
Bab 200 Chi Yao Mati
Long Fai langsung menurunkan tangannya, karena sudah merasa bahwa Ye Fan sudah mati.
“Sekarang sudah beres,” Long Fai menoleh ke arah Tun Ri dan dia membuat kode untuk membunuh Chi Yao.
“Ahhh tidak mungkin... tidak mungkin...!” Chi Yao menjerit seperti orang gila, bahkan kepalanya menggeleng terus menerus.
“Apa yang kamu perbuat dan kamu timpa, itu tidak jauh dari hasil buah tangan kamu sendiri.” Tun Ri menatap ke arah Chi Yao yang sedang putus asa.
“Tidak... Tun Ri... tidak suami maafkan aku.. aku salah.. kita bisa berbicara baik-baik ok, aku sungguh menyesal, aku ingin Kembali seperti dulu...” Chi Yao yang sedang tergeletak langsung memegang kaki Tun Ri sambil memohon.
Tapi, reaksi Tun Ri sangat dingin dan tidak ada jejak kepedulian sama sekali, “Kamu sungguh gila,, jika aku mati dan tidak di lahirkan kembali dan aku tidak menemukan Long Fai, apakah kamu akan seperti ini..!”
“Aku...aku..aku..” Chi Yao menangis terus menerus, air mata itu terus-menerus mengalir deras bahkan ada juga sedikit ingus yang ikut keluar.
Dia sangat menyesal jika anda pada waktu itu memilih setia, mungkin saja kehidupan anda lebih harmonis dan tidak menyedihkan seperti sekarang.
“Hentikan belas kasihmu itu.. aku tidak tergerak oleh bujukan kamu..” Tun Ri mengeluarkan celurit yang digunakan untuk memotong rumput untuk memenggal kepala Chi Yao.
“Karena kamu pada masa lalu membunuh aku, maka sekarang bergantian aku yang membunuh kamu. Jika ada reinkarnasi terhadap kamu semoga saja kamu hidup bahagia jangan mengulangi kesalahan yang kamu perbuat.” Setelah itu dia langsung memenggal leher Chi Yao sangat keras.
“Tidak.... Tun Ri kamu bedebah... aku membenci kamu...!” Chi Yao melolong sangat keras.
"Sring!"
Tiba-tiba kepala itu terputus dan terlepas dari badannya. Kepala itu masih melotot ke arah Tun Ri penuh kebencian. Kemudian dari tubuh Tun Ri, mengeluarkan asap yang sangat gelap menyelimuti tubuh mantan istrinya sehingga tubuh mantan istrinya, langsung hilang seperti menjadi abu.
“Sekarang kebencian iblis hati yang aku rasakan sudah hilang semoga kamu jika berenkarnasi jadilah orang yang baik.” Tun Ri berguman terus menerus.
Kemudian dia berkata ke semua orang.
“Halo Aku adalah Tun Ri raja iblis mendominasi pada waktu itu, aku akan menyampaikan sebuah kebenaran kepada kalian yang mendengarkan. Aku telah bereinkarnasi karena dibunuh oleh istri sendiri karena dia bersekongkol dengan kerajaan Ye.”
“Setelah kematian aku dunia wilayah iblis dan wilayah kerajaan yg menjadi satu Bahkan dia membuat konspirasi bahwa aku yang berkhianat padahal mantan istri aku yang tertipu muslihat.”
“Tapi Dewa ini tidak membiarkan kejahatan akan bertahan lama Dewa ini memberikan kehidupan kedua yang pada akhirnya aku berangkat nasi di wilayah dunia terpencil yang sangat jauh.”
“Bahkan mungkin akibatkan kelahiran kembaliku ini menjadi takdir yang sangat besar di antaranya aku bertemu dengan raja Xiandi. Dia membantu aku menaikkan kekuatan aku menjadi seperti dulu.”
“Aku berterima kasih kepada raja Xiandi jika tidak ada dia, mungkin saja aku membalaskan dendam kepada mantan istri aku, mungkin akan membutuhkan bertahun-tahun yang Bahkan sendiri tidak bisa membayangkan seberapa lama itu.”
“Sekarang karena aku mengikuti dan menjadi bawahan Long Fai maka otomatis bekas wilayah aku akan menjadi wilayah dia.”
Setelah berpidato akhirnya menoleh ke arah Long Fai kemudian dia bersujud hormat dan berkata lagi seperti ini: “Tuan Xiandi, sekarang kamu adalah pemilik sah dari bekas wilayah Aku dan bekas wilayah raja Ye.’’
Long Fai berjalan maju dan penuh kemantapan kemudian dia berkata: “Mulai sekarang, aku adalah pemilik wilayah bekas kerajaan kamu dan kerajaan Ye. Mohon bantuannya sekarang aku melantik kamu untuk menjadi perdana menteri untuk merawat kedua wilayah yang baru itu.”
Di dalam benak Long Fai dia sangat malas memikirkan hal yang begitu merepotkan seperti: memerintahkan wilayah sendiri lebih baik dia memerintahkan orang kepercayaannya untuk mengelola wilayah yang dia kuasai baru-baru ini. Yang dirinya inginkan adalah terbang bebas ke sana kemarin tanpa ada halangan sama sekali.
“Baik.. aku akan senang hati dan sangat ikhlas untuk memenuhi kewajiban ini.” Tun Ri membalas hormat.
“Baiklah...” Tun Ri setuju.
...----------------...
Di pinggiran hutan yang sangatlah lebat, bahkan karena tingginya pohon itu sendiri membuat matahari hanya menembus ke tanah hanya setitik-setitik Saja.
Suara gemericik pohon-pohon yang tertepa angin membuat hutan itu menjadi seperti menjadi daya tarik sendiri.
Pada saat itu di suatu tempat hutan dan di pinggir sungai Naga Biru yang tepat di sebelahan, hutan peri Long Fai, tiba-tiba ada pusaran lubang hitam yang sangat menakutkan.
Di Hutan itu, lubang yang berputar sangat cepat tiba-tiba mengeluarkan orang berpakaian serba putih dan sekitarnya umur 15 sampai 20 tahun.
"Bug!"
Pemuda itu terjatuh dan pantatnya yang terlebih dahulu menyentuh tanah.
“Di mana ini?” Lin Fan bingung sekarang bentuk tubuhnya sudah berubah menjadi anak yang lemah lembut. Di bandingkan Identitas Lin Batian di dunia atas, sekarang sepertinya memiliki perbedaan yang sangat mencolok.
Tepat ketika Lin Fan sedang melihat sekeliling, tiba-tiba dia membelakakan matanya.
“Ini dunia ini sungguh... menganggukkan..! Apakah aku sudah pergi ke dunia peri!” Lin Fan sangat luar biasa.
Tapi, seketika dia melihat palang nama langsung tertegun. Tulisan palang itu bernama Sungai Naga Biru masih wilayah kerajaan Naga Azhure.
“Kerajaan Naga Azhure?” Lin Fan juga mengingat tentang ini, sesaat sebelum kematian Ye Fan, dia pernah mendengar bahwa Ye Fan sedang di buru oleh Tun Ri renkarnasi kerajaan iblis. Bahkan dia juga mendengar lagi sekarang Tun Ri memuja orang bernama Long Fai salah satu raja Xiandi!
Memikirkan ini, akhirnya dia kaget. ”Apakah aku memasuki wilayah kerajaan Long Fai?”
Lin Fan serius dia akhirnya mengikuti Sungai Naga Biru ini, dan ketika dia sedang mengelusurri sungai dia melihat ada Wudang Chanseng yang sedang mandi.
“Hei kamu sialan bedebah... kamu mengintipnya..!” Wudang Chanseng tersipu malu langsung meraih baju untuk di kenakan. Bahkan dia tahu bahwa pemuda itu bukan dari wilayah Naga Azhure karena penduduk Naga Azhure adalah memiliki baju yang ada logonya.
“Tunggu kamu salah paham aku tersesat dan tidak tahu jalan pulang aku hanyalah butiran debu..!” Lin Fan berkata buru-buru.
“Aku tidak percaya...!” Wudang Chanseng langsung menyerang Lin Fan.
"Sika!"
Pedang itu langsung di tebaskan ke arah Lin Fan, walaupun dia sudah hilang kultivasinya, tapi kekuatan fisik Lin Fan sangat menakutkan.
Seketika tangan Lin Fan meraih pedang itu sangat mudah.
......................
Ilustrasi sungai naga biru