
Bab 297 Meow!
Yu Lo matanya menyusut ada jejak kedinginan Bahkan dia ingin sekali membunuhnya. bukan hanya itu saja ketika dia melihat Wu Mengchen sepertinya dia sedang tersenyum tipis menghina kepada dirinya.
Tapi apa yang membuat dirinya tidak bisa berkata apa-apa adalah wajah mantan istrinya yang dulu sepertinya tidak terlalu cantik sekarang menjadi menggulingkan negara bahkan kecantikannya kalah jauh seperti wanita di sampingnya.
Sehingga dia menjadi ada cicak penyesalan telah meninggalkan Wu Mengchen.
Kini Cai Xuansi yang telah tiba di arena Colosseum, sungguh sangat bergembira karena banyak orang-orang yang sedang belalang melihat dimulainya pertunjukan itu.
Tapi ketika dia melihat Wu Mengchen, Yang sepertinya memiliki jejak kedinginan dan ada jejak niat membunuh tiba-tiba mengurutkan keningnya karena dia juga tidak tahu tentang masalah yang tiba-tiba dihampiri oleh Wu Mengchen.
Cai Xuansi berkata: “Ada apa denganmu Kenapa kamu memiliki tampang yang seperti itu Aku membuat takut saja jika kamu seperti itu wajahmu menjadi sangat jelek..?”
Wu Mengchen akhirnya tersadar langsung menetap ke arah Cai Xuansi dengan Tatapan yang lembut tapi di dalam hatinya dia ada di sekalikan karena tangan sendiri Langsung meraih tubuh Cai Xuansi untuk memamerkan kepada Yu Lo.
Namun, Cai Xuansi tentu saja melihat kerak-kerik dari Wu Mengchen sudah hafal karena dia telah mempelajari buku-buku tentang percintaan apalagi gerak-gerik wanita yang telah ditulis oleh Long Fai.
dengan gerak-gerik Wu Mengchen, dia sudah tahu bahwa dia sedang ada masalah seperti melihat musuh bebuyutan.
Tapi, ketika Wu Mengchen memeluk ke tubuh dirinya dia akhirnya paham bahwa dia sedang memamerkan dirinya untuk kepada orang lain tapi orang lain itu dia sendiri belum mengetahui sehingga dia berkata kepada Wu Mengchen seperti ini. “Aku tahu mungkin mantan suamimu berada di sini dan melihatmu dan kamu juga melihatnya. ngomong-ngomong siapa mantanmu Aku ingin melihat berani sekali meninggalkan wanita yang sudah jelas-jelas berbudi luhur dan memiliki kasih sayang yang sangat mendalam.”
Wu Mengchen hanya mengangguk lembut kemudian dia mengalihkan pandangannya ke calon raja setelah itu dia berkata kepada Cai Xuansi. “Suami, mantan suamiku adalah calon raja di sini. Kenapa dia tega meninggalkanku, karena dia memilih wanita yang lebih cantik dan lebih berbakat kekuatannya Bahkan dia sudah berkata terus terang di hadapanku bahwa mantan suamiku sudah tidak menyukaiku dari lubuk hatinya.”
“Dan apa yang membuat diriku lebih sakit hati adalah dia merencanakan niat jahat seperti membunuhku dan mencelakakanku tapi itu asumsinya tidak sepenuhnya berdasarkan kepada mantan suamiku bisa jadi dia sudah dihasut oleh wanita gila yang berada di sebelahnya.”
Cai Xuansi mengurutkan kening terus-menerus setelah mendengarkan penjelasan dari Wu Mengchen. Bahkan dia cukup terkejut dan cukup terheran-heran kenapa mantan suami Wu Mengchen memilih wanita yang jelek seperti dia ini sungguh tidak masuk akal.
Cai Xuansi berkata: "setelah aku mendengarkan penjelasanmu aku jadi teringat oleh kata-kata rajaku.”
Kemudian Wu Mengchen Ingin tahu. “Apa yang di ucapkan oleh raja Xiandi?”
Cai Xuansi berkata seperti ini: “Cinta itu buta tapi tidak boleh bodoh. kenapa aku bilang bodoh karena sangat disayangkan wanita sepertimu yang sangat indah bagaikan gemerlapnya bintang-bintang yang ada di langit akan diselesaikan oleh pemuda brengsek seperti dia.”
Wu Mengchen melihat senyuman tulus yang dipancarkan oleh Cai Xuansi tiba-tiba hatinya menjadi lembut dan sangat manis seperti kisah cinta yang baru awal dimulai dengan cinta pertama. Karena terhasut oleh rayuan gombal dari Cai Xuansi akhirnya Wu Mengchen langsung menyosor dan memeluk tubuh Cai Xuansi yang sangat ramping.
“Hahaha, ini benar terlepas dari apakah kamu lebih tua dariku tapi orang-orang yang sedang terkena serangan cinta berubah menjadi kucing yang imut dan contohnya seperti kamu.” Cai Xuansi tersenyum bangga lalu dia mengusap-ngusak rambut Wu Mengchen dan sedikit menarik dengan keras sehingga Wu Mengchen cemberut merasa sakit.
"Awww suami.. lepaskan ini sungguh sakit..” Kata Wu Mengchen walaupun dia sakit tapi dia merasakan rasa romantis antara berdua sehingga sepertinya dunia milik mereka berdua.
Jika saja Long Fai melihatnya tentu saja dia akan melantik Cai Xuansi menjadi duta percintaan. namun sayangnya Long Fai dia berada di negara es Phoenix yang sedang melakukan hal sesuatu.
Melihat Wu Mengchen cemberut dan sangat imut, Cai Xuansi bertanya lagi: “Baiklah aku akan melepaskan tanganku dari rambutmu tapi, aku meminta sesuatu kepadamu.”
“Apa yang kamu minta..!” Wu Mengchen sangat ingin tahu tentang permintaan dari Cai Xuansi.
Tiba-tiba Cai Xuansi tersenyum lucu dan ada jejak kelicikan yang terpampang dari wajahnya. Kemudian dia berkata: “Kamu berpose seperti kucing yang imut dan mengeluarkan suara Meow..!”
Ketika suara yang dikeluarkan oleh Cai Xuansi, terdengar oleh dirinya langsung tersipu malu Bahkan dia mengelak seperti ini. “Sumai.. Apakah kamu gila pose itu sungguh kekanak-kanakan lihatlah umur dia sudah tua..”
“Tua dan muda itu tidak masalah selagi memiliki wajah yang sangat cantik itu tidak bisa dipikirkan Jika kamu cantik kamu berproses seperti itu maka akan bertambah cantik yakinlah.” Kata Cai Xuansi sambil menyeringai. Padahal Dia berkata seperti itu adalah kata-kata yang benar.
Karena jika orang memiliki wajah yang tampan dan cantik walaupun dia melakukan cara yang tertentu akan enak dipandang tapi jika orang itu memiliki wajah yang sangat jelek dan tidak cantik dia akan menjadi norak ketika melakukan sesuatu.
“Kamu..” Wu Mengchen ragu-ragu. Tapi akhirnya dia menyerah mungkin saja dengan pose ini Cai Xuansi akan senang.
“Baiklah..” Akhirnya Wu Mengchen setuju.
Dia menghirup nafas pelan-pelan untuk menyiapkan pose kucing imut. Hanya berapa tarikan nafas akhirnya Wu Mengchen membuat pose kucing 🐱 imut.
"Meow..!” Kedua tangan itu, membuat cakar yang begitu imut dan wajah Wu Mengchen juga memiliki aura yang sangat mematikan.
Cai Xuansi yang melihatnya tentu saja detak jantung langsung berhenti seketika dia terjatuh pingsan sambil menatap ke arah Wu Mengchen.
“Ini sungguh imut...!" Cai Xuansi terpana di tempat sambil terjatuh ke tanah sehingga Wu Mengchen langsung khawatir karena tiba-tiba Cai Xuansi terjatuh setelah melihat dirinya berpose kucing imut.
“Suami... Apakah kamu tidak apa-apa..!” Wu Mengchen sangat ketakutan.
“Setelah aku melihat pose kucing imutmu seketika jantungku berhati berdetak karena melihat kamu begitu sangat cantik dan imut. Ah... tidak.. setiap Aku mengingat pose mu, sepertinya jantungku berhenti berdetak..” Kata Cai Xuansi sambil menatap kosong ke atas.