
Bab 492 Xuanzang Vs Xuan Lin
Xuanzang mencoba beranjak berdiri dan menguap seluruh tubuhnya. Walaupun dia tidak merasakan rasa sakit, tetapi dia sedikit ada rasa kebas akibat serangan Lotus raksasa yang di gencarkan Xuan Lin.
“Ah .. ahh.. sungguh menakutkan! Untungnya dunia memberkahi ku,” ucap Xuanzang dengan wajah yang sangat pucat seperti kertas.
Xuan Lin yang melihat Xuanzang, akhirnya bertanya dengan serius. ”Biksu kecil, dengan siapa kamu diperintahkan untuk menaiki atas gunung ini!"
“Amitaba, Nona ini adalah perintah tuan Long Fai. Dia memerintahkan ku untuk mencari kitab keabadian. Namun, Tuan ini menugaskan hamba ini agar membebaskan dua tiga mahluk yang satu makhluknya memiliki ciri-ciri di tempat ini yang hamba pijaki." Xuanzang sungguh serius. Walaupun Xuan Lin adalah seseorang Dewi, tetapi dia tidak mengetahui identitasnya.
“Tuan Long, kami tidak mengenali Tuan yang kamu sebutkan. Bahkan tidak ada dewa yang bernama yang kamu sebutkan." Xuan Lin serius sambil menunggu rekannya untuk datang.
“Identitas aku tidak mengerti nya. Tetapi dia adalah Tuan aku sekarang. Jika kamu ingin menanyakan alasannya, kamu bisaa menemui Tuan ku, Amitaba!" Xuanzang menangkupkan tangannya.
“Baik, aku akan menemanimu Tua mu. Dimana dia berasal di alam Dewa bagian mana aku ingin mengatakan kepada Tuan mu," ucap Xuan Lin serius.
“Ehhh Nona, bukankan ini di dataran Naga?” Xuanzang menggaruk kepalanya yang botak. Dia pikir ini adalah dunia daratan Naga.
Seketika Xuan Lin mencibir setelah melihat raut wajah Xuanzang.
“Humpp dunia apa itu, sungguh sangat tidak layak jika disandingkan dengan dunia yang sekarang aku tinggali," ucap Xuan Lin dengan sombongnya.
Xuanzang masih bingung dan mencoba memastikan, “Nona bukankah hamba ini sedang berada di dunia daratan Naga?"
“Hahahaha kamu jangan pura-pura bodoh, ini adalah dunia para dewa, yang alamnya paling tinggi daripada dunia lain.” Xuan Lin mencibir.
“Amitaba! Jadi seperti itu,” ucap Xuanzang akhirnya dia paham. Walaupun dia sendiri cukup terkejut bagaimana bisa tiba di dunia Dewa, mungkin ini ada hubungannya dengan Long Fai dan monster gagak yang secara tiba-tiba memakan dan melahap dirinya.
Karena Long Fai lebih tahu dari pada dirinya, maka Xuanzang patut menurut apa kata-kata Long Fai. Selama nyawa ada, dia harus ke puncak gunung untuk membebaskan satu makhluk agar makhluk yang tersegel akan menjadi pendukung besar untuk perjalanan ke barat dimulai.
Xuanzang lalu berjalan lagi keatas tanpa memperdulikannya Xuan Lin.
”Hei tunggu kamu tidak memiliki izin untuk mendekati area itu!" Xuan Lin berteriak sembari mengeluarkan harta setengah dewa lainya dengan senjata seperti sekop.
Swosh!
Xuan Lin melesat tajam langsung ingin memukul kepala botak Xuanzang. Xuanzang yang diserang dari belakang, tiba-tiba merasakan rasa merinding hingga dia menoleh kebelakang menemukan Xuan Lin menyerang penuh menggunakan sekop berwarna perunggu.
Seketika Xuanzang panik mengeluarkan keringat deras sehingga tanpa sadar, dia berjongkok sambil menghindar ke belakang dengan panik.
Bang!
“Ahhh Amitaba! Nona sungguh galak! Hamba ini hanya ingin pergi ke puncak untuk melakukan sesuatu!"
Bang!
Xuanzang terus menghindarkan dengan panik. Tetapi tiba-tiba dia lengah sehingga wajahnya terkena pukulan skop prunggu hingga terjatuh menukik ke lembah gunung itu.
Bang!
Uhhh!
Xuan Lin menggertakan giginya melihat serangannya tidak mempan lagi terhadap Bisku Xuanzang itu. Bagaimana mungkin serangannya tidak mempan yang jelas-jelas dia sudah menggunakan harta setengah dewa seperti skop prunggu ini.
“Ahhh kamu adalah biksu biasa, tidak diizinkan untuk meremehkan senjata milik ku!"
Hiya!
Xuan Lin menukik sungguh sangat cepat hingga dalam sekejap, dia ingin memukul lagi kepala Xuanzang menggunakan Skop prunggunnya.
Xuanzang walaupun panik, dia harus bersikap menyerang. Jika dia tidak menyerang, akan dipastikan pertempuran ini tidak akan selesai.
Kebenaran tidak akan berpaling!
Xuanzang bersiap-siaplah dan ketika Skop ingin mengenai kepalanya, dia memukul skop itu hingga bengkok dan menghempaskan Xuan Lin sangat jauh. Sampai-sampai Xuan Lin menabrak bukit dan bukit itu hancur dan runtuh.
“Hmmm secepatnya aku harus berlari!” Xuanzang setelah memukul Xuan Lin, dia berlari layaknya manusia bias.
Ah! Ah! Ah!
Suara Xuanzang yang terengah-engah karena berlari menaiki gunung tinggi.
Dia mencoba peruntungan, memerintah angin untuk membawakan ke atas dengan cepat.
Alih-alih mencoba memerintahkan angin, tetapi yang datang sebuah bom dari Xuan Lin yang sangat besar sehingga dia yang menghindari langsung terhempas sehingga langung terbang ke pucuk gunung dengan seli kilat.
Bom!
Ahh!
“Hahahah! Terimakasih atas serangan mu akhirnya aku tidak merasakan kelelahan!” Xuanzang tertawa lebar dan dia buru-buru terjun ke kawah yang sungguh sangat gelap.
Swosh!
Xuanzang panik ketika terjun karena merasa bahwa tinggi kawah itu, tidak sederhana dia kira. Dia hanya takut terjatuh dan tubuhnya hancur.
“Ahhhh!”
Tiba-tiba yang awalnya gelap, langsung ada formasi yang bercahaya sehingga Xuanzang memasuki kedalam itu.
Bam!
Pada saat ini, Sun Wokong yang sudah ribuan abad tidak melihat manusia atau mahkluk lainya, tiba-tiba dikagetkan suara ledakan yang sangat dahsyat sehingga matanya melihat ada satu orang biksu yang sedang mengusap-usap pantatnya karena kesakitan.
“Ahhh Amitaba! Untungnya aku masih hidup. Tetapi pantatku sedikit mati rasa." Xuanzang kesakitan sambil tidak menyadari bahwa Sun Wukong sedang menatap ke arahnya dengan luar biasa.
Dia tahu dari pada yang lain, pasalnya sihir formasi itu hanya bisa di patahkan oleh Bodhi tertinggi tidak ada satupun yang bisa melakukannya. Hanya saja setelah ribuan tahun berlalu ada Biksu malang yang tidak memiliki basis kultivasi, tiba-tiba terjatuh dari atas.
Diluar gunung, Xuan Lin juga bingung karena Xuanzang sudah menghilang dari pandangannya.
“Aneh? Dimana dia berada?”