
Bab 597
Akhirnya Helen tidak ada cara lain untuk menggunakan senjata racun agar Long Fai pingsan.
Tapi bukannya senjata itu berhasil, dilancarkan kepada Long Fai, seketia senjata itu langsung tidak berfungsi dan Long Fai meraihnya langsung meremas hingga hancur.
”Apa yang kamu lakukan! Cihh!” Helen menggertakan giginya dan melirik salah satu petugas lagi untuk menolong. Tapi, tangan kiri Long Fai langsung menampar hingga kepala mereka yang sudah dilapisi besi robot langsung pecah.
Plak!
Bahkan saking keras tamparannya sampai menembus ke pipih dan tulang rahangnya dan beserta gigi-giginya langsung rontok.
Long Fai berkata: "Gimana? Apakah kalian sudah puas dengan tamparan ku? Jika kalian yang belum maju ingin merasakan, cepat kemari!"
Simon yang melihat dari kejauhan tatapannya sungguh sangat bermartabat Bagaimana mungkin seorang pemuda yang dilihat-lihat tangannya seperti tangan wanita tetapi memiliki tamparan yang sangat dahsyat.
Itu tidak mungkin! Bahkan dirinya baru pertama kali melihat seorang pemuda yang sangat kuat sekali!
Simon kemudian berteriak! “Arthur Apakah kamu lancang kepada raja ini? seharusnya kamu tahu status Raja dibanding denganmu masih tinggian dengan raja, lebih baik kamu menyerah lah dan ikut bersama kami!"
Long Fai bahkan menghina kepada Simon, "Aku tidak peduli siapa kamu raja atau tidak, yang terpenting aku bisa melukis kalian untuk mengembalikan berbagai energi yang telah kalian rampas dari duniaku itu saja dan tidak ada lagi yang aku tagih. Jika pihak kalian mengembalikan energi yang telah dirampas maka aku berjanji akan mengembalikan kotak B itu menjadi seperti semula.”
“Seharusnya anda tahu kita sama-sama raja dan suatu penguasa di tempat wilayah yang lain, Anda Raja, saya pun juga Raja.” Kemudian Long Fai memanggil prajurit robot yang sangat canggih dari artefak lantai lima.
Bommm!
Getaran dari langit sampai mengguncang wilayah Atlantis bahkan akibat energi yang keluar dari artefak naga, mengakibatkan ruang itu sendiri tidak sanggup menahan akhirnya hancur.
iya yang sangat menyembah.
Long Fai meloncat ke atas langsung berubah menjadi Robot yang canggih juga dan menatap ke arah Simon.
“Bagaimana? Apakah yang mulia masih berani?” Long Fai tersenyum menghina.
Tazna maupun yang lain, sungguh terpanas setelah melihat pasukan yang di summon oleh Long Fai, ternyata oh ternyata identitas Long Fai adalah seorang raja dari wilayah dunia yang lain yang mereka semua belum pernah datang ke situ.
Ada prajurit Mecha yang mendekati ke arah Long Fai, Dia memiliki wajah yang sangat cantik hanya saja seluruh kulitnya berwarna biru dan memiliki tiga mata.
"Tuan Xiandi. Tumben sekali biasanya Tuhan selalu bertindak sendiri tetapi sekarang tuan ingin memanggil bawahan kita untuk datang ke tempat yang menjijikan seperti ini? Ada apa?” tanya wanita itu yang memiliki nama Lilis.
"Tidak apa-apa Aku hanya ingin memperlihatkan pasukanku kepada raja yang sombong seperti dia,” kata Long Fai.
Lilis seketika tatapannya diarahkan kepada Simon dan berkata dengan mengejek, ”Jangan membandingkan pasukanmu dengan pasukan tuanku, jelas-jelas sudah berbeda kamu seperti kentut!”
"Yang mulia raja Simon. Maslah akan terselesaikan jika Anda tidak memaksa agar Tuan ku mengikuti Anda. Tapi jika saya melihat Anda masih memaksakan diri, jangan salahkan saya jika tidak bersikap sopan kepada Anda.” Lilis berkata lagi dengan sedikit nada ancaman.
Pada saat itu, Murpy yang sudah tahu identitas Long Fai hanya pucat wajahnya. Untung saja dia tidak berniat lagi untuk membunuhnya. Jika sekarang masih memiliki pikiran implusif, akan sangat dikhawatirkan kamu meninggal lebih cepat penuh dengan penyesalan.
"Kamu apakah kamu ....” Simon masih bersikeras dan mencoba memaksa, tapi Lilis mengeluarkan paksaan yang agung sehingga mereka semua langsung lututnya lemas langsung berlutut.
"Mahkluk rendahan seperti Anda tidak layak protes dengan instruksi Tuan! Jika kamu masih lancang, maka saya akan membunuh tanpa persyaratan." Mata Lilis menyipit tajam penuh jejak memnuhu yang sangat tinggi.
Long Fai melihat Simon dan seluruh murid berlutut sambil mengeluarkan darah sangat banyak, akhirnya mendekati Lilis langsung menepuk bahu.
"Kamu jangan terlalu kasar, hentikanlah.” Long Fai setelah menepuk bahu Lilis, seketia melihat raut wajahnya sungguh pucat dan berkeringat deras.
”Ba ... Ba .. Baik Tuan!" Lilis berkeringat deras aura dominasi seketika langsung menghilang setelah ditatap oleh Long Fai. Baginya, tatapan Long Fai seperti menghancurkan dunia.
Dia sendiri setelah melihat tatapan itu sungguh langsung tidak berdaya dan kekuatan paksaan seketika menghilang diudara tipis menjadi mahkluk yang lemah seperti api lilin yang tertiup angin sepoi-sepoi.
Pada saat itu, Lucia dan yang lain melihat ketakutan Lilis terhadap Long Fai membuat matanya terbuka lebar. Lilis memiliki kekuatan yang sangat hebat sampai membuat seluruh akademi berlutut hanya menggunakan dengusan dingin saja, tapi dia yang memiliki kekuatan hebat hanya diberikan nasehat kepada Long Fai seketika yang pada mulanya auranya buas seperti monster seketika kempes seperti balon kempes.
Yang tidak mempercayainya adalah Simon itu sendiri, karena dia tidak tahu kekuatan sebenarnya Long Fai sehingga ada niatan untuk memerintahkan Lilis berhianat dan meninggalkan Long Fai.
"Hey kamu! Lebih baik kamu ikut dan menjadi pengawal ku, saya akan menjamin kehidupan mu akan aman, dibandingkan dengan mengikuti dia!”
Lilis yang awalnya ketakutan seketika langsung mengeluarkan aura jahat lagi dan menatap ke arah Simon dan berkata: “Berani lancang hah!"
Seketika Simon merasakan ketakutan lagi setelah melihat Lilis mengamuk, bahkan dia sampai ingin kencing di celana.
Long Fai meraih bahu Lilis dan menyuruh untuk diam. Kemudian Long Fai menatap ke arah Simon, ”Kualifikasi apa Anda menyuruh untuk menghianati aku? Sangat disayangkan, tidak ada gunanya kamu memaksa ... Nah sekarang apa yang Anda ingin lakukan dengan saya? Apakah Anda ingin melawan saya lagi. Ayok! Saya tunggu di sini. Oh iya saya akan memberikan dua menit untuk memberikan bawahan Anda menyerang saya, jika selama dua menit tidak bisa melakukan apapun, maka terpaksa saya yang membunuh.”