Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Siluman Mata Tiga Vs Long Fai


Bab 244 Siluman Mata Tiga Vs Long Fai


Long Fai yang sedang mengerutkan keningnya menatap ke arah dua orang yang sepertinya dari perpaduan ras hewan dan manusia.


Karena ingin tahu long Fai berkata kepada Su Hao: “Apakah kamu mengenal dia?”


Su Hao akhirnya tersenyum pahit setelah itu dia menjelaskan semuanya kepada Long Fai dari awal pertama dia bertemu dengan pemuda siluman kucing dan sampai di mana dia sekarang berada di hadapan Long Fai.


Tentu saja seketika Long Fai setelah mendengarkan cerita yang dikatakan oleh Suho hanya mengangguk kepalanya terus-menerus sambil memegang dagu yang tidak menumbuhkan jenggot.


“Jadi seperti itu..! Baiklah aku memahaminya dan sekarang karena kamu menjadi pengikutku, maka aku akan menolongnya. Tenang saja kamu menyikirlah dan berlindung di belakangku.” Long Fai menginstruksi kepada Su Hao.


“Baik...” Su Hao langsung menurut dia sama sekali tidak ragu-ragu untuk menuruti kata-kata Long Fai.


Setelah itu long Fai berdiri dan menghadap kedua siluman itu dengan ingin tahu.


Di samping pemuda siluman kucing dan pria paruh baya yang memiliki tiga mata menatap ke arah Long Fai dengan kebingungan sangat mendalam.


Hanya merasa curiga bagaimana mungkin pemuda yang ada di depannya tidak memiliki kultivasi yang kuat namun bisa mengalahkan siluman kucing ini. mungkin saja pemuda yang ada di depannya hanya bergantung kepada alat ajaib racun yang disebutkan oleh siluman kucing.


Pemuda siluman kucing dan pria paruh baya dengan tiga mata sudah dekat di hadapan Long Fai sekitar 5 meteran.


Long Fai berkata terlebih dahulu. “Halo rekan.. apakah ada sesuatu yang kalian sampaikan kepadaku sehingga sepertinya wajah kalian berdua menetap ke arahku seperti ada rasa kecemburuan dan rasa tidak senang?”


Pria paruh baya permata 3 langsung bergegas maju untuk mengatakan secara langsung: “Kamu apakah yang mempunyai benda itu..!”


Sontak Long Fai langsung menolak ke obat nyamuk yang sedang ditunjuk oleh siluman bermata tiga dan menjawab: “Benar ini adalah punyaku kenapa Apakah ada sesuatu?”


Seketika siluman bermata tiga langsung melototi ke arah Long Fai: “Bagus sangat bagus kamu adalah orang yang mencelakai muridku ini dengan benda itu aku ingin meminta pertanggungjawaban kepadamu.”


Long Fai tiba-tiba bodoh dengan operasi yang sedang dilakukan oleh siluman bermata tiga secara langsung: “Hei... apa yang kalian maksud aku di sini hanya tidur bermalaman dan tidak melakukan sesuatu bagaimana mungkin aku mencelakai dia..!”


Tapi setelah marah-marah Long Fai baru teringat bahwa obat nyamuk itu memiliki efek yang sangat ajaib sehingga tanpa sadar mencelakai Pemuda siluman kucing.


Siluman bermata tiga langsung berteriak lagi: “Brengsek apa kamu lancang.. kamu adalah orang yang telah melukai muridku dengan benda itu. Lebih baik serahkan semua harta yang kamu miliki dan berlututlah kepadaku jika tidak maka kami akan memukulmu sampai mati apa kamu paham...!”


Siluman bermata 3 dia berkata seperti itu karena memiliki kepercayaan diri pemuda itu hanyalah manusia yang sangat fana mungkin dia kuat karena ada benda yang berkualitas tinggi sehingga dia harus meletak agar pemuda itu gemetar ketakutan.


Jika pemuda itu gemetar ketakutan dan menyerahkan semua benda kualitas surga kepada dirinya, maka dia langsung membunuh pemuda itu tanpa tersisa.


Di sisi Long Fai, dia sudah paham apa yang dilakukan oleh trik sialan siluman bermata 3. Apakah dia mengira bahwa dirinya hanyalah manusia lema? Tapi apa yang dipikirkan oleh siluman bermata tiga sungguh sangat salah besar.


Pemandangan ini sangat disukai oleh Long Fai, Anda bisa menampar orang seperti itu hanya dengan berpura-pura lemah di hadapan orang yang sangat arogan.


kemudian setelah memikirkan masalah tersebut, Long Fai langsung menetap ke arah siluman bermata 3: “Hah apa yang kamu katakan tua bangka kamu akan merampok semua benda milikku hanyalah mimpi..!”


kata-kata long masai yang dilontarkan sangat keras bahkan tidak hanya itu saja mengacungkan jari tengah ke arah siluman bermata tiga. Sehingga dia menjadi jelek wajahnya karena diejek oleh Long Fai.


Tekanan aura yang sangat menakutkan itu mencoba menyerang. Tapi, tetap saja tekanan aura itu seperti angin sepoi-sepoi yang sangat menyegarkan sehingga cocok buat tidur siang.


Long Fai berkata mengejek: “Aura macam apa ini sungguh sangat sampah tekanan ini sangat tidak berguna bagiku ayo keluarkan semua aura yang sangat menakutkan aku tidak takut sama sekali..!”


“Bajingan... hiya...!”


"Bam!"


Siluman bermata 3, langsung marah dia mengeluarkan aura yang lebih kuat lagi sehingga tanah yang sekitarnya langsung berterbangan kemudian Long Fai menginstruksi Xiao Yun untuk memegang Fang Lili dan Su Hao agar dia tidak pingsan muntah darah.


Kemudian dia menatap siluman bermata 3: “Hahaha ayo keluarkanlah semua auramu ini sungguh sangat lemah dan sangat sampah ayo cepat hahaha...!”


“Bajingan...!" akhirnya dia tidak tahan langsung bergegas maju untuk meninju kepala Long Fai.


"Sikat!"


"Swoshh!"


"Bam!"


Kepalan itu sangat berderu-deru seperti ada jejak kekuatan yang sangat menakutkan. Dengan kepalan itu langsung diarahkan ke kepala Long Fai.


Namun sayang sungguh sayang batu bata langsung menumpuk tangan siluman bermata tiga.


"Dang!"


"Crack!"


"Aduh..!"


Seketika jari jemari milik siluman permata 3 langsung hancur tidak tersisa karena meninju batu bata. siluman permata 3 langsung mundur berturut-turut setelah itu dia menatap ke arah Long Fai dengan jejak kengerian.


“Brengsek.. batu bata apa itu sungguh sangat keras..!” Siluman bermata 3 tengah-tengah sambil menahan sakit.


"Hahaha.. dibandingkan kamu dengan bata milikku kamu sangat sampah ayo Jika kamu memiliki kekuatan lawan aku lagi..!” Long Fai tertawa terbahak-bahak sambil menghina ke arah siluman bermata tiga.


“Bagus... sangat bagus kamu adalah pemuda yang sangat rogan yang pernah aku temui semasa hidupku.” Siluman bermata 3 menatap ke arah Long Fai, sangat menakutkan. Setelah itu, dia mengambil obat penyembuh dari cincin penyimpanannya seketika tangan itu langsung tumbuh dengan kecepatan mata telanjang.


“Ohh jadi kamu mempunyai pil yang sangat berharga tapi itu tidak akan merubah bahwa kamu tetap sampah di mataku, paham kamu sampah... sampah jika diolah masih tetap sampah hahaha!” Long Fai tiba-tiba teringat kata-kata itu pada masa lalu. Kata-kata itu, adalah kata-kata yang sering diejek kepada semua penduduk kerajaan Dayan ketika dirinya masih menjadi sampah, namun sekarang dia menggunakan kata-kata itu untuk mengejek siluman bermata tiga.


“Ahhh bedebah kamu mati kamu..!” siluman permata 3 langsung menyerang lagi dengan kekuatan yang lebih besar dan dahsyat.


"Sikat!"


"Bam!"