Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Murong Ruyue


Bab 164 Murong Ruyue


Di malam hari di samping istana penguasa Phoenix Es, seharusnya semua penjaga atau para murid sudah memasuki ke kamar tempat masing-masingnya.


Tapi, tiba-tiba ada wanita yang sangat anggun berpakaian baju putih dengan wajah yang sangat dingin sedang di luar istana itu wanita ini, sedang berjalan mengarah ke tempat pemandian air panas.


Wanita itu tidak merasakan jejak cultivasi Long Fai yang sudah menenggelamkan tubuhnya di kolam air panas itu. Karena masuk akal juga sebagai kultivasi yang sangat rendah tentu saja tidak akan begitu mudah terlacak.


Setelah 2 meter dari pemandian air panas wanita itu melepaskan semua bajunya sehingga benda seperti salju yang berkembang sangat besar terlihat oleh mata telanjang. Bahkan ketika dia sedang berjalan gunung itu bergetar-getar sangat memukau.


Wanita itu memasukkan tubuhnya ke dalam pemandian air panas dan dia menyadarkan tubuhnya ke batu kecil. setelah itu dia memandang ke atas langit sambil melihat gemerlapnya cahaya bintang yang sangat istimewa.


Hanya berapa menit dia menghela nafas.


“Sudah hampir ratusan tahun tapi aku tidak bisa melupakanmu aku mengira bahwa kamu sudah belum mati untuk meninggalkanku selamanya.”


Wanita itu tidak berdaya mengingat di masa lalu ketika dia sedang melakukan mandi di air panas ini dia kebetulan melihat pemuda yang tidak sengaja melewatinya.


Walaupun pemuda itu tidak memiliki kekuatan tapi menurut baginya dia adalah pemuda yang sangat menarik ceria dan sangat jujur.


Awalnya ketika dia baru pertama lihat ingin sekali membunuhnya karena berani sekali mengintip dirinya yang sedang mandi. Namun entah kenapa berlalunya waktu tiba-tiba yang tadinya ada jejak perasaan benci menjadi rasa cinta.


Dengan jejak perasaan cinta akhirnya setiap malam dia datang menemui pemuda itu yang sedang mandi di kolam temen air panas ini.


Terkadang pemuda itu sengaja membawakan sepotong daging untuk dimakan bersama-sama. Sampai seminggu sudah berlalu kedua orang itu setiap malamnya berkencan di kemudian air panas.


Tapi, ketika wanita itu di malam hari dan ingin menemui pemuda berumur 10 tahun nan, tiba-tiba mata itu langsung melotot tajam ke arah depannya.


Seseolah tidak percaya apa yang dia lihat di depan matanya karena dia melihat pemuda itu sudah tewas dengan menyisakan kepala dan badan sebagai kanan.


Badan sebagai kiri sudah di lumatt habis oleh monster Serigala raksasa.


Dengan Tatapan yang sangat dingin akhirnya wanita itu membunuh monster serigala itu hingga mencabik-cabik hingga menjadi potongan kecil.


Wanita itu menatap ke arah Pemuda yang masih matanya membuka sambil melihat ke atas langit tanpa ada jejak vitalitas kehidupan.


Dia meraih kepala itu sambil meraung ke atas hingga berapa menit. entah kenapa dengan peristiwa itu akhirnya dia membangunkan bakat Phoenix yang sangat menentang surga sehingga membekukan wilayah ini sampai ribuan mil.


tentu saja akibat ulahnya sapa kita semua orang yang berada di situ langsung mati membeku. Dan Karena kejadian seperti ini Akhirnya dia mengurungkan diri di di wilayah yang sekarang menjadi gurun Es.


Dia membekukan wilayah yang sangat luas, tapi dia tidak membekukan pemandian air panas ini, karena tempat pemandian itu menjadi saksi bisu kisah yang sangat manis tapi menyayat hati.


Sudah ratusan tahun dengan basis motivasi yang tinggi dan bekasnya yang sangat menentang surga akhirnya dia mendirikan wilayah Phoenix Es yang sekarang banyak murid-murid menimba ilmu.


Bahkkan dirinya nekat menggunakan teknik untuk menghilangkan sifat 7 dosa mematikan sehingga sekarang dia seperti manusia tanpa ekspresi. namun sudah lu seringkali dia mencoba Untuk melupakan pemuda itu Tapi sayangnya masih tersirat di dalam pikirannya Bahkan dia masih belum mempercayai bahwa pemuda itu sudah meninggal.


Wanita itu adalah Murong Ruyue, dia adalah pemilik wilayah Phoenix Es dan akan segera di pindahkan gelar penguasanya kepada Wang Roulan.


Bahkan dia mencuci otak Wang Roulan agar dia bisa memfokuskan menjadi seutuhnya di wilayah yang baru ini.


“Bocah Fai, Jika kamu tahu aku sangat merindukan kamu aku sungguh sangat kesepian.”


tanpa disadari air mata Mm Murong Ruyue, meneteskan ke air hangat itu.


Tanpa disadari sekitar 5 meter dari Murong Ruyue tiba-tiba, ada gelembung air yang sangat kecil-kecil yang keluar ke permukaan, Karena pada saat itu Long Fai setelah mendengarkan kata-kata Murong Ruyue, tiba-tiba hatinya bergetar Bahkan dia sedikit curiga.


‘Bocah Fai? bukankah nama Fai hanya milikku?’ Long Fai berguman terus menerus.


Namun akhirnya gelembung itu disadari oleh Murong Ruyue, sehingga dia menoleh dengan waspada dan melihat ada pakaian warna gelap dan di sampingnya ada Lato-lato yang tergeletak sangat nyaman.


“Bajingan pengintip..!” Murong Ruyue kembali keseperti semula dengan wajah yang sangat dingin tanpa ekspresi.


Dia menggunakan pedang Phoenix Es untuk menebaskan ke arah sumber gelembung itu.


"Sikat!"


"Sring!"


"Bam!"


Akibat tebasan pedang itu akhirnya membuat getar di pemandian air panas. tentu saja Long Fai langsung melompat keluar dan meraih baju hitam itu dengan sangat singkat langsung dipakaikan ke tubuhnya sendiri.


“Tunggu nona ini kesalahan pahaman..!” Long Fai mencoba meyakinkan kepada Murong Ruyue.


Namun ketika Murong Ruyue melihat wajah Long Fai seketika membeku di tempat dan dia bahkan lupa untuk menyerang lagi.


“Siapa kamu...!” Dia kaget bahkan dia tidak mempercayainya Apa yang ada di depannya seseolah didepan ilusi.


Karena pemuda ini wajahnya sangat mirip seperti Fai yang sudah meninggal. Bahkan yang dikenakan berwarna hitam dan membawa lato-lato di tangannya itu sama seperti pemuda yang sudah meninggal pada ratusan tahun yang lalu.


“Namaku Long Fai, aku hanya pemuda yang lewat di sini maafkan aku karena aku tidak mengira di malam hari masih ada orang yang mandi di tempat terbuka seperti ini.” Long Fai sangat tenang menjelaskan kepada Murong Ruyue.


“Tidak mungkin... Fai sudah meninggal kamu pembohong...!” Murong Ruyue akhirnya melompat sambil menangis dia mencoba menyerang menggunakan pedang phoenixnya.


"Sring!"


"Dang!"


”Sial.. gadis ini sungguh gila..!” Long Fai juga menghindari sangat mudah dia mengeluarkan pedang hitamnya ya langsung menghalau pedang milik Murong Ruyue.


Long Fai menggunakan teknik pedang pemotongan angin, sehingga setiap ayunan memunculkan angin yang sepoi-sepoi yang sangat besar mengarah Murong Ruyue.


Di sisi Long Fai dia sangat diuntungkan karena dengan teknik pedang ini, dia bisa melompat terbang dan berputar-putar.


Tapi dia masih bingung dengan kata-kata Murong Ruyue bahwa nama Fai sudah meninggal sudah lama.