Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Aku Paman Mu


Bab 386 Aku Paman Mu


Duan Xiaochu akhirnya membalas, “Mungkin saja, orang yang disebutkan olehmu mengalami pertempuran dahsyat lagi itu mungkin alasannya masuk akal.”


“Bisa jadi,” balas Huang Chen kemudian dia menoleh ke tempat area yang sangat luas yang pepohonan sudah rusak pada patah-patah.


Huang Chen berkesimpulan bahwa mungkin saja setelah, kamu melarikan diri dari tempat ini, tiba-tiba pria tua itu diserang musuh yang lainnya.


Kamu juga tahu, sebagai praktisi yang kuat mungkin saja memiliki musuh yang kuat juga.


Huang Chen setelah berpikir demikian akhirnya berkata kepada salah satu pembunuh bayaran.


“Tuan, bagai mana kita melakukan serangan selanjutnya kita harus membunuh penghianat itu! Bagaimana mungkin Sekte yang mendominasi akan kalah karena satu orang saja yaitu pria tua tersebut.”


Pembunuh bayaran yang bernama Feng Lin berkata dengan sedikit menghina, “Humpp kalian tenang saja karena kalian sudah berani membayar cukup untuk ditugaskan kita semua maka dengan transaksi sudah berhasil, kita sebagai pembunuh bayaran sudah yakin Ketiga orang itu akan mati.”


Feng Lin langsung meloncat untuk mencari dan menyelidiki tempat tersebut, bahkan dia melihat dari kejauhan ada tiga rumah kecil yang berdiri di tengah-tengah hutan ganas ini.


Feng Lin menebak bahwa rumah itu adalah rumah Pria tua yang telah disebutkan dari Huang Chen.


Karena Feng Lin berkata: “Kalian tunggu disini, aku akan ke tempat gubuk kecil itu mungkin saja pria yang kamu sebutkan berada di tempat itu!"


Huang Chen, Duan Xiaochu peserta ke sembilan pembunuh bayaran hanya mengangguk dan tidak berkata lagi.


Feng Lin akhirnya terbang melesat sangat cepat untuk mendekati gubuk kecil itu. hanya membutuhkan beberapa nafas saja kemampuan yang sangat cepat itu sudah tiba di depan gubuk tersebut.


Begitu Feng Lin sudah tiba, langsung mengurutkan keningnya karena setelah sudah mendekat gubuk yang dilihat dari kejauhan ternyata adalah toko kelontong.


Bahkan Feng Lin di dalam hatinya menghina bagaimana ada toko yang berdiri begitu sangat percaya diri di tengah hutan Apakah kamu tidak takut ada monster buas yang secara tiba-tiba menyerang ketika malam hari, Feng Lin sudah mengadukan bahwa pemilik toko tersebut, memiliki masalah IQ yang buruk.


“Cih ada-ada saja,” Feng Lin berjalan dengan tenang langsung ingin membuka pintu toko tersebut sambil menghina ke pemilik toko tersebut bahwa pemilik toko tersebut sungguh gila.


Ketika hendak ingin membuka pintu tersebut tanpa disadari Feng Lin langsung mendengar ada suara di sampingnya.


“Apa yang kamu lakukan?” Mu Bai tiba-tiba langsung meraih tangan kanan Feng Lin karena toko tersebut sudah tutup dan tidak melayani pelanggan lagi.


Feng Lin tiba-tiba kaget karena tanpa disadari ada orang yang berada di sampingnya bahkan memegang tangan sendiri. Dia tidak mengetahui sehingga menjadi waspada karena, Feng Lin adalah pembunuh bayaran kelas kakap itu berarti insting membunuhnya sudah sangat sangat tajam, seharusnya jika ada orang di sampingnya akan merasakan.


Akan tetapi, tanpa disadari dirinya tidak bisa mendeteksi bahwa ada manusia yang sedang berada di sampingnya otomatis langsung waspada dan berkata: “Siapa kamu? Jangan sentuh aku, aku jijik sama kamu!”


Mu Bai langsung melepaskan tangannya dan berkata penuh hormat, “Maaf Tuan pelanggan, Jika kamu ingin memesan makanan untuk sekarang sudah tidak berlaku alias sudah tutup. Jika pelanggan ini ingin memesan mungkin bisa datang besok hari terimakasih!”


“Kamu siapa? Minggir Jangan menghalangi jalan!” Feng Lin berteriak mencoba mendorong Mu Bai agar menjauh darinya.


Akan tetapi ketika dia mendorong tubuh Mu Bai, sepertinya mengalami kesulitan seseolah dia sedang mendorong batu yang sangat besar suhu berat.


Mata Feng Lin menjepit tajam dan mencoba meningkatkan kekuatannya lagi.


Sayangnya, sekeras bagaimana Feng Lin meningkatkan kekuatan untuk mendorong Mu Bai, itu sama sekali tidak berguna bahkan dia curiga Apakah orang yang berada di sampingnya adalah orang yang telah disebutkan oleh Huang Chen?


Namun, perawakan Mu Bai tidak seperti manusia paruh baya yang sudah tua melainkan, masih berumur 40 tahunan sehingga tebakannya salah mungkin saja orang yang di sampingnya masih berkerabatan dengan pria tua yang disebutkan oleh Huang Chen.


Mu Bai yang didorong oleh Feng Lin dia tidak merasakan kekuatan dari dia, melainkan Mu Bai merasa bahwa tangan dan kekuatan dorongan Feng Lin tidak ada tenaganya.


Mu Bai berkata hormat, “Tuan pelanggan, lebih baik jangan keras kepala jika pelanggan ini ingin memesan makanan kembalilah besok.”


Feng Lin tidak tahan, langsung berteriak: “Bajingan! Aku adalah pembunuh bayaran, aku datang ke sini untuk mencari pria tua tersebut! Karena telah menculik ketiga wanita kecil dari Sekte Teratai Salju di mana dia! Biar aku penggal kepalanya!”


“Aku adalah paman mu!” Mu Bai raut wajahnya langsung berubah menjadi jahat langsung menampar kepala Feng Lin karena sudah tahu dari kata-katanya bahwa dia pembunuh bayaran untuk mengambil ketika wanita kecil tersebut.


"Plak!"


Akibat tamparan itu kepala Feng Lin, seketika langsung meledak dan mati seketika.


Hanya menyisakan tubuh tanpa kepala, Mu Bai langsung membawakan nya ke dalam kolam yang penuh ikan piranha.


“Kamu berani begitu sembrono untuk menculik ketiga wanita kecil itu maka konsekuensinya adalah mati.” Mu Bai berkata sangat murung, dia tidak akan memberi nafas kepada musuh langsung membunuhnya.


Kemudian, Mu Bai melihat kepala yang sudah meledak bercacaran di lantai dan tanah hanya melambaikan tangannya tiba-tiba darah dan isi kepala yang sudah bercacaran langsung terbakar menjadi arang tanpa tersisa seseolah kejadian ini, tdak ada melainkan hanya ilusi.


Setelah itu Mu Bai kembali ke rutinitas seperti biasanya yaitu menyapu pelataran depan toko tersebut karena sudah tutup dan dirinya juga akan beristirahat.


Fang Yuan yang melihat dari kejauhan banyak menatap secara ringan, dia juga sudah menebak bahwa Setelah orang yang menyerang Mu Bai sudah mati mungkin saja ada beberapa gerombolan yang akan menyerang lagi sehingga dia langsung mendekati Mu Bai untuk memperingatkan bahwa masih ada segerombolan yang akan datang.


Mu Bai juga sudah tahu sebagai mantan pembunuh yang mesum dia sudah hafal dengan rutinitas seperti ini.


Mu Bai berkata, “Kamu Jangan khawatir aku sudah mengetahui rutinitas seperti ini tapi tenang saja dengan ada aku di depan toko ini maka semuanya akan menjadi kabut darah.”


“Kita sebagai bawahan Tuan Long Fai, sepatunya Kita harus berbakti jangan membiarkan Tuan mengetahui dan bertindak sendiri. Kita harus saling membahu untuk menyelesaikan segerombolan pembunuh itu, tanpa diketahui oleh Tuan Long Fai.”


“Kamu benar, sebagai bawahan yang baik kita harus menghindari campur tangan Tuan sendiri.” Fang Yuan berkata dan mendekati Mu Bai.