
Bab 205 Tukang Sapu Juga Kuat
Setelah di tinju, Bai An langsung berdiri sambil mengusap-usap pipi yang telah terkena tinju oleh Lin Fan.
“Hmmm sungguh kekuatan yang sangat dahsyat walau dia bukan dari penduduk di sini dan tidak ada berkah dari Long Fai.” Bai An menyimpulkan.
Setelah itu, dia melompat lagi dan mengeluarkan kapak andalannya.
"Sikat!"
Bai An melompat terbang menuju Lin Fan, sangat cepat. Dan di tangannya itu memutar kan kapak layaknya dewa Thor yang datang dari langit.
Lin Fan juga melihat Bai An yang sedang datang ke arahnya sehingga kedua tangannya membuat persiapan aba-aba. Sontak setelah Bai An sudah dekat, dia melihat Bai An sedih meninju ke arah dirinya.
Tinju itu di arahkan kepada dirinya, namun seketika tinju itu langsung di tahan menggunakan tangan kiri. Tapi, Bai An yang tangan satunya sedang memegang kapak, tiba-tiba wajah Lin Fan terkena sapuan kapak milik Bai An sehingga dia terpental ke atas dan meluncur sangat jauh.
Tukang sapu yang sedang membersihkan sedang melihat pertempuran itu, sungguh sangat memanjakan matanya.
“Jendral Bai kuat. Namun di bandingkan pemuda berpakaian putih lebih kuat dari yang dia Jendral Bai itu sendiri, walau pemuda itu entah berasal dari mana.” Kata tukang sapu sambil menikmati pemandangan pertarungan yang memanjakan mata.
Kemudian saat ini Lin Fan yang terpental sangat jauh, dia bangun dan menepuk-nepuk baju putih yang kotor, bahkan tebasan kapak yang di lakukan Bai An tidak memiliki efek sama sekali kepada wajah dirinya.
“Jika aku masih memiliki kultivasi, aku akan terbang dan mendekati jendral Bai. Tapi aku sudah kehilangan basis kultivasi hanya bisa berjalan selangkah demi selangkah.” Lin Fan pahit, jika dia tidak menggubris pertolongan Ye Fan, mungkin saja dia masih memiliki kekuatan penuh namun sekarang hanya kekuatan fisik Yan masih tersisa.
Walau mempunyai kulit yang sangat kuat, dia masih kelelahan bahkan terengah-engah ketika berlari menjuju Bai An.
Setelah memukul wajah Lin Fan dan menemukan bahwa Lin Fan sudah terbang menjauh, akhirnya dia terbang ke atas untuk melihat di mana letak Lin Fan berada.
Namun ketika setelah melihat pemuda Lin Fan, dia langsung terpana. Karena dia melihat bahwa Lin Fan itu, sedang berlari ke arah dirinya sambil terengah-engah layaknya manusia Biasa.
Dirinya sungguh tidak mempercayai apa yang dia lihat sekarang karena apa? Karena dia sudah mengakui bahwa kekuatan tinju Lin Fan sangatlah kuat bahkan di pipinya itu yang telah terkena tinju masih merasakan rasa sakit.
Tapi dia tidak bisa berkata apa-apa karena dia melihat pemuda Lin Fan sedang berlari layaknya orang biasa yang sangat terengah-engah.
“Bagaimana mungkin? Apakah dia benar-benar manusia biasa? Tapi jika dia manusia biasa, mengapa memiliki fisik dan kulit yang sangat keras?” Bai An masih sangat bingung dengan apa yang dia lihat sekarang. Jika Lin Fan itu adalah salah satu penduduk naga Azhure, dia akan mempercayainya. Tapi Lin Fan itu bukan dari Kerajaan Naga Azhure sehingga dia membangkitkan ingin tahunya dari mana asal muasal itu sendiri.
Lin Fan setelah berlari cukup keras Akhirnya sudah tiba di hadapan baikan kemudian dia mengusap keringat yang berada di keningnya sambil menghela nafas lalu berkata: “Fiuhh... Jendral Bai, kamu sungguh luar biasa.. dan aku terbang sangat jauh.. hahh..hahh..hahhh!”
Mulut Bai An berkedut terus-menerus setelah melihat tampilan polos pemuda Lin Fan yang sepertinya tidak mengetahui apa-apa. Setelah itu Bai An langsung berkata lagi. ‘‘Apakah kamu tidak apa-apa di wajahnya kamu..?”
“Hahaha jenderal Bai.. aku tidak apa-apa hanya saja aku merasa lelah.. ayo Jika kamu ingin bertarung lagi ayo aku masih bersemangat walaupun sedikit haus...!” Pinta Lin Fan kepada Bai An.
Bai An menatap ke arah Lin Fan sangat luar biasa ini benar bahwa pemuda Lin Fan itu memiliki kekuatan yang sangat aneh.
Kemudian dia mencoba mengeluarkan aura yang berwarna kuning emas yang keluar dari seluruh tubuhnya. Aura emas ini seperti ilusi karena dari pandangan Lin Fan, warna emas ini berubah bentuk menjadi seperti setelan baju prajurit yang sangat mengagumkan.
“Oh benar ini menjadi setelan baju prajurit.. sungguh mengagumkan apakah semua bawahan Long Fai memiliki kekuatan yang sangat menakutkan? Lin Fan berguman terus menerus dia ingin sekali menemukan Long Fai untuk menyerahkan dirinya agar menjadi sekelompok dengan Bai An dan lainnya.
Tentu saja dia sudah menduga bahwasanya bawahan Long Fai tidak hanya Bai An saja melainkan ada banyak lagi.
“Aku akan mulai berhati-hatilah kamu dan kamu harus bersiap..!” Pekik Bai An untuk mengingatkan kepada Lin Fan.
“Baik jenderal baik aku sudah siap kapan saja sekarang giliran kamu untuk menyerang ayo aku sudah siap..!” Lin Fan berkata sangat semangat, dan sangat tenang. Bahkan ketenangan itu tidak ada jejak kebencian apalagi kemarahan hanya perasaan rendah diri.
“Baiklah aku mulai...!” Bai An membalas.
"Sikat!"
sosok Bai An menghilang hanya meninggalkan retakan tanah seperti jaring laba-laba. Bahkan Lin Fan yang mengetahui menghilangnya Bai An langsung serius dia hanya menggunakan institusi dari riwayat pertarungan yang dulu dia lalui.
Insting itu sangat akurat ketika Bai An berubah dan menghilang sudah tepat di sampingnya langsung menghindar ke kiri dan memegang tangan Bai An langsung menyikut menggunakan siku kaki dan diarahkan ke perut Bai An.
"Bug!"
"Bam!"
setelah di sikut by an langsung terpental sangat jauh sekitar 20 meteran dan berguling-guling di tanah berapa lusin kali. tidak hanya itu saja dia memuncratkan darah dari mulutnya.
"Uhukk.. uhuk...uhuk....!” Bai An terbatuk sangat keras Bahkan dia merasakan bahwa tulang dadanya ada yang retak.
“Sial.. siapa pemuda itu sungguh sangat kuat...!” Bai An ingin tertawa tapi tidak ada air mata.
Di sisi Lin Fan dia langsung menyerang lagi agar supaya Jendral Bai An kalah dan tidak sadarkan diri. Dia berlari sambil keringat bercucuran seperti orang yang sangat bersemangat.
Ketika tinju itu akan diarahkan wajah Bai An yang sedang tergeletak tidur tiba-tiba tukang sapu itu langsung menghilang sekejap dan sudah di sisi baikan langsung menangkap tinju Lin Fan itu.
Tukang sapu itu setelah menangkap tinju linfan kemudian dia memukul Lin Fan menggunakan sapu yang dia gunakan sehari-hari.
"Pak!"
"Puf!"
Walaupun pukulan sapu itu tidak keras, tapi mengakibatkan Lin Fan terpental 10 meter. Dia terhempas 10 meter langsung tidak sadarkan diri karena merasakan sakit yang luar biasa.
“Pertarungan ini sudah berakhir dan pemenangnya adalah pemuda berpakaian putih.” Kata tukang sapu sambil berkata sopan.