
Bab 502 Hati Lucia Berdarah
Beitang Yu terengah-engah dia tiket tenang setelah ada Lucia yang mencoba menenangkan rasa khawatir.
“Aku masih belum terbiasa untuk melihat pertempuran. Bahkan Aku adalah seseorang megang ditugaskan oleh tuanku untuk menjadi penjaga toko ini yang dijual belikan persenjataan.” Dia menjelaskan kepada Lucia. Seketika Lucia setelah mendengarnya langsung mengerutkan keningnya.
Beitang Yu adalah seseorang memegang yang belum memiliki pengalaman. Tetapi, berani-beraninya sekali kamu membiarkan gadis cantik ini untuk ditugaskan menjadi penjual persenjataan yang di mana jika toko itu adalah berisikan persenjata, tidak dari kalangan biasa saja, melainkan terdiri dari kalangan bangsawan dan para bandit.
Para penjahat inilah yang sangat diwaspadai karena bisa menjadi ancaman bagi Beitang Yu yang statusnya masih magang.
Lucia seketika serius dan berkata kepada Beitang Yu, ”Izinkan aku untuk menemui tuanmu. Aku ingin berdiskusi sebentar karena ingin memprotes. Aku bukan bermaksud untuk memarahinya tetapi harus ada pengertian, kamu adalah gadis yang belum bisa melihat kejahatan seperti pembunuh dan sebagainya. Seharusnya di tempat ini ada senior yang membimbing.”
Beitang Yu menggelengkan kepalanya dia tahu bahwa dirinya sungguh sangat naif terlebih lagi sebenarnya itu tidak perlu dikhawatirkan sama sekali karena sudah mendapatkan artefak kunci surgawi yang diberikan oleh tuannya. Beitang Yu harus semangat, jangan takut karena semua pelayan dari tuan Xiandi adalah pelayanan yang sangat kuat dan seperti Raja.
Dia menggelengkan kepalanya dan menjawab seperti ini, “Tidak Nona, aku bisa melakukan sendirian, mungkin ini adalah pengaturan dari Tuanku. Tuanku sungguh sangat kuat dia tahu apa yang terbaik buatku.”
“Apakah seperti itu, bagaimana Tuan seperti itu dianggap baik?” Lucia tidak habis pikir dengan gagasan Beitang Yu.
“Dia baik, dia kuat. Dia juga tampan memiliki setidaknya tujuh istri yang selalu menemaninya," ucap Beitang Yu sambil matanya berbinar-binar.
Engah!
Lucia langsung muntah darah. Tuan seperti itu yang memiliki setidaknya tujuh wanita di sampingnya, juga tidak dianggap baik melainkan dia adalah pria pecinta paha wanita.
Pria seperti itu setidaknya dirinya harus menjauh secepatnya karena banyak juga para bangsawan di di wilayah ini yang memiliki akan tingkat mesum kepada wanita yang sangat tinggi.
Lucia menggelengkan kepalanya lalu, berkata kepada Beitang Yu, ”Baiklah, aku akan membeli satu pedang yang menurutku pas untuk memperkuat pertarungan.”
Mata Beitang Yu seketika cerah setelah mendengarkan lucu yang akan membeli setidaknya satu item persenjataan di toko ini.
”Hmmm jika kamu ingin membeli, di sini adalah toko persenjataan yang pas bagi kamu Nona, persenjataan yang Tuan jual adalah item persenjataan yang sangat bagus dan tidak ada seseorang pun yang bisa membuatnya selain tuanku saja." Beitang Yu menjelaskan layaknya pedagang profesional.
Lucia mengangguk dan menjawab: “Hummm. Mari melihat kualitas pedang yang digunakan terlebih dahulu. Aku tidak akan begitu percaya Karena aku sudah mempelajari kualitas barang-barang di seluruh dunia.”
”Baik silahkan!” Kemudian Beitang Yu langsung mempersilahkan Lucia untuk bergegas ke berbagai rak yang telah disediakan berbagai macam persenjataan.
Satu per satu, Lucia mengecek kualitas dari persenjataan pedang. Dia sungguh sangat serius karena menemukan bahwa pedang yang disediakan oleh toko ini, memiliki kualitas yang sangat bagus bahkan terbuat dari batu platinum yang keberadaan batuk itu tidak ditemukan bahkan sangat langka di dunia ini.
Ada juga pedang yang gagangnya terbuat dari tanduk hewan mitos yang sudah berumur ribuan tahun. Semakin tinggi umurnya semakin kuat barang yang akan digunakan sebagai senjata. Di toko ini, semuanya adalah barang yang sangat mewah bahkan tidak ada yang acak-acakan.
”Nona, Bagaimana kualitas dari produk yang aku berikan di sini apakah bagus? Jika Nona ingin membeli setidaknya mengeluarkan 200 keping emas satu item dari pedang yang terdapat rak pertama. Rak pertama adalah kualitas yang paling rendah, jika Nona ingin memiliki kualitas pedang yang sangat tinggi, harus mencari daerah posisi ke tujuh, begitupun juga berlaku di tempat peralatan yang lain." Beitang Yu perkata sambil tersenyum lebar.
Mata Lucia terpejam cukup lama karena 200 keping emas adalah uang saku yang telah diberikan dirinya kepada Ayah selama untuk ketiga bulan saja. Jika 200 keping emas di gunakan untuk membeli satu pedang, dia akan khawatir jika selama 3 bulan belum bisa merasakan makanan.
“Mari pikirkan sebentar uang 200 keping emas sebagai guru adalah banyak. Jika aku membeli satu item pedang, maka aku tidak akan memiliki kepingan emas untuk dimakan selama tiga bulan.” Dia memikirkan sesuatu tetapi tiba-tiba ada secerah ide yang gemilang.
“Hummm apakah aku bisa mengkreditkan satu pedang ini?” Lucia sungguh sangat berharap jika Beitang Yu akan mengizinkan dirinya untuk mengkreditkan suatu barang.
“Hummm, kamu bisa mengkreditkan pedang itu harga aslinya adalah 200 keping emas. Tetapi untuk dikreditkan dalam jangka 8 bulan kamu setidaknya memberikan kepada toko ini 30 keping emas. 30 x 8 totalnya adalah, 240. Apakah Nona bersedia untuk mengkreditkan menyetor 30 keping mas selama 8 bulan?” Beitang Yu meyakinkan.
“Aku bersedia. Setidaknya setiap bulan aku masih memegang 70 keping emas. 70 keping emas selama 1 bulan sudah cukup untuk keperluan sehari-hari.” Lucia menjawab serius.
“Baik, sekarang Jika kamu ingin mengambil pedang dalam rak nomor satu, Nona harus menyerahkan uang muka 40 keping emas.” ucap Beitang Yu.
Seketika hati Lucia berdarah karena uang saku yang dimilikinya banyak tertinggal 60 keping emas. Walaupun 20 keping emas tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit tetapi dia adalah orang yang boros.
Menelan air liur akhirnya Lucia mengeluarkan 40 keping emas dan diserahkan kepada Beitang Yu.
Ketika sudah transaksi berhasil, tiba-tiba komplotan preman yang tadi sudah melarikan diri tiba-tiba kembali lagi sambil menggunakan setelan armor seperti prajurit dengan tekanan garam.
Bam!
“Hahaha bajingan akhirnya aku kembali sekarang dengan seranganmu kita semua tidak akan mempan karena sudah memakai setelan armor hahaha!”
Beitang Yu secara reflek langsung marah tiba-tiba dari kekosongan langsung mengeluarkan rantai besi yang sangat panas, dan di ujungnya seperti ada belati tajam langsung menusuk dahi salah satu preman yang sedang berkata arogan.
Sring!
Puf!
Seketika langsung meninggal di tempat dengan kepala tertusuk besi panas yang keluar dari kekosongan di balik belakang Beitang Yu.
Sebagian preman cukup bodoh dan tidak bereaksi. Tetapi, melihat rekannya meninggal mereka semua langsung mengeluarkan mantra masing-masing.
Hiya!
Bom!