Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Kerajaan Bawah Tanah Kegelapan


Bab 632 Kerajaan Bawah Tanah Kegelapan


Long Fai memukul kekosongan, dalam sekejap seluruh langit kembali di tempat semula yaitu di tengah hutan tempatnya tadi sedang memanggang sate macan.


Imortal Gufeng setelah mendapatkan pagoda kekacoan, langsung memulihkan tubuhnya dan mendekati ke arah Long Fai dengan takjub.


“Sebenarnya siapa kamu nak? Apakah kamu dewa? Jika kamu dewa lalu dewa apa?” Gufeng menatap ke arah Long Fai dari atas ke bawah sehingga Long Fai tidak merasakan rasa nyaman.


”Aku hanyalah seorang pejalan kaki, aku di sini hanya ingin mencari artefak yang memungkinkan mengembalikan kehidupan seorang yang sudah meninggal, ” angguk Long Fai.


”Jika kamu ingin mempunyai artefak seperti itu, bisa menggunakan artefak pagodaku.” Imortal Gufeng mengusulkan agar dia menerima pemberian pagodanya untuk membangkitkan orang meninggal.


Long Fai menggelengkan kepalanya, “Dia sudah meninggal sejak lama, jiwanya sudah pecah dan aku membutuhkam artefak seperti itu. Aku ingin membangkitkan dua orang.”


Imortal Gufeng menggelengkan kepalanya juga, “Sangat sulit, jika masih ada kesadaran jiwa mungkin pagodaku masih bisa menyelamatkan.”


Akan tetapi, dia tiba-tiba berbinar-banar dan berkata dengan hati-hati. ”Tapi di alam dewa ini ada keberadaan yang memungkinkan membangkitkan orang yang sudah meninggal, dan itu masih satu dengan fraksi perampok artefak Dewa. Sebelum aku lahir, dia sudah membunuh ribuan nyawa hanya menggunakan satu pena. Dia adalah keberadaan tertinggi dan pangkat dalam fraksi juga tinggi.”


“Sekarang dia menjaga sebuah gerbang kegelapan!”


Long Fai sungguh sangat serius dia harus mendapatkan artefak itu.


”Bagaimana aku bisa membunuh dia?” tanya Long Fai, sehingga Imortal Gufeng merasa bahwa tindakan pemuda itu sungguh sangat konyol.


Dia adalah keberadaan yang sangat menakutkan, hanya sebuah satu tulisan mati, maka kamu mati dan tidak bisa kembali. Sekarang Gufeng mengakui bahwa Long Fai kuat, tapi dihadapan dewa raja kematian apakah masih kuat?


Raut wajah Imortal Gufeng sudah ketebak oleh Long Fai, cuma Long Fai hanya tersenyum dan berkata dengan nada meyakinkan, “Kamu tidak perlu khawatir, aku sudah yakin bisa mendapatkan artefak itu.”


Imortal Gufeng menggelengkan kepalanya, "Aku tidak yakin, tapi jika kamu ingin pergi ke sana, kamu harus berhati-hati.” Setelah itu Gufeng menunjuk kekosongan seketika ada gulir kertas putih yang bercahaya langsung terbang ke pangkuan Long Fai.


”Apa ini?” tanya Long Fai bingung.


“Ini adalah segel formasi yang mengirimkan ke kota bawah tanah kegelapan, ingat di sana banyak para dewa yang bersembunyi kamu jangan sembrono. Ketika kamu sudah sampai di kerajaan itu, mungkin aku akan menceritakan sedikit tentang kerajaan bawah tanah kegelapan.”


Akhirnya Long Fai mendengarkan penjelasan itu bahwa Kerajaan bawah tanah kegelapan, sudah 5000 tahun lebih sedang diinvasi oleh fraksi penjara artefak dewa yang menurut Gufeng pemimpin dari invasi itu adalah orang yang memiliki kekuatan penghidupan dan kematian.


Raja itu sudah sekarat, tapi karena artefak keadilan Rafael, para fraksi pemburu artefak Dewa itu mengalami kesulitan.


Artefak Keadilan Dewa Rafael memungkinkan orang yang memiliki artefak itu bisa memanggil ribuan malaikat dengan jumlah tak terbatas.


Bahkan penggunaannya bisa membuat dinding tak terkalahkan yang sangat sulit ditembus menggunakan aura. Ketika orang yang kuat seperti raja dewa kematian dari fraksi pemburu artefak dewa datang ke wilayah Raja Keadilan Rafael, maka kekuatan aura nya hilang sehingga dia tidak bisa menggunakan artefak kematian sesuka hati.


Dapat dikatakan bagaimanapun kekuatan musuh itu ketika memasuki wilayah dinding kebijaksanaan Rafael, musuh itu akan menjadi manusia biasa.


Itu mungkin kelebihan dari artefak keadilan Rafael, meskipun artefak itu ada kelemahannya, karena pada dasarnya raja Zhang Gong adalah manusia biasa. Dan artefak itu tidak membuat penggunanya menjadi manusia Abadi atau memiliki umur panjang.


Raja Zhang Gong sudah berumur 267 tahun ketika Gufeng mencoba melarikan diri dari pengejaran fraksi pemburu artefak dewa, dia melihat wajahnya begitu sangat keriput.


Untuk sekarang mungkin tubuh dari raja Zhang Gong menjadi sedikit melemah, sehingga dinding tak terkalahkan yang dikeluarkan dari kekuatan artefak kebijaksanaan Rafael akan sedikit terganggu.


Maka dari itulah Gufeng memberikan sebuah gulir peta yang memungkinkan Long Fai dipindahkan ke tempat wilayah Zhang Gong.


Bukan hanya itu saja dia juga menceritakan kepada Long Fai bahwa Zhang Gong memiliki satu wanita yang sangat cantik dan sangat sombong.


Bahkan kekuatannya sebanding dengan artefak kebijaksanaan Rafael, menurut rumor tidak ada yang pernah melihat wajah asli dari permaisuri itu, yang hanya tahu asli wajah dari permaisuri itu adalah Zhang Gong.


Imortal Gufeng sudah menceritakan panjang kali lebar akhirnya berkata lagi, ”Mungkin raja Zhang Gong sekarang mengalami dalam titik terlemah, kamu hanyalah pemuda yang memiliki hati yang baik. Jika kamu ingin merebut artefak yang dimiliki dewa Raja kematian, kamu harus mengambil hati raja Zhang Gong dulu sehingga dia bisa membantu mu.”


Long Fai menggigit jari jempolnya langsung menetaskan darah ke gulir peta itu, seketika ada cahaya yang sangat cemerlang langsung berputar-putar dan menghisap Long Fai untuk pergi ke kerajaan bawah tanah kegelapan.


Gufeng langsung terdiam dan mengambil sate macan yang masih tersisa beberapa tusuk, juga melihat ada botol kecil yang dia menebak bahwa itu adalah bumbu untuk memperkaya rasa dari sate macan.


Botol kecil berwarna putih bening ada ukiran Naga berwarna hijau yang melingkari botol tersebut.


Ketika Gufeng memakan satu tusuk sate macan, tiba-tiba dunia bergetar dan ruangan itu pecah seperti kaca terjatuh dari ketinggian.


Posisi Imortal Gufeng dipindahkan oleh orang misterius.


"Hmmmm aku tidak mengira bahwa kamu sudah membunuh lima orang fraksi kami. Tapi tidak apa-apa, kelompok kami memiliki jumlah yang banyak. Jika dia gugur maka ada lagi yang mengawasi mu.” suaranya bergetar di penjuru langit, tapi Gufeng tidak menemukan keberadaan mereka bahkan Gufeng curiga bahwa kematian ke-lima orang itu, mereka semua tidak menyadari.


Membunuh Lima kelompok terkuat di alam dewa tanpa diketahui, seberapa kuat Long Fai? Dia sedang berpikir, tapi tiba-tiba ....


Mati!


Ada tongkat raksasa keluar dari atas dan dibarengi suara dingin.


Tongkat itu cukup berat dan Gufeng sungguh kewalahan, langsung terhantam sehingga tubuhnya hancur.


Bang!


Ketika pagoda ingin menyembuhkan Gufeng, seketika ada cahaya biru yang menghalanginya, sehingga Gu Feng yang baru memulihkan setengah tubuhnya, seketika berteriak.


“Bajingan fraksi pemburu artefak dewa! Bahkan jika aku mati! Aku berdoa kepada sang dewa sebenarnya, aku ingin seluruh fraksi pemburu artefak dewa hilang!’"


“Hahaah sungguh mimpi! Fraksi kami sangat banyak, bahkan para dewa ada yang tergabung dalam kelompok kami! Wahai semut, mati saja kamu dan artefak milik mu biar aku ambil alih.” setelah berkata, tiba-tiba dari atas langit keluarlah tangan yang sangat besar langsung mencubit jiwa Gufeng.


akan tetapi, botol bumbu yang memiliki ukuran naga hijau langsung bergetar.


Lancang!


Gambar naga hijau yang terdapat di botol kecil itu bercahaya langsung berubah menjadi sosok yang menakutkan, bahkan dua bola mata itu menatap ke arah suara dari fraksi pemburu artefak dewa, seperti sedang menatap semut.


Roar!


“Kandungan kekuatan mu cukup bagus juga maka kami akan memurnikan kamu agar dijadikan bumbu penyedap!” naga hijau membuka mulutnya yang sangat lebar langsung menyedot dan memurnikan sosok kehampaan itu.


Bom!


Ahhhhh!


Jiwa sosok misterius itu bergetar sangat baik hati dan jiwanya juga seperti meredup, dia merasakan bahwa seluruh kekuatannya dan seluruh tubuhnya tersedot oleh kekuatan yang agung dan dirinya tidak bisa untuk melawan.


Ahhhh


“Mahluk apa ini!”


Bom!


Sosok itu hancur dan berubah menjadi cahaya langsung masuk kedalam botol kecil.


Gufeng bodoh dan dia menatap botol kecil yang bercahaya hijau.


"Apakah botol ini adalah botol dewa?” Gufeng mengambil botol itu.