
Bab 614
Hong Shihuang setelah mematahkan lengan satu kelompok dari Gou Jiang, akhirnya sedikit menghilangkan rasa khawatir. Setelah itu pemuda yang patah lengan, menatap ganas ke Hong Shihuang.
“Kamu sepertinya tida seperti dulu yang begitu pengecut. Sekarang aku mengharagai keberanian mu!” Dia meminum obat yang bahkan Hong Shihuang tidak mengetahui jenis obat tersebut.
Setelah obat itu memasuki kedalam tubuh, darah yang menetes akibat remasan tangan Hong Shihuang seketika berhenti dan tulang-tulang yang retak kembali seperti semula.
Hahaha!
Di tertawa dan mencoba menyerang Hong Shihuang dengan amarah yang sangat tinggi, tidak lupa Gou Jiang beserta yang lain mencoba menyerang secara bersamaan agar Hong Shihuang lumpuh seketika tidak berkutik.
Genggam tanganmu!
Tanpa disadari ada sedikit bisikan initusi yang keluar tiba-tiba dari pikirannya, sehingga tanpa berpikir, Hong Shihuang menggegam tangan.
Setelah melihat sekumpulan murid geng Gou Jiang mendekati ke arah Hong Shihuang tiba-tiba ada suara hati yang berbicara.
Putarkan pinggang beserta kali kanan ke kiri!
Hmmm! Hong Shihuang tidak pikir panjang langsung memperagakan bisikan hati sehingga setelah sekumpulan geng Gou Jiang mendekati, tiba-tiba kaki itu yang sudah membuat gerakan tiba-tiba berkilau emas.
Bang!
Engah!
Seluruh murid beserta Gou Jiang meninggal dan mereka semua berubah menjadi sekumpulan daging yang sudah terpisah-pisah.
Kepala Gou Jiang menatap Hong Shihuang dengan ngeri, dia tidak tahu bagaimana Hong Shihuang menjadi sangat menakutan. Tapi dia sungguh sangat menyesal karena tidak memiliki mata untuk melihat kebenaran.
Hong Tianyi menatap Hong Shihuang dengan bodoh. Dia tidak tahu bahwa Hong Shihuang sangat keren hari ini. Dia pikir Hong Shihuang sudah diberikan teknik oleh master Bai An, sehingga Hong Tianyi berlari dan menepuk bahunya, “Oi ... Kamu sudah diberikan tekinik oleh master? kenapa kamu tidak memberitahu kepada aku?”
Hong Shihuang menggelengkan kepalanya, “Aku belum diberikan ketrampilan oleh master Bai An. Tiba ketika geng Gou Jiang menyerang, ada suara hati dalam benaku untuk melakukan gerakan tersebut. Pada akhirnya aku memperagakan sehingga aku berhasil membunuh Bajingan itu hanya sekali sepak.”
Hong Tianyi berbisik, “Apakah master Bai An secara diam-diam mengirim ketrampilan lewat pikiran?”
“Hmmm ... bisa jadi.” Hong Shihuang mengangguk.
Setelah itu, Hong Shihuang dan Hong Tianyi mendekati ke Bai An.
”Terimakasih karena master sudah memberikan arahan tekinik. Jika master tidak memberikan, arahan kepada Hong Shihuang, mungkin dia akan babak belur karena dipukuli.” Hong Tianyi membungkuk.
“Jangan bercanda kalian, aku tidak pernah memberikan arahan kepada saudara mu! Mungkin dia mendapatkan hidayah dari tuan ku.” Bai An menatap mereka berdua dengan sungguh-sungguh.
Hong Shihuang dan Hong Tianyi terkejut. Ternyata master Bai An sebenarnya memiliki Tuan. Lalu, jika Bai An sudah sangat kuat dan sangat mengerikan, bagaimana dengan kekuatan tuanya?
Memikirkan ini, dia gemetar karena sangat bersemangat. Sepertinya memeluk paha Bai An adalah takdir yang sudah ditentukan.
“Biklah ada hal yang ingin aku lakukan, jika kalian ingin melihat tuanku, ayo ikutlah dengan ku untuk pergi ke suatu tempat.” Bai An tersenyum.
Mereka berdua sungguh sangat senang dan sangat bersemangat. Langsung membersihkan patung kecil kedalam keranjang dan totalnya ada tiga keranjang. Masing-masing membawa satu keranjang.
Hanya saja ketika mereka sudah membereskan patung-patung kerajinan yang dilakukan oleh Bai An, tiba-tiba ada satu wanita yang berpakaian coklat panjang dengan menatap patung kecil itu dengan mata yang lurus.
Otomatis Bai An dan dua lainnya langsung berhenti untuk berkata kepada wanita tersebut. “Nona terkasih, Apakah Nona ingin membeli kerajinan patung kecil ini?” tanya Bai An sopan.
“Patung ini sungguh sangat jelek, tapi aku entah kenapa sungguh sangat ingin membelinya.” wanita itu mengerutkan dahi.
Pfff!
Begitu kata-kata itu diucapkan, Bai An seketika ingin muntah darah. Walaupun dirinya sudah mengaku bahwa kerajinan yang dilakukannya masih kalah jauh dengan Long Fai, tapi Entah kenapa kata-kata wanita tadi sungguh sangatlah kejam.
Wanita itu sungguh tidak berperasaan berkata tanpa pikir panjang!
“Uhuk! Nona walaupun patung ini sangat jelek tetapi memiliki efek magis yang bisa mengusir hantu.” Bai An memegang hidungnya karena malu terusan dia mengambil patung Budha kecil dan diserahkan kepada wanita itu.
“Pembohong kamu dasar pembohong!” Wanita tersebut tersenyum dan terkekeh tetapi tangannya meraih patung Budha kecil itu yang diserahkan oleh Bai An.
“Nona tidak ada gunanya untuk berbohong. barang ini adalah barang yang bagus walaupun ukirannya sangat kasar dan sangat buruk. Tapi Saya berjanji bahwa patung yang saya serahkan kepada Nona bisa mengusir roh hantu dan sebagainya.” Bai An menjelaskan dengan sangat hati-hati agar wanita itu bisa percaya dengan kata-katanya.
”Humpp! Lantas jika apa yang dikatakan olehmu itu hanyalah sebuah kebohongan apa yang harus dilakukan?” Wanita itu menatap lurus ke Bai An.
“Saya akan bersumpah kepada Dewa langit jika saya mengatakan kata yang tidak sesuai apa yang diharapkan, tentu saja lanjut akan luka dan saya akan sangat rapat Desember petir selama 100 tahun.” Bai An bahkan untuk Desember petir tidak takut sama sekali, tentu saja akan meminta pertolongan kepada Long Fai.
Karena baginya Long Fai sudah melebihi keberadaan dari dewa-dewa itu sendiri.
Wanita itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, cuma karena hal patung biasa seperti ini dia bisa bertaruh dengan membawa-bawa sumpah Dewa.
Karena penjual kerajinan patung kecil itu berani bertaruh seperti itu, akhirnya wanita tersebut langsung membeli dengan mengatakan beberapa harganya.
“Nona untuk satu patung ini, dihargai satu emas dan satu koin perak." Bai An berkata dengan sopan.
Engah!
Sekarang pergantian wanita itu yang muntah darah, setelah mengetahui harga dari patung yang sangat jelek itu.