Seni Naga Kuno Taiko

Seni Naga Kuno Taiko
Kesombongan Yang Melebihi Alam Semesta


Bab 393 Kesombongan Yang Melebihi Alam Semesta


Ning Ming beserta para manusia yang akan dijadikan perekrutan pekerja untuk kepentingan Long Fai, sudah tiba di hutan gundul tersebut.


“Nona Xiandi, kita sudah tiba dimana Tuan Long berada, Ayo kita pergi dari sini, kita harus melapor mungkin saja dia sudah mengejar dan mengamati kita secara diam-diam!”


“Baik!” Murong Ruyue menganggukkan kepalanya. Masuk akal juga dengan kekuatan sendiri yang sudah kuat, masih belum bisa membunuh Fuxi. Untung saja dirinya bertemu Fuxi di dunia Long Fai berada, sehingga untuk meminta bantuan kepadanya.


Fang Yuan dan lainya melihat Ning Ming sedang membawakan beberapa kelompok orang yang sudah ditugaskan untuk kerja tapi mereka melihat ada wanita yang sangat cantik yang bersama Ning Ming.


Fang Yuan berkata: “Gadis, siapa dia sepertinya dia bukan salah satu yang akan dikerjakan oleh Lon Fai?”


Ning Ming serus dan menjawab, “Dia Murong Ruyue salah satu permaisuri Tuan Long,”


"Apa!”


Mereka semuanya langsung membuat pose hormat kepada Murong Ruyue.


“Hamba ini melihat permaisuri Xiandi!”


Murong Ruyue hanya menganggukan kepalanya kemudian, mengikuti Ning Ming untuk mencari Long Fai yang sedang berada di toko.


Ning Ming membuka pintu Kemudian melihat ada Long Fai yang mengupil sambil memikirkan sesuatu.


“Tuan!” seru Ning Ming sehingga Long Fai yang sedang mengupil, langsung menarik tangan kanannya karena merasa canggung.


Long Fai ingin berkata ada apa, tapi kata-kata itu tidak diungkapkan karena melihat ada Murong Ruyue yang sedang menatap ke arah dirinya dengan tetapan lembut.


“Kamu datang kesini, apakah sengaja mencariku, ” ucap Long Fai kemudian matanya tertuju ke arah perut yang sedikit besar sehingga, Long Fai percaya bahwa Murong Ruyue sedang mengandung anaknya.


Otomatis, Long Fai langsung berjalan dan memeluk dengan erat. Memeluk dengan sangat nyaman dan mencium aroma yang sangat harum dari badan Murong Ruyue, Long Fai berkata: “Beristirahatlah, aku tahu bahwa kamu sedang mengandung anakku, jangan terlalu capek duduklah dengan nyaman akan ku perlakukan kamu seperti Ratu.”


“Hmmm terimakasih!” jawab Murong Ruyue dengan tersipu malu, dia baru pertama kali diperlakukan yang sangat romantis dari Long Fai. Jika tidak ada kecelakaan pada waktu itu, mungkin Long Fai tidak akan berkata dengan romantis seperti ini.


Ning Ming seperti obat nyamuk sehingga untuk menghilangkan canggung tersebut, langsung berkata untuk melapor apa yang sedang terjadi, “Tuan, aku melihat nona Xiandi sedang berada Naga Emas, dan Nona sedang bertarung melawan Pemuda yang mengaku yang Abadi. Pemuda itu tidak bisa dibunuh, aku sendiri sudah menghajar sampai tubuhnya meledak tapi, Pemuda itu langsung muncul lagi di udara tipis,”


“Mungkin saja, dia sedang mengamati kita di dalam kehampaan maka dari itu, aku melapor kepada Tuan, agar Nona Murong Ruyue tidak akan disentuh oleh bajingan seperti dia.”


Long Fai mengangguk terus-menerus setelah mendengar penjelasan Ning Ming. Masuk akal juga jika ada seseorang yang terkesima dengan penampilan Murong Ruyue Karena setelah dipoles tubuhnya menjadi sangat cantik berkat buku yang telah diberikan pada waktu itu.


“Baiklah, kamu sudah melapor akan kuserahkan masalah ini kepadaku biarkan dia datang ke sini untuk aku hajar sampai Mati,” kata Long Fai sambil mengeluarkan seruling hitamnya dan dipukul-pukul dengan tangan sendiri.


Benar saja, di meja pelanggan ada retakan yang sangat lebar langsung keluarlah Fuxi yang sedang menatap ke arah dirinya dengan tatapan main-main.


Fuxi menatap Long Fai dengan kecemburuan yang sangat luar biasa, “Ohh ini adalah kamu, yang statusnya menjadi istri dari wanita ini?”


“Benar, aku adalah Long Fai suami dari Murong Ruyue,” jawab Long Fai dengan tenang.


“Hahahaha! Setelah aku melihat wajahmu sungguh membuat aku cemburu, karena ketampananmu. Pantas saja wanita itu sangat bersyukur tidak termakan oleh rayuanku,”


“Aku tidak tahu kenapa dia menyukaimu dengan kekuatanmu sekarang, bahkan itu sungguh sangat memalukan bisa-bisanya wanita itu menyukaimu? Aku curiga bagaimana kamu melakukannya? Sihir apa yang kamu lakukan dengan wanita itu?” Fuxi bertanya dengan menghina kepada Long Fai.


”Kamu Bertanya, bagaimana sihir apa yang digunakan ku untuk melelehkan hati Murong Ruyue? Ckckck itu sungguh sangat sederhana, tanpa kekuatan, tanpa kekuasaan, aku sangat mudah menaklukkan hati wanita Murong Ruyue. Aku hanya berpelukan secara ringan, untuk mengusir kedinginan. Melakukan musim semi bersamanya itu saja,”


“Oh iya ada satu lagi karena aku adalah tampan tidak ada yang tampan selain aku di dunia ini kamu paham?”


“Hahaha alasan itu sungguh membuat aku merasa terhibur.” Kemudian Fuxi yang tadinya tertawa bahagia, akhirnya seketika raut wajahnya menjadi serius sambil menatap Long Fai sungguh sengit langsung melanjutkan perkataannya lagi, “Di tangan ku, wanita itu tidak akan lolos dari jeratku. Termasuk kamu Long Fai, aku tidak tahu bagaimana kamu melawanku hahah!”


Long Fai menyipit dan tidak menahan sinis kepada Fuxi, “Kamu hanya memiliki tubuh Abadi sungguh sangat sombong belum tentu orang yang Abadi akan menjadi Abadi, menjadi Abadi tidak perlu memiliki umur panjang seperti kamu. Menjadi Abadi, adalah berjasa kepada dunia. Berjasa kepada manusia, dan berjasa kepada alam. Ketika jasamu sudah dikenang oleh banyak seluruh alam, ketika kamu meninggalkan dunia ini, maka jasa-jasa itulah yang akan menggema seluruh dunia sampai akhir hayat.”


“Sekarang apa yang kamu banggakan, itu hanya buih di lautan yang akan hilang di terjangan ombak tersebut. Alam semesta ini luas, tapi aku melihat kesombonganmu melebihi luasnya alam semesta ini.”


Fuxi hanya mencibir, “Sungguh filosofi yang sangat bagus, aku bahkan hampir terkesima karena baru pertama kali ini dengarkan filosofi yang begitu enak didengar,”


”Sayangnya aku tidak butuh filosofi kamu, yang aku butuhkan adalah kekuatan yang bisa membuat aku bebas melakukan yang aku inginkan. Aku Abadi, aku bisa melakukan semua yang aku lakukan, termasuk merebut wanitamu,”


“Kamu ingin merebut wanitaku? Jangan bermimpi kamu adalah duri di dalam tenggorokan, sepatunya harus dihilangkan duri tersebut sehingga tidak mengganjal untuk menelan. Karena Kamu adalah penghalang merusak kebahagiaan orang, apalagi ingin merebut wanitaku, jangan berharap kamu akan melihat matahari besok karena sudah dipastikan Dewa akan murka melihat tingkah lakumu!” Long Fai berkata dengan serius sembari tangan kanannya menunjuk-nunjuk Fuxi.


“Aku tidak butuh filosofi mu, jika kamu memiliki kekuatan, ayo serang aku!” Fuxi mengacungkan jari tengah ke arah Long Fai.


“Kamu mati!” Long Fai marah langsung berjalan untuk meraih bahu Fuxi.


Fuxi hanya menggelengkan kepalanya melihat Long Fai mendekati ke arah dirinya. Bagaimana mungkin, dia hanyalah manusia biasa sedangkan dirinya adalah Abadi sungguh sombong untuk melawan.


Namun, tiba-tiba raut wajahnya berubah setelah Long Fai meraih tubuhnya tiba-tiba kekuatannya terkandung di dalam tubuhnya menghilang seperti menguap begitu saja, dan sekarang sepertinya berubah menjadi manusia biasa.


Long Fai mengangkat tubuh Fuxi langsung mensmackdown sehingga ketika terjatuh dadanya mengeluarkan darah dari mulutnya.


"Engah!"


Long Fai menendang kepala Fuxi yang masih tergeletak di lantai kayu. Tidak sampai di sini saja, tangan kiri Long Fai meraih seruling hitamnya dan memukul-mukul wajah Fuxi wajahnya lebam gigi-giginya hilang berantakan.


Setelah merasa puas memukuli Fuxi, Long Fai berdiri dan meludahi wajahnya dan berkata: “Kamu Abadi? Tapi kamu sungguh tidak layak ketika melawanku jangan-jangan, Abadi Kamu hanyalah omong kosong!”


“Hahaha Bajingan!” Fuxi tertawa terbahak-bahak dia ingin memulihkan tubuhnya menggunakan kekuatan Abadi. Namun, seketika ekspresinya berubah karena ketika Fuxi ingin memulihkan tubuh mengeluarkan kekuatan sendiri itu tidak berfungsi sehingga langsung berteriak kepada Long Fai.


“Bajingan apa yang kamu lakukan kepadaku!” Fuxi sungguh marah dan secepatnya langsung berdiri untuk memukul wajah Long Fai, sayangnya pukulan itu sepertinya tidak memiliki kekuatan sehingga langsung ditangkap Long Fai sangat mudah dan didorong ke belakang sehingga Fuxi sampai terjatuh.


"Bug!"


Akhirnya Fuxi baru merasakan rasa ngeri ketika melihat Long Fai, tanpa kekuatan Abadi dirinya tidak bisa berbuat apa-apa.


Long Fai karena marah, berjalan mendekati Fuxi langsung meraih kursi untuk dipukul kepadanya.


“Djancok! Cepat bagaimana kamu melakukan ku, cepat! Jika kamu Abadi, cepat lawanlah aku jangan seperti babi yang menjerit terus-menerus!”


"Pak!"


Long Fai menyerang Fuxi menggunakan kursi tersebut sampai rontok kursinya. Penyiksaan itu sampai membuat lantai yang terbuat dari kayu ada darah bercucuran seperti mata air sekarang mereka semua melihat Fuxi sepertinya, dan kritis terkapar tidak berdaya.


Long Fai setelah puas menyiksa Fuxi, langsung berkata, “Jika kamu Abadi, maka aku adalah Yang Maha Abadi. Abadi adalah aku, aku adalah Abadi, bagi Abadi kata-kataku adalah ortodoks.”