
Bab 294 Kultivasi Ganda
Cai Xuansi di telanjang sangat ganas oleh Wu Mengchen. Bahkan Wu Mengchen langsung menciumi mulut Cai Xuansi sehingga dia tidak bisa bernafas.
“Sial.. apakah kamu terlalu ganas aku tidak bisa bernafas..” Cai Xuansi cemberut tak berdaya.
“Lihatlah tubuhku yang menawan ini, aku sudah tidak tahan cepat peluk aku belai aku... ah..” Wu Mengchen menatap ke arah Cai Xuansi di atasnya sangat menawan.
Kemudian ketika Wu Mengchen sedang berpose di atas tubuh Cai Xuansi, dia menggesek Cibay itu dengan Tintin yang masih tertidur.
Kemudian Wu Mengchen berkata lagi: “Cepat pegang kedua gunung ku, dan hilangkan perasaan panik karena di sini berada di hutan jangan khawatir jika ada yang ngintip, karena aku terkena batu pelepas perawan, jika tidak di obati maka akan mati dalam kegilaan yang tidak terpuaskan. Ah.. ahh.. cepat tolong aku..”
Kata-kata mati yang telah di dengar oleh Cai Xuansi, akhirnya dirinya menatap ke arah Wu Mengchen penuh keseriusan.
Ini benar Wu Mengchen wanita cantik dan meminta lekuk tubuh yang bagus apa salahnya Anda tidak mencicipi tubuh yang panas ini, walaupun tubuh ini sudah menjadi janda tapi itu tidak masalah.
Dan ada satu hal kenapa Cai Xuansi akhirnya mau ingin menikmati tubuh Wu Mengchen karena dia dari pertama melihat wanita itu, dia sudah menebak bahwa Wu Mengchen memiliki perasaan sepesial terhadap dirinya.
Jadi apasalahnya mencoba mencicipi tubuh Wu Mengchen yang sangat panas itu, untuk memproklamasikan bahwa kedua orang itu mencapai titik hubungan yang tidak di ganggu gugat.
Akhirnya Cai Xuansi melukai menikmati tubuh Wu Mengchen dan dia mulai memainkan gunung kembarnya itu yang terus menerus mengeluarkan air putih ke badannya. Bahkan saat ini Wu Mengchen tiba-tiba tersenyum kegirangan karena dia merasa ketika sedang menggesek kan itunya di Tintin Cai Xuansi tiba-tiba, Tintin itu mulai bangun langsung mengeras.
Bahkan dia sedikit terpana dan tidak percaya karena ketika itunya bangun menjadi sangat perkasa dan besar.
“Ahhh bagus suami.. cukup besar.. aku sudah siap dan tidak tahan ayo mari kita mulai dan memasukan itunya untuk melengkapi.” Akhirnya Wu Mengchen berkata suami, karena dia sudah paham setelah detik pertama dia memamerkannya tubuhnya dalam keadaan telanjang kepada Cai Xuansi, detik ini juga dan hati ini juga dia sudah sepenuhnya menjadi wanita penurut bagi Cai Xuansi sehingga sekarang tanpa basa-basi memanggil Cai Xuansi dengan sebutan Suami.
Akhirnya Tintin itu memasuki daerah lobang yang penuh lendir dari Wu Mengchen dengan tanpa perlawanan.
“Ahhh suami ini sungguh sesak..!” Wu Mengchen menjerit penuh keserakahan.
Akhirnya mereka berdua saat ini memasuki hubungan musim semi dengan sangat bergairah.
Tentu saja dengan efek batu merah melepas keperawanan akan menghilang setelah satu hari berlalu sehingga sebelum satu hari maka Wu Mengchen masih dalam keadaan bergairah.
Sehingga walaupun Cai Xuansi dan Wu Mengchen sudah melewati masa kritis tapi masih bergairah selalu meminta lagi dan lagi.
Sudah lusinan kali mereka berdua memasuki masa kritis masih berlanjut sampai Efek itu sudah hilang. Bukan hanya itu saja karena efek batu merah itu, Wu Mengchen menjadi sangat ganas Dia meminta memasukkan berbagai lubang.
Seperti mulut alat vital dan lubang bagian belakang dia sudah dirasakan semua.
Dari pagi sampai malam dia tidak berhenti, sampai menjelang pagi efek ajaib batu pelepas keperawanan akhirnya hilang, dan mereka berdua saling berpelukan sangat erat tanpa busana dan di sekitarnya banyak cairan lengket yang terciprat di dinding Gua dan di tempat lainya.
“Tidak Tintin ku sungguh sangat sakit, ini gila tidak pernah selama satu hari..” Cai Xuansi ingin menangis tanpa air mata, tapi dua detik kemudian tiba-tiba raut wajahnya mengeras karena terkejut.
"Ehh.. sudah sembuh?” Cai Xuansi bingung karena dengan cepat Tintin yang bengkak sudah sembuh dengan kecepatan mata telanjang.
Akhirnya dia ingat bahwa dirinya adalah sama seperti penduduk Naga Azhure yang memilih kelebihan masing-masing sehingga dia akhirnya baru sadar bahwa, jika dia melakukan sekali lagi satu Minggu hubungan musim semi bersama Wu Mengchen itu tidak masalah.
Tapi dia juga merasakan rasa sakit yang amat luar biasa di bagian mulut alat vital dan di lobang bokongnya karena ketika dia sedang dalam pengaruh batu pelepas keperawanan dia begitu menjadi ganas dan extrim.
“Kita sama-sama merasakan kesenangan dan kesakitan...” Wu Mengchen tak berdaya bahkan ketika dia sedang berbicara, suaranya tidak terlalu jelas, karena efek mulut kebas dan bengkak akibat terlalu bersemangat memasukan Tintin yang sangat besar kedalam mulutnya dengan semangat.
Cai Xuansi menoleh ke arah Wu Mengchen dengan perhatian dia langsung memeluk tubuh harum Wu Mengchen agar saling berhadapan, sehingga Wu Mengchen tiba-tiba merasakan kesakitan di bagian bokong dan Cibay nya bahkan sampai berdarah.
"Ahh sakit...!"
Tapi langsung di intruksi oleh Cai Xuansi. “Kamu diam, Sekarang kamu menjadi wanita ku karena penyebab yang konyol, mau kah kamu menjadi wanita ku selamanya?"
“Tidak kusangaka akan memiliki suami yang memiliki umur masih bocah.” Wu Mengchen tersenyum tapi dia juga menahan rasa sakitnya.
“Baik, karena kamu menerima aku sebagai pasangan ku, terlepas apakah kesenjangan umur kamu dan aku berbeda jauh, itu tidak masalah.”
“Karena aku adalah bagian Naga Azhure, ketika kamu menjadi wanita ku di anjurkan kamu ikut ke kubu ku. Apakah kamu mau?”.
Wu Mengchen sebenarnya masih ragu-ragu untuk ikut kubu Naga Azhure. Tapi dia juga tidak menolak karena Cai Xuansi berasal dari Naga Azhure sehingga dia mengangguk kepalanya.
"Hmm!"
Akhirnya setelah setuju, Cai Xuansi langsung memeluk sangat erat sehingga Wu Mengchen kesakitan meminta untuk tidak memeluk terlebih dahulu.
Tapi sayangnya dia sepertinya tidak menggubrisnya malahan bertambah erat pelukannya.
Cai Xuansi mempunyai ide untuk menyembuhkan bagian sakit dari Wu Mengchen yaitu dengan melakukan hubungan intim lagi. Karena Wu Mengchen sudah mengikuti kubu Azhure mungkin saja, ada efek ajaib setelah menjadi kubu bagianya.
Wu Mengchen tiba-tiba waspada dengan sifat berbeda dari Cai Xuansi sehingga dia menahan sakit sambil berkata: “Suami apa yang kamu lakukan.”
“Aku akan menyembuhkan rasa sakitmu, tapi sebelum itu kamu memohon dengan tulus kepada Long Xiandi agar rasa sakit itu sembuh.” Kata Cai Xuansi.
Namun sayangnya Wu Mengchen tidak memahami sehingga dia tanpa sadar langsung di terkam oleh Cai Xuansi sehingga langsung mersakan rasa sakit yang amat hebat ketika Tintin itu memasuki gua surgawi miliknya.
“Ahh... suami.. ini sungguh sakit.. berhenti aku sepertinya ingin mati.. tidak...!” Wu Mengchen menjerit putus asa.
Tapi Cai Xuansi terus menerkam dan berteriak kamu memohon dengan sungguh-sungguh kepada Long Xiandi mesti ada hal ajaib.
Wu Mengchen sambil memejamkan matanya bahkan dia merasa bahwa darahnya keluar banyak seperti mata air. Namun dia masih setuju untuk setuju memohon sangat khusyuk kepada Xandi.
Hanya membutuhkan 1 menit tiba-tiba otak Wu Mengchen seperti di hantam kekuatan agung dari langsung, dan dia sepertinya mendengarkan suara agung yang menggema di pikirkan sehingga dia sepertinya menemukan teknik kultivasi yang sangat canggih yaitu, teknik Kultivasi ganda.
Seketika Wu Mengchen menggertakan giginya dan langsung menggunakan teknik-teknik itu seketika rasa sakit itu berhenti di gantikan rasa kesenangan, bahkan luka-luka sembuh dengan kecepatan mata telanjang.
Kulit-kulit Wu Mengchen berubah bertransformasi menjadi peri.