Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Gilga Mati


Bab 581 Gilga Mati


Long Fai berdiri melihat atas seketika langsung menepuk udara begitu sangat keras.


Pok!


Sekali tepuk tangan, langsung mengeluarkan angin yang sangat besar dan menghantam beberapa robot yang sedang menembaki ke arah dirinya.


Woshh!


“Bajingan apa yang dia lakukan hah? Dia hanya menghancurkan robot banyak sekali tepuk! Ini sungguh gila!” mulut Gilga tidak bisa menahan berkedut.


Bahkan semua robot hancur dan tidak berbentuk, dapat dikatakan Long Fai menepuk dengan ringan mengakibatkan semua robot hancur seperti debu.


Betapa menakutkan dia?


Long Fai setelah membersihkan robot kecil yang menganggu, alhasil langsung melompat ke atas sehingga tanah retak seperti jaring laba-laba.


Sekali lompat sangat cepat dan sudah mendekati Gilga, dia menggunakan tinju sederhana langsung menghantam armor robot Gilga hingga meledak.


Bom!


Gilga pun keluar sangat cepat dan mencoba melarikan diri. Dia juga sudah berkoordinasi dengan robot lainnya dan tindakan itu sudah diketahui oleh Long Fai.


Long Fai turun dan mengambil bongkahan robot milik Gilga langsung melemparkannya layaknya bola kasti.


Swoshh!


Gilga yang terbang menggunakan roket kecil dipunggung langsung menghindari sehingga bongkahan bangkai robot itu, mengenai bangunan hingga bangunan itu robot karena tengahnya patah akibat hantaman lemparan Long Fai.


“Cepat! Aku butuh bantuan!” triak Gilga dengan berkeringat deras dia melihat tatapan Long Fai begitu ganas seperti ingin mencabik-cabik tubuhnya.


Dia sungguh sangat panik, mungkin saja nyawanya sedang dipertaruhkan sekarang melawan Long Fai. Dia tidak mau dia ingin hidup dan menikmati sumberdaya yang telah pihak Akademi diberikan.


“Aku tidak bisa melepaskan mu, setelah kamu mati maka aku bisa tenang karena kamulah yang mengetahui wajah ku,” ucap Long Fai langsung menggunakan partikel teknologi tinggi sehingga langsung membentuk Mecha Godzilla dan seketika menyemburkan energi yang sangat hebat.


Bummmm!


Ya tuhan, hanya sekali sembur hutan dan kota seisinya langsung musnah. Bahkan Long Fai tidak berbelas kasih karena penduduk disekitar sudah melarikan diri jauh-jauh.



~Ilustrasi Mecha Godzilla! ~


Dengan bentuk yang tinggi, Mecha Godzilla berlari sungguh sangat cepat, tidak lama langsung dibelakang Gilga hingga dia ingin menamparnya menggunakan ekor.


Hanya saja diatas langit, ada beberapa pesawat ulang alik yang menembak ke Mecha Godzilla itu.


Long Fai hanya menggunakan pikirannya, Mecha Godzilla hancur berubah bentuk menjadi meriam plasma yang mengitari tubuhnya segala sisi.


Bom!


Ratusan meriam plasma yang dimiliki Long Fai diudara, seketika menghujani mereka semua. Akibatnya di malam hari hujan darah.


Wushh!


Long Fai terbang menggunakan selancar pantai yang memiliki roket langsung mendekati Gilga.


"Banyak orang yang tidak mengakui perbuatannya, tapi aku adalah orang yang jujur. Sekarang aku yang membunuh wanita itu, dan bagaimana kamu akan melakukan tindakan kepada ku, aku beri kesempatan satu nafas untuk memberikan alasan yang masuk akal. Jika tidak, maka kamu seperti teman-teman yang lain menjadi bangkai,” kata Long Fai.


Gilga seketika terkencing-kencing dan mundur sambil ngesot kebelakang sambil meneriaki dengan tak jelas. Bahkan dia mengeluarkan ingus yang sangat menjijikan.


”Ternyata kamu sudah gila,” kata Long Fai menggelengkan kepalanya lambung memenggal kepala Gilga tanpa pikir panjang.


Darahnya jatuh ketanah, seketika Long Fai pergi dan merasa sudah cukup aman karena tidak ada yang mengenalnya. Sekarang saatnya berpura-pura menjadi lemah sambil melarikan diri.


Wushhh!


Long Fai menghilang sangat cepat sudah berpindah di tempat perkotaan yang sangat ramai penuh mobil terbang.


Walaupun sudah dimalam hari, kota ini sungguh sangat ramai. Bahkan Long Fai cukup bernostalgia dia tersesat sejenak seperti kembali ke Bumi.


Kemudian Long Fai menyelinap ke tempat apartemen yang cukup megah. Dia melihat ada seragam yang dipastikan adalah seragam petugas keamanan.


Otomatis, Long Fai langsung merubah bentuk baju sarjana menjadi seragam tersebut. Dengan bantuan Artefak Naga, data Long Fai sudah terdaftar di tempat apartemen sekaligus akademi terpopuler wilayah Baxia.


Long Fai langsung berpura-pura mencari tempat peristirahatannya dengan bimbingan Artefak Naga akhirnya, Long Fai sudah mendapatkan tempat tidur sementara.


Hendak ingin membuka pintu, tiba-tiba ada wanita yang memanggil.


“Hey kamu! Cepat sini!” Teriakan sungguh keras, sehingga Long Fai seketika tangannya gatal tak tahan untuk membunuh.


Long Fai berjalan pelan mendekati gadis belia seperti umur sebelas tahun.


“Halo apakah ada yang saya bantu gadis kecil,” tanya Long Fai dengan sopan.


“Gadis kecil kakek mu! Aku sudah berumur tujuh belas!” balas Murpy dengan tak senang.


“Ahh maafkan saya nona Murpy. Ada apa Nona memanggil saya?” Long Fai kembali bertanya lagi.


“Kamu ikut dengan aku, aku hanya ingin pergi dari apartemen akademi ini,” balas Murpy dia ingin ke tempat malam untuk bersenang-senang.


Long Fai menggelengkan kepalanya, “Saya menolak Nona. Ini sudah malam dan saya juga ingin beristirahat, jika Nona ingin keluar, cari petugas yang lain yang bisa bantu.”


“Awalnya aku malas mengajak orang, tapi karena kamu memiliki wajah yang tampan, aku membuat pengecualian kepada mu." Murpy cemberut.


Long Fai mengabaikan lambung membuka pintu. Tapi Murpy tidak suka tangan kanan berubah menjadi tembakan hendak membidik Long Fai. Hanya saja setelah Long Fai melirik, seketika tembakan itu konselting.


”Ahhh! Apa yang terjadi? Kenapa senjata ku tiba-tiba bermasalah?” Seketika Murpy melihat tembakan itu rontok dan terlepas dari tangannya.


“Nona jika tidak ada hal yang ingin disampaikan, maka aku masuk kedalam dulu.”


"Hey tunggu kamu Bajingan!”