Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Bai An Sangat Galak


Bab 52 Bai An Sangat Galak


"Siap Boss!" Teriak Bai An dengan penuh keyakinan, entah apa magsud dari merampas harta tingkat tinggi dan rendah, dia tidak mengetahui. Namun Bai An, masih tetap nurut.


Tapi, sebelum itu, dia berkata kepada Long Fai. "Boss jika berkenang, di ujung perbatasan antara lahan kamu dan hutan, biasa sebaiknya kita di kasih tempat penjaga, mungkin saja aku bisa menjaga di batasan itu."


Bai An mengusulkan, untuk mempermudah. bahkan usulan ini bertujuan sebagai dedikasi karena menjilat paha Long Fai.


Ketika anda di garis depan dan dengan gagah berani menampar pantat para musuh maka yang pasti, anda mendapatkan manfaat.


"Usulan kamu ada benarnya juga. Sebagai adik laki-laki pertama, kamu harus menjadi contoh." Usulan Bai An memang cemerlang, karena dengan Bai An jauh darinya dia bisa bermesraan dengan Wang Roulan.


"Yah Baiklah.. Ayo kita membuat gubuk untuk kamu tinggali dan sekaligus sebagai kamu berjaga." Setelah itu Long Fai pergi ke tempat perbatasan sungai.


Long Fai ketika berjalan, dia memperkirakan bahwa luas tanaman wilayah sendiri itu adalah dua kali lipat dengan luasnya desa di perkampungan.


Bahkan dia yang ketika sedang berjalan, melihat bambu hijau, bambu hitam dan ada lagi bambu emas.


Pohon sakura, pohon mapel yang berwarna warni ini menandakan bahwa dunia ini di sebut dunia peri kecil.


Long Fai menamai wilayah ini adalah dunia peri kecil.


Di samping itu Wang Roualan yang sedang berjalan dia matanya membelak, tidak percaya. Pohon teh pencerahan timbuh di sini dengan rimbun.


Dia ahirnya menatap Fai dengan kagum. Untungnya dia sudah menjadi wanitanya. Jika tidak mungkin diri sendiri akan merugi.


Di dunia ini wanita materialistis terhadap kekuatan. Selama pria itu kuat maka dia tidak menghiraukan wajah, dengan kekuatan yang kuat maka rela mebuka dua paha untuk di serahkan kepada pria itu sendiri.


Namun Wang Roulan merasaa beruntung di dunia. Melihat Long Fai yang sangat tampan, misterius dan mempunyai barang dan benda seperti peri, bahkan Long Fai sangat kuat, dirinya beruntung merasa di cintai.


Sekarang Wang Roulan memegang erat Long Fai dan tidak akan berpaling. Untuk masalalu wanita Long Fai dia adalah wanita yang sangat merugi.


Setelah sampai di pinggiran sungai, dan kebetulan dekat di air terjun, Long Fai berkata seperti ini. "Posisi ini sepertinya sudah cocok untuk di jadikan gubuk penjaga, bagai mana menurutmu Bai An?"


"Boss terserah kamu, saran kamu adalah saran terbaik, di samping itu, tempat ini adalah tempat tinggi jadi, aku bisa melihat dari atas jika ada wanita yang sedang mandi di sungai hehehhe!" Bai An menyringgai kepada Long Fai, bahkan di gigi itu, masih ada sisa makan yang menyangkut.


"Uhhh kamu betul juga ini adalah tempat yang sangat startegis." Kata Long Fai, dia sambil menggaruk hidung dengan canggung karena malu dengan jalan pikiran Bai An.


"Dasar mesum.. semua pria tidak bisa di andalkan." Wang Roulan tiba-tiba di sampingnya mendengus tentang percakapan yang tak senonoh di antara Long Fai dan Bai An.


Kemudian karena sebentar lagi menjelang malam, mereka dengan sigap langsung membuat gubuk.


~


Di istana kerajaan Dayan.


"Betul ayah, seperti yang di katakan meimei tidak berdusta, aku melihat dengan mata telanjang bahwa di gubuk yang di tempati tuan terbuang Long Fai mempunyai harta yang sangat bagus, bahkan aku melihat bahwa sumpit yang di gunakan Long Fai, setidaknya, itu terbuat dari bambu emas pencerahan." Dayan Sumei sedang menatap ke arah ayahnya dengan gaya martabat seperti putri.


"Jika apa yang di katakan kamu benar maka, seharusnya tanah itu, di berkati peri. Kita harus memanggil panglima perang untuk mengecek akan kebenaran itu." Dayan Xiobai berkata dengan serius sambil mengetuk jari di meja.


Dayan Xiobai adalah ayah biologis dari Dayan Sumei, dia adalah pendiri kerajaan Dayan selama 300 tahun.


Di dunia kultivasi, umur 300 tahun tergolong cepat. Bahkan di luar dunia yang pastinya, terdapat monster tua yang sudah hidup ribuan tahun.


Bahkan karena selalu bertuju dengan kultivasi, Dayan Xiobai 200 tahun lebih baru mendapatkan anak yaitu Dayan Sumei.


Ketika dia dia mendapat kabar bahwa tuan muda yang terbuang dari keluarga Long mendapatkan barang warisan dewa, yang tak terhitung jumplahnya, ahirnya dia serakah.


Karena barang-barang yang sudah di sebutkan oleh anak sendiri, adalah barang dengan kualitas surga, maka ini adalah kesempatan bagus untuk menembus ranah megatron.


Di dunia Tongtian hanya sampai batas ranah megatron, dan dia juga tidak mengetahui apakah di atas ranah Megatron masih ada ranah yang lebih tinggi?


Dayan Xiobai tidak mengetahui, namun dia curiga bahwa di atas ranah Megatron masih ada ranah lain, sehingga jika anda bisa melewati ranah itu, anda menuju tingkat dunia atas.


Dia berkesimpulan begitu, karena dia yakain selain dunia tongtian masih ada dunia lain yang lebih besar.


Karena itulah, dia setelah mendengar berita anaknya, bahwa ada harta tertinggi dari sampah Long Fai? Dengan semangat dia memerintahkan untuk mengecek akan kebenaranya.


Kemudian, Dayan Xiobai memerintahkan tiga jendral panglima untuk mengecek akan kebenaran itu.


"Siap Raja....!" Tiga orang itu berteriak dan kemudian sosoknya hilang.


Di malam hari, Bai An sudah berjaga di gubuk barunya itu, walau gubuk ini biasa namun terbuat dari kualitas surga. Jika ada orang mengetahui mungkin Long Fai dan Bai An akan di pukuli sampai mati oleh orang-orang, karena anda begitu dermawan karena menjadikan barang kualitas surga untuk di jadikan sofenir tidur.


Bai An yang sekarang berbeda yang dulu, jika itu dulu, dia penuh kecerobohan. Namun sekarang setelah mendapatkan manfaat Fai dari menjilat paha, tempramennya sudah tenang.


Ketika dia sedang berjaga, mungkin saja, Long Fai dan Guru Wang sedang musim semi bersama, sehingga dia menyeringai, bahwa sebenarnya dia ingin mengintip Long Fai, apa yang sedang dia lakukan. Namun dia takut jika terkena kutukan oleh Long Fai.


Saat ini Bai An sedang duduk bersila sambil, memandang senjata kapak kesayanganya.


"Kamu sekarang adalah partner aku." Bai An berkata dia sambil mengelus gagang kapak.


Namun pada saat ini, dia mendengarkan langkah seseorang, sehingga dia dingin dan serius. Dengan itu, dia bangun dari duduknya, terus menepuk pantat dan pergi keluar gubuk.


"Apa yang sedang kamu lakukan." Kat Bai An, dia memandang ke dua kelompok orang itu.


"Oh.. Nak ternyata ini benar apa yang di katakan Nona, bahwa tempat ini adalah peri hahah!" Orang itu tertawa serakah ketika dia melihat pemandangan yang di lihat di depanya.


"Jadi apakah kamu ingin merampok?" Bai An kemudian menyipit matanya dengan siap bertarung.


"Hahah.. tenang.. nak, aku hanya mengecek sebuah kebenaran saja, dan setelah itu aku pergi lagi untuk melapor ke Raja, jika laporan ini sudah di terima, maka bersiap-siaplah tuan muda yang terbuang pergi dari wilayah ini, hutan peri ini, hanya cocok sebagi raja, tidak pantas di gunakan oleh sampah Long Fai hahah!" Orang itu yang bernama Lin Bei, tertawa sarkasme kepada Bai An dan Long Fai.


"Kamu membandingkan Long Fai dengan raja Dayan kamu, cihhh di bandingkan Long Fai raja kamu tak sebaik keset yang di gunakan oleh Long Fai." Bai An mengejek.


Dengan keset milik Long Fai setidanya kualitas surga di bandingkan dengan raja Dayan hanyalah kentut.


"Apa.. berani menghina raja maka mati...!" Lin Bei menatap ke arah Bai An, dengan itu dia menoleh ke kiri, dia memerintahkan perajurit satunya dengan nama Mo Shi untuk membuat pelajaran. "Mo Shi... bunuh dia, berani sekali menghina Raja."


"Humpp!" Mo Shi, mendengus. Dan menatap ke arah Bai An dengan kejam. Setelah itu dia memegang alat tombak dan berkata lagi. "Karena kamu berani menghina Raja, maka matilah."


"Berdengung!".


Mo Shi, mendekati, Bai An dan langsung menggunakan tombak itu, untuk menusuk dadanya.


Namun ketika tusukan tombak di arahkan, Bai An tangan kanannya mengangkat, kemudian dia teringat kata-kata Long Fai.


'Tekad adalah kekuatan, jika tidak ada tekad kekuatan tidak ada'


Dia mengingat dengan serius dan di tangan itu yang sedang mengangkat tiba-tiba ada sinar emas yang transpran menyelimuti tangan kanan Bai An.


Kemudian, ketika tombak hendak menusuk diri sendiri,dengan tekad tangan kanan langsung menangkap tombak itu, dengan mudah.


Setelah tombak di tangkap, kemudian Bai An langsung menarik tombak itu, untuk mendekat kan diri kepadanya.


Otomatis Mo Shi, juga tertarik kedepan, ketika Mo Shi melihat bahwa ketarik ke depan, dengan kepalan tangan kiri Bai An langsung meninnju dada Mo Shi.


"Bang!"


"Swoshh!"


"Bom!"


"Puf!"


Mo Shi terpental ratusan meter dan menabrak pohon-pohon hingga hancur.


Tidak bertele-tele, Bai An melompat seperti Dewa Pangu. Ketika lompatan sudah dekat di hadapan Mo Shi, dia langsung mengunkan kapak yang ada di punggung, langsung dia pegang dan menebas kepala Mo Shi langsung terbelah menjadi dua bagian.


Darah itu menciprat seluruh badan sehingga Bai An seperti iblis.


Jendral perang mati seketika oleh kapak Bai An.


"Sial ternyata bocah ini sungguh galak!" Lin Bei tercengang sambil melihat rekan satunya. Kemudian dia memerintahkan rekan satunya untuk maju.