Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Aku Tidak Tertarik Denganmu


Bab 251 Aku Tidak Tertarik Denganmu


sudah berapa menit mereka semua menikmati makanan yang sangat meriah begitu lezat. dan di saat sedang asyik makan tiba-tiba ada wanita sekitar berumur 20 sampai 25 tahun menghampiri kita semua yang sedang menikmati makanan.


wanita itu memakai setelan putih polos tanpa ada noda layaknya seperti peri berdebu. di bagian belakang wanita itu, membawa pedang yang sedang ditancapkan ke tempatnya. Rambut itu berwarna hitam pekat dan mata itu seperti sangat tajam layaknya pedang itu sendiri.


wanita itu memandang ke arah Fang Hai dan mengangguk sopan namun tidak memandang sedikitpun ke arah Long Fai. Tentu saja Long Fai dan lainnya yang sedang diabaikan sungguh tidak peduli.


Bahkan Long Fai sendiri sudah tahu bahwa wanita itu hanyalah jual mahal ketika dia jual mahal berpura-pura misterius kepadanya. Tentu saja apa yang dilakukan wanita ini tidak ada hubungannya dengan dirinya baginya dirinya hanya menikmati makanan yang lezat ini dan ketika sudah kenyang dia pergi dari sini.


Fang Lili berkata lembut: “Kakak perempuan halo lama tidak bertemu.”


"Halo juga adik.. syukurlah kamu baik-baik saja selamat kembali ke rumah.” Kata wanita cuek.


wanita cuek itu adalah kakak kandung dari Fang Lili, dia bernama Fang Rong.


Fang Rong hanya melirik sekejap sekitar berapa detik langsung kembali tenang seperti semula karena ketika dia melihat Long Fai sepertinya ada sedikit meremehkan walaupun itu tidak menghinanya.


Dia bahkan mengakui bahwa Long Fai sangatlah tampan tapi dia juga mengurutkan keningnya pemuda ini hanyalah memiliki kultivasi yang sangat rendah bahkan, ketika dirinya melawanya tanpa menggunakan pedang sudah sangat mudah.


Akhirnya mereka bertiga sudah menghabiskan makanan dan sepertinya sudah merasa cukup kenyang setelah itu berkata kepada panutua Hai.


“Terima kasih karena telah menghidangkan makanan yang sungguh lezat dan bermacam-macam. Tapi sayangnya aku disini tidak berlama-lama karena aku akan pergi ke kota yang sangat meriah untuk merayakan acara pernikahanku dengan istriku.” Ucapan Long Fai tentu saja sungguh sangat sopan tidak ada jejak apapun yang tersirat.


Kata-kata menikah yang dikeluarkan oleh Long Fai akhirnya Fang Rong berhenti makan sekitar berapa detik setelah itu dia melanjutkan makan lagi tanpa berpikir jauh.


Fang Rong sepertinya menilai Xiao Yun yang menikah dengan Long Fai apakah lantaran dia memiliki wajah yang sangat tampan? Karena dia sudah menilaiku motivasi dan kekuatan Xiao Yun sungguh sangat kuat bahkan dirinya belum tentu bisa mengalahkan.


Tapi apa yang membuat dirinya tidak bisa berkata apa-apa dan merasa aneh, dia sangat mau menikah dengan pria yang notabennya tidak memiliki kultivasi yang sangat tinggi.


Hanya dengan cinta mana mungkin bisa menyelamatkan dari kejamnya dunia ini! Fang Rong berguman dalam hatinya terus-menerus kemudian dia tidak berpikir lagi karena ini merasa lucu.


Namun Fang Lili menginstruksi: “Apakah kamu tidak ingin melihat halaman keluarga akan banyak orang yang sedang berlatih pedang dan sebagainya jika kamu tertarik ayo kita melihat melihat.”


Xiao Yun akhirnya cemberut dia sudah tahu apa yang dilakukan oleh Fang Lili agar dia bisa berlama-lama melihat Long Fai.


Fang Lili hanya mencari alasan lagi: “Sungguh sangat terburu-buru aku hanya ingin memperlihatkan semua keluarga pun yang sedang berlatih dan tidak ada niatan tersebut seperti mendekati suamimu.”


“Aku wanita aku mengetahui lebih baik daripada pria.” Xiao Yun mengangkat bahu.


“Apalagi suamimu memiliki basis kultivasi yang rendah mana mungkin keluarga kita akan menerimanya sebagai menantu.”


“Kakak... apa yang kamu bicarakan kamu tidak boleh berkata seperti itu itu hanya melukai dia dia adalah temanku kenapa kamu berkata seperti itu.” Fang Lili mencoba menenangkan kedua belah pihak.


Di situasi tersebut Long Fai hanya tersenyum tipis kemudian dia berkata kepada semua orang yang berada di sekitarnya. “Aku datang ke sini karena niat baik dari dia dan tidak ada niatan untuk memastikan dalam keluargamu apalagi mendekati Putri Fang Lili.”


“Dan aku datang ke kota ini hanya bertujuan untuk bulan madu kebersamaan istriku tidak ada hal yang lain yang perlu aku lakukan bahkan untuk berniatan untuk mengambil atau menyukai adikmu, aku tidak ada niatan seperti itu, jadi kamu jangan berkata seperti itu kepadaku seseolah aku sedang mengejar dia.”


Fang Lili akhirnya menunduk malu, gara-gara kakaknya akhirnya situasi ini menjadi sangat sulit.


“Maaf aku tidak bermaksud untuk menjelek-jelekan kalian tapi tradisi keluarga Fang seperti itu sehingga jika perkataanku menyayat hati tolong lupakanlah segera.” Kata Fang Rong lembut.


“Tidak masalah aku juga tidak tertarik dengan keluarga Fang.” Balas Long Fai ringan.


Mata Fang Rong menyipit ketika ada pandangan meremehkan keluar dari Long Fai. Anda siapa berani beraninya Anda meremehkan keluarga Fang!


Tapi kemarahan batin dia tutup rapat-rapat karena ketiga orang itu adalah tamu tentu saja untuk melawan pemuda ini sangatlah mudah tapi dia juga tahu ada istrinya yang sangat kuat bahkan dirinya tentu saja tidak bisa mengalahkannya.


Fang Hai melihat perdebatan di antara Pemuda long play dan cucunya seketika terbatuk dan berkata kepada Fang Rong


“Rong'er hentikan kamu seperti biasanya sangat sombong...apakah kamu tahu hati manusia tidak sepertimu bahkan hati manusia sangatlah ada yang lembut dan juga ada yang jahat jadi sepatunya kamu menghargai apa yang mereka senangkan tanpa tidak merusak apa yang kamu lakukan.” setelah itu dia melanjutkan kata-katanya kepada Long Fai.


“Ini... pemuda maafkan kami atas kelancangan cucuku dia seperti ini sejak dari dulu bahkan kami sebagai orang tua tidak bisa mendidik sebagai anak yang baik-baik.”


Long Fai membalas: “Tidak apa-apa mungkin dia sombong dan bangga kepada diri sendiri Karena dia mempunyai modal kesombongan itu mungkin akan luluh ketika dia mendapatkan cahaya ilahi.”


Kemudian Long Fai berkata kepada Fang Rong: “Dan kamu semoga mendapatkan cahaya ilahi karena apa yang dikatakan kakekmu adalah nasehat yang paling baik daripada apa yang kamu pikirkan.”


“Tentu saja aku akan menuruti apa yang dilakukan oleh kakek.” Fang Rong berkata langsung tanpa melihat Long Fai.


Long Fai tidak menjawab lagi tapi dia berkata kepada Xiao Yun. “Yuner ayo kita pergi dari sini kebetulan kita sudah kenyang.”


“Hmmm baiklah..!” Xiao Yun mengangguk setuju kemudian dia memeluk tangan Long Fai lagi di dalam hatinya dia menghina Fang Rong karena dia sungguh sangat bodoh.


Jika anda mengetahui bahwa Long Fai adalah raja Xiandi mungkin dia akan menelan ludah sendiri karena begitu percaya diri.


Tepat ketika dia hendak berpamit tiba-tiba Fang Lili menghentikan. ”Tunggu Apakah kalian tidak jadi untuk pergi melihat keluargaku sedang berlatih?”