Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Long Fai beraksi


Bab 630 Long Fai bereaksi


Long Fai menggelengkan kepalanya, lalu menatap daging sate macan yang sudah dipotong-potong menjadi kecil sambil membalikkan daging itu akhirnya aroma yang tercium sangat semerbak langsung memasuki hidung dari pria misterius itu.


Baunya sungguh sangat harum Imortal Gufeng setelah ratusan juta tahun baru mencium bau yang sangat enak, “Aku sudah hidup lama tetapi baru ingin mencium bau yang sangat enak. Nak, Apakah nama masakan ini kenapa sepertinya rasanya begitu sangat menggoda?”


“Ini adalah sate, kakek tua, tunggu sebentar di depan ini mencicipi masakan ini.” Long Fai juga sudah tidak tahan untuk menyantap sate daging macan.


Tiga menit berlalu akhirnya sate daging macan sudah matang tiba-tiba Immortal Gufeng langsung mengambil tanpa pamrih dan menyantap langsung. matanya berbinar-binar.


”Ini enak, makanan ini adalah makanan yang paling enak.” Immortal Gufeng langsung mengambil satu tusuk lagi untuk dimakan.


Long Fai sambil memakan kepalanya juga menggeleng-geleng, ketika mereka berdua sedang menyantap daging sate dengan lahap, tiba-tiba dari atas langit terdapat satu kelompok yang terbagi dalam lima orang.


Bom!


Ada tombak yang sepertinya meluncur langsung membuat ruangan itu bergetar langsung mencoba menyerang Long Fai.


Immortal Gufeng langsung melirik lalu, berdiri dan menangkap tombak itu sampai terseret 100 meter dengan posisi berdiri.


Bom!


Setelah terseret cukup jauh dia bergegas maju sambil berlari dan melemparkan tombak itu ke arah tepat ke lima orang.


Swosh!


Sosok pemuda yang memakai baju jubah panjang dengan ada ukuran naga, menangkap tombak itu begitu sangat mudah.


Setelah menangkap tombak itu sosoknya langsung menyusut menjadi kecil dan menyengat melalui ruang waktu langsung sudah tiba di belakang Imortal Gufeng.


Bang!


Dia mencoba memukul punggung Imortal Gufeng, akan tetapi Gufeng langsung memutarkan tubuhnya dan tangan kanannya yang berwarna hitam langsung mencoba meraih wajah sosok itu.


Bam!


Sosok berjubah putih itu langsung mundur dan tatapannya menyringai ke arah Imortal Gufeng.


”Humpp sudah satu juta tahun yang lalu, tapi kekuatan mu masih menyebalkan, nah siapa pemuda yang ada disamping mu, apakah kamu ingin mewariskan kekuatan abadi mu kepada bocah tampan?” Pemuda yang kharismatik dan memakai jubah putih itu berkata dengan menghina.


“Orang ini tidak ada hubungannya dengan mu, jangan mencampuri urusan kita darinya.” Gufeng berkata dengan serius langsung tangan kanannya mengeluarkan jari telunjuk, seketika dari jari telunjuk tersebut keluar bola bercahaya hitam langsung memuntahkan kekuatan yang sangat menakutkan langsung menyambar ke lima ora itu.


"Cih! Dia mencibir langsung mengeluarkan kitab sembilan pintu surga, tiba-tiba setelah kitab itu dibuka, ada sembilan gerbang dengan mulut menganga lebar.


Bom!


Bom!


Bom!


Kekuatan tembakan bola hitam itu, hanya bisa menembus lima gerbang.


Gufeng menatap mereka dengan jahat.


“Kamu sepertinya sudah berlakunya tahun, kalian sudah merampas harta ilahi tak terhingga, kalian sungguh sangat serakah! Aku Gufeng tidak rela artefak abadi ku diambil demi kepentingan kejahatan!” Imortal Gufeng meraung, kekuatan yang maha dahsyat mencoba menghantam tubuh pemuda itu.


Cih!


Satu wanita menatap dingin ke arah Imortal Gufeng lalu, dua artefak sarung tangan emas bercahaya dia melesat ke arah Imortal Gufeng dan menghajarnya.


Bom!


Dada Gufeng tertinju sangat keras mengakibatkan jiwanya terkoyak dan memuntahkan darah cukup banyak. Dia tidak mengira sudah ratusan juta tahun setelah bersembunyi cukup dalam, kekuatan kelima orang itu menjadi semakin kuat.


Sekarang imortal Gufeng terluka parah, walaupun dia sudah hidup ratusan tahun, tapi dia tidak sepenuhnya abadi, kekuatan yang dia dapat dari kekacauan membuat memiliki peningkatan yang sangat nyata.


Hanya saja setelah bertemu suatu kelompok organisasi pemburu artefak dewa, dia kewalahan dan selalu bersembunyi.


Kekuatan kekacauan menyembuhkan luka Imortal Gufeng menatap ke arah wanita cantik berhati Iblis itu dengan marah. “Artefak tinju itu! Kamu membunuh Liu Lishan!”


Ahhh!


Imortal Gufeng meraung marah mencoba membunuh wanita itu yang memiliki nama Feng Ying.


Feng Ying mencibir lalu kedua sarung tangan tersebut bercahaya langsung menghantam tubuh Gufeng.


Bom!


Gufeng terpental lagi, dia sepenuhnya sudah hancur hanya menyisakan kepala dan perut. Kekuatan kekacauan seketika membungkus tubuh Imortal Gufeng ingin menumbuhkan bagian tubuh yang hancur, akan tetapi tiba-tiba ada satu pemuda berpakaian hitam dengan penutup mata satunya mengeluarkan ratusan rantai lalu menusuk tubuh Gufeng.


“Ugghh penjara abadi! kalian tidak menyangka, sudah membunuh ratusan manusia seni bela diri hanya ingin menjadi Dewa!" Gufeng menggertakan giginya.


“Hahaha kami semua tidak ingin menjadi Dewa, tapi kami semua ingin menjadi keberadaan diatas para dewa! Bahkan sekarang organisasi kami sudah membunuh ratusan dewa hanya karena ingin mengambil artefak hahaha!” pemuda yang memakai baju putih dan memegangi tombak, tertawa terbahak-bahak.


Dia adalah Yi Wechen.


Yi Wechen melirik satu pemuda yang seluruh tubuhnya dikerumuni asap. “Tang Lingshi. Cepat ambil artefak yang berada di tubuh dia!”


Tang Lingshi mengangguk dan mendekati ke arah Imortal Gufeng. Tangan kanannya berubah menjadi bekas cahaya yang sangat menyilaukan.


Ahhh!


Tang Lingshi mengambil paksa artefak yang sudah tertanam di tubuh Imortal Gufeng, seketika tangan itu menusuk kedalam jiwa Imortal Gufeng, dia menangis karena rasanya sangat perih. Semua teman-temannya sudah meninggal akibat diburu oleh organisasi perompak artefak dewa.


Sekarang hanya dirinya yang satu-satunya bisa membalaskan dendam. Tapi tidak disangka bahwa mereka bertambah sangat kuat karena efek mencuri dan merampas artefak dewa.


Pufff artefak itu diambil paksa, dan Long Fai yang melihat dari samping cukup tertegun karena artefak itu mirip seperti pagoda berwarna hitam.


Mereka juga tidak menyadari bahwa keberadaan Long Fai masih melihat di sampingnya karena mereka bertempur melalui dimensi yang berbeda. Seharusnya jika Long Fai itu manusia biasa, mungkin tidak melihat bagaimana dia bertempur. hanya saja ketika kedatangan ke-lima orang itu, Ketika tombak hampir membunuh Long Fai, imortal Gufeng sudah memindahkan Long Fai ke sehari sebelum kedatangan mereka.


Hanya saja kekuatan pemindahan itu tidak berfungsi dan mereka tidak menyadari bahwa Long Fai sedari pertempuran sedadang menonton pertemuan yang dahsyat.


Penjara waktu sudah hilang akibat artefak miliknya Imortal Gufeng sudah diambil sehingga Long Fai hanya melihat kelima orang berjalan pergi sambil meninggalkan Imortal Gufeng, akhirnya Long Fai mendekati ke arah Imortal Gufeng.


”Kakek tua. kamu tidak apa-apa?” tanya Long Fai sambil melihat tubuh Imortal Gufeng yang sangat menyedihkan, nafasnya perlahan-lahan melemah, mungkin hanya beberapa menit, Gufeng akan meninggalkan selamnya. Tapi long Fai menatap ke arah kelima orang itu sambil bergumam.


“Paman. kamu orang baik biarkan aku akan mengambil barang berharga mu itu. kamu tidak diizinkan mati.”


Gufeng ingin berkata bahwa mereka berlima sangatlah berbahaya, akan tetapi nafasnya menjadi sangat lemah dan kehilangan kesadaran.


Long Fai sudah mengatakan Gufeng tidak diizinkan mati, maka ruh itu tertahan.


Long Fai berjalan setiap langkahnya begitu menakutkan langsung meraih bahu orang yang mengambil artefak itu.


“Kamu berhenti, kamu sudah merampas apa yang kamu tidak miliki, itu adalah perbuatan yang tidak baik.” Tang Lingshi menoleh dia ingin menyerang, tiba-tiba Du Yanwu menggunan tongkat Dewa nya untuk memukul pergelangan tangan Long Fai.


“Kamu manusia rendahan! Sudah untung kamu selamat apakah sekarang kamu bosan hidup!” Tanpa pikir panjang, memukul pergelangan tangan Long Fai menggunan tingkat.


pak.


Hanya saja expetasi yang mereka inginkan salah ternyata, pemuda itu setelah terkena pukulan di pergelangan tangan dia tidak patah tulang atau tangannya hancur.


Hanya saja tombak itu yang memiliki kelas Dewa tiba-tiba patah menjadi dua bagian.


"Apa yang terjadi!”


Sayangnya Long Fai langsung mendorong Yan Lingshi hingga terjatuh tersungkur, kemudian kaki kanannya menendang Tang Lingshi.


Bang!


ahh!


Dia terpental jauh dan tulangnya pada remuk.


Imortal Gufeng melihat Long Fai penuh takjub.