Ancient Realm Goddess

Ancient Realm Goddess
Qing Yue'er Bangkit


Ini sudah hampir dua minggu sejak pertempuran berlalu. Jing Ling menjadi uring-uringan karena tidak ada hal yang bisa dia lakukan. Dia berlalu untuk menemui Luo Qingqi. Hanya wanita itu yang bisa menemaninya. Ming Yuxia sudah pergi, katanya untuk melakukan petualangan sejenak.


Jing Ling mencari Luo Qingqi tetapi ternyata dia tidak ada. Ke mana perginya? Akhirnya Jing Ling pergi ke sebuah kolam yang biasanya digunakan untuk berendam. Setibanya di sana, dia melemparkan batu-batu kerikil sambil berpikir.


Sepertinya dia telah melupakan sesuatu, tapi apa? Jing Ling mengerutkan keningnya samar. Dia baru ingat jika akhir-akhir ini dia sudah melonggar, kekuarangan pelatihan. Benar, dia masih memiliki kekuatan bawaan yang belum dikuasai dengan benar.


Jing Ling mengulurkan tangannya dan mulai melakukan gerakan yang cukup unik. Tangannya berputar di udara dengan perlahan. Pada saat itu air yang ada di kolam mulai berputar mengikuti pola tangannya. Jika dia berhenti maka air akan berhenti. Jika tangannya naik maka air pun akan naik.


Jing Ling sedang belatih untuk mengendalikan air secara sempurna pada kapasitas yang cukup besar. Bagaimanapun dia sudah cukup lama tidak melakukan ini. Jangan sampai dia menyia-nyiakan kemampuan yang mungkin tidak dimiliki orang lain.


Semakin lama berlatih Jing Ling merasa semakin antusias. Dia tidak tahu kenapa tetapi ketika dia mencoba untuk membentuk serangan, apa yang dihasilkan akan lebih kuat dibandingkan dengan level kultivasinya. Apakah kekuatan ini memungkinkannya untuk menyerang orang yang lebih kuat darinya? Jika seperti itu maka ini sangat luar biasa.


Akhirnya dia mencoba untuk membentuk serangan dengan serius. Kedua tangannya naik ke atas dan air di depan langsung naik ke udara mengikuti gerakan tangannya. Pada saat itu Jing Ling penasaran, bagaimana jika dia menepuk kedua tangannya?


Karena merasa ingin tahu akhirnya dia pun mencobanya. Kedua tangannya ditepuk dengan keras. Dia hanya iseng tetapi apa yang terjadi selanjutnya benar-benar mengejutkannya.


Baanngg!


Ledakan yang terdengar begitu keras terjadi pada gelombang air. Seketika air itu langsung berhamburan ke mana-mana. Tanah di bawah kaki menjadi terguncang meskipun itu hanya sebentar.


Peng Liang yang saat itu sedang sibuk dengan pekerjaannya terpaksa harus berhenti. Dia terkejut saat mendengar suara ledakan yang terlalu tiba-tiba. “Apa lagi ini?! Apa lagi?!” Dia menggerutu dan segera bergerak cepat menuju sumber suara.


Langkah Peng Liang berakhir di kolam. Dia tertegun saat melihat gadis yang sudah basah kuyup di pinggir kolam. “Gadis, apa kamu mendengar suara ledakan?”


Jing Ling yang terkejut dengan kemunculan Peng Liang, langsung menyembunyikan tangannya di belakang. Wajahnya yang sedikit memucat menampilkan senyum yang dipaksakan. “He he, tidak, aku tidak mendengarnya. Apa mungkin guru Peng sudah salah dengar?”


Peng Liang menatap penuh selidik pada Jing Ling. Kemudian dia mendengus. “Tidak baik berbohong pada orang tua. Jadi, apa itu kamu yang melakukannya?”


“Bagaimana mungkin aku bisa menciptakan ledakan seperti itu?” Jing Ling menggelengkan kepalanya berkali-kali.


“Memangnya kenapa tidak mungkin, heh? Aku mendengar ledakan dari arah ini. Dan aku yakin itu adalah kamu.” Peng Liang tetap teguh pada tebakannya. Selama ini instingnya tidak pernah salah.


Akhirnya Jing Ling hanya bisa menghela napas. “Ya, iya itu aku. Maaf jika aku sudah menciptakan gangguan.”


Peng Liang membelai jenggotnya. Dia berpikir, apakah anak muda zaman sekarang lebih senang untuk menciptakan ledakan? Namun, ini masih lebih baik daripada murid Han Qiong itu. Meledakkan semuanya tanpa kira-kira. Jika semua orang seperti itu maka tidak akan mungkin ada sebuah bangunan di dunia ini.


“Baik-baik saja. Jangan merusak apa pun! Kau tahu itu bukan?”


Jing Ling langsung mengangguk. “Aku tahu, aku tahu. Aku tidak akan merusak apa pun.”


“Bagus kalau begitu. Aku akan pergi.”


Setelah kepergian Peng Liang, Jing Ling akhirnya kembali ke tempat tinggal sementara. Dia ingin berlatih lagi tetapi tidak mau membuat gangguan lain. Itu mungkin akan menarik perhatian orang lain.


Dia berjalan melewati halaman akademi. Tiba-tiba ada sesuatu yang menarik perhatiannya. Dia melihat keadaan Qing Yue'er yang sedikit berbeda. Energi di sekitarnya mungkin terlihat sedikit kacau. Apakah gadis itu mengalami kesulitan?


Sebenarnya bukan kesulitan. Lebih tepatnya saat ini Qing Yue'er sedang mengendalikan gejolak dalam dantiannya. Seharusnya dia bisa menyempurnakan energi dalam gejolak itu. Jika dia mampu, maka kemungkinan besar dia akan mencapai sebuah terobosan.


Qing Yue'er merasa tubuhnya menjadi bergetar tetapi ini tidak akan lama lagi. Semangatnya tumbuh semakin besar. Setelah beberapa saat akhirnya gejolak itu berkurang dan ....


Boomm!


Jing Ling terkejut saat melihat kedua mata Qing Yue'er terbuka. Wajahnya langsung menjadi sumringah. “Xinyu, akhirnya ... akhirnya kamu sudah selesai. Apa kamu baik-baik saja? Ah, apa mungkin ada yang tidak nyaman? Heh, jawab aku!”


Qing Yue'er menatap Jing Ling dengan senyum berseri-seri. “Aku baik-baik saja. Apa kamu melihatnya sekarang? Aku .... yo! apa yang terjadi?!” Dia berseru kaget. “Di mana kita? Apa ini masih di akademi?”


Ini sungguh berbeda sepenuhnya. Kemegahan yang sebelumnya ada, kini benar-benar menghilang. Bagaimana mungkin dia tidak terkejut ketika melihat hal seperti ini? Sebenarnya dia tidak begitu memercayai penglihatannya.


“Pertanyaan macam apa itu?” Jing Ling tidak tahu bagaimana harus merespons. Jadi gadis ini tidak tahu jika orang yang meledakkan akademi adalah dirinya sendiri? Benar-benar ....


“Jing Ling, kamu harus memberi tahu bukan? Apa mungkin orang dengan nama Liu yang lain telah datang dan membuat kekacauan?” Qing Yue'er bertanya dengan serius. Namun, bertanya seperti itu dia malah melihat ekspresi Jing Ling menjadi semakin buruk. “Heh, apa yang sebenarnya terjadi?”


“Itu kamu, bodoh. Itu kamu yang menyebabkan akademi meledak dan runtuh seperti ini.” Jing Ling langsung menjawab dengan kebenaran. Dia tidak mungkin menyembunyikan masalah ini dari Qing Yue'er, 'kan?


Qing Yue'er langsung melongo. “Aku? Itu terlalu berlebihan. Sepertinya pertempuran itu tidak begitu besar.”


“....”


“Tapi aku juga berpikir, itu mungkin.” Qing Yue'er terkekeh. “Aiya, aku benar-benar tidak tahu. Aku harus meminta maaf, sepertinya kali ini benar-benar sebuah kekacauan.”


“Tidak apa-apa,” ucap Qing Yue'er.


“Aku senang kamu baik-baik saja.” Jing Ling berkata sebelum akhirnya berlalu pergi.


Qing Yue'er tersenyum dan berlalu pergi. Dia tahu ada segel yang dibentuk untuk melindunginya. Namun, dia bisa keluar dengan mudah. Memang segel itu hanya dibentuk untuk mencegah gangguan dari orang-orang yang berniat buruk.


Dia pergi mengelilingi reruntuhan serta bangunan yang sedang dibangun. Pekerja di sana kebanyakan adalah orang-orang biasa yang kekurangan uang. Mereka yang kebetulan melihat Qing Yue'er pasti akan langsung menundukkan kepala. Entah karena hormat atau malah karena takut.


Qing Yue'er tidak begitu mengindahkan. Dia berlalu pergi menuju bangunan yang masih utuh. Sebelumnya itu adalah tempat penyimpanan senjata. Mungkin itulah kenapa struktur bangunannya lebih kokoh dan tidak ikut runtuh.


Untuk sementara bangunan itu digunakan sebagai aula guru-guru. Ini sangat menyedihkan. Qing Yue'er merasa menyesal karena sudah banyak menyebabkan kekacauan. Jika dia diminta untuk melakukan bantuan maka dia akan melakukannya.


Ketika dia masuk, ada banyak mata yang langsung mengarah padanya. Tentunya ada beberapa yang tidak menyukainya. Namun, ada juga yang malah tersenyum dengan hangat. Seperti biasa, hati manusia memang selalu berbeda-beda.


Han Qiong yang melihat kedatangan Qing Yue'er akhirnya merasa bahagia. Dia segera datang dan menyambut gadis itu dengan antusias. “Gadis, ke sini, ke sini. Kita harus membicarakan banyak hal,” ucapnya.


Qing Yue'er mengikuti ucapannya. Akhirnya dia duduk di kursi sebelah Han Qiong. Dia tersenyum pada kepala akademi dan menganggukkan kepala pada guru-guru yang lain. Setelah melihat-lihat ternyata ada Niu Ren juga di sana. Pria itu tersenyum padanya dengan sopan.


“Ah, akhirnya semua orang baik-baik saja. Aku merasa lega,” ucap Niu Longhao.


“Semuanya, aku benar-benar meminta maaf untuk masalah yang sudah kubuat. Aku harap kalian tidak menyimpan begitu banyak kebencian.” Qing Yue'er berkata dengan suara yang tenang.


“Siapa yang akan membencimu? Jika itu ada maka aku tidak akan berbaik hati,” ujar Han Qiong. Dia melipat tangannya di depan dada. Wajahnya tidak terlihat ramah sama sekali.


“Semuanya sudah pernah dibicarakan.” Niu Longhao menatap Qing Yue'er dengan senyum kecil yang mengembang. “Kamu tidak perlu memikirkan apa-apa. Kami bukan akademi miskin yang kekurangan uang.”


“Aku tahu.” Qing Yue'er mengangguk. Dalam hidupnya dia memiliki prinsip kuat untuk tidak berhutang sesuatu pada siapa pun. Jadi, dia berkata, “Jika kalian membutuhkan aku untuk melakukan sesuatu, maka cukup katakan saja. Selama aku bisa maka aku akan melakukannya.”


“Itu baik-baik saja.” Niu Longhao menyetujui ucapan Qing Yue'er. Setelah melihat bagaimana kemampuan gadis itu, siapa yang mau memusuhinya? Dia berpikir untuk tetap menjaga hubungan yang baik dengan Qing Yue'er.


“Ngomong-ngomong, apa kamu baru menerobos?” Niu Longhao terkejut saat menyadari ini. Sepertinya belum lama sejak gadis itu masuk ke level 3 alam duniawi. Dan sekarang dia sudah menginjak level 4? Ini benar-benar gila!


Han Qiong yang mendengar pertanyaan Niu Longhao akhirnya memeriksa kekuatan muridnya. Dan itu memang benar, gadis itu sudah menerobos ke ... tunggu! Level 4 alam duniawi?


“....”


Dia benar-benar harus menyesuaikan detak jantungnya. Muridnya memang berbeda dari orang lain dan dia harus bisa terbiasa. “Baik, kamu sangat baik. Sekarang ikut denganku!”


Qing Yue'er merasakan aura yang tidak mengenakkan. Dia masih ingat bahwa dulu dia sudah pergi menemui kakek guru tanpa sepengetahuan Han Qiong. Apakah orang tua itu akan memarahinya sekarang?


“Guru, tapi aku masih lelah dan aku ingin beristirahat.” Qing Yue'er berusaha menolak dengan pelan.


“Apa? Sekarang kamu takut berhadapan dengan gurumu ini?”


“Tidak, hehehe.”


“Aiya, aku tahu kamu memang sedikit susah diatur, tapi kamu bisa tenang karena aku tidak akan memarahimu,” kata Han Qiong.


Qing Yue'er merasa lebih lega sekarang. “Jadi apa yang ingin Guru katakan?”


“Kakek guru ingin kamu datang menemuinya. Dua hari lagi kita akan ke sana.”


Kedua mata Qing Yue'er berkedip. “Kapan kakek guru mengatakannya?”


“Itu sudah beberapa hari yang lalu”


“Apa?!” Qing Yue'er sontak berdiri. Suaranya yang keras membuat orang-orang langsung menatapnya dengan heran. Menyadari hal itu, Qing Yue'er hanya bisa menggaruk kepala, malu. Setelah itu dia pun berbisik, “Sekarang, kalau begitu kita harus pergi sekarang.”


Han Qiong mengerutkan keningnya. “Kamu bilang kamu harus beristirahat, omong kosong.”


“Ayolah, ini pasti sesuatu yang penting bukan? Jika tidak, kakek guru tidak akan mungkin mengundang kita untuk datang,” rayu Qing Yue'er pada gurunya. Saat ini dia benar-benar baik-baik saja. Ucapan lelah dan ingin beristirahat hanyalah kebohongan.


Dia masih ingat tentang ucapan kakek guru yang akan memberitahunya jika Cloud Fairies datang. Siapa tahu mungkin wanita itu sudah datang kembali ke kediaman berawan milik kakek guru. Sehingga kakek guru memintanya untuk datang ke sana. Dia sungguh tidak boleh melewatkan hal ini.


***


Jangan lupa like, komen dan juga vote, ya.