
Bab 377 Memprediksi Masa Depan
Duan Xiaochu setelah beberapa saat akhirnya memutuskan untuk menangani itu dengan pembunuh bayaran.
Secepatnya Duan Xiaochu, harus menghubunginya. Bagaimana mungkin sekte Teratai Salju yang begitu garang, akan kalah dengan pria tua bangka.
“Betul, aku harus memerintahkan beberapa pembunuh untuk memeriksa ke TKP tersebut. Aku ingin memastikan tempat yang dikatakan muridku tadi,” kata Duan Xiaochu setelah itu, matanya terpejam sebentar untuk menenangkan pikirannya.
Dia memikirkan dari generasi ke generasi pemimpin Teratai Salju, dengan visinya yaitu; sekte Terate salju ingin berubah menjadi kerajaan yang berdiri sendiri tanpa ada yudrikasil kerajaan Naga Yama.
Kerajaan Naga Yama pada masa itu, sungguhlah sangat kuat. Hanya sekarang generasi ini kerajaan Naga Yama, menjadi begitu lemah. karena inilah secepatnya Anda harus memproklamasikan bahwa wilayah teratai salju bukan menjadi wilayah Naga Yama. Melainkan kerajaan yang berdiri sendiri.
“Cih! Tunggu saja Ratu Qin Shi, aku akan terus terang meratakan kerajaanmu dan setelah itu, aku akan merebut wilayahmu, hahaha!” Duan Xiaochu tertawa terbahak-bahak. Dia memikirkan jika kerajaan Naga Yama menjadi wilayahnya, otomatis dia sendiri yang menjadi Raja selanjutnya.
khayalan itu, sungguh menyenangkan. Akan tetapi, Anda tidak mengetahui bahwa dari sekarang sampai ke depannya, Ratu Qin Shi telah menjadi pelanggan toko kelontong Long Fai, sehingga kekuatannya mungkin di atas Anda sendiri. Bahkan, bisa jadi melebihi dari Shen Long dan pendiri generasi pertama dari sekte Teratai Salju.
Karena larut dalam kebahagiaan yang tidak jelas, Duan Xiaochu sosoknya menghilang sudah pergi di tempat ini, dia pergi ke tempat pembunuh bayaran yang dia kenal.
~
~
#Wilayah Naga Emas
Long Bing yang tubuhnya sudah dibantu oleh beberapa pelayan ke dalam ruangan, akhirnya mengerutkan keningnya dengan ekstrem.
Bagaimana mungkin dia bisa menebak bahwa wanita tersebut, adalah bawahan Long Fai. Apalagi wanita tersebut, memiliki kekuatan yang sangat dahsyat.
Sayangnya dia mendengarkan bahwa wanita itu, bukan dari bagian bawahan Long Fai, tidak dipungkiri wanita tersebut marah-marah sehingga melukai dirinya.
“Sebenarnya siapa dia?” Long Bing menggelengkan kepalanya dia berpikir secara keras namun tidak memiliki jawaban yang pasti. Mungkin saja wanita itu, adalah musuh Long Fai.
Ini benar, Long Bing setuju bahwa wanita yang menyerang dirinya, adalah musuh Long Fai. Tetapi, apakah pada akhirnya wanita tersebut bisa mengalahkan Long Fai? Tentu saja, Long Bing tidak berpikir keras sudah menebak mungkin saja wanita tersebut, akan dijadikan karung pasir seperti dirinya.
Memikirkan hal itu, tentu saja ong Bing tidak bisa menahan tersenyumnya karena dia bukanlah tandingan Long Fai.
Long Bing bangun dari tidurnya, mencoba duduk. Setelah itu, Long Bing melihat situasi tubuhnya bahwa luka cedera yang serius, sudah sembuh. Sekarang hanya menyisakan beberapa yang belum sepenuhnya sembuh.
Ketika sedang duduk, tiba-tiba ada retakan ruang, dan muncul lah satu sosok wanita cantik bernama Ro Ru. Alhasil Long Bing mengerutkan keningnya, langsung berkata seperti ini: “Ada apa? Apakah sekarang kamu sudah membulatkan tekadnya?”
Long Bing ketika lupa bahwa dirinya habis dipukuli oleh Fenghuang Lin karena gembira mendapati teman sendiri akan mau menemui Long Fai.
Long Bing sungguh senang dan berkata, “Baik, sungguh bagus akhirnya kamu sudah membulatkan tekad. Ayo! Tunggu apa lagi, mari kita secepatnya menemui Long Fai,”
"Hmmm!"
Ro Ru menganggukkan kepalanya sangat berat, kemudian dia melihat bahwa Long Bing meraih pergelangan tangannya langsung sosok kedua itu, menghilang sudah tiba di tempat di atas langit dan di bawahnya, juga tempat di mana Long Fai berada.
Begitu sudah tiba di tempat itu, Long Bing langsung terpana karena mendapati ada satu toko yang tidak terlalu besar dan kecil sekitar 100 meter dari toko tersebut, terdapat hutan gundul yang sangat luas seperti jejak pertempuran.
Namun, setelah melihat lebih cermat hutan gundul itu, ada beberapa tumbuhan yang sedang ditanami, Long Bing berpikir bawah yang menanami tanaman adalah Long Fai.
“Apa yang terjadi dengan wilayah ini kenapa sudah berubah?” Long Bing sungguh terheran jika dua hari yang lalu, mungkin saja wilayah tersebut yang sekarang dia berada, masih hutan yang lebat. Tetapi, sekarang hutan yang lebat berubah menjadi wilayah yang sangat terang tanpa ada hutan yang menutupi tanah-tanah.
“Ada apa?” Ro Ru juga bingung melihat tingkah laku Long Bing.
Long Bing menggelengkan kepalanya kemudian berkata seperti ini, “Tidak, pada waktu itu aku datang ke sini masih berupa hutan yang sangat lebat, tapi sekarang berubah menjadi ladang tanaman yang sangat indah, aku khawatir jika wilayah ini bukan yang aku temui dengan Long Fai.”
Ro Ru tidak berpikir lebih dia berkata, “Ayo, kita mendekati toko yang berdiri di tengah-tengah hutan siapa tahu, kita mendapatkan petunjuk di mana Long Fai berada.”
“Hmmmm, Kamu benar ayo! kita pergi menemui toko tersebut,” seru Long Bing langsung membawa Ro Ru ke tempat toko yang dituju.
Saat ini, toko yang sedang dibangun untuk penjualan pedang dan sebagainya sudah selesai tinggal menambahkan alat pedang untuk dijual ketika Mu Bai melihat Long Bing matanya berseru tajam karena wanita ini sungguh sangat cantik.
Dia juga sudah menebak bahwa kedua wanita tersebut adalah suku Naga, namun setelah melihat Ro Ru tiba-tiba matanya menyempit.
Mu Bai berkata di dalam hatinya bahwa wanita ini berasal dari suku naga tanduk separuhnya sudah patah, dalam asumsinya mungkin siapa yang telah mematahkan tanduk tersebut, Mu Bai akan berpikir musuh tersebut sangat hebat bisa mematahkan tanduk wanita Naga.
Mu Bai menghilangkan gagasan keinginan tahuan, hanya mengangguk kepada kedua wanita tersebut dengan tersenyum, “Silahkan nona untuk menemui hidangan yang begitu mewah.”
Long Bing mengangguk dan mengabaikan sambil membawa Ro Ru di belakangnya.
Long Bing ingin berkata kepada Mu Bai, seperti apakah Anda pernah bertemu orang bernama Long Fai? dia memiliki paras yang tampan, namun kata-kata tersebut langsung mengeras karena dia melihat di dalam toko tersebut ada sosok Long Fai yang menatap ke arah dirinya dengan tersenyum.
‘Sial! Dia melihatnya!’ Long Bing pergidik dan bulu-bulunya langsung merinding. Dalam pengamatan Long Bing sepertinya Long Fai tersenyum kepada diri sendiri seseolah sudah tahu bahwa dirinya akan datang ke sini.
Ini sungguh diluar nalar, apakah Long Fai bisa memprediksi masa depan? Mungkin asumsi Long Bing hanya sebatas itu, dia tidak mengetahui isi dalam otak Long Fai pada kenyataannya.