
Bab 589 Shopana Luminas
“Dasar anak terkutuk! Lebih baik aku siksa kamu dari pada mati! Aku tidak akan membiarkan kamu mati dengan mudah!"
“Kamu memiliki ibu jalangg, sungguh membuat keluarga kami tidak memiliki wajah untuk melihat! kelahiran kamu sebenarnya menjadi aib!”.
“Rasakan pisau ini! Hahah lebih baik aku menyiksa mu dan tidak mengijinkan kamu bunuh diri hahahha!"
Sring!
Sring!
Plak!
Suara cambukan dan pukula demi pukulan sudah dua rasakan selama 25 tahun. Dia sungguh sangat muak berharap untuk bunuh diri tetapi tidak bisa bunuh diri.
Dia menangis dalam keputusasaan yang sangat dalam dia ingin terlahir di rahim seseorang pelacurr. Jika bisa memilih sungguh ingin menjadi manusa normal.
"Tidak siapapun bunuh aku, aku ingi mati!"
Dia melihat menggunakan mata sebelah yang masih utuh bahwa ada putra kadipaten kedua menancapkan besi panas dibagikan mata satunya yang masih utuh sehingga langsung berteriak.
“Tidak... siapapun bunuh aku! Aku sungguh kesepian! Ahhh!”
Seketika pada saat itu, tiba-tiba wanita yang tak lain anak pertama dari kadipaten Hill, beranjak bangun dan wajahnya masih teremor karena trauma selama 25 tahun.
Long Fai yang melihat di samping, sungguh menelan ludah, dia merasakan rasa sakit seperti pisau menyayat hati. Sehingga langsung memeluk tubuh wanita itu agar mendapatkan kehangatan.
Tetapi Long Fai menemukan bahwa ketika wanita itu sedang dipeluk, dia memberontak dan sungguh ketakutan.
“Kamu jangan siksa aku! Lebih baik bunuh aku secepatnya tidak! Ahh! Ahh!"
“Tenang! Kamu aman tidak ada seseorang yang bisa menyiksa kamu lagi, kamu bersabarlah!” Long Fai mencoba mendekatinya tetap wanita itu sungguh ketakutan setengah mati.
Long Fai langsung menggunakan gelar dewa suara sehingga tiba-tiba setelah nasehatnya, barulah wanita itu sedikit tenang sehingga ketakutan yang menghantui, kembali pulih seperti semula. Alhasil dia menyadari bahwa pandangan sekarang sedikit luas tidak seperti hari kemarin.
Alhasil, dia tanpa sadar langsung meraba wajahnya dan menemukan bahwa wajah yang separuh sudah hancur tiba-tiba sudah kembali seperti semula. Bahkan dia melihat seluruh kulit tidak ada bekas beri siksaan yang terakumulasi selama 25 tahun.
Dia juga baru menyadari bahwa dirinya sudah dipindahkan ke tempat yang berbeda yang menurutnya sungguh sangat asing.
“Kamu sudah tenang, aku bukan bangsawan tetapi hanyalah manusia biasa yang kesehariannya menanam bunga dan membersihkan ladang.” Long Fai tersenyum dan memberikan minuman teh untuk diberikan kepada wanita itu.
Entah kenapa setelah terkena efek dewa suara, wanita itu sungguh sedikit tenang dan rasa kekhawatiran yang telah dihantui selama ini sedikit ringan.
Long Fai melihat dia mengambil minuman teh dan menyeruput. Seketika matanya bercahaya dan menangis lagi.
“Oi.. Oi.. jangan menangis lagi, minumalah aku tidak jahat." Long Fai kaget dia langsung mendukung agar wanita itu tidak menangis lagi.
“Perkenalkan nama ku Long Fai. Aku adalah calon suami kamu. Ngomong-ngomong, siapa nama kamu." Long Fai narsis tanpa berbasa-basi.
“Kamu jangan takut, aku orang yang baik.” Long Fai tidak bisa berbuat apa-apa. Mungkin saja membutuhkan waktu untuk meluluhkan hati yang sudah mati rasa akibat kengerian di masa lalu. Akhirnya dia meninggalkan Shopana langsung keluar dari rumahnya.
Long Fai menunggu keluar untuk memastikan bahwa keluarga Luminas, mungkin tidak akan tinggal diam, dia kemungkinan akan mengambil Shopana.
“Aku menunggu di sini, karena gadis malang itu akan dalam bahaya. Dia belum mewarisi kekuatan Taiko seperti ke tujuh wanita ku,” guman Long Fai. Untuk memberikan kekuatan yang sangat dahsyat, Shopana harus memberikan hati kepadanya dan dia harus benar-benar mengakui bahwa dirinya calon suami.
Walaupun Long Fai sudah saya yakin dia akan menjadi wanitanya entah kapan berlalunya hari, tapi itu tidak masalah selagi dia menjadi wanitanya pada akhirnya.
Tiba-tiba dari kejauhan ada pembunuhan bayaran yang sedang mengincar nyawa Long Fai.
Dia menggunakan tongkat sihir sehingga pada saat saat, ada asap gelap yang melesat untuk menyusup masuk kedalam tubuh Long Fai.
Hanya saja pada saat itu juga tiba-tiba dengan kecepatan mata telanjang, awalnya yang cerah langsung berubah menjadi mendung membentuk awan yang sangat menakutkan langsung mengeluarkan petir yang sangat dahsyat langsung menyebar sekawan pembunuhan bayaran itu.
Klarak! Jeder!
Bom!
Saat ini Long Fai yang sebenarnya ingin membakar daun-daunan yang kering tiba-tiba menemukan bahwa langitnya sudah menjadi mendung sebentar lagi akan turun hujan.
Long Fai mengerutkan keningnya karena sungguh sampai dia memasuki dalam untuk berlindung dari air hujan.
”Sial tiba-tiba hujan, jika seperti itu, selimut yang aku bersihkan tidak akan kering,” guman Long Fai sambil berjalan kedalam rumah.
Kemudian Long Fai memasuki kamar telah dimana Shopana sedang duduk diatas kasur.
“Aku membawakan buah-buahan untuk mu, ini berguna untuk nutrisi didalam tubuhmu. Ayo makanlah, jangan memikirkan hal yang mengerikan seperti itu.” Long Fai membujuh sambil menaruh buah apel dan persik.
“Kenapa kamu menolong aku, apakah kamu tidak tahu bahwa aku adalah bangsawan?” Shopana matanya menyipit.
“Karena aku ingin menjadikan kamu sebagai istri ke delapan.” Long Fai mengangguk dengan tenang.
“Kamu apakah memiliih orientasi yang aneh, aku adalah bangsawan, tidak mungkin juga menikahi dengan manusia biasa,” ucap Shopana sambil menggelengkan kepalanya.
“Terus jika aku manusia biasa, apakah kamu akan hidup aman seperti sekarang. Oh ya aku ingin membicarakan masalah ini, kamu tidak perlu berpatokan dengan hukum para bangsawan jahat itu. Dengan kamu menjadi istri ku, kamu akan hidup bahagia melebihi para bangsawan," tegas Long Fai.
“Sepertinya hatiku sudah mati rasa,” guman Shopana sambil mengejek kepada diri sendiri.
Long Fai menggelengkan kepalanya langsung menarik pergelangan tangannya langsung membawakan dia keluar dan terbang untuk pergi ke Artefak nomor satu.
“Apa yang kamu lakukan," teriaknya sungguh ketakutan karena masih ada sedikit trauma.
Tetapi, ketika dia terbang keatas langit, tiba-tiba pandangannya berubah total. Sekarang sudah digantikan penglihatan yang sangat membuka mata.
“Aku dimana ini!” Shopana sedikit tercengang walaupun masih siaga takut Long Fai menikamnya.