
Bab 318 Xiao Chen Datang
Long Fai melihat wujud monster raksasa dari Ling Tian, dirinya sama sekali tidak takut. Malahan dirinya hanya menggelengkan kepalanya secara ringan.
“Aku sudah tegaskan tadi, tidak ada yang membuat aku takut, bahkan untuk tunduk sekali pun.” kata Long Fai secara ringan.
Ling Tian yang dalam perwujudan monster melihat perilaku dari Long Fai, diam-diam mengharukan keningnya jika orang lain atau monster lain maka akan gemetar bahkan ada yang bersujud tapi, Long Fai di hadapan dirinya sungguh masih ada ketenangan yang terpancar dari auranya.
Ling Tian tidak berbasa-basi dia langsung menampar Long Fai yang berada di tanah. Namun seketika tampar itu, langsung di tahan menggunakan batu bata yang pada saat ini membesar dan melebar.
"Bam!"
Telepak tangan raksasa Ling Tian bertemu dengan batu bata raksasa sehingga Ling Tian menyipit matanya.
Dia tidak tahu bagai mana Long Fai memiliki jenis senjata aneh namu, memiliki kekuatan yang sangat menakutkan.
Ling Tian berkata sangat serius: “Kamu memiliki ketrampilan yang sangat bagus, sampai aku terbuat kaget oleh perilaku mu. Namun, sayangnya ini hanya permulaan selanjutnya aku akan menyerang serius kepada mu.”
Begitu kata-kata sudah diucapkan tangan Ling Tian langsung membuat kepalan langsung meninju Long Fai.
Long Fai yang hendak akan ditunjuk oleh tangan monster Ling Tian seketika dia juga menggunakan tinju Naga Taiko.
Seketika kepalan tangan longing mengeluarkan cahaya besar berbentuk susano yang hanya gambaran tangan raksasa langsung mengarah ke tinju Ling Tian.
"Bang!"
Tangan monster Ling Tian seketika langsung hancur bahkan sosok raksasanya mundur beberapa langkah.
Darah yang dikeluarkan dari tangan Ling Tian sangat deras seperti sungai besar yang banjir. Ling Tian mencoba bereaksi dia menyerang menggunakan tangan kirinya untuk menampar long Faiz sangat jauh tapi tiba-tiba di atas langit turunlah petir kesengsaraan langsung menyambar dirinya.
"Mencicit!"
"Slarak!"
"Jeder!"
Petir itu mencicit langsung mengenai tubuh Ling Tian sehingga monster impian terkena serangan petir langsung terhempas puluhan meter.
Ling Tian sungguh sangat malu setelah terkena petir kesengsaraan bahkan petir jenis kesengsaraan ini sungguh berbeda ketika dulu pernah mengenainya.
Petir kesengsaraan yang sekarang baru saja menyambarnya, ada rasa menyerang jiwanya sehingga cukup waspada. Di samping itu, dirinya juga menatap ke arah Long Fai dengan tatapan yang sangat serius bagaimana mungkin dia bisa mengendalikan petir kesengsaraan itu?
Ling Tian hanya berasumsi apakah Long Fai titisan dari dewa petir, sehingga dia bisa mengendalikan petir itu sesuka hati?
Ling Tian melihat tangan kanannya hilang. Dan setelah itu, dia menatap ke arah Long Fai sangat marah langsung menyemburkan api yang sangat panas dari mulutnya.
"Buf!"
Api itu sungguh sangat panas dan seperti tariknya matahari sehingga orang yang menonton pertarungan itu langsung menyingkir sejauh jauhnya agar tidak terkena gelombang panas yang dihasilkan oleh Ling Tian.
Long Fai yang diserang menggunakan jenis api dia juga tidak tinggal diam langsung menggunakan jurus naga melahap air.
Kebetulan di sampingnya sekitar 1 km ada danau yang sangat luas. Tiba-tiba itu airnya mengangkat berubah menjadi naga yang mendominasi langsung mendekati ke arah Long Fai, langsung menghalau serangan api itu.
Naga air itu membuka mulutnya dan menyemburkan air es yang sangat dingin sehingga mendinginkan area di sekitarnya.
Bukan hanya itu saja setelah menghalau serangan api yang begitu panas, semburan air es itu langsung memadamkan api yang sangat panas. Setelah api itu padam, semburan air es itu mengenai tubuh monster Ling Tian. Sehingga ling Tian terpental jauh.
"Swosh!"
"Bam!"
"Bam!"
Menurut artefak negara yang di dalam tubuhnya dirinya sudah tak terkalahkan. walaupun dirinya menyerang menggunakan tenaga fisik saja tapi kuota tidak bisa diharapkan.
Long Fai juga mengeluarkan pohon kehidupan yang berada di lantai 1. Seketika dari retakan ruang itu, muncul lah tumbuhan yang menjulur seperti pohon anggur raksasa langsung melilit tubuh monster Ling Tian.
Setelah pohon yang menjulur raksasa itu melilit sepenuhnya tubuh Ling Tian langsung dilemparkan sangat jauh seperti badminton.
"Swosh!"
"Sikat!"
"Bom!"
"Bom!"
"Bom!"
Monster Ling tiang temen nabrak pohon-pohon dan gunung-gunung sampai rata akibat di terjang sosok monster raksasa Ling Tian.
Dari kejauhan Yu Ru Meng sungguh memiliki raut wajah yang sangat rumit bagai manapun Long Fai adalah orang yang lebih unggul dalam segala hal.
Tapi sayangnya dia menolak ajakan lamaran yang di lakukan oleh Long Fai sehingga dia sama sekali ingin memutar waktu dan memperbaiki apa yang telah di ucapkan.
Sementara itu Chu Fang dan Xu Rongfei dia berteriak seperti suporter sepak bola yang sangat fanatik. Setiap Long Fai menyerang Ling Tian, maka kedua orang itu langsung berteriak kegirangan.
Tentu Bukan hanya mereka berdua saja melainkan para praktisi dari kalangan manusia sangat bersorak-sorai gembira dan ada juga orang yang memperagakan pertarungan seseorang dirinya adalah Long Fai.
Di sisi lain Ling Tian yang sudah terhempas sangat jauh tiba-tiba marah dia mengeluarkan pedang yang sangat besar ukurannya langsung diayunkan di udara sehingga akibat Serangan padang itu seseorang ruang dan waktu tidak kuat menahan goncangannya.
"Hiya!"
"Sring!"
Long Fai berteriak.
"Tapak Viajra Budha!"
Seketika telapak emas muda raksasa langsung menampar energi pedang yang sangat besar dari Ling Tian.
Bahkan telapak budha itu yang besar seperti raksasa langsung menampar cahaya pedang itu ke samping sehingga menggundulkan hutan-hutan yang sangat lebat.
“Ahhh lari pertempuran ini sungguh sangat bahaya cepat...”
“Ayo..kita harus menghindari serangan ini sungguh sangat bahaya jika tidak kita mati ayo cepat menghindar...”
Dari praktisi manusia dan monster semuanya lari terberet-beret tidak terkecuali Chu Fang dan lainnya semuanya langsung berlari dan terbang untuk menjauh dari area pertempuran ini.
Akibat Serangan kedua belah pihak wilayah monster menjadi porak poranda bahkan hutan-hutan langsung gundul akibat diterjang oleh pedang.
Dari kejauhan, ada seseorang Pemuda berpakaian putih dan di pinggang kanannya ada pedang yang tertancap di sarung.
Pemuda itu terus-menerus menatap pertarungan antara Ling Tian dan seseorang berpakaian gelap.
Pemuda itu adalah Xiao Chen yang dari tadi mengamati pertempuran Long Fai dan Ling Tian. Bahkan sebelum Ling Tian datang, dirinya sudah tiba di sini karena penglihatan langit yang diakibatkan oleh Long Fai.
“Ini sangat bagus ada generasi dari manusia yang telah mencapai rekor dariku ini sungguh sangat hebat.” Kata Xiao Chen tersenyum lembut.