Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Dewa Alkimia Sudah Selesai


Dewa Alkimia mendengar pesan Cloud Fairy yang dibaca lirih oleh Qing Yue'er. Perasaannya menjadi tidak tenang. Jika gadis itu menyerahkan dia pada Di Futian maka nasibnya akan lebih menyedihkan dari ini. Itu sama sekali tidak boleh terjadi!


Dengan cepat Dewa Alkimia segera berteriak, “Jangan! Jangan menyetujui permintaan itu!”


Qing Yue'er tersenyum mengejek. Dia bisa merasakan sorot ketakutan jauh di dalam mata Dewa Alkimia. “Apa kau takut sekarang? Sayang sekali aku akan melakukannya.”


“Kamu ....” Dewa Alkimia melebarkan mata pada Qing Yue'er. Tidak ada kata lain yang keluar dari mulutnya.


“Jingtian, apa kau melihat sekarang? Bawa orang ini ke tempat yang pantas,” ucap Qing Yue'er sambil menyilangkan tangan di dada. Kemudian pria yang dipanggil pun langsung muncul.


Mo Jingtian menatap Dewa Alkimia dengan dingin. Saat pertama kali mengetahui Dewa Alkimia ditangkap, dia merasa cukup terkejut. Kekuatan kalimat magis di balik gulungan sutra memang cukup pantas diandalkan.


“Liu Chang Mo, sebelumnya aku sudah bersikap lunak padamu. Namun, kau sekali lagi mengambil langkah yang salah. Aku tidak akan segan lagi padamu,” ucap Mo Jingtian. Nadanya terdengar tenang, tetapi membawa perasaan ancaman dan ketegasan.


“Tidak! Kau harus mendengarkan penjelasanku. Itu semua karena Tuan Pengadilan Surgawi yang membebaskanku. Bukan aku yang memintanya! Aku tidak berbohong, Di Futian.”


“Aku tidak peduli.” Mo Jingtian menggelengkan kepalanya. Seringaian muncul di bibirnya. “Kekuatanmu saat ini hanya disegel sementara, tapi kau tahu aku bisa menghapus kekuatanmu untuk selamanya. Kau ingin mencoba?”


“Hahah.” Dewa Alkimia tiba-tiba tertawa. “Kau tidak akan mungkin bisa menghapus kekuatan dewa. Atau itu hanya akan membuatmu mendapatkan hukuman dari langit!”


“Apakah begitu? Tidak masalah. Lagi pula bukan sekali dua kali aku mendapat hukuman.” Mo Jingtian tidak terpengaruh sama sekali dengan ejekan Dewa Alkimia.


Namun, hal itu berbeda dengan Qing Yue'er. Dia menatap Mo Jingtian dengan tatapan rumit. Muncul sebuah dugaan di kepalanya. Apa mungkin Mo Jingtian sering mendapatkan hukuman dari langit karena menghapus kekuatan dewa? Seberapa sering hukuman itu? Apakah sudah ada banyak dewa yang ditangani dengan cara seperti itu?


Qing Yue'er tidak tahu harus berpikir bagaimana. Namun, hukum Pengadilan Surgawi memang tidak berlaku untuk Mo Jingtian. Mungkin itulah kenapa langit sendiri yang secara langsung memberi hukuman padanya.


“Jingtian ....”


“Jangan memikirkanku. Aku tidak bisa membiarkan orang seperti ini menyandang status kedewaan,” Mo Jingtian berkata tanpa memandang Qing Yue'er. Dia tahu apa yang gadis itu khawatirkan. Namun, dia tetap kukuh dengan pilihannya.


Akhirnya Qing Yue'er tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia tidak tahu bagaimana cara langit memberi hukuman. Dan dia hanya bisa berharap itu tidak akan terlalu menyakitkan.


Mo Jingtian bergerak mendekati tempat Dewa Alkimia berada. Dia menghapuskan rune dan formasi yang sebelumnya dipasang oleh Cloud Fairy. Angin dingin masuk dari lubang jendela dan meniup jubah merah Mo Jingtian.


Tubuhnya membelakangi cahaya dari lampu spiritual di ruangan itu. Bayangan gelapnya jatuh pada tubuh Dewa Alkimia dan itu membuat penampilannya tampak lebih dingin, seperti dewa pencabut nyawa.


Dewa Alkimia segera menggelengkan kepala dengan keras. Wajahnya berubah menjadi sangat pucat. Bagaimana mungkin dia mau kehilangan kekuatan yang sudah diperjuangkan selama ribuan tahun lamanya? Itu adalah hal paling menakutkan lebih dari apa pun.


“Jangan lakukan itu! Lebih baik kau bunuh saja aku daripada hanya menghapus kekuatanku!”


“Tidak akan semudah itu.” Mo Jingtian tersenyum dingin. Dia mengangkat tangan kanannya yang dibungkus dengan cahaya emas. Kemudian cahaya emas itu melesat ke arah Dewa Alkimia dengan cepat.


Cahaya emas terbagi di udara menjadi dua. Yang satu masuk ke dantian Dewa Alkimia, sedangkan satunya lagi menerobos masuk ke kepala. Setelah itu Dewa Alkimia hanya bisa melolong panjang yang penuh dengan kesakitan.


Mo Jingtian menatap tanpa ekspresi. Kemudian dia memanggil vermillion keluar. Pria dengan jubah merah berapi tiba-tiba muncul dan membungkuk pada Mo Jingtian. Dari sudut matanya dia melirik Ying Jun yang ada di lengan Qing Yue'er. Namun, itu hanya sampai di sana karena dia langsung memalingkan wajah.


Ying Jun yang melihat kemunculan musuh bebuyutannya hanya bisa mendecih tidak senang. Sepertinya tidak akan ada hubungan yang harmonis antara keduanya.


“Tuan, apa yang harus aku lakukan?” tanya vermillion.


“Bawa dia ke alam bawah. Dantiannya sudah hancur dan dia akan selamanya menjadi sampah,” balas Mo Jingtian.


“Baik.”


“Dasar kau lebih kejam dari iblis! Aku bersumpah hidupmu tidak akan baik-baik saja! Orang sepertimu pasti akan menerima banyak penderitaan!” Dewa Alkimia menyumpahi Mo Jingtian dengan begitu buruk. Namun, dia tidak menerima tanggapan apa pun dari pria itu.


Karena merasa tidak puas dan sangat marah, dia beralih menatap Qing Yue'er. Kemudian dia pun mulai meneriakinya, “Kau .... Gadis busuk! Hidupmu pasti tidak akan tenang!”


“Berhenti mengatakan omong kosong untuk penghiburan! Ayo ikut denganku, kau harus bersenang-senang di alam bawah!” Vermillion itu melepas belenggu di tubuh Dewa Alkimia yang terlihat sangat marah. Tentu saja, direduksi dari dewa menjadi manusia biasa adalah hal yang sangat memalukan dan menyedihkan.


“Tunggu sebentar.” Qing Yue'er berjalan mendekati Dewa Alkimia. “Rasanya aku belum cukup puas dengan ini.”


“Apa yang akan kau lakukan?!” Dewa Alkimia berteriak keras.


“Aku ingin memukulmu. Sepertinya aku belum melakukan ini dengan baik,” ucap Qing Yue'er tanpa merasa ragu. Setelah itu tangan kanannya terkepal dan tinjunya melayang menghantam kepala Dewa Alkimia atau lebih tepatnya sekarang adalah Liu Chang Mo.


Pria itu yang sudah menjadi manusia biasa akhirnya langsung berdarah-darah setelah menerima tinju Qing Yue'er. Namun, tujuan Qing Yue'er yang sebenarnya bukanlah itu. Dia mengirim kekuatan ke dalam kepala Liu Chang Mo dan meraih sebagian ingatan dari otaknya. Itu adalah ingatan yang menyangkut dia dan Mo Jingtian.


Qing Yue'er tersenyum dingin dan dengan sekali sentakan dia menghancurkan ingatan itu. Ini hanya untuk berjaga-jaga jika seandainya pria itu bertemu dengan seseorang dari kelompok Tuan Pengadilan Surgawi.


Sekali lagi Liu Chang Mo melolong kesakitan. Seluruh tubuhnya benar-benar menjadi mati rasa terutama kepalanya. Itu tidak tertahankan dan akhirnya dia kehilangan kesadarannya.


Manusia jelmaan vermillion langsung menatap horor pada Qing Yue'er. Orang yang benar-benar kuat dan menghabiskan seluruh hidupnya untuk mencari kekuatan pasti akan ketakutan jika tiba-tiba kehilangan semua itu. Namun, hal yang lebih menakutkan lagi adalah tidak tahu siapa yang sudah menyebabkan hal buruk itu terjadi.


Ketika nanti Liu Chang Mo terbangun, dia akan tetap ingat siapa dirinya dan bagaimana dia sudah dibuang. Namun, dia tidak akan ingat siapa yang sudah menyebabkan kehancurannya. Jika tidak benar-benar kuat, dia mungkin akan berubah menjadi orang gila.


Manusia vermillion sedikit bergidik. Ternyata orang yang kejam bukan hanya tuannya saja, tetapi pasangannya pun demikian. ‘Orang kejam memang pantas bersatu dengan orang kejam.’ Dia menutup mulutnya rapat-rapat. Jangan sampai kedua orang itu mengetahui pikirannya atau dia akan menerima hukuman.


“Aku akan membawanya pergi sekarang.” Akhirnya vermillion itu membungkuk pada Mo Jingtian dan sedikit mengangguk pada Qing Yue'er sebelum akhirnya menyeret Liu Chang Mo pergi.


Ruangan yang sebelumnya dipenuhi dengan emosi, sekarang hanya tersisa keheningan. “Benar-benar ....” Qing Yue'er menghela napas panjang. Dia merasa cukup lega karena Liu Chang Mo tidak akan bisa lagi membuat masalah. Dewa-dewi di Pengadilan Surgawi pun tidak akan peduli pada manusia biasa.


“Haiz.” Mo Jingtian langsung mendongakkan kepala dan memutar tubuh untuk membelakangi Qing Yue'er.


“Apa kau baik-baik saja, hah? Apa ini hukumanmu?” Qing Yue'er segera memutar tubuh pria itu agar kembali menghadap ke arahnya. Perasaannya menjadi khawatir.


“Bagaimana ini? Aku sangat kesakitan,” ucap Mo Jingtian sambil terkekeh, seolah dia hanya sedang menggoda gadis itu.


“Jangan bercanda!” Qing Yue'er biasanya terpesona oleh kekehan Mo Jingtian, tetapi tidak untuk kali ini. Dia tidak menerima gurauan itu. Ketika melihat ke dalam mata emas itu, ada banyak kilatan-kilatan kecil jauh di dalam sana. Apa itu?


“Ini tidak seperti yang kau bayangkan.” Mo Jingtian kembali terkekeh, tetapi tiba-tiba dia meludahkan seteguk darah merah ke lantai.


“Apa yang bisa aku bantu, hah? Katakan, Mo Jingtian!” Qing Yue'er menatap lekat dan memegang pundak pria itu dengan erat. Akhirnya dia pun menarik Mo Jingtian untuk duduk di ujung tangga.


“Tidak ada. Ini akan baik-baik saja.” Mo Jingtian mencoba menjelaskan.


Qing Yue'er tidak tahu harus mengatakan apa. Telapak tangannya mendarat di punggung Mo Jingtian dan energi spiritual yang besar tersalur ke tubuh pria itu. Dia menjadi heran ketika menyadari betapa kosongnya energi di tubuh itu. Ini benar-benar situasi yang aneh baginya.


Mo Jingtian tidak pergi ke mana-mana dan juga tidak terlihat melakukan apa-apa. Namun, tiba-tiba saja kondisinya menjadi seburuk itu. Jika ini merupakan hukuman langit, bukankah ini sedikit menakutkan?


Dulu Qing Yue'er tidak bisa mengisi sedikit pun energi di tubuh Mo Jingtian, tetapi sekarang dia bisa melakukannya meskipun itu secara perlahan. Ini membuatnya merasa sedikit lebih berguna.


“Jangan pernah berbohong padaku,” ucap Qing Yue'er dengan pelan. “Aku akan membunuhmu jika kau membohongiku.”


Mo Jingtian tersenyum tipis. “Bukankah kau terlalu kejam?”


Qing Yue'er tidak mengatakan apa-apa lagi dan fokus untuk memulihkan kondisi Mo Jingtian. Pria itu jarang terluka di depannya dan dia merasa ini adalah apa yang harus dia lakukan.


***


Keesokan harinya Cloud Fairy berhasil menerobos ke tingkat yang baru. Sekarang dia berada di level 9 alam surgawi, satu tingkat di atas Qing Yue'er. Dia memang jarang mengungkapkan kekuatan, tetapi seseorang tidak bisa meremehkannya.


Cloud Fairy membuka kedua matanya dengan puas. Dia menoleh untuk mencari Qing Yue'er, tetapi gadis itu sudah tidak ada di sana. Mungkin sudah menyelesaikan kultivasinya lebih awal. Dia menjadi penasaran apakah gadis itu berhasil menerobos atau tidak.


Xie Ying Fei masih belum selesai. Kelihatannya dia sedang mendekati puncak untuk menerobos. Cloud Fairy bergerak meninggalkan danau. Lagi pula di sana aman, tidak akan ada yang mengganggu Xie Ying Fei.


Ketika keluar dari danau, dia langsung disambut oleh Luo Nian. “Apa kau sudah menunggu lama?” tanya Cloud Fairy.


“Tidak, aku baru datang pagi ini setelah Nona Qing keluar dari paviliun Bulan Mabuk.”


Cloud Fairy menjadi penasaran. “Apa gadis itu berada di dalam cukup lama?”


Luo Nian mengangguk. “Dia datang di malam hari dan baru keluar ketika menjelang pagi.”


“Kalau begitu,” wajah Cloud Fairy menjadi sangat antusias, “apa kau melihat dia bersama dengan orang lain?”


“Orang lain?” Luo Nian tampak berpikir sejenak. Kemudian dia menggeleng. “Dia hanya bersama dengan phoenix biru kecil.”


“Lalu bagaimana dengan b*jingan Chang Mo itu? Apa dia masih berada di ruang bawah tanah?” tanya Cloud Fairy. Dia benar-benar ingin tahu apakah Qing Yue'er menyerahkan Liu Chang Mo pada Di Futian atau tidak.


“Maafkan aku, Nona. Aku tidak memeriksa ke dalam.”


“Aku harus memeriksanya.” Cloud Fairy menjadi tidak sabar. Sosoknya langsung menghilang, meninggalkan Luo Nian yang masih terheran. Tidak biasa-biasanya Nona Lin terlalu bersemangat seperti itu. Dia menjadi penasaran juga dan akhirnya segera bergerak menuju paviliun Bulan Mabuk.


Cloud Fairy tiba di tempat itu dalam waktu yang singkat. Dia membuka pintu, lalu segera masuk dan menerobos tangga turun ke bawah. Di sana sudah tidak ada siapa pun, Liu Chang Mo juga tidak ada. Itu berarti Qing Yue'er benar-benar menyerahkan pria jahat itu pada Di Futian!


“Ini luar biasa!” Cloud Fairy terduduk di ujung tangga. Jadi gadis itu memang mengenal Di Futian dan bahkan mungkin memiliki hubungan yang dekat. Awalnya dia hanya menduga, belum berani memastikan. Namun sekarang semuanya sudah jelas.


“Memang aku tidak pernah salah sudah bertemu dengan gadis itu.” Cloud Fairy terkekeh. Kemudian dia teringat pada gulungan terakhir yang dia dapatkan dari Qing Yue'er. Di sana Di Futian memintanya untuk menjaga ras peri yang tersisa dan mengasah kekuatan mereka sebaik mungkin. Sepertinya ini sudah waktunya untuk mengunjungi ras peri.


Dia bangkit dari posisinya, lalu bergerak keluar dari paviliun Bulan Mabuk. “Luo Nian, katakan pada guru-guru di sini untuk mengadakan perjamuan!”


“Perjamuan? Dalam rangka apa, Nona?” tanya Luo Nian heran. Jarang sekali Puncak Awan Abadi mengadakan perjamuan. Dalam seratus tahun saja bisa dihitung dengan jari berapa kali mereka melakukan hal besar seperti itu.


“Perjamuan untuk perpisahanku,” kata Cloud Fairy.


“Pergi lagi? Apa Nona ingin pergi ke alam bawah lagi seperti dulu?”


“Tentu saja tidak.” Cloud Fairy menggeleng. “Aku akan menemui ras peri yang lain. Anggap saja aku sedang melakukan tugas penting.”


“Apa Nona akan kembali lagi ke sini?” Luo Nian masih sedikit terkejut mendengar kabar ini.


“Aku pasti akan kembali.” Cloud Fairy tersenyum. Dia menepuk pundak Luo Nian satu kali, lalu berjalan menjauh. Sekarang ini dia ingin menemui Qing Yue'er dan sedikit mengobrol dengannya.


***


Hai, semua.


Author ingin mengucapkan, selamat natal untuk yang merayakan 🎉


Merry Christmas 🎅