
Bab 645 Menghancurkan Istana Zuyun
Satu orang yang menggunakan hukum kehancuran bernama Yang Bai. Dia berteriak, ”Lepaskan kaki mu bajingan! Jika dia mati, aku bunuh kamu!”
”Ayo, cepat bunuh aku, jika kamu tidak membunuh ku, wanita cantik ini akan menjadi mayat.” Long Fai mengangguk dan tersenyum. Kemudian kekuatan kakinya ditingkatkan lagi, sehingga wanita perak meraung.
Dia sungguh sangat putus asa, kekuatan yang terkandung dalam tubuhnya, entah kenapa menguap begitu saja, bahkan dia tak bedanya dengan manusia biasa.
Wajah wanita peri itu yang sangat cantik berlumuran darah dan mengeluarkan ingus sangat menjijikkan tatapannya diarahkan kepada Yang Bai. Dia sepertinya menatap ke arah Yang Bai dalam gerak-gerik tubuhnya ingin meminta bantuan.
Yang Bai tentunya paham akan hal itu, dia langsung mengeluarkan cambuk terbuat dari tumbuhan rotan yang memiliki duri sangat mematikan langsung diarahkan kepada Long Fai.
Hanya satu pikiran Long Fai, cambuk tersebut yang dikatakan sebagai senjata surgawi, langsung hancur menjadi bubuk.
”Hanya itu saja kekuatan mu? Sungguh payah.” setelah kata-kata Long Fai dijatuhkan, tiba-tiba awan di atas Yang Bai menjadi suram dan retak terbuka, kemudian potongan bilah petir meledak. Kekuatannya sangat menakutkan dan suara dentangnya memekakkan telinga.
Dalam lingkup hukum guntur, semua serangan tidak pandang bulu. Mereka yang memiliki budidaya lemah dan buruk akan dipotong tulang dan tulangnya oleh bilah guntur yang terbang melintasi langit, dan mereka hancur berkeping-keping dalam genangan darah.
Yang aneh adalah bilah petir yang keluar dari awan berjarak sangat jauh, tapi tidak melukai Long Fai dan Wanita perak. Hanya saja wanita perak itu melihat Yang Bai sedang dibombardir oleh sekumpulan petir tanpa ampun dan tidak berdaya.
Melihat rekannya pada meninggal menjadi bangkai, akhirnya wanita perak itu sedih dan tatapannya sungguh sangat membunuh ke arah Long Fai.
Long Fai menyadari niat membunuh dari wanita perak itu, kemudian dia melirik ringan ke arah wanita perak. ”Apakah kamu sekarang begitu putus asa? Jika kamu merasa putus asa dan melihat beberapa temanmu yang meninggal dan merasa sedih coba pikirkan baik-baik. Kamu juga pastinya sudah pernah membunuh ratusan orang hanya untuk kepentingan dirimu ini adalah karma. Kamu membunuh orang pada akhirnya kamu juga akan dibunuh.”
Setelah itu Long Fai mengangkat tangannya seketika ratusan petir yang membombardir tanah, tampaknya memiliki kecerdasan dan semua mendengarkan instruksi Long Fai langsung mengaum dan berkumpul menjadi satu di tangan Long Fai tiba-tiba berubah menjadi pedang berwarna biru cerah.
Long Fai tidak punya belas kasihan dan hanya mengayunkan pedangnya kepada leher Wanita perak.
Bom!
Dibarengi raungan petir, seketika leher Wanita perak langsung terlepas dan kepalanya meledak tampak sedikit sama sekali Hanya menyisakan tubuhnya saja. Long Fai untuk karakter kejam seperti dia tidak ada belas kasih bunuh dan langsung bunuh!
Membuka buku kematian, Long Fai melihat identitas dari wanita perak itu. Dia adalah Ye Xiyan kelompok pemburuan artefak dewa yang masih memiliki pangkat rendah. Menggeledah informasi melalui buku kematian ternyata kelompok pemburu artefak Dewa sangatlah banyak melebihi Azhure Naga miliknya.
Bahkan dalam informasi Ye Xiyan, dia belum pernah melihat pemimpin dari geng itu.
Keberadaan pemburu artefak dewa tidak terlalu misterius seperti sang keberadaan tabu, dia sungguh ingin tahu siapa keberadaan tamu itu mungkin saja itu adalah sesuatu ekstensi ekstensi keberadaan yang setara dengan dewa tertinggi.
Hanya satu hal informasi dari Ye Xiyan, dia seorang berkumpul di istana Zuyun. Istana Zuyun adalah sebuah nama saja tetapi di dalam itu banyak para emak yang mafia yang berspesialisasi untuk merampok artefak kekuatan Dewa.
Menggunakan kekuatan mata dewa Chen Daniu, Long Fai tanpa pikir panjang langsung melesat untuk pergi ke istana Zuyun. Dia akan mempunyai niat untuk menghancurkan satu persatu markas dari fraksi pemburu artefak dewa.
Satu persatu tempat persembunyiannya dihancurkan mungkin saja kelompok yang lebih kuat akan datang untuk membantu. Semakin Long Fai membantai kelompok itu, semakin cepat juga untuk memberantasnya.
“Istana Zuyun! Keluar dan mati untuk ku!"
Teriakannya sungguh sangat keras sehingga beberapa kelompok yang sedang di dalam istana itu langsung dikejutkan. Alhasil mereka semua langsung marah mahluk rendah hati ini yang berani memprovokasi istana Zuyun!
Ada satu wanita yang cukup tampan, dia menatap ke arah Long Fai di atas dengan garang.
”Kamu siapa! Beraninya kamu, apakah hidup mu sudah bosan!” Wanita itu mendesis dan berkata kepada Long Fai dari kejauhan.
Tapi Long Fai mengabaikannya, dia melambaikan tangannya ke arah depan dan ditunjukan kepada wanita tampan.
Hanya satu lambaian saja, tiba-tiba, ada seratus ribu panah bergetar bersama keluar dari langit, dan sejuta kilat yang kuat ditembakkan secara bersamaan, pemandangan itu seperti hujan cahaya, melintasi langit, setiap tembakan berdengung dan bergetar, setiap tembakan memiliki kekuatan yang tak tertandingi, dan itu adalah ledakan yang kacau balau.
Ahhhh!
Satu ribu hujan petir menghujani wanita tampan tersebut sehingga dia menjerit dan tubuhnya menghilang langsung mati di tempat.
"Bajingan! Siapa kamu!” Tiba-tiba satu satu orang lagi yang memiliki kekuatan yang sangat mengerikan tiba-tiba tubuhnya meledak berubah menjadi monster raksasa berekor sembilan.
Roar!
Dengan raungan, dia langsung berubah menjadi Ekor Sembilan. Satu ekornya panjang tak terhingga bahkan satu ekor saja bisa meratakan gunung.
Bahkan setengah dari Ekor-Sembilan, tubuh yang kuat cukup menjulang tinggi, seperti gunung, terutama sembilan ekor, seperti sembilan tiang menjulang ke langit tak terhingga, bergoyang ke arah langit, mata besar itu seperti tong anggur, kejam dan haus darah, darah yang kejam, seperti lautan bergulir.
Long Fai melihat bentuk monster ekor nsembilan tidak takut sama sekali, malahan tangan kanannya menekuk dada sendiri dan berteriak dengan arogan. ”Aku tidak takut dengan untuk monster mu, ayo Jika kamu merasa kuat Bunuh aku dan gigit aku!”
Setelah kata itu diucapkan monster ekor sembilan tidak bisa tenang, dia marah dan cakar yang besar itu, langsung menonjol dari tangannya,lalu meraih perut Long Fai dan mencakar-cakar.
Bom!
Tetapi Long Fai tetap diam dan bukannya mundur.
"Teknik Angin dan Guntur: Sepuluh Ribu Pedang Kembali Menjadi Satu," ucap Long Fai dia menggunakan jurus pedang yang menumpuk seperti sampah di dunia artefak.
Sring!
Tiba-tiba dari langit Itu terbukalah retakan ruang yang sangat besar dan bergemuruh sampai penjuru sudut dunia. Dari retakan ruang itu, muncul bayangan pedang raksasa jatuh seperti meteor langsung menghantam tubuh monster ekor sembilan.
Bang!
Hanya sekali serang, monster itu terbelah menjadi dua bagian dan darah memuncrat begitu sangat banyak, para kelompok pemburu artefak dewa, yang awalnya menganggap Long Fai akan mati, tiba-tiba situasi terbalik.