Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Pertolongan Long Fai


Bab 235 Pertolongan Long Fai


“Ular berkepala tujuh...” Kedua wanita itu berseru, dia sering mendengar monster ular yang berkepala melebihi dari satu tapi dia juga baru pertama kalinya mendengar ada ular berkepala 7.


“Ini benar mungkin saja di depannya ada monster ular raksasa yang memiliki 7 ekor kepala. dan ular itu sedang menyerang ke sekawan kelompok.” Long Fai menjelaskan kepada kedua orang.


Xiao Yun langsung berkata panik: “Suami mari kitalah bergegas ke depan kita harus menolong kelompok itu siapa tahu dia mengalami kesulitan.”


Long Fai langsung melototi ke arah Xiao Yun: “Yuner Apakah kamu sangat berhati lembut di sini adalah wilayah hutan dan sepatutnya Kamu jangan terlalu terkaca oleh sekelompok manapun Karena hati manusia rumit jika kamu ingin percaya percayalah kepada diri sendiri.”


Tapi Xiao Yun berkata langsung sangat enteng: “Suami aku percaya pada hati nurani bahwa orang yang kamu sebutkan yang sedang mengalami kesulitan karena melawan ular berkepala 7 dia adalah orang baik.”


“Ahhh bajijangan...!” Long Fai menggerutu sambil mengeluarkan kata-kata kotornya.


“Suami.. apakah kamu tidak mau..?” Xiao Yun mengernyitkan matanya.


“Baiklah baiklah baiklah aku akan ke depan ayo..” Long Fai akhirnya tidak berdaya. dia sudah memutuskan bahwa ini adalah pertama dan terakhir dirinya berkencan dengan Xiao Yun.


Karena baginya Xiao Yun sangatlah dermawan dan hatinya terlalu baik mungkin saja ketika menjadi ratu belum merasakan rangsangan penderitaan yang seperti sama dirinya pada waktu itu ketika dia masih menjadi sampah.


kemudian ketika orang itu yang menggunakan kuda berkepala ayam jago, menghampiri pertarungan yang sangat menggelegar bahkan dia merasakan guncangan bumi ini dua kali lipat daripada guncangan monster badak Rhino.


Setelah mereka bertiga sudah dekat sekitar 60 meter Long Fai langsung terbang ke atas untuk memastikan pemandangan ini lebih jelas.


Dan benar saja ada monster ular yang sangat besar dengan punggung bergerigi-grigi tajam memiliki 7 kepala yang sedang menyerang ke-4 orang dengan dua wanita dan dua laki-laki.


Kemudian Long Fai, langsung menatap ke bawah untuk meminta izin kepada Xiao Yun. “Yuner.. Kamu tunggu di sini aku akan membantu orang itu di depan tapi aku akan menyamarkan diri dan tidak terlalu mencolok..!”


Xiao Yun menganggukkan kepalanya: “baiklah suami kamu berhati-hatilah dan kembali lagi Aku tetap menunggumu di sini..!”


“Baiklah...!”


Akhirnya long five bergegas ke depan setelah berpamitan kepada Xiao Yun.


"Sikat!"


Pada saat itu di pertempuran...


“Bam!"


"Bom!"


“Ahhh sial... ular ini sungguh galak mungkin saja kita tidak bisa membunuh untuk mengambil inti dari master tersebut.” Kata salah satu pemudan berwajah tampan namun memiliki kulit yang gelap. pemuda itu bernama Yang Chen.


“Jika kita tidak bisa melawan monster ini bagaimana kita untuk melarikan diri ini sungguh sangat kesulitan..!” Pemuda satunya juga berteriak panik, pemuda itu bernama Ye Wuseng.


“Kita harus sekuat tenaga untuk melawanya karena percuma saja jika kita menyerah kita akan terluka.” Wanita itu berkata sangat serius. Wanita itu bernama Lin Rouxi.


“Ahhhh apakah kita akan mati konyol di sini...” Wanita yang satunya berkata sangat enggan bahkan lengan kirinya sudah berdarah. Wanita itu bernama Sanguan Mengli.


“Bagamana lagi kita tidak ada cara... ahh...!” Ye Wuseng berteriak langsung menggunakan pedangnya untuk menghalau kibasan ekor ular raksasa.


“Stttttt!”


Ular itu mendesis, kepala yang menyemburkan asap hitam mengarah Ye Wuseng.


Yang Chen berteriak: “Awas itu racun.."


"Bom!"


“Uhuk...uhuk...uhuk...!” keempat orang itu, tutup mulut dan menutup hidung. Karena untuk menghindari racun itu memasuki ke dalam tubuhnya. Tapi walau begitu racun adalah racun ketika asap itu mengenai kulit langsung memerah seperti apa matang.


“Ahhhh ini sungguh sangat sakit..!” Lin Rouxi berteriak kesakitan Bahkan dia Langsung melompat sekitar 10 meter Untuk menghindarkan jangkauan racun itu.


Karena ular itu memiliki tujuh kepala, pergerakannya langsung diketahui. Ular yang satunya langsung menyemburkan api berwarna merah ke arah Lin Rouxi.


"Buuf!"


“Kamu berhati-hatilah....!” Sanguan Mengli berteriak dia mencoba menggunakan teknik pedang bilah air untuk menyerang kepala ular yang sedang menyemburkan api ke arah temannya.


"Sikat!"


"Sring!"


"Sring!"


"Sttttt!"


Monster ular berkepala 7 langsung meraung sambil mendesis karena serangan itu, diganggu oleh satu wanita lagi. sontak ekor ular itu langsung mencambuk Sanguan Mengli sangat keras.


"Pak!"


"Bam!"


"Bug!"


"Bug!"


Sanguan Mengli terjatuh menukik langsung ke tanah guling-guling berapa lusin kali seperti trenggiling.


"Uhukk..uhuk...uhuk...!” Sanguan Mengli terpatuk keras terus-menerus hingga mengeluarkan darah dari mulutnya.


“Ahhh Mengli... apakah kamu tidak apa-apa..!” Yang Chen berteriak Langsung melompat untuk mendekati Sanguan Mengli.


Setelah mendekati Sanguan Mengli, dia mengecek semua tubuh Mengli dan Yang Chen menemukan bahwa tubuh Mengli sangat terluka parah.


“Ahhh bedebah ular sialan mati kau...!” Yang Chen langsung berteriak sangat ganas dia langsung mengeluarkan pedangnya lagi untuk menyerang monster itu.


"Swosh!"


"Sring!"


"Dentang!"


Tapi tetap sama saja, karena monster ular yang memiliki tujuh kepala kulitnya sangat keras bagaikan baja.


kepala ular satunya langsung menatap yang Ceng kemudian meludahkan listrik.


"Buff!"


Tubuh Yang Chen langsung tersengat listrik sehingga kejang-kejang terus menerus.


“Ahhhh tidak...!" Ke empat orang itu sangat putus asa dia berharap ada penolong yang akan menyelamatkannya.


Tapi ketika ular itu ingin menyerang lagi seketika di depan keempat orang itu, ada satu pemuda yang tiba-tiba muncul dari atas. Dia menggunakan setelan hitam memakai seruling dan di atas rambut itu ada bulu burung merak berwarna hijau yang menancap di rambutnya.


Long Fai sudah tiba di hadapan monster ular berkepala tujuh. Setelah itu dia menatap ke arah ke empat orang. “Ok... sekarang giliran ku untuk melawan monster ular jelek ini..”


Long Fai mentap ke arah ular berkepala 7: “Hei monster jelek ayo lawan aku...”


"Zzzzzt!"


Monster ular sangat marah dia langsung menyemburkan berbagai kekuatan dari kepalanya.


Namun sorangan itu sangat mudah dihindari oleh long Fai dia melompat ke atas langsung turun di atas kepala ular yang bagian tengah.


Setelah singgah di atas kepala ular di barisan tengah dia langsung menggunakan serulingnya untuk mengendalikan ular itu.


Sontak ketika seruling itu dimainkan seketika ke-7 kepala ular itu langsung seperti merasakan kesakitan di kepalanya.


Jika anda pernah melihat film serial Krisna mungkin anda akan ingat ketika Krisna melawan monster ular berkepala 7 dan di memainkan seruling di atas kepala ular itu.


Begitupun sekarang Long Fai, menggunakan metode seperti ini agar bisa mengendalikan monster ular yang memiliki 7 kepala.


Hanya membutuhkan kurang lebih 1 menit, tiba-tiba monster ular itu bisa ditundukkan. Tujuh kepala ular itu langsung menunduk ke bawah seseolah dia sedang menikmati suara seruling yang sangat merdu.


Bukan hanya itu saja keempat orang itu langsung terpana, di tempatnya. Ketika monster ular itu langsung tunduk hanya gara-gara suara seruling.


Memikirkan itu, akhirnya keempat orang tidak bisa berpikir jernih. Baginya dia baru pertama kali melihat seperti ini hanya menggunakan seruling langsung monster itu luluh.


Di sisi Long Fai setelah menundukkan monster ular berkepala 7 langsung menghentikan serulingnya seraya berteriak: “Baiklah monster ular..! Saatnya kita aca-aca nehi-nehi...!”