Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Memesan Makanan


Bab 347 Memesan Makanan


#Keesokan Paginya


Di pagi hari yang menyongsong matahari lahir dari timur dengan sangat perlahan-lahan tiba-tiba, tirai toko yang tertutup akhirnya membuka dengan perlahan.


Dari tirai toko tersebut keluarlah Fang Yuan yang sedang membuka toko untuk menunggu beberapa pelanggan yang akan datang.


Kini ketika Fang Yuan membuka tirai, tiba-tiba ada dua kelompok orang yang tersisa yang sudah tertidur di lantai dengan wajah ada sedikit lebam.


Bukan hanya itu saja, di tubuh itu ada bekas gigitan nyamuk yang terpampang jelas di kulit kedua orang itu.


Fang Yuan menendang kedua orang itu sangat ringan untuk bermaksud membangunkan agar tidak tertidur menghalangi jalan.


“Oi... jika kalian berdua ingin tidur jangan di sini menghalangi jalan!” gerutu Fang Yuan.


“Uhh..!” Kedua orang itu, bangun dan melihat bahwa sudah ada matahari yang menyinari kedua wajahnya.


Begitu mereka melihat bahwa ada Fang Yuan yang sedang menatap ke arah dirinya akhirnya langsung bangun dan terkejut.


Tanpa basa-basi langsung berkata. “Ahhh.. apakah toko mu sudah buka?”


“Benar, ada apa?" Fang Yuan berkata balik.


“Aku menunggu di tempat ini, hanya ingin memasuki ke dalam toko, dan memesan beberapa hidangan,” ucap ketua Geng, kepada Fang Yuan sangat hormat.


Ketua geng itu, bernama Mu Bai, dan bawahan yang tersisa bernama Lin Kun.


“Jika kamu ingin memesan, kamu masuklah... ingat jangan membuat onar, jika tidak? Kamu tahu akibatnya.” Mata Fang Yuan menyipit.


Mu Bai dan Lin Kun setelah di tatap Fang Yuan yang sangat menyipit seketika langsung bergidik merinding dan berkata serempak.


“Ahh kami tidak akan melakukan kebodohan seperti itu lagi!" Teriakan kedua orang itu sungguh sangat nyaring.


Fang Yuan hanya mengganggukan kepalanya dan mempersilahkan Mu Bai dan Lin Kun untuk memasuki toko tersebut.


Setelah memasuki ke dalam toko, perasaan yang sejuk langung menghantui jiwa kedua orang sehingga tanpa sadar kedua orang itu mengerrang bahagia.


“Ruangan ini sungguh sangat segar dan Aura yang di pancarkan di ruangan ini, sungguh sangat bersih!" seru Mu Bai.


“Benar Boss, rasanya seperti kita sedang di surga hahah!” Lin Kun tertawa terbahak-bahak.


Fang Yuan langsung membubarkan kedua orang itu yang sedang tertawa. “Baik, apa yang ingin kamu pesan, lihat lah di samping kanan kalian, di tempat itu ada menu yang tersedia."


Lin Kun dan Mu Bai akhirnya langsung memandang menu yang tidak terlalu banyak, tapi begitu melihat harga, seketika langsung ingin keluar matanya.


“Harga ini sungguh sangat mahal!” Mu Bai berkata tidak percaya.


“Sial.. apakah toko ini akan memeras kita,” ucap Lin Kun juga tidak percaya setelah melihat harga menu tersebut.


“Jika kamu tidak memiliki uang untuk di bayar, maka kamu keluarlah! Jangan membuat gaduh di sini!” kata Fang Yuan.


“Ehehehe jangan seperti itu, kami akan membelinya, tenang saja heheh..” Mu Bai menggaruk kepalanya dan tersenyum malu.


Kedua orang itu sungguh berani membeli walaupun hayas satu kali, yang terpenting menghilangkan rasa kecurigaan, setelah melihat Si Lan memesan minuman di toko tersebut, seketika kekuatannya langsung di atas darinya.


“Baik, jika kamu ingin memesan, ayo kamu memilih makanan yang apa?" Fang Yuan berkata terus terang.


“Ak.~ak~ aku, memesan satu Nasi dengan telor!” Mu Bai berkata tergagap.


“Aku hanya memesan Air putih!" Lin Kun tidak berdaya, harga air putih 5 keping emas, padahal jika 5 keping emas untuk memesan makanan di toko lain bisa membeli makanan enak 5-6 porsi namun sekarang, Lin Kun memesan air putih dengan harga 5 keping emas.


Bukan hanya itu saja, Mu Bai yang melihat harga nasi putih dan telor satu seharga 70 keping emas langsung ingin muntah darah di tempat, pasalnya 70 keping emas, bisa di gunakan bertahan hidup selama satu bulan, bahkan jika di konversi menjadi bahan makanan akan memiliki stock makanan yang bertahan sampai beberapa bulan.


Sekarang Mu Bai uang 70 keping emas, hanya untuk membeli nasi putih dan telor, hal tersebut membuat Mu Bai ingin menangis tapi tidak ada air mata.


Fang Yuan yang telah mengetahui pesanan kedua orang tersebut akhirnya berjalan kebelakang untuk memberi tahu kepada Long Fai untuk menyiapkan.


“Tuan.. kedua orang itu memesan hidangan ini,” teriak Fang Yuan walaupun tidak terlalu keras.


“Hmm!”


Long Fai mengangguk, lalu menyiapkan nasi putih yang bercahaya terang dan sepertinya tidak ada setitik jejak kotoran yang menempel di nasi putih tersebut.


Kemudian setelah sudah mengambil nasi putih, Long Fai mengambil telur burung dewa Phoenix api, langsung di goreng menggunakan minyak lemak Naga kekerasan.


Selagi di goreng, Long Fai menamburkan garam yang di buat dari air laut Artefak lantai 1, secukupnya.


Satu telor burung phoenix, dan sekepal apel nasi putih sudah di persiapkan kepada Mu Bai. Sementara itu, air putih yang di pesan Lin Kun hanya mengambil dari air biasa yang sudah di masak lalu di samping Long Fai ada akar pohon kehidupan langung di teteskan ke air putih tersebut.


Hanya satu tetes memiliki efek yang luar biasa, dan satu porsi air putih tersebut hanya 3 teguk saja.


“Pesanan sudah siap, antarkan ke pelanggan,” kata Long Fai memerintahkan kepada Fang Yuan.


“Baik!” Fang Yuan mengambil nampan dan langsung di serahkan kepada Lin Kun dan Mu Bai.


Setelah di serahkan pesanan itu, Mu Bai dan Lin Kun tiba-tiba shock karena jumlah porsi sungguh sangat sedikit dan begitu pelit, apa alagi minuman air putih ini sungguh membuat mata Lin Kun melotot dan ingin membuang air putih tersebut.


Tapi air itu seharga 5 keping emas, tentu saja Lin Kun ragu-ragu, sehingga dengan tatapan sengit kepada Fang Yuan, langsung meminum secara perlahan dengan sangat marah.


"Gluk!"


"Ledakan!"


Seketika hanya satu teguk, air itu menyebar menjadi kekuatan yang sangat bergejolak di dalam tubuh Lin Kun, bahkan hanya satu tegukan jiwa praktisi Naga yang tadinya level 17, menjadi 18.


“Minunan ini..” Lin Kun tanganya bergetar sangat gugup, kemudian dia mencoba meminum satu teguk lagi.


"Gluk!"


"Ledakan!"


Jiwa Naga naik menjadi level 19, sontak Lin Kun menatap air putih ini dengan tatapan luar biasa, harga 5 keping emas baginya juga terlalu murah, bahkan jika harga air putih ini 20 keping emas dia sendiri akan membeli tanpa berpikir.


Mu Bai melihat keanehan dari Lin Kun yang tidak biasanya, bahkan dia juga sangat marah karena jumlah posri nasi di tambah telur sungguh sangat sedikit, namun ketika hanya satu suap tiba-tiba...


"Ledakan!"