
Selama beberapa hari, aktifitas akademi berjalan normal seperti biasanya. Masalah tentang keributan yang terjadi di puncak ke delapan sudah diselesaikan oleh para penatua. Sedangkan untuk leluhur Yin, ia masih belum membaik. Tidak ada yang tahu bagaimana dia masih tidak sadarkan diri.
Dalam ruangan yang sempit, Qing Yue'er menghela napasnya berkali-kali. Dia merasa sangat bosan karena masih belum dibebaskan dari hukumannya. Beberapa hari terakhir ini dia hanya akan duduk diam atau sekedar mengunjungi dimensinya.
Tidak ada hal yang bisa dia lakukan. Berkultivasi tidak akan bisa menghasilkan apa-apa karena dia baru berhasil melakukan terobosan. Jika itu orang lain bahkan mereka akan kesulitan saat mencoba menerobos alam langit.
Lihat saja para penatua yang sudah memiliki banyak umur tapi hanya mentok di alam langit. Bukan hanya karena ketidakmampuan namun juga karena kurangnya sumber daya yang membantu terobosan.
Jika orang lain melihat kecepatan Qing Yue'er dalam terobosan, mungkin mereka akan tercengang. Bahkan murid yang terkenal jenius di akademi masih kalah dalam hal kecepatan terobosan.
Meskipun begitu, dia masih merasa tidak puas. Saat ini dia sedang diburu waktu. Dalam dua setengah tahun lagi dia harus sudah bisa memasuki alam surgawi. Jika tidak berhasil, dia tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.
Saat ini dia merasa sangat malas dan hanya berbaring di tempat tidur. Ying Jun dan Taotie sudah sedikit lebih baik sekarang, tidak terlalu banyak membuat keributan untuknya. Jadi dia merasa lebih nyaman.
Tiba-tiba sebuah keributan dari luar asrama datang mengganggunya. Awalnya dia tidak peduli namun samar-samar dia mendengar suara yang tidak asing di telinga.
"Lepaskan aku!! Aku ingin bertemu dengannya!"
Teriakan-teriakan seperti itu bergema di depan kamarnya. Qing Yue'er segera membuka pintu kamar dan mendapati Ji Fan yang sedang ditahan oleh dua orang penjaga.
"Aih, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Qing Yue'er dengan tidak sabar.
Tapi setelah dipikir-pikir sepertinya Ji Fan memiliki alasan sendiri. Anak itu pasti tahu tentang hukumannya yang tidak memperbolehkan akses keluar masuk untuknya maupun orang lain. Jadi jika bukan hal yang benar-benar penting, Ji Fan tidak akan datang untuk menemuinya.
"Ini sangat penting! Bai Fu'er ... dia tiba-tiba menghilang sejak kemarin dan belum kembali sampai sekarang!" seru Ji Fan.
Qing Yue'er mengerutkan keningnya dalam-dalam. "Terakhir kali dia tidak mengatakan apa pun padamu?"
"Tidak! Jika dia memberitahu mungkin aku tidak sepanik ini!"
Qing Yue'er melirik dua orang penjaga yang menatapnya dengan tajam. Mereka adalah orang yang mengawasi dia selama masa hukumannya. Masing-masing dari mereka kira-kira berusia sekitar tiga puluh tahun dengan level kekuatan di alam langit.
Jika Qing Yue'er mencoba melawan mereka dengan kekuatannya, sudah bisa dipastikan dia akan kalah. Jadi dia harus memikirkan cara lain yang lebih menakjubkan. Bagaimana pun caranya dia harus bisa pergi mencari keberadaan Bai Fu'er.
Langkahnya berputar dan kembali ke kamar. Tidak lupa pula dia menutup pintu dengan cepat. Hal itu membuat Ji Fan bertanya-tanya apa yang akan dilakukan oleh Qing Yue'er.
"Hey! Bagaimana kamu bisa tetap tenang malah bersantai di kamar?!"
"Qing Yu!! Cepat keluar!!" Ji Fan berteriak dengan keras membuat kedua penjaga yang menahannya merasa semakin jengkel.
"Berhenti berteriak! Kamu pikir dia akan pergi keluar melawan kami?" Pria yang sedikit kurus berbicara dengan percaya diri. Selama dia menjalankan tugas pengawasan, dia hampir tidak pernah bertemu dengan murid yang berani menentangnya. Jadi saat ini dia juga tetap yakin dengan pikirannya.
"Cih! Dia hanya anak kecil yang berani membuat masalah besar. Setelah dikurung berhari-hari apa dia masih berani membuat masalah lagi?" Pria satunya lagi juga menyuarakan pikirannya.
Hanya saja semuanya tidak berjalan seperti yang mereka pikirkan. Tiba-tiba pintu yang ditutup kembali terbuka. Sosok yang keluar dari balik pintu tidak akan pernah dibayangkan oleh orang lain.
Seorang gadis cantik dengan balutan jubah putih keluar dari kamar yang sudah beberapa hari mereka awasi. Rambut hitam panjangnya terurai sehalus sutra. Bibirnya yang semerah ceri hanya membuat para lelaki menginginkannya.
Pada dahinya yang halus, ada sebuah simbol berwarna biru kristal yang sangat kontras dengan kulitnya yang seputih salju. Walaupun tubuhnya tidak sematang wanita dewasa, dia adalah kecantikan yang menghancurkan negara.
Penampilan Qing Yue'er mempengaruhi kedua penjaga yang sedang menahan Ji Fan. Mereka memiliki mulut yang terbuka lebar saat melihat dia keluar dari kamar. Apalagi saat melihat senyumnya yang menggoda, mereka meneteskan air liur secara tidak sadar.
Ji Fan juga sedikit ternganga dengan penampilan Qing Yue'er. Sudah lama dia tidak melihat penampilan aslinya dan hari ini gadis itu benar-benar telah tumbuh jauh lebih mengesankan.
"Apa aku sudah boleh pergi sekarang?" tanya Qing Yue'er dengan nada yang dibuat-buat. Siapa pun yang melihatnya pasti akan langsung luluh.
Salah satu penjaga itu berkedip beberapa kali sebelum menggelengkan kepalanya. Dia mencoba untuk menyadarkan dirinya sendiri. "Kamu adalah ...."
Qing Yue'er berjalan dengan anggun mendekati mereka. Matanya berkedip dengan ganit hingga membuat mereka kembali terpesona. Lalu tangannya bergerak dengan ringan untuk melepaskan Ji Fan dari cengkeraman mereka berdua.
"Aku? Memangnya siapa menurutmu?" Bukannya menjawab, dia malah balik melemparkan pertanyaan.
Ketika kedua orang itu sedang terbuai oleh pesonanya, Qing Yue'er segera menarik Ji Fan untuk melarikan diri. Baru setelah beberapa saat, kedua penjaga itu tersadar. Mereka memeriksa kamar Qing Yue'er yang ternyata sudah kosong.
"Sial! Bukankah dia seorang lelaki? Bagaimana dia bisa berubah menjadi gadis panas?" tanya satu penjaga kepada rekannya.
"Bagaimana aku bisa tahu?! Cepat kejar dia atau kita yang akan mendapatkan hukuman!"
Qing Yue'er menyelipkan jarum perak di sela jari-jarinya dan meluncurkan ke arah orang yang mengejarnya. Dia tidak terlalu peduli pada mereka, yang penting saat ini dia harus pergi mencari Bai Fu'er.
Memanfaatkan saat-saat kedua orang itu menghindari jarum, Qing Yue'er dengan secepat kilat mengganti arah pelariannya. Tangannya masih menarik Ji Fan yang saat ini sudah hampir kehabisan napas.
"Aih! Hah hah sungguh merepotkan sekali!" Ji Fan menggerutu sambil membungkuk.
"Ayo, apa yang kamu tahu tentang Bai Fu'er? Dari mana kita akan me-"
Woosshh!
Sebuah panah meluncur tepat di depan Qing Yue'er. Panah itu berakhir tepat di dinding kayu yang terletak tidak jauh darinya. Ketika dia memeriksanya, ternyata ada surat yang menempel di ekor panah.
"Ck! Sungguh cara yang sangat kuno! Tidakkah kamu bisa menyampaikan pesan dengan cara yang lebih sopan?! Kenapa harus menggunakan panah yang membahayakan seperti ini?!" Qing Yue'er berseru dengan keras, namun tidak mendapat respon dari siapa pun.
Ji Fan menatap Qing Yue'er dengan konyol. Jika itu musuh, apakah mereka harus mengirim pesan dengan memberi hormat terlebih dahulu? Bukankah itu tidak masuk akal?
Mengesampingkan pikirannya, dia lebih memilih untuk mengambil panah itu dan memeriksa pesan yang ada di sana. Setelah dibuka, pesan itu hanya berisi tulisan yang singkat.
"Datang ke kota Chang dan selamatkan temanmu."
"Cih! Lagi-lagi mereka harus menggunakan orang lain untuk memancingku keluar. Benar-benar membosankan!" Qing Yue'er mendecih tidak senang.
Dulu saat dia menyinggung Sekte Hujan Darah, mereka menahan ayah dan pamannya untuk membuatnya meminta ampunan. Sekarang hal yang sama terjadi lagi, hanya saja saat ini dia tidak tahu siapa yang membuat masalah dengannya.
*
Tututut!
Maafkan daku yang lama update ^_^