba keadaannya menjadi kacau.


Jalan-jalan yang biasanya dikerjakan oleh para tukang sekarang tidak ada. Bahkan ada satu penduduk yang merasa kehilangan kepada pengemis yang selalu setiap hari datang ke sini tapi sekarang pengemis itu sudah menghilang secara aneh.


Semua warga bertanya kepada diri sendiri. Sebenarnya apa yang telah terjadi kenapa semua menghilang.


Long Fai tentu saja tahu bahwa menghilangnya penduduk rendah kan akibat diculik oleh mayat hidup dan dijadikan sebagai penduduk asli dari kerajaan yang baru.


Ketika Long Fai sedang berjalan sangat ringan tiba-tiba ada penduduk yang melihatnya Dan menganggap bahwa Long Fai adalah budak dari kerajaan Shin.


Suku itu berkata kepada Long Fai. “Hei kamu Bajingan rendahan! Kemari! Capat !"


Long Fai seketika wajahnya menjadi cemberut. benar saja apa yang Long Fai pikirkan, penduduk di sini hanya ramah kepada orang yang terpandang tapi jika kelas rendah mereka semua tidak segan-segan untuk menghina dan membully.


Long Fai langsung pura-pura mendekatinya dengan tatapan polos. “Halo Tuan ada yang bisa aku bantu kenapa Tuan berteriak?”


“Banyak omong kosong! Kamu budak cepat beresin jalan-jalan ini yang berantakan!" Suku yang memiliki empat mata memarahi Long Fai.


Seketika Long Fai wajahnya jelek dan berkata terus terang, “Maaf Tuan, aku bukanlah budak tapi aku adalah seseorang musafir dari kerajaan sebelah mohon maaf jika kata-katamu membuat aku tersinggung.”


“Humpp, aku tidak percaya bagaimana mungkin ada seseorang musafir yang memiliki baju seperti itu, sungguh mustahil cepat brengsek lakukanlah apa yang aku minta jika tidak akan aku bunuh kamu!” pekik suku mata empat.


“Kamu ingin membunuh ku,” ucap Long Fai tiba-tiba matanya menyipit tajam seperti iblis sehingga tanpa disadari suku yang memiliki mata empat seketika mundur tempat langkah dan terjatuh.


“Kamu....” Makhluk mata empat ingin mengeluarkan suaranya tapi sepertinya tiba-tiba suara itu langsung terkunci sehingga hanya suara nafas saja yang keluar.


Long Fai langsung mendekatinya dan mencekik leher makhluk tersebut.


“Cepat, aku sedang menunggu bagaimana kamu ingin membunuhku.” Kemudian, cengkraman tangan Long Fai langsung ditambah kuat sehingga makhluk itu tidak bisa bernafas.