
Bab 315 Ling Tian Vs Long Fai
“Kompensasi? Apa maksudnya?” Long Fai di ajukan pertanyaan seperti itu, sungguh bingung.
“Magsudnya bagai mana kamu pergi secepat ini, sedangkan kamu telah membunuh kelompok pengikut ku yang sudah terlatih bertahun-tahun.” Ling Tian berkata kepada Long Fai, dia harus memberi pelajaran bagi Long Fai, karena berani sekali menjadi saingan dan sudah membuat pengikutnya yang sudah bertahun-tahun di latih, malahhan gugur.
“Bagai mana bisa, akulah korban dari percobaan pembunuhan? Jika kamu meminta kompensasi aku tidak masalah, tapi kamu harus memberikan alasan yang masuk akal.” Pertanyaan Long Fai sungguh tidak ada ketakutan sama sekali, malahhan dia mengajukan pertanyaan balik kepada Ling Tian.
“Alasan ya, kamu membunuh pengikut ku apakah alasan itu belum cukup..” Ling Tian tersenyum kemudian tanpa sengaja, dia membocorkan aura menindas sehingga Yu Ru Meng dan lainnya yang berada di sekitarnya langsung merasakan perasaan sesak di dadanya.
Tapi sayangnya di hadapan Long Fai aura menindas itu, tida terpengaruh sama sekali. Dia hanya merasakan perasaan angin yang semilir.
Chu Fang dan Xu Rongfei merasakan keringat yang keluar dari dahulunya karena ada rasa perasaan krisis. Namun ketika dirinya dalam keadaan panik tiba-tiba Long Fai langsung menyentuh kedua bahu itu sehingga dengan ajaib Aura penindasan itu tidak terpengaruh baginya.
Akibat pemandangan ajaib itu kedua orang langsung tertegun sekaligus menatap ke arah Long Fai.
Kedua orang itu, menatap ke arah Long Fai namun tatapan Long Fai datar seperti biasanya dia langsung menarik kedua tangan itu untuk meninggalkan Ling Tian.
Ling Tian tidak senang dengan cara-cara Long Fai yang begitu mengabaikan sehingga dia langsung meraih bahu Long Fai, dia hanya mencoba menekan ke bawah agar terjatuh dan berlutut tapi sayangnya, ketika tangan itu sedang menekan ke bahu sepertinya ada pemandangan aneh. Yaitu, kekuatan langsung hilang.
Otomatis dia langsung terkejut, dan langsung meningkatkan tekanan tangannya untuk menekan bahu Long Fai.
Tapi sayangnya itu hanyalah sia-sia karena saat itu, ketika sedang menekan bahu Long Fai, tiba-tiba dia melihat Long Fai menoleh ke arah dirinya penuh rasa kesal.
“Jangan sentuh baju ku karna mahal..” Long Fai sangat kesal langsung meraih tangan Ling Tian dan menyeret ke kiri sehingga Ling Tian terhuyung-huyung akan terjatuh tengkurap.
Ling Tian sangat marah sehingga dia menatap ke arah Long Fai dan bergegas lari untuk menyerang dia agar diberi pelajaran.
Tapi sayangnya Long Fai langsung menggunakan seruling hitam dan memukul kepala Ling Tian setelah itu tangan kirinya meninju di bagian perut.
"Pak!"
Long Fai sungguh sangat terkejut karena tembakan yang dilakukan oleh seruling sendiri tidak terpengaruh dari kepalanya jika itu orang lain walaupun menggunakan kekuatan sedikit akan melukai kepala.
Tapi, sayangnya ketika dirinya menyerang menggunakan seruling hitam di bagian kepala Ling Tian itu, tidak terpengaruh sama sekali. Sekarang dia mengasumsikan kekuatan Ling Tian di atas rata-rata.
Tapi apa yang dipikirkan dari keterkejutan Long Fai, tidak tahu apa yang dipikirkan oleh Ling Tian. Ketika dia terkena serangan seruling hitam dari Long Fai, dia baru pertama kalinya merasakan rasa sakit sejak lusinan tahun setelah menjadi raja.
Bahkan tinju yang di lancarkan Long Fai membuat dadanya menjadi sesak untuk bernafas.
Ling Tian muram langsung menggunakan tinju yang mengaum untuk menyerang balik. Tapi tinju itu langsung dibalas dengan tinju dari Long Fai.
"Bang!"
Kedua tinju saling berbenturan sehingga kedua belah pihak mundur lusinan kali. Tapi, Long Fai hanya beberapa lusin mundur dan di bandingkan Ling Tian dia sudah sangat jauh
Chu Fang berkeringat dingin dia tahu bahwa Long Fai menyembunyikan kekuatannya, tapi dia masih terkejut apa yang di keluarkan dari kekuatan Long Fai itu sendiri.
Sehingga ketika dirinya melihat pertarungan sangat dekat dan tertera mengerikan dari Ling Tian, dia sungguh sangat khawatir walaupun Aura itu sudah tidak mempan kepadanya setelah Long Fai menyentuh bahunya.
Tapi, meskipun begitu melihat pertarungan dan dekat sungguh sangat ketakutan.
Setelah tangan itu mengeluarkan pedang langsung berlari sangat cepat seperti cahaya sudah tiba di hadapan Long Fai.
“Kamu sudah mempermalukanku Kamu harusnya mati dan tidak diizinkan untuk tumbuh di masa depan..”
“Jika aku membiarkan kamu tubuh sama besar di kemudian hari maka akan berbahaya daripada sekarang..”
“Ahhh maafkan aku karena ingin membunuhmu terimalah pedangku yang sangat perkasa.. hiya...!”
Ling Tian meraung sangat brengos langsung pedang yang keluar dari tulang diarahkan di bagian dada Long Fai.
Tapi Long Fai langsung menghindar sembari salto ke belakang 6 kali dan setelah bersalto dia mengeluarkan kipas andalannya setelah itu dia berputar seperti sedang berdansa.
"Tarian Angin Kunpeng!"
Long Fai berteriak dan ada angin yang sangat tajam seperti pedang melesat ke arah Ling Tian tanpa dia sadari.
"Sring!"
Tapi sayangnya Ling Tian memiliki tubuh yang cukup keras sehingga serangan itu hanya melukai tidak sampai serius hanya mengeluarkan darah yang menetes ke tanah terus-menerus.
Ling Tian masih bergegas maju lagi untuk mendekati Long Fai. Alhasil, Ling Tian berhasil menyerang bagian dada dan wajah.
Tapi, sayangnya pedang itu ketika menyentuh wajah Long Fai langsung di bagian pedang yang lancip langsung patah.
Jika ada Bai An yang melihatnya mungkin saja langsung berkata bahwa anda di samping mempunyai sifat yang tidak tahu malu juga mempunyai wajah yang berkulit tebal.
Long Fai yang terkena serangan dari wajahnya sedikit terkejut dia mundur dua langkah setelah itu menangkap tangan kanan Ling Tian, seketika setelah dipegang tangannya Long Fai langsung menampar sangat keras.
"Plak!"
Long Fai merasakan rasa sakit hati bagian telapak tangannya karena dirinya hanya menggunakan tamparan tanpa mengeluarkan sedikit kultivasinya.
Tapi meski begitu tamparan itu mengakibatkan wajah lentihan memerah biru seperti habis dipukul oleh preman.
Ling Tian ditampar pipi kirinya tapi dia juga menembak menggunakan kaki untuk menendang, sayangnya tendangan itu langsung ditangkap oleh tangan Long Fai.
Bahankan dirinya langsung dilemparkan seperti karung sampah oleh Long Fai.
"Sikat!"
"Swosh!"
"Bug!"
“Ayo.. pukimak.. aku sedang bersemangat.. serang aku cepat Uraaa!’’
Long Fai berteriak dan berpose seperti kingkong yang sangat garang. Bahkan dia menghina dengan kata-kata mutiara sehingga Ling Tian sangat marah, sebagai status Raja sangat dipermalukan oleh pemuda yang masih bau kencur, bagaimana mungkin dia akan menelan hidup-hidup penghinaan yang di lontarkan oleh Long Fai,