
Bab 387 Siapa Dewanya?
Kemudian Fang Yuan dan Mu Bai memutuskan untuk berjaga-jaga di sekitar Toko Long Fai untuk memastikan keamanan jika ada penyusup mendekati lagi.
Walaupun begitu, mereka berdua tidak terlalu khawatir jika ketiga wanita bekas Sekte Teratai Salju tertangkap. Karena mereka berdua sudah dibekali oleh tangan hitam Long Fai.
Maka dari itu, kamu tidak perlu khawatir cukup menjalani tugas yang Long Fai berikan, dan kamu hanya berjalan-jalan ringan di sekitar area Toko Long Fai.
Jika ada penyusup bunuh jika tidak kamu tidak perlu repot-repot untuk membuang keringat dan nafas.
Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk mengobrol ala remaja di Bumi dengan menceritakan hal random dari masalah kekuatan Long Fai, masalah mereka di masa lalu bagai mana, bahkan semakin malam, jika kamu berada di samping mereka berdua, kamu akan mendengarkan perbincangan kemesuman antara Mu Bai dan Fang Yuan.
Mungkin semua laki-laki seperti itu, selalu membicarakan yang random dari pendewaan sampai hal mesum.
Sebagai contoh, jika Long Fai berada di samping mereka berdua mungkin akan bernostalgia di Bumi ketika teman-temannya sedang berbicara mengobrol bersama.
Dari awal perbincangan, tentang masalah hati dan wanita, terus berlanjut membicarakan teori Darwin atau teori apakah Bumi bulat atau datar, bahkan sampai berlalunya waktu hal absurd seperti membicarakan artis panas sampai membicarakan dongeng. Itu semua berlaku pada laki-laki.
Sekarang sama persis seperti Fang Yuan dan Mu Bai membicarakan hal absurd yang selalu random.
Karena itulah mereka keasikan mengobrol akhirnya tidak menyadari bahwa Lin Wuha keluar ketika malam hari karena tidak tahan untuk kencing.
Akhirnya karena tempatnya tidak terlalu jauh dengan sungai, Lin Wuha memutuskan pergi ke sungai tersebut untuk membuang air kecil.
Lin Wuha meloncat terbang dan setelah tiba di sungai, langung membuka pakaian bawahnya dan langsung mengeluarkan air itu dengan sangat lega sambil berjongkok.
"Uhhh, singguh melegakan,” guman Lin Wuha sambil mengeluarkan tetesan terakhir dan tubuh itu bergetar-getar yang mengasikkan.
Kemudian Lin Wuha mencoba berdiri lagi dan pada saat itu, tiba-tiba ada suara langkah kaki sehingga langsung menyipit tajam dan mencoba memakai bagian bawah.
“Siapa! Jangan menyembunyikan hidung!” Lin Wuha mencari ke segala arah dan pada akhirnya menemukan dua sosok berpakaian gelap.
“Hahaha aku tidak menyangka bahwa di Sungai ini, aku menemukan satu gadis yang sedang di cari-cari,” Dua pembunuh bayaran tersebut salah satunya tertawa penuh kemenangan, akhirnya mendapatkan satu target.
Pada awalnya, dia tidak sabar karena Feng Lin tiba-tiba sudah sangat lama tidak kunjung datang sehingga sudah menjelang malam, mereka sembilan orang berpencar untuk mengepung toko tersebut dari segala arah.
Akhirnya dua kelompok yang berpencar, akhirnya menemukan satu wanita Lin Wuha yang sedang di sungai. Mereka juga mendapati bahwa Lin Wuha cukup cantik sehingga membangkitkan libido, mereka berdua saling melirik untuk memutuskan memperkosa terlebih dahulu.
Lin Wuha tidak takut dia sudah menebak bahwa kedua orang itu suruhan dari sekte Teratai Salju untuk menangkap dirinya san disika.
“Aku tahu kamu, mungkin antek dari sekte Teratai Salju?” kata Lin Wuha sambil menyipitkan matanya.
“Gadis ini sungguh pintar, Benar. Aku adalah pembunuh bayaran untuk menjemput kamu, jadi kamu harus patuh jangan melawan jika tidak....”
Pembunuh bayaran itu, berhenti sebentar sambil memandang lekuk tubuh Lin Wuha dan menjilati bibir sendiri, setalah itu langsung berkata. “Jika tidak, maka kamu akan tahu akibatnya tubuh kamu akan dicicipi secara rame-rame hahaha!”
“Brengsek dasar mesum kamu!” Lin Wuha kemuda langsung menyerang menggunakan tangannya. Kebetulan dia tidak menggunakan alat lukis untuk menyerang kedua kelompok pembunuh bayaran tersebut.
Kemudian Lin Wuha menggunakan jurus teknik Sembilan Melonjak Matahari untuk menyerang kedua kelompok pembunuh bayaran.
Lin Wuha karena merasa bahwa mereka berdua menetap ke arah dirinya dengan tatapan yang mesum, akhirnya tanpa berpasa-basi menggunakan jurus tersebut langsung menyerang.
"Swosh!"
Lin Wuha langsung mengarahkan kedua tangan itu untuk ditampar kedua kelompok pembuluh bayaran.
Kedua tangannya seperti matahari yang mengeluarkan cahaya panas langsung menampar kedua orang yang identitasnya adalah pembunuh bayaran.
"Plak!"
Satu di ampar menggunakan tangan kanan seketika tewas yang satunya dihempaskan ke atas langsung ditampar sehingga mengeluarkan cahaya laser ke atas langit.
Akhirnya mereka berdua pembunuh bayaran mati seketika tanpa ada jejak sedikit sama sekali karena setiap tangan dari Lin Wuha mengenai paket langsung terbakar hangus.
Pada saat ini, Mu Bai dan Fang Yuan yang sedang mengobrol hal-hal yang random, akhirnya menatap ke arah kejauhan karena menemukan cahaya yang sangat mengagumkan.
“Uhh cahaya apa itu?" kata Fang Yuan sambil melihat jejak cahaya yang sudah hilang hanya sekelebatan mata saja.
Mu Bai tentu saja melihat yang langsung membalas seperti ini, “Itu mungkin bintang jatuh, kamu mungkin sudah mendengar ketika masih kecil jika ada bintang jatuh, maka banyak orang yang berdoa kepada dewa agar dikabulkan permintaannya.”
“Hahaha aku ingat, aku ingat, aku juga ketika dulu melihat bintang jatuh akan meminta permintaan kepada sang Dewa,” ucap Fang Yuan Sambil tertawa terbahak-bahak.
Mu Bai tersenyum tipis dan berkata: “Karena kita melihat bintang jatuh, ayo! Kita meminta permohonan kepada sang Dewa di dalam hati, tentu saja untuk privasi masing-masing.”
“Hmm baik!” Fang Yuan tersenyum kemudian mencoba memujatkan doa di dalam hatinya.
‘Wahai Dewa yang memelihara siang dan malam, Dewa yang tidak pernah tidur, Dewa yang bijaksana aku meminta permohonan, Tuan ku memiliki wanita yang sangat cantik seperti Mario Ozawa dan lainnya, aku memohon kepada Dewa yang mengendalikan takdir agar aku di kabulkan mempunyai wanita secantik Hitomi Tanaka,’
Kemudian di sisi Mu Bai juga berdoa.
‘Ya Dewa pengendali timur dan barat. Dewa pengendali angin Air dan Api aku mohon kepadamu aku ingin memiliki wanita cantik seperti lukisan ke empat yang terpajang di toko milik Tuan!’
Mereka semuanya sangat khidmat untuk berdoa kepada sang Dewa ketika ada bintang jatuh, sehingga, Long Fai yang sedang tertidur nyenyak tanpa sadar bersin beberapa kali.
“Haciu 5X!”
Long Fai bangun dari tidurnya langsung menggaruk hidungnya yang terasa gatal kemudian, Long Fai berkata kepada diri sendiri.
“Aneh? Apakah ada orang yang sedang memfitnahku diam-diam? Jika ini adalah Bai An, Tapi itu tidak mungkin sepertinya ada orang lain yang sedang memfitnahku secara diam-diam?” Long Fai yang masih bingung akhirnya tertidur kembali tapi hanya membutuhkan beberapa nafas, seketika langsung bersin kembali.
"Haciu!"