Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Jimat Umur Panjang


Bab 163 Jimat Umur Panjang


“Kamu siapa?” Long Fai yang sedang makan curiga terhadap wanita yang tiba-tiba muncul. Namun dia merasa tidak asing dengan wajah wanita itu.


“Perkenalkan aku Li Jeju, kita pernah bertemu di jalan keramaian apakah kamu ingat!” Li Jeju berkata sopan, namun ada jejak kering di telepak tangan karena gugup.


“Ahh itu kamu.. yang sedang berasama sekumpulan anak kecil..!” Long Fai akhirnya ingat dia.


“Ini benar, akhirnya kamu ingat.” Li Jeju bahagia akhirnya dia mengingatnya bahkan dia juga menemukan Long Fai secara tidak sengaja.


“Ayo bergabung lah, mari kita makan.” Long Fai menggeser kursi untuk mempersilahkan agar Li Jeju bersedia duduk.


“Terimakasih... ” Dia duduk dan menyapa Hu Mulan dan Mei An: ”Hallo aku Li Jeju.. senang bertemu dengan kalian..!”


“Hallo aku Hu Mulan...!”


‘‘Aku Mei An... salam kenal...!”


Setelah saling berkenalan, alhasil mereka memakan hidangan yang di pesan Long Fai. Karena Li Jeju memakan permen 🍬 Kopiko yang dia beri, mungkin memiliki efek tertentu sehingga dia berkata seperti ini: “Oh iya setelah kamu menelan permen yang aku berikan, apakah kamu memiliki keadaan tertentu?”


“Kamu benar setelah menelan permen yang kamu berikan, bahkan hanya aku saja. Tapi, ke enam anak kecil itu juga memiliki pencerahan yang sangat bermanfaat. Dan keajaiban yang aku rasakan adalah aku merasakan bahwa di bandingkan kan yang dulu yang sekarang, sangat lah berbeda. Jika dulu perlu membutuhkan tiga hari atau lebih untuk mempelajari sesuatu ketingkat yang mahir, sekarang hanya membutuhkan hanya dua jam untuk menguasai sesuatu yang baru aku pelajari.” Li Jeju menjelaskan sekali tarikan nafas.


“Dua jam masih lama.. jika kamu melihat pengikut aku kamu kalah, dia hanya melihat sekilas langsung menguasai.” Long Fai tersenyum. Namun, tiba-tiba Li Jeju mengintruksi: “Tapi aku juga mendapatkan kemampuan aneh, yaitu aku bisa melihat masa depan sekitar 10 detik.”


“Woww kamu sungguh hebat...!” Long Fai mengacungkan jempol ke arah Li Jeju dia berseru bahwa Li Jeju bisa mengintip masa depan walau hanya 10 detik.


“Hehehe!” Di puji oleh Long Fai, akhirnya dia tersenyum bahagia.


Kemudian Long Fai memberikan set baju kepada Li Jeju dan ke enam anak kecil yang dia temui di waktu itu.


“Baju ini buat aku?” Li Jeju bingung.


“Karena kamu memakan apa yang aku miliki dan memiliki kemampuan unik, maka kamu dan ke enam anak kecil itu, menjadi pengikut aku.”


“Aku adalah raja dari satu wilayah yang sangat jauh, bahkan kamu tidak bisa memikirkan bagian mana jauh wilayah aku berasal. Singkatnya kamu menjadi pengikut raja ini dan pakai lah baju identitas pengikut aku.” Long Fai menjelaskan kepada Li Jeju.


“Ahh baiklah... ” Dia tidak menolak karena baju ini sungguh bagus walau hanya pakaian polos biasa. Namun ada gambar logo kecil yang terlihat jelas di pakaian ini.


“Baiklah aku ingin tahu ke enam adik kecil itu, kemampuan apa yang dia dapat?” Long Fai berkata kepada Li Jeju.


Kemudian Li Jeju menjelaskan sangat semangat.


“Dari yang satu bernama Qing Sui, dia memiliki jurus empat api yang berbeda, Api warna putih, hitam, warna biasa, warna biru, dan aku tidak tahu kekuatan yang terkandung dalam api itu, namun ketika Qing Sui mengeluarkan api putih, walau sebesar nyamuk langsung membakar radius dua kilo meter. Karena ulah dirinya dia menangis ketakutan.”


“Dan yang kedua adalah Li Xuaner. Wanita imut pada dasarnya kata ke lima teman itu adalah dia sangat suka memainkan boneka, sehingga tanpa sadar dia memiliki jurus seni bela diri Wayang. Dia sudah mempunyai mayat yang jadikan boneka percobaan sekeitar tiga boneka.”


“Yang ketiga bernama Min Ren, dia memiliki fisik yang sangat kuat. Aku melihat sendiri dia memukul tiga bandit langsung mati dan mayat itu, di serahkan kepada Li Xuaner.”


“Selanjutnya yang ke empat bernama Mingyue Gelou, dia wanita kecil yang periang. Setelah mendapatkan pencerahan dari permen, anak kecil itu bisa mengeluarkan yang tidak mungkin menjadi mungkin. Dia pernah mengeluarkan petir yang mengamuk dan di arahkan kepada Min Ren. Untung Min Ren memiliki fisik yang sangat kuat sehingga tidak apa-apa.”


“Selanjutnya adalah Ximen Li dia adalah yang memiliki seni mendalam tubuh dan seni penempa tubuh. Aku tidak tahu yang jelas karena dia adalah anak yang pendiam kadang dia membuat aksesoris dari benda biasa kepada Li Xuaner.”


“Yang terakhir adalah Ding Fan, adalah anak kecil yang sangat penurut dan berperilaku baik, dan tidak mencolok sehingga aku tidak mengetahui seni jurus atau kemampuan yang dia memiliki.”


Long Fai yang mendengar kan tentu saja sudah menduga namun dia kembali berkata kepada Li Jeju. “Dari ke enam anak ini setidaknya paling kaut dan kamu adalah paling lemah.”


“Ini benar.” Li Jeju tersenyum pahit. Namun Long Fai berkata: “Kamu sekarang adalah pengikut aku, aku tidak membiarkan pengikut aku terlaluka.” Kemudian dia menyerahkan kertas jimat yang di tengahnya itu bertulisan nyawa 200Milyar Kali, di berikan kepada Li Jeju.


“Apa ini?” Li Jeju ingin tahu.


“Ini adalah jimat seribu kebangkitan, kamu akan hidup lagi ketika kamu mati, dan selama kematian kamu tidak melebihi apa yang tertulis di jimat ini maka tidak apa-apa. Dan 200 juta milyar nyawa ini di jatah satu hari hanya bisa di gunakan 10X lebih dari itu maka kamu harus nunggu hari kedepannya.”


“Jadi kamu harus memanfaatkan kesempatan dan sedikit mungkin kamu agar tidak mati.”


“Baik...!” Dia sangat bahagia sekali. Kemudian Li Jeju meneteskan darahnya ke jimat itu.


Seketika gulungan jimat langsung memasuki ke tubuhnya. Setelah selesai, dia menatap kearah Long Fai: “Sekarang aku adalah pengikut kamu, dan aku juga sudah memakai baju ini, terus peraturan apa yang kalian buat?”


“Kamu bebas melakukan yang kamu suka selama itu tidak kejahatan. Dan satu lagi pengikut aku tidak di wajibkan untuk memasuki sekte manapun.” Long Fai menjelaskan.


“Hahah ini hebat, geng ini adalah geng yang aku suka, aku sangat muak dengan sekte, aku setiap hari keluar dari sekte karena bosan, aku ingin sekali kebebasan dan sekte itu sangat licik...!” Li Jeju kehilangan sifat wanitanya karena bahagia.


Dia adalah murid dari sekte anggrek merah dan kebetulan guru pembimbing adalah Ning Xue, walau dia adalah guru yang baik, namun dirinya adalah anak yang nakal dan malas untuk pergi ke sekte. Walau dia sebenarnya anak yang jenius tapi dia sangat suka kebebasan.


“Jika kamu suka, maka kamu mendapatkan pijakan yang tepat, dan jangan lupa anak kecil ke enam itu tidak di haruskan untuk masuk ke sekte karena aku khawatir ke anak kecil yang polos akan di jadikan boneka sekte.” Long Fai berpesan.


“Aku paham.” Li Jeju mengangguk.


Di samping Hu Mulan dia akhirnya tidak bisa berkata apa-apa, dia juga pergi kembali agar memasuki sekte tapi setelah melihat peraturan apa yang di katakan Long Fai, akhirnya dia membatalkan niat itu.