Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Keluarga Ming


Qing Yue'er dan Jing Ling mengikuti Snow Maiden. Mereka berniat untuk melihat keadaan ayah dan kakak Snow Maiden. Barangkali mereka mengetahui informasi lainnya yang masih belum terkatakan.


Rumah gadis itu berada di pinggiran kota. Bagi mereka yang sudah berada di alam langit, hanya butuh beberapa menit untuk sampai di sana. Di sekitar rumah Snow Maiden ada banyak bambu hijau yang membuat udara terasa segar.


Memang benar-benar sangat sederhana, tetapi Qing Yue'er menyukai suasana seperti ini. Di masa depan ketika dia sudah lelah dengan konflik duniawi, mungkin dia akan memilih untuk hidup sebagai manusia normal yang hidup dengan sederhana.


Sebelum masuk ke dalam, Qing Yue'er menghentikan Snow Maiden. "Jadi siapa nama aslimu?"


"Apa itu penting?" balas gadis dingin itu.


"Bukankah kita sudah menjadi mitra?"


"Aku bermarga Ming, dan namaku adalah Yuxia."


"Ming Yuxia ...." Jing Ling menggumamkan nama itu. Setelah itu mereka pun masuk ke dalam rumah yang pintunya sudah terbuka.


Di dalam rumah itu ada seorang pria yang usianya mungkin beberapa tahun lebih tua dari Ming Yuxia. Pria itu hanya duduk di bangku tepi jendela dengan mata yang melihat ke arah luar.


Ming Yuxia menghampiri kakaknya. "Kakak, aku membawa dua orang teman."


Kakak Ming Yuxia yang bernama Ming Xuan langsung menoleh. Dia memperhatikan Qing Yue'er dan Jing Ling secara bergantian. Setelah beberapa saat akhirnya dia tersenyum dan memberikan salam pertemuan.


Qing Yue'er tersenyum. Dia memperhatikan kedua kaki Ming Xuan yang terlihat kaku. "Bolehkah aku melihatnya?" tanya Qing Yue'er sambil menunjung pada kaki Ming Xuan.


Ming Xuan tertawa masam. "Apa yang harus dilihat? Aku rasa ini hanya akan membuatku malu."


Qing Yue'er tidak memedulikan apa kata Ming Xuan. Dia mendekat dan memeriksa keadaan kedua kaki pria itu. Tentu saja perlakuannya membuat Ming Xuan merasa canggung. Dia sudah terbiasa seperti ini dan lagipula mereka tidak memiliki biaya untuk berobat.


Kening Qing Yue'er berkerut. Kelumpuhan Ming Xuan disebabkan oleh luka yang sebenarnya tidak begitu fatal. Namun karena tidak mendapat perlakuan yang layak akhirnya luka itu terus menginfeksi meridiannya. Itulah yang menyebabkan kelumpuhan.


Diam-diam Qing Yue'er merasa iba. Seandainya luka itu lebih diperhatikan pasti tidak akan berakhir seperti sekarang. Jadi seberapa miskin keluarga mereka?


"Di mana ayah kalian?" tanya Qing Yue'er.


"Biasanya ayah pergi untuk membantu menempa besi," ucap Ming Xuan.


Qing Yue'er mengangguk. Sepertinya ayah mereka bekerja sebagai penempa besi. Uang yang dihasilkan tidak akan seberapa. Pantas saja kaki Ming Xuan tidak menerima perawatan yang baik.


"Aku bisa menyembuhkanmu." Qing Yue'er berkata dengan tenang.


Ming Yuxia tidak tahu harus mengatakan apa. Dia tidak tahu kenapa Qing Yue'er benar-benar mau direpotkan oleh urusannya. Di satu sisi dia merasa terkejut, tetapi di sisi lain dia juga merasa senang. Sepertinya dia telah menemukan orang berhati baik yang memang bisa dipercaya.


"Nona, aku merasa sangat berterima kasih untuk kebaikanmu, tapi sepertinya itu tidak perlu. Seseorang mengatakan kalau ini sudah tidak bisa disembuhkan lagi," ucap Ming Xuan. Bukannya dia meremehkan kemampuan Qing Yue'er, tetapi dia tidak mau merepotkan orang lain.


"Percaya saja padanya, selama dia mengatakan bisa maka dia memang bisa melakukannya," ucap Jing Ling. Dia tidak mau terlalu lama membuang waktu seperti ini.


Qing Yue'er tidak mengatakan apa-apa, kemudian dia berjongkok untuk mulai melakukan perawatannya. Dia mengeluarkan beberapa jarum perak dari udara tipis. Sekarang karena kekuatan rohnya sudah meningkat, dia bisa lebih menggali ke kedalaman meridian untuk mengamatinya dengan baik.


Ming Xuan mengamati Qing Yue'er dengan saksama. Entah kenapa dia merasa desiran halus yang mengaliri darahnya. Gadis itu terlihat lebih serius sekarang. Wajahnya yang sempurna membuat dia tidak bisa berkata-kata. Bukankah wajar jika seorang pria akan langsung menyukai gadis seperti itu hanya dalam pandangan pertama?


"Ah!" Ketika dia sedang melamun tiba-tiba dia merasakan sengatan rasa sakit di kedua kakinya. Akhirnya dia tersadar dan langsung membenarkan pandangannya.


Qing Yue'er tidak tahu apa yang ada dalam pikiran Ming Xuan. Yang dia tahu hanyalah mencoba untuk menyembuhkan kaki pria itu. "Coba angkat kakimu," ucapnya.


Ming Xuan yang awalnya merasa tidak begitu percaya diri akhirnya mencoba untuk mengangkat kakinya. Barulah setelah itu dia merasa takjub. Kaki yang sudah bertahun-tahun tidak bisa digerakkan akhirnya sekarang sudah kembali normal.


Jantungnya berdegup dengan cepat. Ini adalah sesuatu yang sudah dia impikan sejak lama. Dia pikir kakinya akan lumpuh untuk selamanya. Namun siapa yang tahu kalau tiba-tiba seorang gadis datang untuk menyembuhkannya?


Qing Yue'er merasa puas dengan hasilnya. Ternyata kekuatan rohnya bisa digunakan untuk meredakan infeksi pada meridian. Itulah kenapa pengobatannya begitu cepat. Namun itu masih belum cukup, jadi dia memberikan sebotol air Yin Yang untuk diminum oleh Ming Xuan.


Setelah Ming Xuan menerima air Yin Yang, Qing Yue'er pun berniat untuk berdiri, tetapi tiba-tiba tangannya dipegang oleh pria itu. Tentu saja dia merasa terkejut, tapi dia segera menarik tangannya dan berdiri untuk menjauh.


Ming Xuan menyadari sikapnya yang berlebihan. Dia hanya ingin mengucapkan terima kasih, mungkin karena terlalu senang jadi dia tidak dapat mengontrol tindakannya. Perasaannya menjadi sedikit pahit. "Maaf, aku terlalu berlebihan."


Qing Yue'er hanya terkekeh dan kembali ke tempatnya. Dia hanya tidak mau ada seseorang yang tersinggung jika dia terlalu dekat dengan pria lain. Siapa yang bisa tahu jika seseorang itu akan marah dan berakhir melukai orang lain? Belum lagi orang itu saat ini berada dalam dimensinya untuk menyembuhkan diri.


Meskipun perasaannya rumit, dia benar-benar terkejut karena Qing Yue'er berhasil menyembuhkan Ming Xuan. Jadi selain memiliki kekuatan tinggi, gadis itu juga ahli dalam bidang pengobatan? Bukankah dia terlalu jenius?


Mereka semua merasa terkejut, Jing Ling pun tidak jauh berbeda. Meskipun dia sudah sering melihat hal-hal menakjubkan yang ditampilkan oleh Qing Yue'er, dia masih belum bisa terbiasa. Semua hal-hal yang diciptakan oleh gadis itu memang selalu luar biasa.


Dia mendecakkan lidahnya dengan kagum. "Kamu memang luar biasa!"


"Nona, terima kasih atas bantuanmu. Namun kami tidak memiliki apa pun yang bisa membalas kebaikanmu," ucao Ming Xuan sebelum akhirnya dia membungkuk.


Selain karena terima kasih, dia juga merasa bersalah karena sikapnya yang sudah terlalu lancang. Dia menyukai gadis itu, tetapi sepertinya rasa suka itu tidak pantas dia miliki. Mereka memiliki derajat yang sama sekali berbeda.


"Aku melakukannya tanpa mengharapkan apa pun. Lagipula, ini adalah upayaku untuk menjalin pertemanan dengan Ming Yuxia." Qing Yue'er berkata dengan nada setengah bercanda.


Ming Yuxia yang mendengar ini akhirnya membungkuk pada Qing Yue'er. "Terima kasih. Setelah masalah ini selesai, aku berjanji untuk mengabdikan diri padamu."


"Bangunlah, kenapa kalian begitu sopan? Bukankah saat ini kita masih memiliki masalah lain? Kamu bisa menyimpan rasa terima kasihmu sampai ini benar-benar selesai," ucap Qing Yue'er.


Kriieett.


Tiba-tiba pintu dibuka dari luar. Seorang pria paruh baya berdiri di luar sambil memegang topi bambunya yang sudah lusuh. Pria itu memiliki wajah terkejut ketika melihat ada dua gadis muda yang berada di rumahnya. Wajahnya langsung berubah menjadi waspada.


"Siapa kalian?!" Dia ingin menghujani banyak pertanyaan, tetapi matanya langsung membola ketika melihat Ming Xuan berdiri dengan baik. Dia mengerjapkan matanya beberapa kali. Apakah dia berhalusinasi lagi?


"Ayah." Ming Xuan memanggil. Dia pun berjalan untuk menghampiri ayahnya tanpa kesusahan di kakinya.


"Xuan'er, kakimu ...." Pria yang bernama Ming An itu benar-benar terkejut. Bagaimana putranya bisa berjalan dengan tiba-tiba?


Dia memegang kedua lutut Ming Xuan untuk memeriksanya. Dia ingin memastikan apakah ini nyata atau hanya humor semata. Namun dia kembali terkejut setelah menemukan bahwa semuanya adalah kenyataan.


"Ini ...."


"Ayah, kakiku benar-benar sembuh. Semuanya berkat pertolongan kedua tamu ini," ucap Ming Xuan.


"Paman, senang bertemu denganmu," ucap Qing Yue'er dan Jing Ling secara bersamaan.


Ming An yang awalnya merasa waspada akhirnya bisa merasa tenang. Dia melihat kesopanan kedua gadis itu dan mengangguk dengan sopan juga. "Terima kasih banyak, aku benar-benar tidak tahu bagaimana harus membalasnya."


"Ini sama sekali bukan masalah. Sebenarnya ada hal yang ingin kami bicarakan." Qing Yue'er berkata dengan serius. Lebih baik dia mengalihkan pembicaraan untuk membahas sesuatu yang lebih penting.


"Hal apa itu?"


Qing Yue'er mengalihkan pandangannya pada Ming Yuxia. Dia ingin gadis itu menjelaskan pada ayahnya tentang pembunuhan ibunya dan teror yang akhir-akhir ini menyerang mereka.


Ming Yuxia yang mengerti pun langsung berbicara. "Ayah, kami ingin mencari siapa yang sebenarnya meneror keluarga kita dan siapa yang telah membunuh ibu."


Wajah Ming An langsung berubah seketika. Wajah ramah yang terpatri langsung digantikan oleh ekspresi gelapnya. Dia menatap Ming Yuxia dengan wajah marah. "Siapa yang membiarkanmu memberitahu masalah ini pada orang lain?!"


"Ayah, kenapa kamu marah? Aku tidak mau membiarkan seseorang mati untuk kedua kalinya," ucap Ming Yuxia. Dia tidak mengerti kenapa ayahnya malah seakan menolak membiarkan orang lain membantunya.


Ming An menghela napas dan menatap Qing Yue'er serta Jing Ling bergantian. "Apa kalian datang untuk ikut campur ke dalam masalah ini? Jika memang iya, maka maafkan aku jika aku harus meminta kalian pergi dari sini."


"Tidak, Ayah. Hanya mereka yang bisa kupercaya ...."


"Diam! Apa aku menyuruhmu melakukan hal seperti ini? Apa aku memintamu untuk mencari bantuan orang lain?"


Qing Yue'er menghela napasnya. Dia tidak menyangka jika ayah Ming Yuxia malah tidak mengizinkan mereka untuk membantu. Namun hal ini malah membuatnya penasaran, alasan apa yang membuat pria itu berpikir seolah-olah ini adalah sesuatu yang tidak boleh diikut campuri oleh orang lain?


"Paman, tolong tahan amarahmu. Kami tidak memiliki maksud buruk apa pun."


"Benar, kami hanya ingin membantu Ming Yuxia. Itu saja." Jing Ling membenarkan ucapan Qing Yue'er.


"Aku tahu, aku tahu itu. Aku benar-benar berterima kasih pada kalian tapi tolong berhentilah sampai di sini. Ini mungkin akan membahayakan kalian berdua," ucap Ming An dengan tulus.


Qing Yue'er mengangkat kedua alisnya. "Mungkinkah Paman telah mengetahui siapa pelakunya?"