
Bab 49 Terlalu Banyak Berpikir
Ketika Long Fai sedang terbang menggunakan pedang, dia sangat canggung. Karena posisi itu tangan Wang Roulan keduanya memegang pinggang milik dirinya.
Dalam benak Long Fai, plot ini terbalik, seharusnya dialah yang memegang dan memeluk pinggang Wang Roulan seperti pahlawan heroik.
"Uhukk... Laner, aku berjanji jika bisa terbang aku, bergantian aku yang memeluk dirimu." Kata Long Fai, dia mengangguk dan sambil menoleh kebelakang untuk melihat wajah yang sangat menawan.
"Hmmm, kenapa dengan kamu, apakah situasi yang sekarang kamu malu, bukankah kita resmi sudah menjalani sepasang kekasih?" Kata Wang Roulan, dia menggelengkan kepalanya, sambil terkekeh.
"Ini, apakah kamu tidak akan merahasiakan lagi, tentang hubungan kita?" Long Fai bingung, dia berkata sambil menggaruk kepalanya.
"Tidak, aku sudah berubah pikiran, aku ingin mempublikasi hubungan kita berdua." Kata Wang Roulan. Bibir itu, mengkerucut sambil melihat Long Fai.
"Jika itu adalah apa yang kamu mau, maka kita harus membuktikan dengan ciuman mesra di antara murid sekte." Kata Long Fai dia menyringgai.
"Kamu..apakah begitu vulgar!" Kata Wang Roulan dia menatap dan memandang wajah Long Fai, dengan retrotis.
"Ada apa? Bukankah dengan cara itu, maka semua murid percaya, kita berciuman dan saling bergandengan tangan hahah!" Kata Long Fai dia sangat tertawa lebar.
"Kamu sangat tidak sabaran, bisakah kita pelan-pelan?" Kata Wang Roulan dia tersenyum kecil sambil tangan kanan itu, memegang bibir sendiri.
Long Fai, mengangkat bahu dan berkata. :"Itu terserah kamu."
Setelah itu, dia memikirkan apa yang menurut informasi Artefak Naga, bahwa jika anda ingin terbang, setidaknya anda harus membuka pintu nadi ke lantai 50.
Pintu nadi sampai terbuka sampai 50, maka anda bisa terbang bebas secepat kilat.
Sekarang Long Fai memikirkan pintu nadi yang terbuka hanya 30 dan itu, membutuhkan 20 pintu nadi untuk terbuka.
Long Fai tidak sabar, dan ingin cepat-cepat. Jika dia sudah membuka hingga pintu 50 maka, anda akan terbang.
"Ngomong-ngomong bukankah tempat tinggal kamu, sekaligus tempat berlatih, setau aku jauh dari sekte. Karena yang aku tahu bahwa gubuk kamu dulu hanya tempat tinggal sebagai tukang sapu." Kata Wang Roulan. Dia berkata karena jika rumah itu bekas tempat istirahat tukang sapu, maka gubuk itu pemandangannya seadanya.
Namun Long Fai berkata. "Itu tidak mungkin, pada waktu itu, paman Li merenovasi sehingga sudah layak tinggal. Bahkan aku sendiri menambahkan sesuatu untuk cuci mata, seperti kolam ikan, tanaman bunga-bunga dan perkebunan. Oh iya aku bahkan menyuruh Bai An untuk menggunduli hutan yang kebetulan berada di belakang gubuk."
"Menurut apa yang kamu jelaskan, mungkin aku akan merasa segar ketika melihat pemandangan yang kamu jelaskan." Wang Roulan tersenyum dan sosok nya sebentar lagi sampai di temapat gubuk Long Fai.
Setelah beberapa menit, ahirnya mereka berdua sudah tiba di tempat gubuk Long Fai hanya berkisaran 40 meter.
Wang Roulan, ketika melihat pemandangan yang ada di depannya, dia ingin terjatuh karena saking terkejut.
"Eh kamu kenapa? Apakah tidak apa-apa?" Dia Long Fai berkata, karena melihat Wang Roulan memasang wajah terkejut.
"Ini rumah kamu..!" Kata Wang Roulan dia memandang wajah Long Fai dengan terheran-heran.
"Oh heheh betul ini adalah rumah aku, dan perkebunan ini adalah pekarangan aku.. Heheh ada apa? Apakah menurutmu bagus?" Tiba-tiba Long Fai entah kenapa bangga karena melihat keterkejutan Wang Roulan.
Wang Roulan terkejut bukan main, dia melihat bahwa semua yang di tanam oleh Long Fai setidaknya barang yang sangat berharga.
Wang Roulan, untuk memastikan bahwa penglihatanya tidak salah, dia langsung meningkatkan laju pedang terbangnya.
"Sial kenapa kamu, hei.. pelan-pelan!" Kata Long Fai, dia kaget.
Namun dia melihat bahwa Wang Roulan saat ini menatap tajam ke arah gubuk dan ladang sendiri, sehingga dia memahami akan hal itu.
...~...
Di sisi lain, Bai An sedang membelah kayu, dan di sebelahnya lagi, Dayan Sumei, matanya melihat segala arah, dia masih shock ketika dia melihat di sekelilingnya.
Untuk mendapatkan harta surgawi ini, maka Long Fai tentunya memiliki cara, namun harta surgawi ini jika di taruh di pekarangan rumah dengan santai, apakah tidak takut untuk menimbulkan bencana!
Sudah 10 menit Bai An memotong kayu yang besar dan di belah menjadi beberapa bagian. Dia juga mengumpulkan kayu-kayu itu sehingga terlihat rapih.
Ketika Bai An sedang menata kayu, dia melihat Long Fai yang sedang terbang menggunakan pedang menuju ke arah tempat dia berada.
Bukan hanya itu saja, dia juga melihat bahwa di belakang Long Fai, ada guru Wang yang sedang memegang pinggang Long Fai.
"Apakah Long Fai sudah resmi menjalin hubungan dengan guru Wang?" Kata Bai An dalam hati.
Jika tebakan Bai An benar, maka Long Fai adalah fierce, dia benar-benar naga yang ingin menjadi kodok. Bayangkan saja, Guru Wang adalah kecantikan atas, sehingga banyak para pria yang mengagumi sosok itu.
Namun karena aura dingin yang di pancarkan dari tubuh guru Wang, ini mengakibatkan banyak pria yang tidak berani mendekat.
Jika ada pria yang mendekat, dan guru Wang merasa terancam, maka dia akan membocorkan energi dingin kepada musuh sehingga musuh itu sendiri merasa kedinginan dan membeku.
Namun bagi Fai yang di juluki Fierce tidak mempan, malahan, tanpa tidak tahu malu langsung memeluk dan mencium di tempat keramaian.
"Hahaha kakak Long Fai adalah fierce, bahkan dengan kulit tebal tanpa malu-malu, tidak mempan terhadap energi es yang di keluarkan guru Wang." Kata Bai An dia, diam-diam mengacungkan jempolnya kepada Long Fai, dia memutuskan untuk menjadikan Long Fai sebagai panutanku.
"Kenapa kamu tertawa seperti orang gila?" Tiba-tiba Dayan Sumei ,yang di sebelah Bai An, berkata dengan mengkerutkan keningnya.
"Oh apakah kamu tidak melihat, lihat ke atas, Kakak laki-laki membawa kecantikan yang sangat mengagumkan, apakah kamu tahu wanita itu adalah guru Wang, dia sudah melajang sekitar 27 tahun. Tapi, kakak laki-laki sungguh fierce bisa meluluhkan hati dingin guru itu.. hahah!" Kata Bai An jari telunjuk di arahkan ke atas, dia bermagsud untuk memberi tahu kepada Dayan Sumai bahwa di atas ada Long Fai.
Bukan hanya itu saja, Bai An juga menceritakan kisah yang antara Long Fai dan guru Wang, ketika Long Fai memeluk, mencium bahkan menyakatkan cinta di hadapan semua murid yang begitu maskulin.
Tapi apa yang di katakan Bai An, menurut Dayan sumei, perilaku Long Fai yang sangat fierce bagi dirinya, itu adalah tindakan yang tak tahu malu.
Seperti apa yang di pikirkan Dayan Sumei. Semua lelaki, adalah sama saja. Bahkan dia memandang dari ke atas dia melihat bahwa Long Fai hanya tahap fondasi awal.
Ini membuat aneh, jika anda tampan, itu tidak berguna jika tidak ada kekuatan.
Memikirkan ini, dia menggelengkan kepalanya dan terkekeh, dia terlalu banyak berpikir terhadap Long Fai.
......................
HAI TEMAN-TEMAN SAYA MENGUCAPKAN TERIMA KASIH KEPADA SEMUA PARA READER YANG TELAH SETIA MEMBACA KARYA INI. KHUSUSNYA ADALAH
\=Bro Supandi
\=Bro Dimas Setiawan
\=Bro Is Lubis Sh
POKOKNYA SEMUA YANG TELAH MEMBACA KARYA INI, SAYA BERTERIMA KASIH, JIKA TIDAK ADA KALIAN SAYA TIDAK ADA KATA SEMANGAT. BAHKAN ADA KEPINGINAN UNTUK HIATUS. NAMUN KARENA MASIH ADA PEMBACA SETIA SAYA LANJUTIN
KARENA PENULIS YANG DERMAWAN ADALAH PENULIS YANG MAU NAMATIN NOVEL. MAKA DARI ITU SEMOGA SAYA KEDEPANNYA JANGAN SAMPAI HIATUS
......................