Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Jiang Feng Vs King Tanguan


Bab 139 Jiang Feng Vs King Tanguan


Raja Tanguan mengerutkan keningnya dan berkata kepada Long Fai. “Apakah kamu mengancam aku?’’


“Ini benar aku mengancam dan memperingati kepada kamu.’’ Sahut Long Fai.


“Hahaha ancaman kamu aku tidak takut.’’ Raja Tanguan mencibir kepada Long Fai. Menurut dia Long Fai seorang yang tidak tahu bagaimana melihat ketinggian langit.


“Jika kamu tidak takut, maka celakalah kamu,’’ Kata Long Fai sambil tersenyum lembut. Kemudian dia melirik ke arah Jiang Feng dan berkata: “Jiang Feng bunuh punggawa itu..”


‘‘Baiklah..!’’ Kata Jiang Feng kemudian dia menatap ke arah kedua orang itu. Dan berkata lagi: “Kamu bersiap-siaplah karena ajal kamu sudah dekat.’’


“Sialan kamu jangan berpikir bahwa kamu sudah memotong tangan kami, kamu sudah menang...!” Kemudian kedua orang itu maju menggunakan tangan yang tersisa untuk menyerang Jiang Feng.


‘‘Sighhh, kamu tidak kapok? Apakah kamu lupa bahwa aku sudah memperingati kamu bahwa ajal kamu sudah dekat.” Jiang Feng setelah berceloteh dia mengunuskan pedang ke arah dua orang itu.


Tangan Jiang Feng melambaikan sangat pelan. Namun tiba-tiba dua kepala punggawa langsung lepas dari tubuhnya.


"Sring!"


"Puf!"


Hanya sekali tebasan, kedua orang itu, langsung mati seketika. Di samping Tanguan, dia langsung marah dia, mencoba menghajar ketika Jiang Feng sedang lengah.


“Berani kamu membunuh bawahan aku..! Ahhh mati kamu...!” Teriakan itu, seperti ayam yang sedang berkokok dia menyerang Jiang Feng.


"Sikat..!"


"Bom!"


Karena dia adalah Raja, kekuatan dan pengalaman lebih banyak ketimbang Jiang Feng. Walau sekarang Jiang Feng sudah kuat, namun dalam hal pengalaman masih kalah dengan raja Tanguan.


Karena Jiang Feng kena tinju, dia terpental sangat jauh sekitar dua kilometer. Hu Mulan, yang di sampingnya, bulu kuduk langsung merinding. Dia menjerit.


“Ahhh...!” Jeritan itu, seperti hewan yang akan di sembelih. Secara reflex, dia menghampiri Long Fai dan memeluknya.


Long Fai. “(⁠ ̄⁠(⁠エ⁠)⁠ ̄⁠)”


Xiao Yun marah. ‘‘Bisakah kamu tidak terlalu dekat-dekat dengan Long Fai..(⁠~⁠_⁠~⁠メ⁠)”


“Uhhh maaf, aku sangat takut sehingga reflek memeluk Long Fai.’’ Balas Hu Mulan sambil wajah memerah.


Xiao Yun berkata lagi kepada Long Fai: “Suami, kenapa kamu tidak membantu Jiang Feng untuk menyelesaikan masalah ini?’’


“Tidak perlu aku sudah yakin bahwa Jiang Feng akan memenangkan pergulatan itu,‘’ Long Fai berkata ringan. Kemudian, Long Fai berkata lagi kepada Hu Mulan: ‘‘Apakah kamu masih takut, jika kamu masih takut, ayo kita berpelukan lagi. Kebetulan aku sedang dingin butuh pelukan hangat.’’


“Apa yang kamu katakan tadi?’’ Tiba-tiba Xiao Yun menguping dan menatap kearah Long Fai dengan tidak senang.


“Ahh lupakan Yuner, aku hanya keceplosan 乁⁠ ⁠˘⁠ ⁠o⁠ ⁠˘⁠ ⁠ㄏ ”


“Huhh aku merasa kamu menyembunyikan kepada aku?’’ Kata Xiao Yun.”


Sementara itu, Jiang Feng yang masih berputar-putar di udara karena tinju yang di lakukan oleh raja Tanguan.


"Bom!"


"Bang!"


"Dang!"


Sosok Jiang Feng menabrak pohon-pohon dan tanah sambil berputar-putar layaknya bola.


Raja Tanguan juga terbang menghampiri Jiang Feng dia harus membunuh Jiang Feng terlebih dahulu.


“Ahhh bocah bedebah mati kamu!!’’ Setelah sudah dekat dengan Jiang Feng, raja Tanguan mengambil satu bilah pedang dan mencoba menebaskan pedangnya itu, kearah Jiang Feng. Namun ketika pedang itu sedang menebase, Jiang Feng juga menahan menggunakan pedang juga.


Kedua pedang saling beradu. Namun, pedang milik raja Tanguan langsung patah.


"Crack!"


"Tskk.... tidak mungkin ini mustahil...!” Tanguan panik. Namun kepanikan itu, hanya sebentar dan kembali berpikir jernih lagi.


Dia mengambil celah dengan melangkah ke samping kiri Jiang Feng. Karena dia tahu jika Jiang Feng tidak menggunakan pedang maka kekuatan tempur akan sedikit berkurang.


Tanguan menyampaikan ke kiri tangan kanan mengambil pedang lagi di cincin penyimpanan, kemudian dia menebas lagi dan di barengi tinju kanan kiri secara sembunyi-sembunyi.


"Sring!"


Kedua pedang itu hendak saling bertabrakan, dan Tanguan langsung meninju menggunakan tangan kiri dan alhasil pipi bagian kiri terkena tinju.


"Bang!"


Walau Jiang Feng terkena tinju, tapi dia juga menyempatkan untuk menyerang raja Tanguan sehingga di bagian dada kanan, ada luka garis panjang yang menyoroti di sisi dada Raja Tanguan.


Jiang Feng terbang bebas lagi dan meluncur mengenai rumah 🏡 warga yang belum sempurna selesai.


"Bang!"


"Bom!"


“Ahhhh ada pertarungan! Lihatlah bukan kah itu teman dari Raja Xiandi?’’


“Ini benar! Dia adalah teman raja Xiandi! Aku lihat dengan siapa dia bertarung?”


“Ohh.. aku ingat bukankah dia adalah Raja Tanguan yang barusan berkunjung di sini?”


“Hahha rasakan itu... raja Tanguan bedebah... kamu ingin menginginkan hati ratu Xiao Yun, itu mustahil karena yang pantas adalah raja Xiandi.’’


"Hummpp aku setuju jika teman raja Xiandi, membunuh raja Tanguan!”


Semua penduduk di wilayah Jura Xinping, menghina raja Tanguan bahkan semua penduduk yang sedang menonton dia bersorak dan meminta agar Jiang Feng membunuh Tanguan.


Di sisi pertempuran, dada Tanguan, berdarah karena terken bagian runcing dari ujung pedang. “Bedebah kamu..! Ini tidak bisa di percaya bahwa teman Long Fai mempunyai kemampuan yang membuat aku kewalahan.’’


Sementara itu, Jiang Feng keluar dari reruntuhan rumah dan memandang ke arah Tanguan kemudian dia membuat postur seperti akan mengunuskan pedang itu ke arah Tanguan.


“Hiya....!’’ Jiang Feng berteriak dan dia mencoba mengunuskan pedang itu, dan tiba-tiba ada gelembang kejut yang sangat dahsyat.


"Berdengung!"


Gelombang, sangat cepat dan seperti kecepatan cahaya. Dan semakin cahaya itu semakin menjauh dari sumeber pedang, cahaya itu semakin melebar dan terlihat seperti bulan sabit.


Kecepatan cahaya itu, sangat cepat. Bahkan Tanguan terlambat bereaksi sehingg bagian bahu dan tangan kiri hilang


"Ahhhhh!" Di langit, ada suara yang menggema. Jeritan itu adalah jeritan yang keluar dari raja Tanguan.


Saat ini, raja Tanguan terjatuh layaknya layang-layang putus.


"Bom!"


Raja Tanguan terjatuh sangat keras hantaman di tanah. Dia melarikan diri mencoba menggunakan celah ruang.


“Aku tidak boleh gegabah jika aku melawan sendiri maka aku cepat mati. Iya betul, aku harus mundur dan langsung memberikan kabar ke bala bantuan aku.’’ Dia menatap ke arah Jiang Feng dengan penuh kebencian yang mendalam.


Di kejauhan, Jiang Feng melihat bahwa raja Tanguan akan melarikan diri dari pertarungan antara dia dan dirinya.


“Siall kamu akan melarikan diri kamu dasar raja pengecut!’’ Jiang Feng melompat sangat cepat dan sudah di depan Tanguan. Dia menebas pedangnya ke arah Tanguan. Namun, tiba- tebasan itu hanya mengenai ruang kosong.


“Ahhhh siall! Dia lolos...!” Pekik Jiang Feng.