
Bab 170 Mati Kita Percayakan Kepada Takdir
“Kamu sudah kembali?” kata Ho Tu. dia memandang Long Fai terus-menerus dia rasanya ingin sekali memeluk tubuhnya. Namun, tindakan itu seperti ada penghalang yang tak terlihat dari antara dia dan Long Fai.
“Ini benar aku sudah kembali ah.. sangat melelahkan sekali..!” Kata Long Fai sambil merentangkan tangannya.
pada saat itu dia juga tidak lupa untuk mengenalkan Hu Mulan dan Mei An, kepada Ho Tu.
Kemudian Ho Tubmengangguk ke arah dua orang itu yang sedang diperkenalkan oleh Long Fai. Dia berkata seperti ini. "Halo..aku Ho tu tunangan dari Long Fai, salam kenal..!”
Kemudian mereka berdua juga melangkah maju ke depan sambil mengangguk hormat kepada sang ratu. kemudian mereka berdua berkata sambil menyebutkan namanya satu persatu kepada Ratu Ho Tu.
“Baiklah ayo.. kemari kalian semua duduklah bersama kita.. kita akan menyiapkan makanan untuk kalian berdua apakah kamu mau?” Ho Tu tersenyum. Dia juga melihat kedua wanita itu, yang satu sekitar umuran dengan Long Fai yang satunya lagi, hanya umuran 8 atau 9 tahun. Bukan hanya itu saja, dia juga memiliki baju yang biasa namun memiliki logo di setiap baju itu yang bergambar logo naga Azhure.
Ho tu ingin tahu. Kemudian dia berkata kepada Long Fai seperti ini: “Baju itu sungguh bagus, walaupun terlihat biasa namun memancarkan Aura yang sangat cemerlang aku sungguh menyukai baju itu. Apa lagi di setiap baju itu, ada bergambaran logo yang kamu buat seperti di dunia Tongtian.”
Melihat keingintahuan dari sang ratu, Long Fai akhirnya menjelaskan kepada dia: “Oh.. ini adalah baju identitas negara aku. Baju itu memiliki logo untuk memungkinkan agar penduduk dari luar wilayah Tongtian atau di dunia lain akan mengetahui bahwa anda sama yang lainnya adalah satu kelompok yaitu, kelompok Naga Azhure.”
“Bagaimana apakah menurutmu baju ini sangat bagus? Jika kamu tertarik okelah.. baiklah..aku akan memberikan kepadamu dengan gratis.”
Ho To sangat senang kali ini seperti menemukan harta karun yang sangat berharga karena apa yang dia tahu, adalah apa yang dibuat dari produk Long Fi adalah produk kualitas tinggi. Maka dari itu, dia tidak akan menolak sedikit sepeser pun dari yang diberikan oleh Long Fai sendiri.
“Baiklah..aku mau mungkin saja baju itu adalah baju kualitas tinggi yang kamu dibuat untuk kenyamanan pengguna.” jawabnya Ho Tu sambil mengangguk tersenyum lembut kepada Long Fai.
“Baiklah....!” Long Fai akhirnya mengeluarkan 3 set baju dari dunia artefak ke lantai 2 untuk diberikan kepada Ho Tu.
Di samping itu Dia Fei yang melihatnya tentu saja sangat cemberut dia mengeratkan tangannya dipelukan Long Fai sambil menggerutu dia berkata seperti ini. “Suami aku juga ingin baju seperti itu..!”
“Baiklah.... baiklah... baiklah.. aku akan.!” kata Long Fai sambil tidak berdaya.
Tentu saja, Xia Fei yang diberikan 3 set baju dari Long Fai, sangat senang. Bahkan dia langsung mengeratkan tangannya lebih erat untuk memeluk tangan Long Fai sambil berkata seperti ini. “Suami terima kasih aku sangat menyukainya.. horeee..!”
“Uhuk...uhuk...!” Ho Tu berdehem untuk memecahkan suasana romantis. Setelah batuk kemudian dia berkata lagi. “Ayo.. kita duduk di ruang pertemuan kita menunggu para pelayan untuk menyajikan makanan.”
Xia Fei tentu saja menyadari ada yang tidak beres dari permukaan Ho T. Dia tahu bahwa Ho Tu sedang cemburu kepada dirinya maka dari itu dia langsung meningkatkan suasana romantis dirinya dengan Long Fai.
Saat ini, Ho Tu sedang melihat Long Fai dan Xia Fei sedang bermesraan sambil berjalan, dia sangat marah. Dia ingin sekali memukuli kedua orang itu sehingga rasa kekesalan di dalam hati ini akan terobati.
“Kamu bisakah kamu tidak perlu sangat menempel dengan aku?” Long Fai tidak berdaya dia tidak bisa berbuat apa-apa karena sebenarnya, dari lubuk hati ini dia sangat menyukai perasaan tangan sendiri dihimpit kedua gunung yang sangat besar, sangat empuk, dan sangat elastis yang membuat sangat nyaman.
“Hehehe.. apakah kamu tahu? Aku melakukan seperti ini adalah karena untuk memamerkan kepada how to dia sebenarnya menyukai kamu apa kamu menyadari itu?” Xia Fei siapa tersenyum sambil menatap ke atas sambil melihat wajah Long Fai yang begitu tampan dan sangat karismatik.
Long Fai dari awal pergi ke alam atas, sebenarnya dia sudah mengetahui bahwa Ho Tu memiliki perasaan kasih sayang kepada dirinya. Namun, karena dia memilih atau mengatakan hanya sebatas pertunangan kontrak saja, dia tidak akan memaksa.
Tapi, dia mengingat apa saran dari Wang Roulan dia menyarankan bahwa lebih baik anda menikahlah dengan Ho Tu karena dia adalah permaisuri yang sangat cantik dan sangat menawan.
Namun pikiran Long Fai tidak demikian, jika dia ditakdirkan bersama dengan Ho Tu, tapi dia tidak akan merubah bahwa hanya ada satu ratunya yaitu Wang Roulan dan seterusnya setelah dia hanya ada selir tidak ada ratu lagi.
“Aku sudah mengetahui bahwa Ho Tu menyukai aku, tapi bagaimana lagi..! Mari kita percayakan pada takdir.” jawabnya Long Fai sambil melihat wajah cantik Xia Fei yang sedang berseri-seri melihat dirinya dan dirinya sambil mengangkat bahu.
“Mari kita percayakan kepada takdir..? apakah kamu bercanda..? Aku tidak percaya sekali kepada kamu, Kamu adalah seorang pria yang sangat mesum tidak mungkin kamu tidak tahan dengan tubuh indah yang gelamor dari Ho Tu yang dipancarkan.” Kata Xia Fei sambil terkekeh pelan.
“Aku mesum bukankah kamu yang selalu menempel ke tubuh aku? Jangan salahkan aku.. aku juga pria yang normal mana tahan dengan keindahan seperti kamu."
“dan satu lagi sebenarnya ketika aku pertama melihat kamu, aku sungguh tidak tertarik bahkan aku ingin sekali menjauhi kamu tapi kamu seperti lem yang sangat melekat di tubuh aku aku sangat tidak tahan dengan tubuh kamu.”
“Tapi.. walau begitu, aku sungguh sangat puas dengan kesemokan tubuh kamu yang begitu menawan apalagi kamu masih perawan hehehe.!" kata Long Fai sambil meringis dan menyeringai sambil menjilat bibir dan menatap Xia Fei terus-menerus.
Saat ini ketika dia melihat tatapan Long Fai yang begitu mesum mengarah kepada dirinya, akhirnya tiba-tiba tubuhnya bergetar dia sangat malu dan tanpa sadar dia melonggarkan cengkraman yang pada di tangan Long Fai.
“Kamu mesum huh...!” Kata Xia Fei sambil tersipu dan ada sedikit rona merah di wajahnya.